Karangasem, baliilu.com – Di setiap kunjungan kader PDI Perjuangan Ny. Putri Suastini Koster menyambangi warga masyarakat di Kabupaten Karangasem selalu mendapat perhatian yang luar biasa. Begitu pula ketika hadir di tengah-tengah warga Nongan, Sabtu (14/-2020), dalam kampanyenya untuk memenangkan Pasangan Calon PDI Perjuangan Nomor Urut 1 I Gede Dana dan Wayan Artha Dipa, warga Nongan antusias memekikkan yel-yel menang…menang… menang… untuk Paslon DANA-DIPA di depan Ny. Putri Koster.
Ny. Putri Koster yang didampingi anggota DPRD Bali Ni Kadek Darmini turun langsung melakukan kampanye ke Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem menyampaikan terimakasih atas dukungan warga Nongan yang siap memenangkan Paslon DANA-DIPA pada Pilkada 2020 di Kabupaten Karangasem.
Pada acara yang juga dihadiri tokoh masyarakat Putu Marta Sugiantara, Bendesa Adat Nongan Komang Yadnya serta owner Pia Mawar Putu Antara, Ny. Putri Koster mengajak warga Nongan menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara untuk datang ke TPS pada pilkada 9 Desember mendatang. “Kehadiran titiang ke sini diutus oleh partai untuk medarma suaka, nyobyahan calon bupati dan wakil bupati dari PDI Perjuangan Paslon DANA-DIPA,” ujar Ny. Putri Koster.
Kenapa mencoblos Paslon DANA-DIPA, Ny. Putri Koster menyampaikan paslon ini merupakan hasil seleksi terbaik dari partai. “Dilihat dari perjuangannya, kemudian pengalaman empat periode menjadi wakil rakyat, Gede Dana dinilai kader terbaik yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karangasem,” tegas seniman multitalenta ini.
Begitu juga wakilnya Wayan Artha Dipa yang kini menjabat sebagai wakil bupati juga sudah memahami betul apa kekurangan, kelemahan pembangunan yang harus ditingkatkan di Karangasem . ‘’Calonnya sudah dinilai betul oleh partai karena itu berani disodorkan kepada masyarakat. Biar tidak seperti memilih kucing di dalam karung, tahu-tahu isinya bikul,’’ kata Ny. Putri Koster.
Sebagai kader PDI Perjuangan, ujar Putri Koster, Gede Dana memiliki visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Karangasem Era Baru. Membangun intinya kesejahteraan masyarakat Bali secara keseluruhan dengan mengubah tatanan kesejahteraan masyarakat di Karangasem. Misinya pertama yang dipikirkan, langkah-langkahnya memperhatikan pangan, papan, sandang, pendidikan, kesehatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Satu contoh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai kader PDI Perjuangan yang selalu memikirkan kemajuan dan kebaikan serta kesejahteraan masyarakat sebesar-besarnya. Seperti di Karangasem mempunyai produksi arak, namun dalam aturannya tidak bisa diperjualbelikan alias ilegal. Sebaliknya ada minuman sejenis dari luar daerah dan luar negeri yang bisa dijual di Bali. Namun Bapak Koster mengupayakan dan sekarang sudah menjadi bahan dasar sehingga bisa meningkatkan petani arak.
Ny. Putri Suastini Koster didampingi anggota DPRD Bali Kadek Darmini Dapil Karagasem dan pemilik Pia Mawar Nongan Putu Antara
Selain itu, imbuh Ny. Putri Koster, DANA-DIPA dipastikan akan memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat. “Figur ini sangat sederhana, dia juga bukan pebisnis. Karena itu, DANA-DIPA takkan pernah berpikir untung rugi. Yang dilakukan muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya pada acara yang juga dihadiri puluhan karyawan Pia Mawar yang ada di Desa Nongan tersebut.
Pada kesempatan itu, Putri Koster mengajak warga untuk tidak sekali-sekali menjual suaranya. Dia berharap warga memberikan hak suaranya sesuai ketulusan hati. “Jangan sekali-sekali menjual hak suara,” tegasnya sembari meminta warga untuk tidak golput karena memilih juga merupakan kewajiban.
Anggota DPRD Bali dari Dapil Karangasem Kadek Darmini merinci visi yang akan dilakukan paslon DANA-DIPA untuk kesejahteraan masyarakat Karangasem. Setidaknya ada lima visi yang akan dilakukan yakni sandang, pangan dan papan; pendidikan dan kesehatan; kesejahteraan dan perlindungan sosial; budaya adat dan agama; serta pariwisata.
Khusus untuk sektor pendidikan, tegasnya, dengan satu jalur Gubernur sudah membangun satu SMA baru di Karangasem. Selain SMA, Gubernur juga akan membangun satu universitas negeri di wilayah Karangasem. “Dengan adanya universitas negeri, warga yang akan kuliah tak perlu lagi jauh-jauh ke Denpasar atau kota-kota lainnya sehingga mampu menekan biaya,” ujar Darmini.
Selanjutnya dari sisi kesehatan, paslon DANA-DIPA didukung Pemprov akan membangun RS Pratama. Selain itu, paslon didukung pemerintahan satu jalur akan mengupayakan bantuan dua unit kendaraan tiap puskesmas untuk mengangkut pasien yang perlu diantar ke RS.
Memperoleh penjelasan seperti itu, perwakilan masyarakat Nongan yang hadir saat kampanye dengan ketat menerapkan protokol kesehatan tersebut, secara kompak menyatakan siap memilih dan memenangkan paslon DANA-DIPA pada pilkada 9 Desember mendatang. Massa pun sempat melontarkan yel-yel. Saat Putri Koster mengatakan “No.1” massa menjawab “DANA-DIPA”, saat dikatakan “DANA-DIPA”, massa menjawab “Menang Menang Menang”. (gs)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)