Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”

Dorong Perempuan Desa Adat Yeh Gangga Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah

Loading

BALIILU Tayang

:

gangga ayu
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas (PSBS PADAS) Kabupaten Tabanan. (Foto; ist)

Tabanan, baliilu.com – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas (PSBS PADAS) Kabupaten Tabanan menghadiri sekaligus meresmikan launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Wantilan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (12/12). Peresmian turut dihadiri Bupati Tabanan yang diwakili Asisten III Setda Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Bendesa Adat Yeh Gangga, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan kegiatan launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kebersihan di wilayah setempat, juga dalam rangka peringatan Hari Ibu Tahun 2025. Momentum tersebut dinilainya sangat tepat untuk menguatkan peran perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga dan desa adat.

“Saya selaku Duta Pelemahan Kedas sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan setinggi-tingginya terhadap berdirinya Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga. Bank sampah ini sangat kita perlukan sebagai salah satu sektor penting dalam upaya kita bersama menanggulangi permasalahan sampah,” ungkap Bunda Rai. Sekaligus menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai melalui sistem pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Bunda Rai juga menegaskan, acara peresmian ini menjadi momen istimewa, bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen masyarakat dan Desa Adat Yeh Gangga dalam meningkatkan peran perempuan, menjaga lingkungan, serta membangun desa berbasis pemberdayaan dan kemandirian. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama istri Desa Adat Yeh Gangga yang telah menginisiasi berdirinya Bank Sampah “Gangga Ayu” serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, gerakan ini bukan hanya soal memungut dan memilah sampah, tetapi membangun budaya baru, yakni budaya tanggung jawab, budaya bersih, serta budaya menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

Baca Juga  Duta PSBS PADAS Ny. Putri Koster Minta Pola Angkut Sampah Dihentikan

Lebih lanjut Ia menyampaikan, pengelolaan sampah berbasis sumber memiliki kunci utama, salah satunya pada peran ibu-ibu di rumah tangga. “Mari kita mulai dari rumah tangga. Sampah organik cukup dikelola dengan cara sederhana, seperti membuat lubang biopori untuk sampah yang bisa membusuk. Sementara sampah anorganik dipilah dan dibawa ke bank sampah. Ini membutuhkan konsistensi, niat, dan perubahan mindset,” jelas Bunda Rai.

Sekaligus, Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berkolaborasi, karena persoalan sampah tidak dapat ditangani secara parsial. Melalui keberadaan Bank Sampah “Gangga Ayu”, istri Bupati Tabanan tersebut berharap tercapainya beberapa tujuan penting, antara lain meningkatnya pemberdayaan ekonomi perempuan desa adat melalui aktivitas jual beli sampah, tumbuhnya gerakan lingkungan sebagai budaya desa, serta menjadikan Desa Adat Yeh Gangga sebagai role model pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar semakin banyak generasi muda, ibu-ibu, hingga para pedagang di kawasan Pantai Yeh Gangga yang terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, ia meyakini upaya pengurangan sampah dan penguatan budaya peduli lingkungan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup dan keindahan kawasan pesisir.

Pada kesempatan tersebut, pengukuhan beberapa kelompok setempat, yakni Serati Banten Desa Adat Yeh Gangga, Sekaa Pengujur Kanti Sraya Gangga, Bala Wista Pantai Yeh Gangga, serta Kelompok Pedagang Lumpia Pantai Yeh Gangga, turut mendapat apresiasi dari Bunda Rai dan jajaran. “Jika perempuan bergerak, desa akan ikut berubah. Jika perempuan mengelola sampah dengan benar, maka sebagian besar persoalan lingkungan dapat diselesaikan dari rumah,” ujarnya, seraya berharap gerakan ini dapat berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga  Komitmen Berbagi, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Kembali Menyapa Warga Pupuan

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya penting dalam memperkuat sinergi penanggulangan sampah di tingkat desa adat. Menurutnya, penanganan sampah tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara pemerintah daerah, desa adat, organisasi wanita, lembaga sosial, serta partisipasi aktif masyarakat. “Kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, mulai dari memilah sampah dari rumah, mengolahnya dengan benar, hingga menjaga lingkungan dengan penuh kesadaran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta PSBS PADAS Kabupaten Tabanan yang selama ini aktif menjadi motor penggerak edukasi lingkungan dan pemberdayaan perempuan. Ia juga berharap Bank Sampah “Gangga Ayu” dapat berkembang menjadi pusat edukasi, ruang kolaborasi, sekaligus simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Adat Yeh Gangga, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa adat dan masyarakatnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Taman Nusantara Gianyar 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Toleransi dan Karakter Generasi Muda

Published

on

By

Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang.
BUKA TAMAN NUSANTARA: Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 80 siswa SMP negeri lintas agama dari seluruh Kabupaten Gianyar sebagai upaya memperkuat nilai toleransi, kebangsaan, dan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memperkuat sinergi lintas agama serta membangun kerukunan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar yang diwakili Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Ngurah Adnyana, mengatakan Taman Nusantara merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati Gianyar untuk mewujudkan fungsi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan watak dan peradaban bangsa.

“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Taman Nusantara Tahun 2026 mengusung tema “Melalui Taman Nusantara Gianyar Kita Bina Kerukunan Antar-umat Beragama dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 80 siswa SMP negeri dari berbagai agama di Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan ini dengan harapan terbangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman sehingga tercipta toleransi yang semakin kuat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan keberagaman merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Baca Juga  Hadiri Peringatan HLUN Ke-27, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Semangat Lansia Membangun Tabanan

Menurutnya, Indonesia dirajut dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya yang membentuk identitas bangsa. Keberagaman tersebut ibarat sebuah lukisan indah yang tersusun dari berbagai warna. Namun apabila tidak dikelola dengan arif dan bijaksana, keberagaman juga dapat menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa.

“Saya merasa bangga melihat kehidupan masyarakat Kabupaten Gianyar yang harmonis dan penuh toleransi. Kondisi ini tidak terlepas dari peran tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat yang terus mengampanyekan bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menghadirkan Taman Nusantara sebagai media pembinaan generasi muda lintas agama. Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, dan psikolog mengenai sejarah perkembangan agama di Kabupaten Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai toleransi.

Ia berharap para peserta mampu memahami ajaran agamanya masing-masing dengan baik sekaligus memiliki penghormatan yang tinggi terhadap pemeluk agama lain.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi kepada sesama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan Taman Nusantara untuk menambah ilmu, memperluas pergaulan, dan menjadi pelopor kerukunan di sekolah masing-masing.

Baca Juga  Perbekel/Lurah, Unsur Desa Adat dan Pengurus TP PKK Dentim Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber PADAS

“Saya berharap anak-anak sekalian dapat menjadi contoh dalam membangun persaudaraan lintas agama. Jadikan pengalaman selama mengikuti Taman Nusantara sebagai bekal untuk menebarkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

123 Regu SD Perebutkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah, Wabup Supriatna Tekankan Disiplin dan Sportivitas

Published

on

By

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna membuka lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD di GOR Bhuana Patra Singaraja.
LOMBA GERAK JALAN: Sebanyak 123 regu tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba gerak jalan 8 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, di GOR Bhuna Patra Singaraja, Selasa (4/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 123 regu tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba gerak jalan 8 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, di GOR Bhuna Patra Singaraja, Selasa (4/8). Pada ajang tersebut, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp 58,5 juta untuk para pemenang.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang membuka dan melepas Gerak Jalan SD dalam sambutannya mengatakan gerak jalan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui disiplin, semangat belajar, dan jiwa kebangsaan.

“Saya mengingatkan kepada segenap generasi muda agar mampu mengembangkan diri melalui proses belajar dan disiplin yang dilandasi dengan semangat dan Jiwa 45. Mari kita satukan gerak dan langkah dalam membangun agar cita-cita bangsa, yaitu masyarakat adil dan makmur, dapat tercapai,” kata Supriatna.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. Menurut dia, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Buleleng yang sejahtera berlandaskan Tri Hita Karana.

Sementara itu, Ketua Panitia Putu Ariadi Pribadi mengatakan lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD tahun ini mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur serta diikuti 123 regu. Seluruh penyelenggaraan kegiatan dibiayai melalui APBD Kabupaten Buleleng Tahun 2026.

“Lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD tahun ini diikuti 123 regu. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Putu Ariadi Pribadi.

Adapun rute lomba dimulai dari GOR Bhuwana Patra menuju Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga, Jalan Imam Bonjol, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dewi Sartika Selatan, Jalan Udayana, dan finis kembali di GOR Bhuwana Patra pintu barat.

Baca Juga  Duta PSBS PADAS Ny. Putri Koster Minta Pola Angkut Sampah Dihentikan

Untuk diketahui, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 58,5 juta. Juara I memperoleh piala tetap, piagam, dan uang pembinaan Rp 15 juta, juara II Rp 12,5 juta, juara III Rp 10 juta, sedangkan juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp 8 juta, Rp 7 juta, dan Rp 6 juta. (gs/bi)

 

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bendera Merah Putih 100 Meter Membentang, Bupati Sanjaya Kobarkan Semangat Nasionalisme di Tabanan

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Parade Singasana Merah Putih di Taman Perjuangan Singasana dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Tabanan.
HUT RI: Bupati Tabanan hadiri Parade Singasana Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Semangat nasionalisme membentang nyata di Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8), ketika Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dibentangkan dalam Parade Singasana Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Di tengah lautan masyarakat yang memadati kawasan tersebut dengan penuh antusias, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadir membuka secara resmi parade yang menjadi simbol persatuan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.

Sebelum parade dimulai, Bupati Sanjaya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan mengawali rangkaian dengan penancapan Bendera Merah Putih. Selanjutnya, pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon, yang mengiringi dimulainya Parade Singasana Merah Putih dalam suasana penuh semangat kemerdekaan.

Antusiasme masyarakat Tabanan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tampak dari ramainya Taman Perjuangan Singasana oleh warga yang hadir menyaksikan jalannya parade. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK, Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Tabanan mewakili Ketua DPRD, perwakilan Danrindam IX/Udayana, jajaran Forkopimda, Sekda Tabanan beserta Ketua DWP, para Asisten Setda, perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Setda Tabanan, para direktur instansi vertikal, serta para peserta parade.

Parade diawali dengan penampilan 70 orang Paskibraka yang membawa semangat Merah Putih, dilanjutkan Drumband Poltrada dan momen utama berupa pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. Bentangan Sang Saka yang melintasi kawasan parade menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui pengorbanan yang besar.

Bupati Sanjaya menegaskan, pembentangan bendera tersebut bukan sekadar atraksi dalam rangkaian perayaan kemerdekaan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. “Pembentangan bendera 100 meter, sebagai pengingat bahwa negara kita di hari kemerdekaan RI ke-81 dimerdekakan oleh para pejuang kita,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

Menurutnya, semangat kemerdekaan di Tabanan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi diwujudkan melalui berbagai rangkaian acara yang melibatkan masyarakat dan mengangkat keberagaman budaya. “Dengan ucapan syukur kami dan terima kasih, dengan berbagai macam acara. Bukan hanya bentangan bendera 100 meter tetapi semua budaya kita tampilkan,” lanjutnya.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam rangkaian parade yang menampilkan keberagaman Nusantara. Parade pakaian Nusantara diiringi Baleganjur SMP Negeri 1 Tabanan, disusul parade pakaian profesi oleh TK Bhayangkari Tabanan. Kemeriahan juga hadir melalui penampilan Drumband TK Saraswati Tabanan, TK Santa Maria Immaculata Tabanan, SD Saraswati Tabanan, SD Negeri 8 Banjar Anyar, hingga Drumband SMP Negeri 2 Tabanan.

Tidak berhenti di sana, Parade Harmoni Nusantara Jayaning Singasana turut mempertemukan berbagai simbol budaya, mulai dari naga, barongsai, barong bangkung, hingga Tari Woleka dan Gandrung. Kehadiran komunitas sepeda ontel melengkapi parade, memperlihatkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bersama untuk merayakan budaya, kreativitas, sekaligus kebersamaan masyarakat Tabanan.

Bagi Bupati Sanjaya, keberagaman yang ditampilkan dalam parade menjadi pesan penting bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari berbagai latar budaya dan suku. “Kita sebagai negara besar harus saling menghormati budaya suku dan persatuan,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tabanan. Ia menilai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 4 Agustus tersebut menunjukkan besarnya semangat gotong-royong masyarakat Tabanan. “Di Tabanan selalu diawali dengan kemeriahan dan semangat serta gotong-royong, apalagi dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang bangsa. “Kita patut bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada para pejuang Republik Indonesia yang telah memerdekakan Republik ini. Bukan hanya dengan tetesan air mata, jiwa ragapun dipertaruhkan untuk memerdekakan bangsa Indonesia, patutlah kita bersyukur dan berbangga,” kata Sanjaya.

Baca Juga  Duta PSBS PADAS Ny. Putri Koster Minta Pola Angkut Sampah Dihentikan

Mengusung tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Sanjaya berharap momentum kemerdekaan menjadi penguat komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan, menghadirkan keadilan serta mewujudkan kesejahteraan. “Tujuan kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan bagaimana kami dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat semuanya, menjaga persatuan dan kesatuan di Tabanan,” jelasnya. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca