Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Tatap Muka dengan Penenun Gringsing di Tenganan

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Mengingatkan Pentingnya Alih Generasi dalam Pembuatan Tenun Gringsing

Loading

BALIILU Tayang

:

n koster
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster meninjau penenun Gringsing saat melakukan aktivitas di salah satu bangunan tradisional di Tenganan Karangasem. (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama jajaran pengurusnya turun meninjau dan melakukan tatap muka dengan penenun Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Selasa (31/1/2023).

Dalam tatap muka dengan para penenun di wantilan Desa Tenganan, Putri Koster menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan melihat perkembangan tenun Gringsing, jenis kain langka yang menjadi kebanggaan krama Bali.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai Ketua Dekranasda Bali.  “Sesuai namanya, dewan kerajinan mempunyai tugas pengawasan terhadap karya kerajinan. Melalui pengawasan dan pembinaan, kita harapkan keberadaannya akan tetap lestari, kualitasnya meningkat dan menyejahterakan perajin, hingga masyarakat luas,” ucapnya. 

n koster
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali Ny. Putri Suastini Koster saat melakukan tatap muka dengan penenun Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Selasa (31/1/2023). (Foto: ist)

Di bawah kepemimpinannya, Dekranasda Bali intens melaksanakan pembinaan karena sejumlah kain tenun tradisional menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pelestariannya. Ia berharap, perilaku yang menjauhkan diri dari upaya pelestarian segera dihentikan. Ia lantas menyontohkan ancaman nyata pada keberadaan kain endek dan songket. Endek banyak ditenun di Troso, sehingga Bali mengalami dua kerugian yaitu penjiplakan motif dan kerugian ekonomi. Selain endek, songket juga tergerus oleh kemunculan kain bordir yang menjiplak motif songket. “Pembuat motif mencurahkan pikiran untuk menciptakan motif yang bagus, tapi begitu jadi langsung dijiplak untuk motif bordir. Ini sangat merugikan,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman itu, ia berharap Gringsing tetap lestari. Perempuan yang dikenal memiliki multitalenta di bidang seni ini bersyukur karena para panglingsir Desa Tenganan telah mengantisipasi dengan mengatur penggunaan tenun Gringsing dalam aturan adat. Dimana, Krama Tenganan wajib mengenakan Gringsing pada upacara keagamaan tertentu. “Kita harus bersyukur, para panglingsir Tenganan sangat cerdas,” sebutnya.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi, 28 Orang Terjaring Langgar Protokol Kesehatan
n koster
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster berdialog dengan warga Tenganan Pegringsingan. (Foto: ist)

Ia menilai, Gringsing adalah karya luar biasa dan merupakan satu-satunya tenun double ikat di Indonesia. “Di dunia hanya ada tiga yaitu India, Jepang dan Indonesia. Kita harus bangga, karena ada di Tenganan,” imbuhnya. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat menghargai dan memuliakan kain Gringsing agar tetap lestari.

Dalam konteks menghargai dan memuliakan  Gringsing, ia mengingatkan semua pihak agar jangan sembarang menggunakannya sebagai bahan baku produk seperti tas atau sandal. “Ingat, dari namanya Gringsing punya filosofi yang sangat luhur. Gering artinya sakit, sing berarti tidak. Artinya, orang yang memakai kain ini diharapkan tidak sakit. Ini makna yang sangat mulia dan cenderung sakral,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia menginformasikan bahwa Gringsing telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis. Itu artinya kain Gringsing telah terlindungi secara hukum. “Dengan indikasi geografis, Desa Tenganan punya hak mutlak atas Gringsing. Kain ini tak boleh ditenun di luar Tenganan,” tandasnya sembari mengingatkannya jangan ada pihak yang mencoba membuat atau meniru kain tenun ini karena dapat berimplikasi pada masalah hukum.

n koster
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster foto bersama tokoh masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Selasa (31/1/2023). (Foto: ist)

Masih dalam paparannya,  Putri Koster mengingatkan pentingnya alih generasi dalam pembuatan tenun Gringsing. Ia berharap, generasi muda Tenganan mulai belajar menenun untuk kelestarian kain ini. Lebih dari itu, ia ingin  generasi penerus tenun Gringsing menciptakan motif baru. “Motif yang telah ada, warisan dari para panglingsir tetap dilestarikan. Selain itu,  alangkah baiknya kalau ada yang mampu menciptakan motif baru,” harapnya.

Pada bagian lain, pendamping orang nomor satu di Bali ini mendorong pembentukan koperasi yang mewadahi para penenun. Di hilir, ia berkomitmen membantu pemasaran kain dengan tingkat pembuatan sulit ini.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Pujawali di Pura Luhur Uluwatu
n koster
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster mengamati lukisan di atas daun lontar. (Foto: ist)

Selain bertatap muka dengan penenun Gringsing, dalam kunjungan ke Tenganan, Putri Koster juga menyapa pelukis daun lontar. Ia nampak kagum dengan keahlian seniman lukis yang menuangkan imajinasi di atas daun lontar. Ia menyebut, lukisan daun lontar sebagai mahakarya yang perlu didorong pengembangannya. Untuk itu, ia akan memberi ruang bagi para seniman untuk memajang hasil karya mereka di ajang Pameran IKM Bali Bangkit.

Sementara itu,  Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Gringsing I Wayan Yasa menyampaikan terima kasih atas kesediaan Putri Koster turun menyapa penenun Gringsing. “Kami sangat senang mendapat bimbingan dan petuah dari ibu gubernur,” ucapnya. Lebih dari itu, ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster terhadap pelestarian tenun Gringsing. Dengan perhatian yang diberikan, ia yakin peluang untuk maju bagi perajin tenun Gringsing kian terbuka. Ucapan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster juga diutarakan Bendesa Adat Tenganan Putu Yudiana. Menurutnya, sebuah kebanggaan bagi masyarakat Tenganan dikunjungi oleh Ny. Putri Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ny. Seniasih Giri Prasta Ingatkan Pelajar Bijak Bermedia Sosial dan Terbuka kepada Orang Tua

Forum PUSPA Bali Dorong Penguatan Komunikasi Keluarga, Kecerdasan Emosional, dan Literasi Digital untuk Cegah Kekerasan Anak serta Radikalisme di Kalangan Pelajar

Loading

Published

on

By

Seniasih Giri Prasta
NARASUMBER: Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 5 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (11/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial serta membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua sebagai langkah penting mencegah kekerasan terhadap anak dan pengaruh negatif di era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 5 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (11/5).

Dalam arahannya, Ny. Seniasih Giri Prasta menekankan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan ketahanan mental anak. Ia mengajak para siswa agar tidak memendam persoalan sendiri maupun menjadikan media sosial sebagai tempat utama untuk mencurahkan masalah pribadi.

“Kalau ingin curhat, curhatlah kepada orang tua, jangan kepada orang lain karena belum tentu memberikan saran yang tepat,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten di media sosial yang belum tentu membawa dampak positif. Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi dengan bijak agar tidak memicu perilaku negatif maupun kekerasan pada anak.

Ny. Seniasih Giri Prasta turut mengajak para siswa untuk membangun kedekatan dengan keluarga serta mengurangi sikap saling cuek di lingkungan rumah. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan anak, Forum PUSPA Bali juga mendorong penguatan literasi digital, edukasi keluarga, serta sinergi masyarakat dalam melindungi anak-anak Bali dari berbagai ancaman sosial.

Pada kesempatan tersebut, psikolog Nopi Diah Permata Sari turut memberikan materi mengenai pentingnya kecerdasan emosional bagi anak usia SMP. Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengenali dan mengontrol emosi, memahami perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat merupakan bekal penting bagi remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Baca Juga  Sidang Paripurna Ke-17 DPRD Denpasar, Pemkot Usulkan 6 Ranperda, Dewan 1 Ranperda Inisiatif

Sementara itu, narasumber dari Tim Pencegahan Satgaswil Bali Densus 88 Polri memaparkan materi terkait pencegahan radikalisme dan kekerasan pada anak. Dalam paparannya disampaikan bahwa tantangan di era digital saat ini antara lain meningkatnya penyebaran paham intoleransi dan radikalisme melalui media sosial, sehingga generasi muda perlu memiliki literasi digital serta sikap kritis dalam menerima informasi.

Melalui kegiatan tersebut, Forum PUSPA Bali berharap para pelajar semakin memahami pentingnya komunikasi keluarga, kecerdasan emosional, serta penggunaan media sosial yang sehat demi menciptakan generasi muda Bali yang tangguh dan berkarakter. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Reuni Alumni FEB Unud, Putri Koster Dorong Peran Akademisi Selamatkan Tenun Bali

Published

on

By

putri koster
REUNI: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster saat menghadiri acara Reuni Lintas Angkatan Alumni Tahun 1983 dan 1984 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang berlangsung di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (10/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster menghadiri acara Reuni Lintas Angkatan Alumni Tahun 1983 dan 1984 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang berlangsung di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (10/5). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak kalangan akademisi untuk turut berkontribusi menjaga keberlangsungan tenun Bali melalui penelitian dan penguatan ekosistem UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Putri Koster menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya reuni alumni tersebut serta memaparkan perannya saat ini sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan UMKM di Bali, khususnya sektor kerajinan dan tenun tradisional.

Ia menegaskan bahwa identitas Bali sejak dahulu adalah menenun, bukan membatik. Namun demikian, menurutnya persoalan tenun Bali telah berlangsung puluhan tahun, mulai dari produksi hingga pemasaran. Putri Koster menyoroti kain endek Bali yang telah memiliki kekayaan intelektual komunal, termasuk kain gringsing Bali, namun penjualan di lapangan justru masih didominasi produk tenun dari luar Bali.

“Saya khawatir suatu saat endek tidak lagi dikenal sebagai endek Bali, tetapi menjadi endek Troso atau endek Jepara,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dapat ikut mengurai persoalan tersebut melalui penelitian serta bekerja sama dengan BRIDA untuk membedah persoalan tenun Bali dari hulu hingga hilir. Menurutnya, rantai ekosistem tenun Bali saat ini sudah terputus sehingga tidak lagi sepenuhnya berbasis swadesi.

Selain endek, Putri Koster juga menyoroti keberadaan songket Bali yang kini mulai banyak diproduksi dengan teknik bordir sehingga mengurangi nilai tradisionalnya. Ia berharap hasil penelitian akademik nantinya mampu memberikan solusi dan titik terang terhadap persoalan tenun di Bali.

Baca Juga  Menhub RI dan Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan

“Ketika Bali menjadi titik pasar utama tenun, maka Bali bisa menjadi pusat pasar tenun terbesar di Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya soal tenun, Putri Koster juga menyinggung pelestarian bunga kasna yang mulai langka. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan penyusunan perarem agar bunga kasna tetap digunakan dalam setiap upacara adat sebagai langkah pelestarian.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya reuni alumni tersebut. Terkait yang disampaikan oleh sang istri, Ny. Putri Koster, tentang keberadaan kain tenun di Bali, ia menilai berbagai produk lokal yang terus tumbuh akan membentuk ekosistem kerajinan rakyat yang kuat di Bali.

Menurutnya, dukungan dan konsistensi Putri Koster dalam menjaga serta melestarikan UMKM lokal, khususnya tenun Bali, menjadi kekuatan penting dalam membangun ekonomi masyarakat Bali. Ia berharap UMKM Bali terus berkembang dan menjadi fondasi ekonomi daerah.

“Semoga kita bekerja lebih profesional dan ikatan alumni ini terus berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan fashion show dari beberapa desainer Bali yang menampilkan kain tenun UMKM lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Koster

Published

on

By

gubernur koster
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah modal dasar yang tidak dimiliki daerah lain dan harus terus dijaga kelestariannya. Budaya Bali yang hidup, alam yang asri, serta sikap ramah masyarakat merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kadis Pariwisata Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan jika Pemerintah Provinsi Bali terus terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan melalui berbagai kebijakan strategis.

Koster mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujar Koster sembari menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama karena alam Bali merupakan aset penting yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi, 28 Orang Terjaring Langgar Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Berbagai tradisi, adat istiadat, seni, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kunjungan Gubernur Siquijor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk hubungan baik antara kedua wilayah serta dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah.

Pelajari Eksistensi Pariwisata Bali di Mata Dunia

Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa menyampaikan kedatangannya di Bali dalam rangka untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat serta mampu mempertahankan eksistensinya sebagai tujuan wisata internasional.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali dalam mengembangkan pariwisata tidak terlepas dari kekuatan budaya, keindahan alam, serta dukungan masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor dalam mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.

Melalui kunjungan ini, Gubernur Siquijor berupaya mempelajari serta memperoleh masukan dan poin-poin strategis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, kedua gubernur saling bertukar data dan statistik mengenai sektor pariwisata serta perkembangan wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, Jake Vincent memimpin pemerintahan provinsi terkecil ketiga di Filipina. Sama seperti Bali, Siquijor sendiri merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan alamnya. (gs/bi)

Baca Juga  Satpol PP Denpasar Amankan Bule Depresi

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca