Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Suastini Koster: Betapa Kuatnya Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER, Ketua TP PKK Provinsi Bali

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini  Koster tak pernah berhenti mengingatkan kepada masyarakat di berbagai kesempatan sungguh betapa besar tugas dan tanggung jawab seorang ibu dalam keluarga, terlebih lagi ketika masa pandemi Covid-19.

Demikian pula ketika berkesempatan menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Online Poltekkes Kemenkes Denpasar yang bertajuk ‘’Gerakan Pemberdayaan Perempuan Memutus Mata Rantai Covid-19’’, yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (15/8-2020).

Ny. Putri Koster menyampaikan pandemi Covid-19 mengharuskan keluarga diam di rumah. Padahal sebelumnya ibu punya karya di ranah publik dan juga tanggung jawab di ranah domestik. Anak-anak pergi ke sekolah, suami pergi kerja. Tetapi apa yang terjadi di masa pandemi, mereka berkumpul di rumah. Suami yang kehilangan pekerjaan tidak dapat menafkahi keluarga, juga istri yang harus di rumah karena kehilangan pekerjaan, anak-anak yang tinggal di rumah belajar secara online tentunya memerlukan lebih dari alat-alat digital yang barangkali keluarga masih gagap.

‘’Di sinilah saya melihat betapa kuatnya seorang perempuan, betapa kuatnya seorang ibu ketika harus menanggung semua ini. Belum memikirkan diri sendiri harus memikirkan keluarga, betapa kalau kemudian beban perempuan ditumpahkan lagi ke keluarga maka hancurlah keluarga kita,’’ terang Ny. Putri Koster.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini memaparkan sejak 5 bulan lalu, Indonesia termasuk Bali turut dilanda wabah Covid-19 yang mengakibatkan dampak di berbagai sektor, khususnya sektor kesehatan dan ekonomi. Sampai saat pemerintah masih focus menanggulangi kedua sektor ini. Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama masyarakat dalam menaati seluruh aturan kesehatan dan kerja sama elemen lain dalam membantu pemerintah untuk turut mensosialisasikan upaya penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Baca Juga  Update Covid-19 Minggu (5/4) di Bali, PDP Nambah 5 Orang, Positif Nambah 3 Orang

Presiden RI mengamanatkan PKK untuk turut membantu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 di masyarakat. Hal ini sangat disambut baik oleh TP PKK Provinsi Bali, di mana sejak terjadi pandemi sampai saat ini PKK Provinsi Bali secara masif menggerakkan PKK Kabupaten/Kota se-Bali sampai ke PKK seluruh desa untuk ikut mensosialiasikan kepada masyarakat, khususnya keluarga di rumah terkait apa itu Covid-19, bagimana dampaknya dan bagaimana cara pencegahannya.

“Bapak Presiden dan saya pun percaya, seorang ibu memiliki peran penting dalam sosialisasi dalam keluarganya masing-masing, mungkin keluarga akan mendengarkan perkataan ibu dibandingkan orang-orang di luar sana. Untuk itu sampai saat ini saya terus meminta PKK yang ada di desa-desa untuk secara masif ikut memberi tahu, ikut menjadi contoh, memberi contoh kepada masyarakat di lingkungannya bagaimana mengantisipasi dampak corona, sehingga kasus Covid bisa ditekan secara maksimal,” tuturnya seraya menambahkan setelah lima bulan dilalui, astungkara Bali dan provinsi lain bersama-sama dapat menekan korban karena ketidaktahuan tentang Corona.

Selain upaya sosialisasi, Ny. Putri Koster menuturkan pandemi Covid-19 juga sangat berdampak dalam sisi ekonomi. Untuk itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi terkait Hatinya PKK. Selain untuk menata tanaman agar menjadi indah dan asri, juga memanfaatkan lahan untuk menanam hal-hal yang setidaknya bisa memenuhi kebutuhan dapur, sehingga di masa pandemi ini bisa dilakukan penghematan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Selanjutnya, Ny. Putri Koster juga bekerja sama dengan BKKBN dalam mensosialisasikan penundaan kehamilan di masa pandemi bagi pasangan usia subur. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sang ibu maupun sang bayi sehingga jika ibu hamil tidak menjaga protokol kesehatan dengan baik di masa pandemi ini maka akan berdampak buruk pada kesehatan.

Baca Juga  Gubernur Koster Harapkan Dukungan Wujudkan Pusat Kebudayaan Bali

“Saya yakin jika pandemi Covid ini kita pahami dengan baik dan lakukan pencegahannya secara disiplin maka niscaya pandemi ini bisa kita putus secepatnya. Untuk itu saya mengajak semua pihak mari kita bekerja sama dalam mengingatkan satu sama lain dalam disiplin menaati protokol kesehatan,” ajaknya.

Berkaca dari keberhasilan penangangan Covid-19 yang dimulai dari yang terkecil, dari desa dinas dan desa adat dengan mengaktifkan kembali tugas di wilayah desa adat, maka Ny. Koster melihat pergerakan yang penuh kasih dilakukan oleh ibu-ibu atau kelompok masyarakat yang paling kecil dari besarnya bangsa ini adalah dari rumah tangga. Karena itu ibu-ibu mesti berdaya. PKK benar-benar berdaya dan bisa memberdayakan kaum perempuan, mulai dari rumah tangga.

Ny. Putri Koster juga mengingatkan lebih baik tangan kita pada posisi tertelungkup daripada menengadah, yang memiliki peduli kepada yang membutuhkan. Karena memberi itu utama dalam situasi ini.

‘’Kita diajarkan selalu paras paros sarpanaya segilik seguluk sebayantaka, artinya yuk gotong-royong sebagai anak bangsa selalu senasib sepenanggungan. Ketika mampu memberi seratus masker yuk kita beli seratus masker, ayuk kita toleh tetangga sudahkan punya masker kalau belum bagikan kepada mereka. Sehingga selesai masalah di desa selesai urusan anak bangsa,’’ ujar Ny. Koster mengingatkan.

Jadi sepatutnya masyarakat tidak membebankan urusan pribadi kepada pemerintah, tapi tentu saja pemerintah tidak akan tinggal diam, pemerintah selalu memperhatikan masyarakatnya. Karena  manunggaling pemerintah dan masyarakat itulah yang akan mewujudkan ketahanan bangsa kita.

Seminar online tersebut sebelumnya telah dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan, Kemenkes RI Dr Sugiyanto yang secara singkat menyampaikan peran lintas sektor dalam memutus mata rantai Covid-19.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 23 di Denpasar, 1 Orang Meninggal

Selain itu terdapat beberapa narasumber yang turut memberikan sumbangan pikiran dalam seminar tersebut, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Ketut Suarjaya menyampaikan materi ‘’Fakta tentang Covid-19 dan Strategi Keluarga Mencegah Penularannya dalam Norma Baru” dan Staff Khusus Menteri Kesehatan RI Dr. Mariya Mubarika yang menyampaikan materi bertema ‘’Barisan Perempuan Pemutus Mata Rantai Covid-19 sebagai Exit Strategi Pandemi’’. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Denpasar Buka Diseminasi Perlindungan Pekerja Rentan, Perkuat Sinergi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Published

on

By

Sekda Denpasar Buka Diseminasi Pekerja Rentan
DISEMINASI: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka kegiatan Diseminasi Perlindungan Pekerja Rentan di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Selasa (13/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka kegiatan Diseminasi Perlindungan Pekerja Rentan dengan tema “Sinergi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan” di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Selasa (13/10).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperluas informasi terkait perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk terus hadir memberikan perlindungan bagi para pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan wujud komitmen Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program perlindungan sosial yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan bagi pekerja rentan. Melalui sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh perangkat wilayah, diharapkan semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini, menyampaikan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan agar manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Denpasar, Adventus Edison Souhuwat, menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Denpasar. Kolaborasi ini dinilai penting dalam memperluas cakupan perlindungan, khususnya bagi pekerja rentan.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penerima perlindungan pekerja rentan di Kota Denpasar mencapai kurang lebih 18.000 orang. Capaian ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan perlindungan terhadap risiko sosial ekonomi yang dapat dialami pekerja.

Baca Juga  Gubernur Koster Harapkan Pemaknaan Sejarah Pura Tak Berhenti pada Generasi Tua

Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan secara simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk nyata manfaat program bagi peserta.

Kegiatan ini juga melibatkan para camat serta perbekel/lurah se-Kota Denpasar. Keterlibatan perangkat wilayah diharapkan mampu memperkuat penyebarluasan informasi serta mendorong pendataan dan perluasan perlindungan bagi pekerja rentan di masing-masing wilayah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan dapat terus ditingkatkan sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin luas, tepat sasaran, dan memberikan rasa aman bagi pekerja beserta keluarganya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Bali Hadapi Perubahan Iklim melalui Pengembangan Kawasan Rendah Emisi

Pekan Iklim Bali 2026 Jadi Momentum Perkuat Aksi Nyata Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka Pekan Iklim Bali 2026
BERIKAN PAPARAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan paparan pada pembukaan Pekan Iklim Bali 2026 di Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Selasa (13/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi perubahan iklim melalui pembangunan berkelanjutan, pengembangan energi bersih, serta perluasan Kawasan Rendah Emisi (KRE). Komitmen tersebut disampaikan saat memberikan paparan pada pembukaan Pekan Iklim Bali 2026 di Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Selasa (13/10).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Tingginya aktivitas pariwisata membawa konsekuensi terhadap kebutuhan energi, air, transportasi, serta peningkatan timbulan sampah yang memberikan tekanan terhadap daya dukung lingkungan Bali.

Menurutnya, dampak perubahan iklim bukan lagi sekadar ancaman masa depan, melainkan telah dirasakan langsung oleh krama Bali melalui berbagai fenomena, seperti banjir, kekeringan, abrasi pantai, kenaikan suhu, serta tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air.

“Semuanya bertumpu pada daya dukung alam Bali yang terbatas. Di sinilah persoalan iklim menjadi sangat nyata bagi Bali,” tegasnya.

Karena itu, menjaga keseimbangan iklim dan lingkungan menjadi prioritas pembangunan Bali yang berkaitan erat dengan keberlangsungan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan telah menjadi bagian penting dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang menempatkan pelestarian alam sebagai fondasi pembangunan Bali secara berkelanjutan.

Upaya tersebut dilaksanakan secara niskala-sakala. Secara niskala, Pemprov Bali konsisten melaksanakan upacara Jagat Kerthi sebagai wujud penghormatan dan pemuliaan alam. Sementara secara sakala, berbagai kebijakan dijalankan melalui perluasan kawasan hutan, pengembangan pertanian organik, pemanfaatan energi bersih, penggunaan kendaraan listrik, pembatasan sampah plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dalam haluan pembangunan tersebut, Pemprov Bali juga menetapkan arah kebijakan pelestarian lingkungan melalui target luas kawasan hutan minimal 30 persen dan tutupan hijau minimal 60 persen dari luas daratan Bali. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan ketahanan Bali dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Sosialisasi Penilaian Kabupaten/Kota Tangguh Bencana

Salah satu langkah konkret yang terus diperkuat adalah pengembangan Kawasan Rendah Emisi (KRE). Gubernur Koster menyebut kawasan Sanur, yang menjadi lokasi penyelenggaraan Pekan Iklim Bali 2026, sebagai contoh kolaborasi pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Kawasan Sanur telah ditetapkan sebagai KRE melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 39 Tahun 2025.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Walikota Denpasar, Desa Adat Sanur, dan Desa Adat Intaran yang terlibat langsung dalam penataannya. Sanur membuktikan bahwa aksi iklim berjalan efektif apabila desa adat dan masyarakat menjadi pelaku, bukan sekadar penerima kebijakan,” ujarnya.

Keberhasilan pengembangan KRE Sanur selanjutnya menjadi pijakan bagi perluasan kawasan rendah emisi di Bali. Gubernur Koster mengungkapkan bahwa Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terkait telah menandatangani kesepakatan bersama pengembangan KRE Kerthi Bhumi Satwika yang dicanangkan bertepatan dengan Rahina Tumpek Wayang, Sabtu (10/10), di Pura Dang Kahyangan Er Jeruk, Gianyar.

Pengembangan KRE tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung, dan Pemerintah Kota Denpasar, dengan mengacu pada Keputusan Gubernur Bali Nomor 912/04-B/HK/2026.

Enam kawasan yang menjadi sasaran pengembangan meliputi Ubud, Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, serta Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar.

Gubernur Koster menerangkan bahwa pengembangan keenam kawasan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur hingga 2030 dengan bertumpu pada lima pilar utama, yakni energi hijau, transportasi hijau, ekosistem hijau, industri pariwisata hijau, dan masyarakat hijau.

Secara khusus, Nusa Penida disiapkan menjadi proyek percontohan pulau hijau dengan target penggunaan energi terbarukan mencapai 100 persen pada 2030, disertai penerapan kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas di kawasan tersebut.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara Hadiri Pemutaran Film Pendek, Harapkan Seniman Muda tetap Berkarya

“Penetapannya pada Rahina Tumpek Wayang menegaskan bahwa aksi iklim Bali dijalankan secara niskala-sakala. Bahkan, Nusa Penida kami siapkan sebagai percontohan pulau hijau dengan 100 persen energi terbarukan pada tahun 2030, dengan seluruh mobilitasnya menggunakan kendaraan listrik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan pentingnya keselarasan kebijakan pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan target pengurangan emisi.

Komitmen tersebut diperkuat melalui peluncuran Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah Provinsi Bali sebagai peta jalan menuju Net Zero Emission 2045.

“Dokumen ini menjadi pedoman bersama bagi Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali, sesuai Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam satu kesatuan wilayah, Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola,” imbuhnya.

Mengawali paparannya, Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, World Resources Institute (WRI) Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemprov Bali dalam penyelenggaraan Pekan Iklim Bali 2026.

Ia menyambut baik keberlanjutan kegiatan yang memasuki tahun kedua sejak pertama kali diselenggarakan pada Agustus 2025. Forum tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong aksi iklim yang konkret dan berkelanjutan di Bali.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Gubernur Koster dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat strategis dalam mendukung pencapaian target nasional penurunan emisi gas rumah kaca. Karena itu, Pekan Iklim Bali diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga mampu menghasilkan kemitraan investasi dan langkah nyata dalam mempercepat aksi iklim.

“Dukungan daerah sangat dibutuhkan karena Indonesia rentan terhadap isu perubahan iklim. Kita sadar betul, saat ini global tengah menghadapi triple planetary crisis yang bahkan telah mengarah pada triple planetary disasters. Untuk itu, yang sangat dibutuhkan adalah perubahan perilaku manusia,” pungkasnya.

Baca Juga  Langgar Protokol Kesehatan, Tim Gabungan Yustisi Denpasar Jaring 23 Orang

Pekan Iklim Bali 2026 berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Kembali Arti Transisi untuk Semua”.

Kegiatan yang didukung Koalisi Bali Emisi Nol Bersih bersama berbagai lembaga dan organisasi nonpemerintah ini dipusatkan di Kawasan Rendah Emisi Sanur. Penyelenggara turut mendorong praktik mobilitas ramah lingkungan melalui pemanfaatan jalur pejalan kaki, sepeda, dan layanan angkutan listrik (shuttle) Intaran.

Rangkaian Pekan Iklim Bali 2026 dikemas melalui empat agenda utama, yakni Forum Kebijakan Publik, Forum Investasi Iklim, Jelajah Inovasi, dan Festival Rakyat. Keempat agenda tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat implementasi kebijakan serta inovasi menghadapi perubahan iklim.

Melalui penyelenggaraan Pekan Iklim Bali 2026, diharapkan semakin tumbuh kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mempercepat terwujudnya Bali yang hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kelangkaan BBM Berulang di Berbagai Daerah, IESR Desak Pemerintah Ambil Langkah Darurat dalam Tujuh Hari 

Published

on

By

CEO IESR Fabby Tumiwa
Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer (CEO) IESR. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi secara bergantian di sejumlah daerah. Meski pemerintah menyatakan stok BBM nasional dalam kondisi aman, kelangkaan masih dilaporkan terjadi, terbaru di Bali, setelah sebelumnya melanda Malang, Sintang, Kefamenanu, dan Bone Bolango.

Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer (CEO) IESR, menilai gangguan pasokan yang berulang selama dua bulan terakhir mengindikasikan adanya tekanan serius pada rantai pasok BBM nasional. Lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah turut meningkatkan biaya pengadaan dan distribusi BBM, sementara kondisi arus kas Pertamina menghadapi tekanan yang semakin besar.

“Pemerintah tidak cukup hanya menjamin bahwa stok BBM nasional aman, tetapi harus memastikan BBM benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat di seluruh daerah. Kelangkaan yang terus berulang menunjukkan perlunya penanganan segera terhadap rantai pasok dan distribusi BBM,” ujar Fabby, Selasa, 13 Oktober 2026.

IESR mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dalam tujuh hari ke depan, mulai dari membentuk koordinasi penanganan krisis BBM, melakukan redistribusi stok ke daerah terdampak, hingga mengaudit pasokan dan distribusi sampai tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemerintah juga perlu memprioritaskan pasokan bagi layanan publik dan kegiatan ekonomi vital, serta memperbaiki komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipercaya mengenai kondisi pasokan BBM.

“Kelangkaan BBM yang terjadi berulang bukan sekadar masalah distribusi, tetapi peringatan terhadap ketahanan energi nasional yang membutuhkan tindakan segera,” tegas Fabby. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wabup Suiasa Terima IKAPPI, Harapkan Ikut Geliatkan UMKM Badung
Lanjutkan Membaca