Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Ny. Putri Koster Apresiasi Kiprah Dermaga Seni Buleleng

BALIILU Tayang

:

de
Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com – Ny. Putri Suastini Koster selaku pegiat seni mengapresiasi kiprah yang ditunjukkan oleh Dermaga Seni Buleleng (DSB) dalam pengembangan seni kesusastraan, khususnya puisi. Apresiasi itu diungkapkannya dalam sekapur sirih peringatan HUT ke-24 DSB yang disampaikan secara virtual dari kediaman Jayasabha, Senin (14/12-2020) petang.

Menurut Ny. Putri Koster, 24 tahun adalah usia yang sudah sangat matang dan berpengalaman. Oleh sebab itu, ia berharap komunitas ini mampu mengayomi dan mengajak generasi muda untuk bersama-sama dalam olah seni sastra yang sangat bermanfaat dalam mengasah karakter mereka. “Lewat seni kesusastraan kita asah budi pakerti para generasi muda,” ujarnya sembari mengajak para penggiat seni kesusastraan dapat memberi contoh. Dalam artian, makna adiluhung dalam karya sastra semestinya tercermin dalam laku para pegiat seni sastra.

Pada kesempatan itu, perempuan yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini berbagi pengalaman tentang perjalanannya di dunia seni. Ia menuturkan, kemampuan di bidang seni yang ditunjukkannya saat ini adalah hasil dari sebuah proses yang panjang. Sosok seorang Putri Koster sudah menunjukkan bakat dan ketertaritan pada seni sejak usia 4 tahun. Saat itu seni yang dipelajarinya adalah tari. Beranjak ke bangku SMP, ia mulai tertarik dengan seni teater hingga berlanjut ke bangku SMA. Dari sekian banyak seni yang dikuasainya, ibu dua putri ini mengaku paling suka dengan puisi. Bahkan, kemampuannya sebagai penyair telah membawanya menjuarai berbagai perlombaan mulai dari tingkat lokal hingga nasional. “Jadi, ibu ini melakoni seni berpuisi bukan tiba-tiba ketika menjadi ibu gubernur. Semua itu berproses,” imbuhnya.

Berangkat dari kecintaannya pada seni khususnya puisi, ia pun menaruh perhatian pada perkembangan kesusastraan di Pulau Dewata. Ia berkomitmen untuk memberi ruang gerak dan mendukung para penggiat sastra untuk berkreasi. Komitmen itu diwujudkan dalam event Bali Jani yang pelaksanaannya berdampingan dengan Pesta Kesenian Bali (PKB). “Dari dulu ibu amati ada ketimpangan dalam pelaksanaan PKB yang hanya fokus merawat seni tradisi. Padahal kita punya potensi yang besar di ranah non-tradisi yang belum mendapat ruang. Bali Jani menjawab kegelisahan itu sehingga seni non-tradisi mendapat ruang untuk berkembang,” urainya.

Baca Juga  Sekda Tinjau Kesiapan Pilkel Serentak, Pleno akan Disiarkan Live Streaming oleh KIM Desa

Ia mengajak para penggiat seni non-tradisi untuk memanfaatkan ajang Bali Jani agar bisa berkembang sejalan dengan upaya merawat seni tradisi. Perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini ingin seni tradisi dan non-tradisi maju bersama secara imbang. Terlebih, Pemprov Bali di bawah kepempimpinan Gubernur Wayan Koster saat ini tengah merancang Pusat Kebudayaan Bali yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

Ketua Dermaga Seni Buleleng (DSB) Gde Artawan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Ny. Putri Koster. “Kita bersyukur  ada sosok Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster yang berdedikasi dan memiliki komitmen dalam menjaga konstruksi seni, khususnya seni sastra dengan spirit yang prima. Beliau juga memberi dukungan bagi rekan-rekan pegiat sastra sehingga mendapatkan tiupan aura literasi yang menyegarkan,” ujarnya.

Gde Artawan menjelaskan, DSB adalah sebuah komunitas seni yang berkedudukan di Singaraja, Buleleng dan dibentuk pada tahun 1996. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan DSB, di antaranya gelar apresiasi sastra dan pentas teater dan puisi. Selain itu, DSB juga rutin menggelar kegiatan  mengenang sastrawan Panji Tisna, Chairil Anwar, Bulan Bahasa, Hari Pahlawan dan HUT Kota Singaraja. Serangkaian HUT Kota Singaraja, komunitas ini menggelar Lomba Cipta Puisi se-Bali yang memperebutkan anugerah “Singa Ambararaja Award”.

Tahun 2019 lalu, DSB menggelar Lomba Cipta Puisi Guru Se-Bali dan menerbitkan buku antologi puisi “Sang Guru” yang diluncurkan di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar. Tahun 2020, DSB kembali dipercaya mengadakan Lomba Cipta Puisi Guru se-Indonesia dan menerbitkan buku antologi puisi “Suara Hati Guru”. Dewan Juri lomba tersebut adalah Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa, dan Wayan Jengki Sunarta, dengan inisiator dan penyandang dana Ny. Putri Suastini Koster. Dengan dukungan Ny. Putri Koster, tahun 2021 DSB akan menggelar lomba cipta puisi pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga  PPKM di Bali, Satgas Provinsi Bali Gencarkan Penertiban Prokes

Gde Artawan menambahkan, tahun ini DSB genap berusia 24 tahun. Ulang tahun DSB tahun ini diperingati dengan acara Refleksi Literasi. Kegiatan ini merupakan ajang DSB untuk refleksi diri, mulat sarira atas apa yang sudah dilakukan selama 24 tahun ‘meneliti kekalahan, menghitung kemenangan’. Peringatan 24 tahun DSB Refleksi Literasi dimeriahkan dengan pembacaan puisi Merah Putih oleh Ny Putri Koster dan sejumlah pegiat seni sastra. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Putri Koster Kunjungi Teater Angin di SMAN 1 Denpasar, Dukung Penuh Semangat Seni Generasi Muda

Published

on

By

Putri Koster
TINJAU LATIHAN: Ibu Putri Suastini Koster, saat secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen kuat terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali kembali ditunjukkan oleh Ibu Putri Suastini Koster, yang secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). Kehadiran Ibu Putri tidak sekadar sebagai istri Gubernur Bali, tetapi juga sebagai pendiri Teater Angin, bersama salah satu pendiri lainnya, Ibu Ayu Rasmini.

Dalam suasana hangat yang berlangsung di Aula SMAN 1 Denpasar, Ibu Putri mengungkapkan rasa bangganya melihat semangat berkesenian yang terus tumbuh di kalangan pelajar. Ia mengenang masa-masa aktifnya di dunia teater sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Dulu saya diberi ruang untuk belajar dan berproses di dunia teater. Sekarang, saya ingin memberi ruang dan menjadi contoh. Teater telah memberikan saya pengalaman lahir dan batin,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, menurut Ibu Putri, teater merupakan media ampuh untuk membentuk karakter, melatih kepekaan sosial, mengenali berbagai sisi kemanusiaan, dan mengasah ingatan serta keberanian. Ia juga mendorong para siswa untuk melangkah lebih jauh dengan menulis naskah sendiri dan mengembangkan kreativitas pertunjukan secara menyeluruh.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ibu Putri bersama Gubernur Bali memberikan bantuan apresiasi senilai Rp 65 juta kepada kelompok Teater Angin. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, memperluas wawasan seni, dan membangun kolaborasi lebih luas, termasuk dengan stasiun TVRI yang direncanakan akan menjadi mitra tayang bagi komunitas teater lokal.

“Saya ingin bisa berkolaborasi dengan anak-anak muda. Selain mengisi diri dengan ilmu, pengalaman dalam seni juga penting untuk membentuk karakter dan jati diri,” tutupnya, sebelum menyaksikan langsung latihan anak-anak Teater Angin.

Baca Juga  Smart City di Badung, sudah pada Level Impact

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen apresiasi, tetapi juga menjadi simbol harapan bahwa dunia seni di Bali akan terus hidup melalui generasi muda yang tekun, kreatif, dan penuh semangat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Jaga Tradisi Keaksaraan, Ny. Putri Koster Apresiasi Buku “Semua Karena Nirankara?”

Published

on

By

Semua Karena Nirankara
PELUNCURAN BUKU: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku "Semua Karena Nirankara?" karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku “Semua Karena Nirankara?” karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). Peluncuran karya ber-genre fiksi ini ditandai dengan penyerahan hard cover buku “Semua Karena Nirankara?” dari Andre Syahreza kepada Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster, yang juga dikenal sebagai penggiat sastra, menyambut baik karya yang terinspirasi dari novel fenomenal “Sukreni Gadis Bali” karya Anak Agung Pandji Tisna. “Ini menarik, karena Ibu juga mengikuti proses syuting di Lovina saat Sukreni Gadis Bali difilmkan,” ucapnya.

Ia merasa bangga melihat anak muda yang menekuni dunia sastra. “Benang merah dari peluncuran buku ini adalah memastikan bahwa penulisan konvensional tidak terhenti, sehingga tradisi keaksaraan di Bali tetap terjaga,” terangnya. Perempuan yang juga dikenal sebagai penekun puisi ini berpesan agar para penulis tidak berhenti berkarya. “Masih banyak hal yang bisa digali dari budaya Bali untuk diangkat dalam karya sastra,” ungkapnya.

Secara khusus, Putri Koster berpendapat bahwa buku “Semua Karena Nirankara?” patut diapresiasi karena mengusung tema perempuan. Ia berharap adaptasi Sukreni ke Nirankara mampu mengharmoniskan ruang tradisi dan modernitas. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menggambarkan perempuan secara autentik. “Bukan bermaksud menjelekkan, tetapi perempuan masa kini harus belajar memahami apa yang seharusnya ia lakukan,” tandasnya sembari menambahkan bahwa perempuan adalah kekuatan (power) atau sakti bagi laki-laki.

Pada kesempatan itu, perempuan yang dikenal sebagai penyair ini juga mendorong kemunculan talenta baru di bidang sastra yang mengikuti jejak Andre Syahreza. Untuk mewadahi karya sastra, ia menyampaikan bahwa Pemprov Bali memiliki ajang Festival Bali Jani, yang telah berjalan selama lima tahun. “Melalui ajang ini, kita mendorong anak muda untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selanjutnya, jika Pusat Kebudayaan Bali telah rampung, akan digelar Bali International Book Fair. Karena kita sebagai tuan rumah, harus ada karya dari penulis lokal,” sebutnya.

Baca Juga  Lepas PPKM, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Meningkat Signifikan

Mengakhiri sambutannya, Putri Koster menyampaikan selamat atas terbitnya karya Andre Syahreza. Ia juga memuji sikap terbuka Andre yang secara jelas mencantumkan bahwa karyanya terinspirasi dari Sukreni Gadis Bali. “Teruslah berkarya dan berikan pencerahan bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Andre mengungkapkan bahwa novel pertamanya ini ia rancang untuk Generasi Z. “Dari segi kebahasaan, ringan. Ini memang bukan karya untuk sastrawan, tetapi bagi mereka yang baru memasuki dunia sastra,” tambahnya. Dengan demikian, sastra tidak lagi terkesan berat dan menakutkan. “Agar bisa berkembang, karya sastra harus terasa lebih ringan,” ujarnya.

Sebagai informasi, novel “Semua Karena Nirankara?” merefleksikan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh motif ekonomi, dorongan nafsu, dan relasi kuasa. Cerita bermula dari kehidupan Ni Made Ayu Nirankara, seorang wanita muda pemilik Kafe Bara. Bersama suaminya yang telah berumur, ia menyusun skenario tak lazim demi menarik lebih banyak pengunjung ke kafe mereka yang sepi di Bali Utara. Rencana mereka pun mengundang berbagai persoalan terkait asmara. Cerita semakin penuh teka-teki dengan kehadiran Tala, seorang gadis lugu nan cantik, yang direkrut menjadi pramusaji di Kafe Bara. Keberadaannya membuat eskalasi cerita semakin dramatis dan membara.

Peluncuran novel “Semua Karena Nirankara?” dihadiri oleh sejumlah penulis nasional, termasuk Dee Lestari dan Henry Manampiring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Lestarikan Naskah Kuno, Disbud Badung Gelar Konservasi Lontar

Published

on

By

adv
PELESTARIAN: Disbud Badung bersama tim saat melaksanakan kegiatan pelestarian naskah kuno (lontar) di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan menggelar Konservasi Lontar di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). Kegiatan pelestarian dan perlindungan terhadap keberadaan naskah-naskah kuno atau lontar ini dilakukan agar kekayaan budaya tersebut tetap lestari dan terlindungi secara fisik dari kerusakan.

Kepala Bidang Sejarah Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ni Nyoman Indrawati menjelaskan, program tersebut sudah terlaksana sejak tahun 2012 hingga kini. Menurutnya, naskah kuno atau sering disebut manuskrip merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Dijelaskan lebih lanjut kegiatan pelestarian naskah kuno tersebut menyasar sepuluh lokasi yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung. Pihaknya mengatakan sejak tahun 2012 sampai akhir tahun 2023 jumlah lontar yang terdata sebanyak 3.200 cakepan lontar. Pihaknya menyebut lontar dalam kondisi baik berjumlah 2.462 cakepan lontar, dan dalam kondisi kurang baik berjumlah 736 cakepan lontar.

Terkait ada beberapa lontar yang kondisinya kurang baik ia turut prihatin. “Kondisi kurang baik ini cukup memprihatinkan, lontar yang ada di masyarakat perlu kita gali, perlu kita lestarikan. Karena lontar ini merupakan salah satu sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu tidak bisa kita nilai dengan rupiah, dan bila itu sampai hilang akan banyak ilmu pengetahuan akan lenyap tidak turun ke generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap sosialisasi kami ini bisa sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung berkolaborasi dengan Penyuluh Bahasa Bali seperti, membersihkan lembaran lontar dengan menggunakan cairan alami yang terbuat dari tanaman sereh, kemudian konservasi serta penyusunan katalog lontar.

Baca Juga  Lepas PPKM, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Meningkat Signifikan

Disinggung mengenai penyelamatan naskah kuno atau lontar, Dinas Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya seperti mereproduksi atau menyalin ulang terhadap beberapa lontar yang dinilai layak untuk dikoleksi oleh Dinas Kebudayaan. Dari hasil reproduksi, lontar-lontar tersebut selanjutnya didigitalisasi agar masyarakat luas menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi yang tersimpan dalam lontar melalui perangkat teknologi.

Ke depan pihaknya menekankan agar masyarakat lebih terbuka dalam memberikan informasi dan data-data kepada Pemerintah Kabupaten Badung melaui Dinas Kebudayaan, jika di wilayahnya ada tersimpan naskah kuno atau lontar. Selain itu, jika ada masyarakat yang ingin naskah kuno atau lontarnya dirawat agar dapat menghubungi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.

“Kegiatan ini akan berkelanjutan dengan menyasar lokus-lokus baru. Jika kami tidak menemukan lokus baru, kami akan menyempurnakan kembali ataupun kita mengkonservasi secara berkala lontar-lontar yang ada di masyarakat. Sehingga akan terus menambah data dan informasi sejarah yang kita miliki di Kabupaten Badung,‘‘ imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca