Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Murjana Harap PPDB SMK TI Bali Global Denpasar Tak Diwarnai Kecurangan

BALIILU Tayang

:

murjana
Kepala SMKTI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd (kiri) didampingi Kepala Tata Usaha IBN Badra Jayapati, S.E. (kanan) saat menghadiri acara media gathering ITB STIKOM Bali di Duta Orchid Garden, Tohpati Denpasar, Senin (30/1/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai lembaga pendidikan yang fokus menggerakkan teaching factory unggulan animasi dan keahlian lainnya, SMK TI Bali Global Denpasar jelang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 ini optimis akan meraup 504 calon siswa baru hingga bulan Juli 2023. Berbagai indikasi kecurangan dari sekolah negeri dalam PPDB tahun lalu diharap tak akan terulang kembali kali ini.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMK TI Bali Global Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., saat menghadiri media gathering ITB STIKOM Bali di Duta Orchid Garden, Tohpati, Denpasar, Senin (30/1/2023).

SMK TI Bali Global Denpasar memiliki 5 jurusan, diantaranya Teknik Komputer (TK) dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Multimedia, Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Animasi. Semua jurusan ini memiliki bidang keahlian yang sering dibutuhkan di dunia kerja.

“Saat ini sudah ada 50 lebih calon siswa yang sudah mulai mendaftar,” ungkap kepala sekolah SMK yang beralamat Jl. Tukad Citarum No. 44, Panjer, Denpasar ini.

Murjana menjelaskan, melihat perkembangan tahun demi tahun, seingatnya sejak beberapa bulan lalu para kepala sekolah negeri dan swasta menerima surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

“Artinya bagaimana berkomitmen menerapkan keputusan pusat dari Kemendikbudristek bagaimana dan berapa kuota masing-masing sekolah baik negeri maupun swasta. Untuk bisa ini dilaporkan ke Disdikpora dalam kaitan pendataan setiap satuan pendidikan berapa kuota yang boleh dicapai dan terima. Setiap sekolah itu mengisi 36 per rombel (rombongan belajar). Marilah regulasi ini dihormati, sehingga proses penerimaan peserta didik baru tahun ini, supaya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Murjana.

Baca Juga  Dukung e-Government dan Reformasi Birokrasi, Badung Implementasikan TTE Berbasis Aplikasi Mobile

Dengan rombel ini menurutnya bisa diketahui berapa kelas yang dapat diterima sekaligus jumlah siswa yang akan ditampung nantinya.

“Itu sudah sekian tahun berjalan namun dalam perjalanan ada penyimpangan-penyimpangan yang saya lihat, nah terutama teman-teman kita di negeri,” singgung Murjana.

Rincian yang ada dalam catatannya dari 763 calon siswa yang mendaftar di SMK TI Bali Global, 469 mendaftar registrasi ulang, ternyata untuk tahun ini berkurang untuk ke sekolah negeri hanya 9 orang.

“Sekarang berjalan 462. Kelas 1 tahun 2022 sejumlah 23. Hanya berkurang dari tahun yang dulu. Kalau tahun dulu hampir 2 kelas larut. Nah sekarang di tahun baru ini, sangat berkurang. Mudah-mudahan di tahun ini tak ada kecurangan seperti itu lagi. Sebab sekolah swasta ini juga sebagai aset bangsa. Ikut mencerdaskan anak bangsa dalam rangka untuk menuju dunia kerja maupun perguruan tinggi, karena kami adalah SMK khususnya di bidang teknologi lagi,” urai Murjana.

Lebih lanjut dijelaskan pula di SMK TI Bali Global Denpasar terdapat 5 jurusan. Dalam perubahan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ada 4 perubahan konsentrasi di tahun ajaran 2023/2024 ini.

“Satu konsentrasi RTL, CKJ, Animasi dan DKP karena perubahan kurikulum dari K13 menjadi MBKM. Tahun ini kita masih bisa menerima siswa itu sebanyak 405, 14 rombel yang terdiri dari 36 per rombel,” terangnya.

Lebih jauh Murjana juga membeberkan keunggulan dan prestasi akademik dan nonakademik SMK TI Bali Global Denpasar yang memiliki slogan Wiyata Prapti Waratmaja itu bermakna “Tempat pendidikan untuk menghasilkan anak yang unggul di bidang TI dan budaya”.

“Dalam penerimaan siswa baru kami selalu eksis atau unggul kami terima. Kedua dari sisi prestasi akademik kami memberikan beasiwa sementara yang nonakademik juara lomba tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Ini di bulan Januari hingga Desember 2022 meraih sebanyak 98 juara,” tandas Murjana.

Baca Juga  Selama di Bali, PPDN Dilarang Keras Selenggarakan Pesta Tahun Baru, Gunakan Petasan & Mabuk Miras

Berbagai fasilitas yang dimiliki oleh SMK TI Bali Global Denpasar yang bernaung di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, sangat lengkap mulai dari fasilitas Lab Komputer masing-masing jurusan, ruangan belajar yang sangat nyaman, fasilitas internet yang lancar dan dapat diakses dari semua area sekolah serta kegiatan ekstra yang banyak pilihan untuk mendukung kreativitas siswa.

“Tamatan SMK TI Bali Global Denpasar siap kerja. Sebelumnya mulai dari magang, uji kompetensi keahlian. Anak-anak kami banyak terserap di dunia kerja karena zaman digitalisasi dan teknologi. Kalau dia programmer dia di perusahaan, kalau di multimedia di photographer, kalau di animasi membuat semacam film baik 2D, 3D. Kalau DKV dia membuat semacam sablon,” pungkas Kepsek Murjana.

Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi Bali Global (SMK TI BALI GLOBAL) didirikan tanggal 10 November 2006 lalu visi menjadi SMK TI unggulan, bertaqwa, berwirausaha, berbudaya yang berwawasan global oleh pemerhati dan pecinta pendidikan yaitu Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Dr. Dadang Hermawan, Drs. I. B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak. dan Drs. Satria Dharma yang tergerak hatinya melihat begitu pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi di segala bidang untuk mengantisipasi era informasi dan globalisasi yang tentu saja membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang teknologi informasi.

Melalui SMK TI ini diharapkan akan banyak melahirkan generasi muda yang penuh kompetensi (Skill Full), produktif sehingga akhirnya generasi muda yang menjadi tonggak bangsa ini mampu mengantarkan kedaulatan sebuah bangsa yang sejajar dengan negara-negara maju lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Mahayastra Lepas Penerima Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Published

on

By

bantuan pendidikan gianyar
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.

Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.

Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.

Baca Juga  Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Laut Sanur Resmi Dimulai, Jaya Negara Berharap Jadi Destinasi Wisata Baru

“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.

Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga  Tekan Penyebaran Covid-19, Polda Bali Terjunkan Satgas PKM Gabung dengan TNI dan Satgas Prokes Provinsi Bali

“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.

“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dobrak Stigma Kaku, Satpol PP Buleleng Luncurkan Inovasi “SABA POL PP” di Bulan Bung Karno

Published

on

By

SABA POL PP
SABA POL PP: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan program inovasi teranyar bertajuk "SABA POL PP" (Satu Hari Bersama Satpol PP). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan terobosan berani untuk mengikis stigma negatif di masyarakat. Melalui program inovasi teranyar bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), korps penegak peraturan daerah (Perda) ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk merasakan langsung dinamika bertugas di lapangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Rabu (3/6) selaku penanggung jawab utama menegaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP dengan sudut pandang lama—sebagai aparat yang kaku, galak, dan konfrontatif.

“Melalui SABA yang menawarkan pengalaman langsung ini, kepatuhan hukum masyarakat diharapkan tumbuh secara tulus atas dasar kesadaran internal (commitment), bukan lagi karena takut dihukum (compliance),” tambah Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng.

Menariknya, peluncuran program ini sengaja diselenggarakan dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya nilai “Berkepribadian dalam Kebudayaan”. Semangat nasionalisme dan kemanusiaan sang Proklamator diadopsi untuk membentuk pola penegakan hukum yang berkarakter, sopan, serta mengutamakan musyawarah dan gotong-royong.

Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat di Wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa/kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Langkah berani ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini memisahkan petugas dengan masyarakat. Dengan mengubah pendekatan dari yang semula berbasis kekuasaan (power-based) menjadi berbasis hubungan (relationship-based), wajah penegakan hukum di Gumi Denbukit kini selangkah lebih maju—berkarakter, berbudaya, dan yang terpenting: humanis. Pada akhirnya, ketertiban wilayah yang damai tidak akan bisa tegak jika hanya mengandalkan anggota Satpol PP di lapangan, melainkan harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang merasa memiliki kotanya sendiri. (gs/bi)

Baca Juga  Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Laut Sanur Resmi Dimulai, Jaya Negara Berharap Jadi Destinasi Wisata Baru

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026, Dorong Pelestarian Seni Budaya dan Penguatan Potensi Lokal

Published

on

By

Marga Festival
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.

Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.

Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.

Baca Juga  Ketua DPR-RI Puan Maharani Serahkan BST, BSB dan Sembako di Abiansemal

“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.

Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Tekan Penyebaran Covid-19, Polda Bali Terjunkan Satgas PKM Gabung dengan TNI dan Satgas Prokes Provinsi Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca