Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Putri Koster Gelorakan Pencegahan Stunting di Singaraja

Ny. Putri Koster: Cegah Stunting sangat Penting Mengingat Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental dari Generasi Emas Penerus Bangsa

BALIILU Tayang

:

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber Dialog Interaktif di RRI Singaraja. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “Cegah Stunting Melalui Pola Asuh” bertempat di RRI Singaraja, Senin (Soma Pon Matal) 15 Agustus 2022.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan pencegahan stunting sangat penting mengingat stunting berdampak pada kesehatan fisik dan mental dari generasi emas penerus bangsa di masa yang akan datang. Meskipun angka stunting di Provinsi Bali relatif rendah daripada angka rata-rata tingkat nasional, upaya pencegahan harus terus digelorakan agar angka stunting bisa terus kita tekan bahkan mencapai nol kasus.

Lebih jauh pendamping orang nomor satu di Bali ini menyampaikan penyebab terjadinya stunting ada banyak faktor baik itu faktor gizi, pendidikan, kemiskinan termasuk di dalamnya pola asuh. Terkait pola asuh di dalam keluarga, wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini kembali mengingatkan pentingnya peran serta seluruh anggota keluarga dalam pola asuh anak terutama di 1.000 hari usia tumbuh kembang anak. Pola asuh yang saling asah, asih dan asuh diterapkan dalam keluarga disamping pemenuhan terhadap kebutuhan akan gizi, pendidikan, komunikasi serta sanitasi yang sehat di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Bunda Putri juga mengingatkan pentingnya perhatian gizi serta kesehatan dari para remaja putri yang nantinya akan menjadi calon calon ibu yang akan mengandung, melahirkan serta mengasuh anak anak mereka yang merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang. Terlebih, di tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi sehingga generasi yang lahir sekarang akan menjadi pemimpin bangsa di masa akan datang, dengan demikian kita jangan sampai lengah, kita jaga pola makan, pola hidup serta pola asuh dari para remaja putri kita remaja putri diingatkan bagaimana menjaga kesehatan tubuh, istirahat yang cukup, makanan yang bergizi sehingga mereka tidak mengalami kekurangan energi kronis ataupun anemia.

Baca Juga  Ketua TP PKK Denpasar Ny. Antari Jaya Negara Gelar Talk Show Sinergitas Program dan Kegiatan dengan TP. PKK Provinsi Bali

Di akhir arahannya, Ny. Putri Koster meminta seluruh kader PKK untuk bergerak untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya stunting baik melalui sosialisasi maupun edukasi sehingga tumbuh kesadaran di tengah masyarakat untuk bergotong-royong, bersinergi dalam upaya menjaga kesehatannya yang dimulai dari kesehatan diri sendiri dan keluarga sehingga akan terwujud anggota keluarga yang sehat, terasah kecerdasannya, berdaya guna, berakhlak mulia dan berbudi pekerti sehingga tercipta anakku sehat, bangsaku kuat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S yang juga hadir dalam dialog interaktif pada siang hari ini menyampaikan, stunting kenapa harus dicegah karena stunting menghambat pembangunan sumber daya manusia berkualitas untuk menciptakan generasi emas. Stunting bukanlah sebuah penyakit melainkan suatu kondisi gangguan perkembangan pertumbuhan anak terutama di 1.000 hari masa pertumbuhan, yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi yang dapat mengganggu pertumbuhan otak dan jasmaninya sehingga muncul keluhan anak akan lebih pendek dari teman usianya, sakit-sakitan, kecerdasan menurun sehingga produktivitas juga menurun. Selain itu sunting juga bisa disebabkan faktor lain seperti pola asuh, sanitasi yang buruk, lingkungan yang kurang sehat sehingga anak sakit sakitan, infeksi berulang dan lahir prematur

BKKBN telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting dari hulu diantaranya dengan penyuluhan kesehatan reproduksi, pemberian vitamin penambah darah serta melakukan screening terhadap calon pengantin, dimana calon pengantin wajib screening kesehatan 3 bulan sebelum menikah untuk memeriksa status gizi dan HB dari calon pengantin remaja putri. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

BKKBN sendiri telah meluncurkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL). ELSIMIL adalah aplikasi skrining dan pendampingan untuk calon pengantin (Catin). Setiap pasangan Catin akan mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di Desa/Kelurahan yang sama dengan wilayah domisili Catin. Tujuan aplikasi ELSIMIL adalah untuk melakukan deteksi dini terhadap kesehatan Catin untuk mitigasi risiko melahirkan bayi stunting.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Minta Kader PKK Akselerasi Vaksinasi Covid-19 bagi Difabel

Upaya pencegahan stunting harus dilakukan dengan sinergitas semua komponen masyarakat melibatkan multipihak baik itu pemerintah, akademisi, media, serta Tim Penggerak PKK yang merupakan mitra kerja Pemerintah yang mendapat amanat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 8 Orang, Meninggal Dunia Nihil

Published

on

By

satgas Covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Meski kasus sembuh terus bertambah, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Sabtu (1/10) diketahui kasus meninggal dunia nihil penambahan. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 4 orang. Dan kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 8 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 54.445 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 53.260 orang  (97,82 persen), meninggal dunia sebanyak 1.125 orang (2,07 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 60 orang (0,11 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan  Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Motivasi Atlet Renang Bali untuk Kibarkan Bendera Bali di PON XX Papua

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Buka PIT IKPAMI VI 2022, Ny. Putri Koster Apresiasi Perawat dan Tenaga Medis yang Tangani Gangguan Penglihatan Warga Lansia

Published

on

By

rakernas
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) VI Tahun 2022, di Prama Hotel Sanur Beach Bali, Saniscara Kliwon Wuku Wayang (1/10). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang juga menjabat sebagai Pembina Tim Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan Provinsi Bali memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang begitu dalam terhadap perawat dan tenaga medis yang menangani gangguan penglihatan yang rentan dialami oleh orangtua atau warga yang usia lanjut.

Provinsi Bali menjadi daerah pertama yang angka prevalensi kebutaannya paling rendah. Sejak tahun 2020, Bali mencatat jumlah penduduk yang mengalami gangguan penglihatan atau buta sebanyak 0,3 % dari jumlah penduduk secara keseluruhan. “Angka ini tidak hanya menjadi acuan untuk terus menjadikan kita semua bersemangat untuk mengentaskan Bali dari gangguan penglihatan atau kebutaan, namun juga saya harapkan mampu menjadi semangat untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang penglihatannya terganggu,” ucap Ny. Putri Koster dalam sambutannya saat menghadiri sekaligus membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) VI Tahun 2022 di Prama Hotel Sanur Beach Bali, Saniscara Kliwon-Wuku Wayang (1/10).

Ditambahkannya, dengan memiliki indera penglihatan yang baik akan membuka wawasan lebih jauh bahkan akan mampu menguasai dunia dari kedekatan. “Jangan pernah meremehkan mata yang jernih, karena dengan mata kita mampu melihat seisi dunia dan mata hati orang lain,” imbuhnya.

rakernas
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama usai membuka PIT IKPAMI VI Tahun 2022. (Foto: Ist)

Dijelaskannya lagi, “Kami Tim Penggerak PKK selalu berupaya menyentuh kondisi masyarakat sampai unsur yang terbawah, sehingga kami dalam menggerakkan kader menggunakan dua (2) metode yakni sosialisasi dan aksi sosial. Kedua kegiatan ini kami lakukan secara berkesinambungan. Sosialisasi kami lakukan melalui peran serta media baik cetak, elektronik dan juga online. Sedangkan aksi sosial adalah kegiatan yang kami laksanakan secara berkala dengan melibatkan kader PKK dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk menyasar masyarakat yang memang benar-benar harus memperoleh bantuan, penanganan dan perhatian khusus, seperti kurang gizi, kelaparan, bahkan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan termasuk kebutuhan penanganan gangguan mata. Sehingga dalam kegiatan kami di lapangan, Tim Penggerak PKK selalu menggandeng tenaga medis untuk membantu warga secara langsung. Salah satunya tenaga medis khusus gangguan mata, mulai dari pemberian kacamata gratis, hingga pemeriksaan skrining bagi lansia yang katarak,” tegas Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Minta Kader PKK Akselerasi Vaksinasi Covid-19 bagi Difabel

Sejalan dengan pembangunan kesehatan mata yang dicanangkan oleh pemerintah, IKPAMI sangat konsen untuk menurunkan prevalensi kebutaan di tahun 2030 sebanyak 25% dari target prevalensi dari tahun 2017 yang mencapai 8 juta orang dari jumlah penduduk di Indonesia.

Seperti yang diketahui bahwa penyebab gangguan penglihatan atau kebutaan yang tertinggi di Indonesia adalah katarak, trakoma (infeksi pada mata), amblyopia (mata malas) dan glaukoma. Oleh sebab itu, kita semua harus sadar bahwa Indonesia masuk ke dalam lima (5) negara dengan jumlah penduduk yang mengalami gangguan penglihatan terbanyak selain China, India, Pakistan dan Amerika Serikat.

Ketua Umum DPP Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI) Pusat Rosikin mengatakan melalui strategi tata laksana konsep penanganan penyakit mata, diharapkan IKPAMI menjadi organisasi yang turut serta aktif memberikan layanan kesehatan mata. “Untuk Provinsi Bali yang memiliki visi mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil, berkualitas dan didukung dengan pengembangan sistem database riwayat kesehatan krama Bali bebas kacamata, sehingga IKPAMI mendorong Tim Penggerak PKK Provinsi Bali untuk melibatkan organisasi kami di Bali dalam upaya pengentasan kebutaan utamanya katarak,” ungkapnya. 

Dengan program “Kami Datang, Penglihatan Terang” tentu saja menjadikan kerja sama antara IKPAMI Bali dengan Tim Penggerak PKK Bali menjadi sangat penting, karena dari data tahun 2017 mencatat bahwa 80% dari 87,8% penderita gangguan penglihatan sudah mengalami perbaikan penglihatan. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kasus Sembuh dan Positif Covid-19 di Denpasar Sama-sama Bertambah 9 Orang

Published

on

By

Satgas Covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kasus sembuh dan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mengalami penambahan dengan jumlah yang sama pada Jumat (30/9). Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar, diketahui kasus meninggal dunia nihil penambahan. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh dan kasus positif Covid-19 dengan jumlah yang sama yakni sebanyak 9 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 54.437 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 53.256 orang  (97,83 persen), meninggal dunia sebanyak 1.125 orang (2,07 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 56 orang (0,10 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan  Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Motivasi Atlet Renang Bali untuk Kibarkan Bendera Bali di PON XX Papua

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca