Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Serahkan Bansos di Empat Kecamatan di Denpasar

Ketua TP PKK Bali Ajak Kader PKK Gandeng Masyarakat Sukseskan Program Pemerintah Khususnya Bidang Kesehatan, Kebersihan Lingkungan dan Keamanan Pangan

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menyerahkan bansos penanganan inflasi pada empat kecamatan di Kota Denpasar, Jumat (21/10/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turun langsung menyerahkan bantuan sosial (bansos) dalam rangka penanganan dampak inflasi bagi kader PKK desa dan kelurahan pada empat kecamatan di Kota Denpasar, Jumat (21/10/2022). Penyerahan bansos diawali di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng Desa Adat Tonja Kecamatan Denpasar Utara lanjut ke Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Kecamatan Denpasar Timur. Lokasi berikutnya adalah Wantilan Pura Dalem Desa Adat Panjer Kecamatan Denpasar Selatan dan terakhir di Kantor Camat Denpasar Barat.

Menyesuaikan dengan luas wilayah, jumlah penerima bansos di Denpasar Timur dan Selatan masing-masing sebanyak 150 kader PKK. Sedangkan untuk wilayah Denpasar Utara sebanyak 170 kader dan 175 kader di wilayah Denpasar Barat. Sehingga, penerima bansos penanganan inflasi di Kota Denpasar total berjumlah 645 orang. Masing-masing kader PKK menerima bantuan berupa 25 kg beras, 2 kerat telur ayam dan 4 liter minyak goreng.

koster
Ny. Putri Koster saat memberikan sambutan. (Foto: ist)

Ny. Putri Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa bansos penanganan inflasi ini merupakan program Pemprov Bali, dengan sasaran kader PKK di dua wilayah yang telah ditetapkan yaitu Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng. “Saya dapat tugas menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat di tengah tekanan inflasi yang melanda daerah Bali,” ucapnya.

Diterangkan olehnya, Bali sempat berada di peringkat tujuh dalam rata-rata tingkat inflasi secara nasional. Menurutnya, inflasi antara lain dipicu ketidakstabilan harga kebutuhan pokok seperti cabai, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan mulai maraknya upacara pasca-membaiknya pandemi Covid-19. Namun ia bersyukur karena masyarakat Pulau Dewata relatif tenang dalam menyikapi gejolak harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Ia berharap, bansos yang disalurkan pemerintah ini dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situasi sulit. Ditambahkan olehnya, ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat dan ia bersyukur karena yang dipilih adalah para kader PKK.

Baca Juga  Perkuat Pemahaman HAM, Ketua TP PKK Bali Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Pondasi Generasi Emas Berkarakter

Masih terkait dengan gejolak harga kebutuhan pokok, ia mendorong kader PKK memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami cabai, sayur mayur dan tanaman bermanfaat lainnya. Hal ini sejalan dengan program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA PKK). Khusus untuk wilayah Kota Denpasar yang rata-rata penduduknya tinggal di pekarangan tak begitu luas, ia mendorong gerakan berkelompok pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah untuk ditanami kebutuhan dapur.

bansos
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster foto bersama warga penerima bansos saat menyerahkan bansos penanganan inflasi pada empat kecamatan di Kota Denpasar, Jumat (21/10/2022). (Foto: Ist)

Pada bagian lain, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini mengajak Kader PKK aktif bergerak menggandeng masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan, kebersihan lingkungan dan keamanan pangan. Khusus di bidang kesehatan, ia menyoroti Demam Berdarah yang saat ini masih menjadi ancaman serius. “Saat ini kita memasuki peralihan musim yang sangat ekstrim, banyak penyakit muncul seperti Demam Berdarah. Oleh sebab itu, laksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara rutin. DB itu telah merenggut banyak nyawa, jadi jangan dianggap enteng,” pesannya.

Masih terkait dengan kebersihan lingkungan, Bunda Putri juga mengingatkan ancaman banjir. Untuk mencegahnya, ia menganjurkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat selokan dan memicu terjadinya banjir. Oleh sebab itu, ia kembali menyinggung pentingnya sistem pengolahan sampah berbasis sumber yang merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. “Pemerintah punya program dan sudah dilengkapi dengan regulasi. Implementasinya membutuhkan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat,” imbuhnya. Dengan sistem dan pola yang tepat, ia berharap pola memindahkan sampah ke tempat lain yang telah menjadi kebiasaan selama berpuluh-puluh tahun bisa segera ditinggalkan.

Masih dalam arahannya, Putri Koster juga mengingatkan ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam rumah tangga untuk menjaga pola makan dan pola istirahat, termasuk penggunaan gawai pada anak-anak. Karena selain merusak otot mata, penggunaan gawai secara berlebihan juga akan mengganggu konsentrasi serta memicu gangguan kesehatan lainnya. Masih terkait kesehatan keluarga, mengikuti anjuran pemerintah, untuk sementara waktu ia menyarankan masyarakat untuk menghindari pemberian obat dalam bentuk sirup. Hal ini terkait dengan kasus gagal ginjal akut  misterius yang belakangan ditemukan pada sejumlah balita.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Ketua Dekranasda Bali Dapat Kehormatan Hadiri Peringatan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Antara Indonesia dan Jepang

Mengakhiri arahannya, istri orang nomor satu di Bali ini menyinggung upaya penuntasan angka stunting. Sebagai upaya pencegahan, para orang tua diingatkan untuk memberi perhatian penuh pada 1000 hari pertama pertumbuhan balita. Selain itu, perhatian juga mesti diberikan kepada ibu hamil agar tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kegiatan penyerahan bansos penanganan inflasi di empat lokasi juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua BKOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Evakuasi Jenasah di Bawah Tebing

Published

on

By

Pantai Savaya
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi jenasah tanpa identitas dari Pantai Savaya, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026) sore. (Foto: Hms SAR)

Pecatu, Badung, baliilu.com – Sesosok tubuh laki-laki ditemukan terdampar di Pantai Savaya, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026) sore. Info kejadian baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.10 Wita dari anggota Polsek Kuta Selatan.

Tak berselang lama, 3 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi melibatkan unsur SAR lainnya dari Polsek Kuta Selatan, Bhabinsa Desa Pecatu Pecatu, Linmas Desa Pecatu, petugas Ambulance Banser dan masyarakat setempat.

Upaya evakuasi cukup memakan waktu, karena akses ke posisi jenasah harus menuruni medan yang curam dan batu karang tajam. “Jenasah dibawa secara manual dengan melewati medan curam hingga bisa dibawa naik ke atas,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Selain kondisi yang beresiko tersebut, evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati karena situasi gelap, pencahayaan terbatas.

Akhirnya kurang lebih pukul 19.40 Wita, tim SAR gabungan selesai melakukan evakuasi. Jenasah tanpa identitas tersebut dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah menggunakan Ambulance Banser. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  TP Posyandu Provinsi Bali Sinergikan Program Kerja dengan Kabupaten/Kota
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wondr Kemala Run 2026 Sukses Digelar, Dongkrak Ekonomi Bali, Libatkan UMKM dan Salurkan Donasi Kemanusiaan

Published

on

By

Kemala Run
PEMBUKAAN AJANG LARI: Pembukaan Wondr Kemala Run 2026 di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Minggu (19/4), berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. (Foto: Hms Polri)

Gianyar, baliilu.com – Pelaksanaan Wondr Kemala Run 2026 di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Minggu (19/4), berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Event lari yang digelar di kawasan Jalan Ida Bagus Mantra hingga Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, itu dinilai tidak hanya berhasil dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian daerah, masyarakat lokal, hingga aksi sosial kemanusiaan.

Ketua Race Management Kemala Run 2026, Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana, dengan total 11.000 peserta mengikuti lomba mulai dari kategori half marathon, 10 kilometer, hingga 5 kilometer.

“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan Kemala Run 2026 dapat berjalan dengan lancar dan baik, sesuai yang kita rencanakan. Hampir seluruh peserta saat ini sudah memasuki area finish, dan semuanya berjalan lancar,” ujar Sambodo usai kegiatan.

Menurut Sambodo, tingginya antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ajang ini memiliki daya tarik besar dan layak menjadi agenda tahunan.

“Kalau melihat animo yang luar biasa seperti ini, mudah-mudahan acara seperti ini bisa kita laksanakan setiap tahun,” katanya.

Keberhasilan Wondr Kemala Run 2026 juga terlihat dari dampak ekonominya. Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora Panasea, menilai event seperti ini menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang saat ini berada di angka 5,82 persen (year on year), lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Ekonomi Bali sangat bergantung pada mobilitas. Ketika kita mampu menarik ribuan orang datang, maka diperkirakan akan terjadi stimulus ekonomi melalui konsumsi pada sektor akomodasi, perdagangan, dan transportasi,” ujar Nandya.

Baca Juga  Bunda Putri Ajak Anak-anak untuk Berani Suarakan Hak dan Kewajiban Anak kepada Publik

Ia menjelaskan, dengan jumlah peserta sekitar 11.000 orang dan pola belanja tertentu, potensi perputaran ekonomi selama acara berlangsung diperkirakan mencapai Rp 110 miliar hingga Rp 140 miliar.

“Untuk peserta luar daerah, rata-rata pengeluaran dapat berada pada kisaran Rp 10 juta per orang. Dengan asumsi sekitar 11.000 peserta dan skenario optimistis, potensi perputaran ekonomi dari kegiatan ini diperkirakan dapat mencapai Rp 110 miliar hingga Rp 140 miliar,” jelasnya.

Selain menggerakkan sektor pariwisata dan jasa, event ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal. Puluhan UMKM dilibatkan untuk meramaikan area acara sekaligus melayani kebutuhan peserta dan pengunjung.

Sambodo menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi perhatian utama panitia. Selain personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, pecalang, dan unsur masyarakat, UMKM juga diberikan ruang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung.

“Kita juga melibatkan UMKM, termasuk juga untuk memberikan cheering semangat kepada para peserta,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nandya menekankan pentingnya pelibatan UMKM agar dampak ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu.

“Pelibatan UMKM lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” katanya.

Di sisi lain, Wondr Kemala Run 2026 juga membawa misi sosial melalui penggalangan donasi kemanusiaan. Panitia membuka kesempatan berdonasi bagi peserta dan masyarakat, termasuk melalui lelang lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kita bisa berdonasi juga di sini, dan ada lelang lukisan juga dari anak-anak ABK, dan nanti semua dana yang terkumpul kita akan berikan bantuan kepada daerah yang terdampak bencana kemarin, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat,” tutur Sambodo.

Baca Juga  Perkuat Pemahaman HAM, Ketua TP PKK Bali Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Pondasi Generasi Emas Berkarakter

Dengan suksesnya pelaksanaan, besarnya antusiasme peserta, dampak ekonomi yang signifikan, keterlibatan masyarakat luas, serta aksi sosial kemanusiaan, Wondr Kemala Run 2026 dinilai menjadi contoh event olahraga yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kepedulian sosial. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Beri Harapan Palsu, Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan Tanpa Empati

Published

on

By

harga bbm
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam.( Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Langkah Pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis, mendapatkan kritik tajam dari Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menyebut langkah tersebut dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi.

“Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam, dalam keterangan tertulisnya kepada media, di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April ini, untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat.

Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.

Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara harga BBM subsidi masih sama.

Mufti pun menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi sebuah langkah kemunduran setelah sebelumnya Pemerintah dinilai berani karena tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia.

“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

“Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh Mufti.

Baca Juga  Perkuat Pemahaman HAM, Ketua TP PKK Bali Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Pondasi Generasi Emas Berkarakter

Mufti menyatakan apa yang dilakukan Pertamina saat ini sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran sejak lama, di mana Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi namun melakukan berbagai langkah substitusi.

Bahkan Mufti sebelumnya sudah mengingatkan agar Pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM.

“Ternyata Pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.

Karena meskipun yang dinaikkan adalah harga BBM nonsubsidi yang biasanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas, kata Mufti, namun dampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Termasuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah.

Belum lagi, fakta sulitnya BBM subsidi ditemukan di sejumlah daerah juga terjadi usai Pemerintah memberi kebijakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ini dinilai sebagai sebuah ironi.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.

“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok  BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” imbuhnya.

Mufti memandang, kenaikan harga BBM sekarang tak lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Sebab kondisi memaksa masyarakat yang seharusnya berhak memperoleh BBM subsidi terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang kini harganya meroket.

“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas Pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tegasnya.

Mufti menambahkan, ketika yang berhak tidak bisa mendapatkan subsidi, lalu harga alternatifnya dinaikkan signifikan, maka yang terjadi adalah Pemerintah sedang memindahkan beban langsung ke pundak rakyat.

Baca Juga  TP Posyandu Provinsi Bali Sinergikan Program Kerja dengan Kabupaten/Kota

“Yang membuat kita semakin heran, ketika situasi global mulai mereda dan jalur distribusi energi kembali terbuka, justru harga dinaikkan,” ujar Mufti.

Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan kawasan perdagangan dan bermitra dengan Pertamina ini pun meminta Pemerintah dan Pertamina memperbaiki distribusi BBM subsidi. Mufti mendorong agar stok BBM subsidi yang sulit di beberapa daerah segera ditangani.

“Pastikan yang berhak benar-benar bisa mendapatkan BBM subsidi agar tidak perlu membeli BBM nonsubsidi yang harganya melangit tinggi,” kata Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.

Mufti juga mengingatkan agar Pemerintah segera melakukan penyesuaian harga saat kondisi global sudah membaik. Ia meminta Pemerintah memahami dampak turunan yang terjadi saat harga BBM naik.

“Jika harga minyak dunia mulai turun, maka segera turunkan harga. Jangan tunggu tekanan rakyat baru bergerak,” tutup Mufti. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca