Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

BALIILU Tayang

:

antari jaya negara
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada warga kurang mampu. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi”, Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali digelar di area Lapangan Niti Mandala Renon pada Jumat (2/9). Gelaran Pasar Rakyat ini merupakan yang ke-7, setelah sebelumnya dilaksanakan di beberapa kabupaten di Bali. Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara  turut menghadiri kegiatan tersebut. Dalam kegiatan itu, Ny. Antari Jaya Negara secara simbolis juga berkesempatan menyerahkan paket bantuan kepada warga kurang mampu.

Kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi ini” turut dihadiri pula oleh Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Gusti Agung Diah Utari. Tampak hadir pula para Ketua TP. PKK Kabupaten /Kota se-Bali, jajaran OPD terkait serta para undangan lainnya.

Usai acara penyerahan bantuan tersebut, Ny. Antari Jaya Negara mengatakan penyelenggaraan kegiatan Pasar Rakyat ini sarat akan manfaat bagi masyarakat.

“Seperti yang kita tahu, Pasar Rakyat ini menyediakan fasilitas tempat bagi pelaku UKM untuk membuka lapak mereka di sini. Tentu hal ini merupakan hal positif, dimana para pelaku usaha bisa sekaligus mempromosikan produk unggulan. Ini juga merupakan salah satu upaya membangkitkan kembali ekonomi pascaserangan pandemi,” tutur Ny. Antari Jaya Negara.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan kegiatan Pasar Rakyat yang diselenggarakan oleh TP PKK Provinsi Bali begitu kental akan nuansa berbagi dengan masyarakat.

“Kami berfokus pada membantu dan berbagi pada masyarakat. Penyelenggaraan Pasar Rakyat ini sendiri bisa dikatakan sebagai perwujudan dari 10 program pokok PKK dimana, masyarakat menjadi inti pokok dari program-program tersebut,” ungkap Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Dari Rumah KaKek Festival, Ny. Putri Koster Gaungkan Semangat Kebangsaan bagi Perempuan Bali

Selain itu Ny. Putri Koster juga menyampaikan tentang pencegahan stunting yang hingga kini masih menjadi salah satu program prioritas di PKK di Bali.

“Pada setiap kesempatan, kami selalu berupaya untuk mengedukasi masyarakat untuk pencegahan stunting, yang secara nyata dapat dilakukan dengan aksi nyata berbagi makanan sehat dan bergizi bagi para masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Pasar Rakyat ini diberikan pula oleh Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian. Dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa dicontoh oleh provinsi lainnya di Indonesia.

“Saya meyakini bahwa kegiatan semacam ini adalah kegiatan kongkret yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada Ny. Putri Koster yang sudah  menginisiasi kegiatan semacam ini,” kata Ny. Try Tito Karnavian.

Dia menambahkan, kegiatan Pasar Rakyat juga bisa dijadikan acuan guna menggerakkan Usaha Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.

“Kita lihat pandemi Covid begitu membuat semua hal berubah. Bahkan perekonomian juga sempat mengalami titik terendah. Maka peran PKK dalam upaya ketahanan perekonomian sangat diperlukan,” tambah Ny. Tri Tito Karnavian.

Selain itu dalam kegiatan ini  juga diisi juga dengan penyerahan secara simbolis bantuan bibit cabai dari Bank Indonesia (BI) Bali yang diserahkan kepada Ketua PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Kemudian bibit itu secara estafset diserahkan kepada masing-masing Ketua TP PKK Kabupaten / Kota se-Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bali Jagadhita VII Tahun 2026 Sukses Perkuat Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Berkelanjutan di Bali

Published

on

By

Bali Jagadhita
BALI JAGADHITA 2026 DITUTUP: Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Dekranasda Provinsi Bali.

Penyelenggaraan Bali Jagadhita VII 2026 mencatat berbagai capaian dalam penguatan perdagangan, pariwisata, dan investasi sebagai tiga pilar utama perekonomian Bali yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi terintegrasi untuk memperkuat akses pasar UMKM, mendorong pariwisata berkualitas, serta memperluas promosi peluang investasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.

Penutupan Bali Jagadhita VII 2026 dihadiri oleh Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Konsulat Jenderal dan Atase Perdagangan Perwakilan Negara Sahabat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, pimpinan Forkopimda Provinsi Bali, Bupati/ Walikota di Provinsi Bali, kepala satuan kerja dan pimpinan Bank Indonesia, pimpinan instansi vertikal Provinsi Bali, serta investor dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bali Jagadhita VII Tahun 2026 merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali Jagadhita berhasil mencatat sejumlah capaian, antara lain transaksi penjualan serta potensi ekspor berhasil mencapai Rp 30 miliar, potensi kesepakatan bisnis sektor pariwisata Bali-Nusra sebesar Rp 6,9 triliun, serta perluasan promosi aset potensial daerah di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung optimalisasi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Sebut Lomba Masak Makanan Sehat Bergizi, Implementasi Program Pokok PKK

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bali Jagadhita turut mempertemukan 22 pemilik proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara dengan enam duta besar negara sahabat serta 35 investor potensial. Menurut Achris, dukungan berbagai pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat, menjadi faktor penting dalam memperluas jejaring kerja sama ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagadhita yang kini memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, Bali Jagadhita terus berkembang sejak penyelenggaraan pertama, baik dari sisi cakupan kegiatan maupun jumlah pemangku kepentingan yang terlibat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra. Ia menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Bank Indonesia dinilai terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, yang hadir mewakili Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,58 persen, sementara inflasi tetap terkendali pada level 2,91 persen pada 2025. Rudy juga mengajak para calon investor dan duta besar negara sahabat untuk berinvestasi di Bali karena Bali merupakan destinasi investasi yang memiliki daya saing kuat, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga yang terjaga, ekosistem pariwisata berkelas dunia, serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Ketua TP PKK Tabanan Sinergikan Aksi Sosial Bersama TP PKK Provinsi Bali di Desa Beraban

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis atas sinergi yang telah terbangun dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Pada pilar perdagangan, penutupan Bali Jagadhita VII 2026 menghadirkan peragaan busana desainer muda dan fesyen berkelanjutan untuk mendorong praktik bisnis hijau serta pelestarian wastra Nusantara. Rangkaian kegiatan juga mencatat nilai transaksi dan potensi ekspor sebesar Rp 30 miliar sejak Road to Bali Jagadhita.

Selain itu, penutupan ditandai dengan penyerahan piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak. Pada kesempatan yang sama, dilakukan seremoni business matching ekspor UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yaitu Macha Home Living, yang mencatat potensi penjualan ekspor sebesar Rp 3,3 miliar ke berbagai negara.

Acara penutupan juga diisi dengan penandatanganan komitmen nota kesepakatan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali terkait sinergi program dan kegiatan pengembangan ekonomi dan keuangan daerah di Provinsi Bali.

Pada pilar pariwisata, Bali Jagadhita VII 2026 turut mendukung penguatan pariwisata berkualitas melalui rangkaian Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28–30 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan desa wisata Bali-Nusra dan berhasil menghadirkan 286 seller serta 407 buyer dari 44 negara, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 6,9 triliun. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi desa wisata dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara.

Pada pilar investasi, Bali Jagadhita VII 2026 turut menghadirkan Bali Investment Forum 2026 yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS). Forum ini menjadi wadah promosi proyek investasi unggulan pemerintah daerah, sekaligus mempertemukan pemilik proyek investasi dengan duta besar negara sahabat dan investor potensial.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Dialog Interaktif "Perempuan Bali Bicara"

Pada kesempatan tersebut, katalog peluang investasi juga diserahkan kepada sejumlah duta besar yang hadir sebagai bentuk penguatan promosi investasi dan perluasan jejaring kerja sama ekonomi dengan negara sahabat. Melalui sinergi strategis berbagai pihak dalam Bali Jagadhita, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat semakin mendorong lahirnya karya kreatif yang bernilai tambah lebih besar dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Bali. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan cinta masyarakat terhadap produk lokal Bali, sekaligus mendukung kemajuan pariwisata agar Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dunia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penguatan UMKM Berbasis Sustainability dan Talkshow Edukatif Warnai Aktivasi Promosi Perdagangan Bali Jagadhita VII

Published

on

By

Bali Jagadhita
TALKSHOW: Serangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII Tahun 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan “talkshow sustainability” dengan tema “Innovation, Inclusion and Future Economy”. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung pengembangan UMKM di Provinsi Bali yang inklusif dan berdaya tahan telah menghadirkan kembali kegiatan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 dengan tema “Suddha Bumi Parahita ” atau yang memiliki arti sebagai kesejahteraan dunia yang harmonis dan berkelanjutan. Hal ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, dalam pertumbuhan ekonomi hijau, serta penguatan pelestarian budaya.

Kegiatan ini telah diselenggarakan di Bali tanggal 5 – 7 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung program pengembangan UMKM yang salah satunya menjadikan UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasar global.

Bali Jagadhita memiliki 3 (tiga) pilar utama, yaitu Pilar Perdagangan, Pilar Pariwisata dan Pilar Investasi. Ketiga pilar tesebut akan menjadi fondasi utama dalam transformasi ekonomi Bali yang bepijak pada aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Pada pilar perdagangan difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, serta promosi produk unggulan daerah. Adapun salah satu bentuk promosi perdagangan yang dilakukan berupa pameran UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti olahan mamin lokal, kriya, body care, home decor, serta fesyen dengan konsep zero waste management sebagai dukungan terhadap pengembangan UMKM hijau maupun business matching UMKM ekspor.

Selain menampilkan produk UMKM Bali, dalam event ini juga menampilkan produk dari NTB dan NTT, terkait dengan kedekatan keterkaitan wilayah ekonomi dan perdagangan Bali-Nusra.

Dalam sambutan yang disampaikan pada saat Opening Ceremony Bali Jagadhita VII, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyatakan bahwa dengan sinergi yang dilakukan bersama Pemprov Bali maupun pihak terkait lainnya, Bank Indonesia terus mendukung pengembangan UMKM di daerah sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah serta menjadi local wisdom Bali dalam Tri Hita Karana.

”Kami berharap melalui pelaksanaan Bali Jagadhita UMKM di Bali-Nusra semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Achris.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Dialog Interaktif "Perempuan Bali Bicara"

Pelaksanaan Bali Jagadhita VII yang sebelumnya telah dilalui dengan berbagai kegiatan Road to Bali Jagadhita VII pada Bulan Maret hingga Mei, telah menghasilkan transaksi perdagangan dan ekspor hingga mencapai Rp 30,76 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Bali-Nusra yang sudah memumpuni dan dapat berdaya saing di pasar global sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara.

Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan ekonomi hijau yang sejalan dengan visi Pemprov Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan talkshow sustainability dengan tema Innovation, Inclusion and Future Economy. Dalam talkshow ini kami menghadirkan beberapa narasumber yang kredibel pada bidangnya seperti, Deputi Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Ichsan Zulkarnaen; Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif Hijau Bank Indonesia, Rosita Dewi; Sustainable Lifestyle Advocate, Tasya Kamila; UMKM Binaan Bank Indonesia Bali, AMOD Bali.

Talkshow ini diharapkan dapat menjadi forum komunikasi multipihak dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan di Bali dari berbagai aspek. Selain itu melalui talkshow ini dapat menjadi guidance atau best practices dari bidang policy maker, sustainable lifestyle dan sustainable industry dalam ekonomi berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian/Lembaga terkait maupun seluruh pihak yang terlibat.

Selanjutnya, sebagai salah satu bentuk diseminasi kebijakan untuk mendukung sektor perdagangan, telah dilaksanakan talkshow yang menarik dan edukatif dalam rangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII. Talkshow mengenai kesehatan khususnya perempuan sebagai salah satu pelaku usaha UMKM, memiliki tema Ruang Perempuan: Perempuan Peduli, Perempuan Terlindungi. Talkshow ini membahas mengenai kesehatan perempuan khususnya mengenai kanker serviks sebagai salah satu penyakit ganas mematikan. Dalam skala mikroekonomi, kanker serviks dapat berimplikasi terhadap perekonomian seiring dengan pentingnya peran perempuan sebagai bagian dari tenaga kerja, penggerak ekonomi keluarga, serta pelaku UMKM yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi.

Baca Juga  Serangkaian HUT Ke-79 Kemerdekaan RI, Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Senam Massal PINTI Bali

Adapun narasumber pada talkshow kesehatan ini berasal dari berbagai pemangku kepentingan seperti Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr.I.GA. Raka Susanti, M.Kes; Healthy Lifestyle Influencer, Nana Mirdad; Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. I Nyoman Bayu Mahendra; serta 2 (dua) penyintas kanker serviks yang telah bersedia untuk menceritakan pengalaman pribadi untuk dapat memberikan motivasi kepada khalayak publik bahwa penyakit yang mematikan pun tetap dapat kalah dengan semangat dan tekad kuat yang dimiliki manusia untuk bersedia sembuh.

Talkshow kesehatan ini diharapkan dapat menguatkan peran pemerintah dan tenaga medis dalam menyampaikan kebijakan, program serta layanan kesehatan. Selain itu, melalui talkshow ini dapat menjadi guidance atau best practices serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan tokoh publik dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menteri LH, Gubernur Koster dan Walikota/Bupati se-Bali Deklarasikan Bali 100 Persen Memilah Sampah

Semua Daerah Termasuk Bali, Mulai 1 Agustus 2026 Serentak Menutup “Open Dumping” di TPA

Loading

Published

on

By

gubernur koster
PENANDATANGANAN PKS: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat menyaksikan langsung Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Lahan antara Pemerintah Kota Denpasar dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (Buda Pon, Sungsang) 10 Juni 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat menggelar Rapat Koordinasi terkait Penanganan Sampah di Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus mendeklarasikan Gerakan Bali 100 Persen Memilah Sampah dan menyaksikan langsung Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan Lahan antara Pemerintah Kota Denpasar dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (Buda Pon, Sungsang) 10 Juni 2026.

Rakor yang dihadiri Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Polda Bali ini juga diikuti oleh Walikota Denpasar, Bupati Badung, Bupati Tabanan, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung, Bupati Bangli, Wakil Bupati Jembrana, Wakil Bupati Gianyar, Wakil Bupati Karangasem serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi /Kabupaten/Kota se-Bali.

Dalam arahannya, Menteri LH, Jumhur Hidayat mengatakan Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali bersama Walikota dan Bupati se-Bali mempunyai komitmen kuat untuk melakukan pengelolaan sampah. Semakin hari, semakin baik upaya pengelolaan sampah yang dilakukannya, sehingga saat ini secara umum Bali sudah lebih baik dari yang kita bayangkan.

Ia juga menegaskan bahwa sambil menunggu PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik), Kementerian LH mengajak semua pemimpin dan seluruh stakeholder di Bali harus terus bekerja menyatukan tekad dan memastikan Bali bersih.

“Bali setiap hari menghasilkan ribuan ton sampah, sebagian besar masih berakhir di pembuangan akhir dengan sistem Open Dumping. Ini adalah sistem yang tidak bisa lagi diterapkan, Open Dumping telah mencemari lingkungan, meracuni air dan mencoreng citra Bali, termasuk Indonesia. Karena itu, saya mengingatkan komitmen agar pada tanggal 1 Juli 2026, seluruh masyarakat Bali harus memilah sampah secara serentak dari sumber, dan pada tanggal 1 Agustus 2026 bersamaan dengan daerah lainnya, Bali menutup Open Dumping untuk selamanya,” tegas Menteri Jumhur Hidayat.

Baca Juga  TP PKK Badung dan Bali Bersinergi Salurkan Bantuan di Tiga Desa

Dikatakannya juga Pemilahan Sampah adalah kunci untuk mengelola sampah organik menjadi kompos yang mampu menyuburkan tanah Bali dan sampah an-organik menjadi bahan baku industri daur ulang. Untuk mencapai target besar ini, teguhkan komitmen percepatan pemilahan sampah, semua yang telah direncanakan harus dijalankan dengan memastikan kesediaan infrastruktur pemilahan sampah.

“Kota Denpasar dan Kabupaten Badung telah membuktikan tingkat pemilahan sampah yang baik, di kedua wilayah ini mencapai 70 persen. Ini pencapaian luar biasa, harus dijadikan model ke seluruh Bali dan tidak ada yang boleh wilayah lain tertinggal,” tambahnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan Bali terus melakukan Gerakan Bali Bersih Sampah dengan menekankan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan melakukan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

Hal ini dilakukan, karena volume sampah di Bali totalnya mencapai 3.436 ton/hari atau yang paling banyak bersumber dari Kota Denpasar 1.005 ton/hari, disusul Kabupaten Badung 547 ton/hari, dan Kabupaten Gianyar 562 ton/hari. Sisanya Kabupaten yang lain volume sampahnya berkisar di angka 413 ton/hari sampai 112 ton/hari.

“Jenis sampah yang paling banyak itu ialah sampah organik sebesar 60 persen dan sampah plastik 17 persen. Kalau dicermati dari sumbernya, paling banyak sampah ini bersumber dari kegiatan rumah tangga 60 persen, aktivitas peniagaan 11 persen, dan pasar 7 persen,” jelas Gubernur Koster.

Wayan Koster dengan tegas mengungkapkan bahwa sampah di Bali telah menjadi masalah serius, karena ada 23 persen sampah itu dibuang sembarangan ke kawasan lingkungan, dan sisanya dikelola dibawa ke TPA sebanyak 43 persen, lalu 18 persen dilakukan upaya pengurangan sampah, lagi 16 persen dilakukan penanganan sampah.

“Jadi dua program pengelolaan sampah ini, yaitu Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan melakukan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai harus dijalankan, tidak bisa ditawar,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Dialog Interaktif "Perempuan Bali Bicara"

Di akhir Rapat Koordinasi, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Walikota/Bupati se-Bali mendeklarasikan Gerakan Pemilahan Sampah melalui kalimat “Dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka BaliSekala dan Niskala, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali: Kita wujudkan Bali 100 persen Memilah Sampah bersama, serentak, untuk Bali yang bersih, sehat, indah dan lestari”. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca