Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”

Dorong Perempuan Desa Adat Yeh Gangga Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah

Loading

BALIILU Tayang

:

gangga ayu
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas (PSBS PADAS) Kabupaten Tabanan. (Foto; ist)

Tabanan, baliilu.com – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas (PSBS PADAS) Kabupaten Tabanan menghadiri sekaligus meresmikan launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Wantilan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (12/12). Peresmian turut dihadiri Bupati Tabanan yang diwakili Asisten III Setda Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Bendesa Adat Yeh Gangga, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan kegiatan launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kebersihan di wilayah setempat, juga dalam rangka peringatan Hari Ibu Tahun 2025. Momentum tersebut dinilainya sangat tepat untuk menguatkan peran perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga dan desa adat.

“Saya selaku Duta Pelemahan Kedas sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan setinggi-tingginya terhadap berdirinya Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga. Bank sampah ini sangat kita perlukan sebagai salah satu sektor penting dalam upaya kita bersama menanggulangi permasalahan sampah,” ungkap Bunda Rai. Sekaligus menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai melalui sistem pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Bunda Rai juga menegaskan, acara peresmian ini menjadi momen istimewa, bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen masyarakat dan Desa Adat Yeh Gangga dalam meningkatkan peran perempuan, menjaga lingkungan, serta membangun desa berbasis pemberdayaan dan kemandirian. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama istri Desa Adat Yeh Gangga yang telah menginisiasi berdirinya Bank Sampah “Gangga Ayu” serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, gerakan ini bukan hanya soal memungut dan memilah sampah, tetapi membangun budaya baru, yakni budaya tanggung jawab, budaya bersih, serta budaya menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

Baca Juga  248 Kader TP PKK dan Posyandu Kecamatan Denbar Ikuti Penguatan Literasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Lebih lanjut Ia menyampaikan, pengelolaan sampah berbasis sumber memiliki kunci utama, salah satunya pada peran ibu-ibu di rumah tangga. “Mari kita mulai dari rumah tangga. Sampah organik cukup dikelola dengan cara sederhana, seperti membuat lubang biopori untuk sampah yang bisa membusuk. Sementara sampah anorganik dipilah dan dibawa ke bank sampah. Ini membutuhkan konsistensi, niat, dan perubahan mindset,” jelas Bunda Rai.

Sekaligus, Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berkolaborasi, karena persoalan sampah tidak dapat ditangani secara parsial. Melalui keberadaan Bank Sampah “Gangga Ayu”, istri Bupati Tabanan tersebut berharap tercapainya beberapa tujuan penting, antara lain meningkatnya pemberdayaan ekonomi perempuan desa adat melalui aktivitas jual beli sampah, tumbuhnya gerakan lingkungan sebagai budaya desa, serta menjadikan Desa Adat Yeh Gangga sebagai role model pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar semakin banyak generasi muda, ibu-ibu, hingga para pedagang di kawasan Pantai Yeh Gangga yang terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, ia meyakini upaya pengurangan sampah dan penguatan budaya peduli lingkungan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup dan keindahan kawasan pesisir.

Pada kesempatan tersebut, pengukuhan beberapa kelompok setempat, yakni Serati Banten Desa Adat Yeh Gangga, Sekaa Pengujur Kanti Sraya Gangga, Bala Wista Pantai Yeh Gangga, serta Kelompok Pedagang Lumpia Pantai Yeh Gangga, turut mendapat apresiasi dari Bunda Rai dan jajaran. “Jika perempuan bergerak, desa akan ikut berubah. Jika perempuan mengelola sampah dengan benar, maka sebagian besar persoalan lingkungan dapat diselesaikan dari rumah,” ujarnya, seraya berharap gerakan ini dapat berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar-banjar 

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya penting dalam memperkuat sinergi penanggulangan sampah di tingkat desa adat. Menurutnya, penanganan sampah tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara pemerintah daerah, desa adat, organisasi wanita, lembaga sosial, serta partisipasi aktif masyarakat. “Kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, mulai dari memilah sampah dari rumah, mengolahnya dengan benar, hingga menjaga lingkungan dengan penuh kesadaran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta PSBS PADAS Kabupaten Tabanan yang selama ini aktif menjadi motor penggerak edukasi lingkungan dan pemberdayaan perempuan. Ia juga berharap Bank Sampah “Gangga Ayu” dapat berkembang menjadi pusat edukasi, ruang kolaborasi, sekaligus simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Adat Yeh Gangga, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa adat dan masyarakatnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jaksa Agung Pimpin Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali

Kapolda Bali Tekankan Pentingnya Sinergi Desa-Kepolisian

Loading

Published

on

By

Kapolda Bali Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS
HADIRI PENGUKUHAN: Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., serta turut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Gubernur Bali, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan elemen masyarakat dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni organisasi. Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Jaksa Agung juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa, transparansi pengelolaan dana desa, serta sinergi dalam pengawasan melalui program Jaksa Garda Desa.

Menurutnya, ASLINMAS mempunyai peran strategis dalam membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat pada tingkat desa maupun kelurahan. Keberadaan organisasi tersebut sekaligus menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong-royong yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Semboyan “Patriot Perlindungan Masyarakat” juga diharapkan tidak sekadar menjadi identitas organisasi, tetapi diwujudkan melalui sikap, tindakan, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan setiap anggota kepada masyarakat.

Anggota ASLINMAS diharapkan senantiasa siap membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban, memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, membantu pengamanan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca Juga  248 Kader TP PKK dan Posyandu Kecamatan Denbar Ikuti Penguatan Literasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Sementara itu, keberadaan ABPEDNAS memiliki posisi penting sebagai wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyerap, menampung, dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Peran tersebut diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Polda Bali mendukung penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat penegak hukum, ABPEDNAS, ASLINMAS, serta seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sampai pada tingkat desa. Kami berharap ABPEDNAS dan ASLINMAS dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, menjaga keamanan lingkungan, serta mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kamtibmas,” tegas Kapolda Bali.

Kapolda Bali juga menekankan bahwa desa merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Bhabinkamtibmas, perangkat desa, anggota Linmas, Badan Permusyawaratan Desa, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

“Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat hingga ke tingkat desa. Mari kita jaga Bali melalui semangat kebersamaan, gotong royong dan komunikasi yang baik. Setiap persoalan yang muncul di masyarakat harus sedini mungkin kita identifikasi dan selesaikan secara tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Irjen Pol. Daniel Adityajaya.

Menurut Kapolda, kehadiran ASLINMAS juga memiliki arti strategis dalam mendukung terciptanya keamanan berbasis masyarakat. Anggota Linmas yang berada dekat dengan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan seluruh perangkat desa dalam menjaga lingkungan, membantu masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi darurat.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubud dan Payangan Bangkitkan Kesadaran Kolektif Atasi Persoalan Sampah

Pada kesempatan tersebut, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD ASLINMAS Provinsi Bali. Sementara itu, I Komang Merta Jiwa dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali.

Polda Bali berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas serta mampu membangun kolaborasi yang semakin kuat bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan tata kelola pemerintahan desa semakin transparan dan akuntabel serta situasi kamtibmas di seluruh wilayah Bali tetap aman, damai, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026, Ny. Putri Koster Dorong Desainer Bali Angkat Tenun Tradisional ke Panggung Dunia

Published

on

By

Ny. Putri Koster Hadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026
HADIRI FASHION GALA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menghadiri penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan kreativitas di bidang otomotif dan fesyen sekaligus menghadirkan ruang bagi karya desainer dengan mengangkat kain tenun endek dan kain berciri khas Bali lainnya.

Ny. Putri Koster berharap kegiatan yang memberikan ruang bagi desainer dan pelaku industri kreatif dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan ekosistem fesyen Bali perlu berjalan beriringan dengan upaya mengangkat kekayaan kain tenun tradisional sebagai identitas budaya sekaligus produk yang memiliki nilai tambah.

“Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan proses, konsistensi, dan dukungan berbagai pihak. Pengembangan fesyen Bali, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara instan. Ruang berkarya dan promosi perlu terus diperluas agar karya desainer serta kain tradisional Bali semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ny. Putri Koster mencontohkan kiprah desainer Bali, Nyoman Adi, melalui TAKSU yang memperoleh kesempatan memperkenalkan karyanya dalam agenda fesyen di luar negeri, termasuk Paris dan Jepang. Pengalaman tersebut dinilainya menunjukkan adanya peluang bagi karya desainer dan kain tradisional Bali untuk mendapatkan ruang yang lebih luas di panggung internasional.

Karena itu, ia berharap semakin banyak desainer Bali yang tumbuh dan berani mengembangkan karya dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubud dan Payangan Bangkitkan Kesadaran Kolektif Atasi Persoalan Sampah

“Semoga dari acara ini akan bangkit desainer-desainer Bali lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, menyampaikan bahwa Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum peluncuran First Lady, kendaraan yang dirancang di Bali dengan konsep yang terinspirasi dari mobil klasik era 1930-an dan pengaruh gaya Art Deco.

Peluncuran First Lady dipadukan dengan peragaan busana yang menampilkan karya para desainer menggunakan kain tenun endek Bali dan kain berciri khas Bali lainnya. Perpaduan otomotif dan fesyen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kreativitas lintas bidang dalam satu panggung.

Melalui dukungan terhadap ruang-ruang kreativitas seperti Tuksedo Auto and Fashion Gala, Dekranasda Provinsi Bali terus mendorong pengembangan karya berbasis budaya serta pemanfaatan kain tradisional Bali dalam industri kreatif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi perajin dan desainer sekaligus meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk kerajinan Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Wagub Giri Prasta Dorong Pengembangan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Hadiri Groundbreaking Oakwood Jimbaran
GROUNDBREAKING: Wagub Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (18/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut baik pembangunan Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendukung pariwisata di Bali. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan tetap mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta keselarasan dengan karakter dan kearifan lokal Bali.

Hal tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (18/9/2026).

Menurut Wagub Giri Prasta, Bali hingga saat ini tetap menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan. Kondisi tersebut perlu dijaga melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pengembangan fasilitas pariwisata tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan penataan kawasan, kualitas pelayanan, kenyamanan wisatawan, kelestarian lingkungan, serta karakter sosial dan budaya Bali.

Dalam konteks penataan destinasi, Wagub Giri Prasta turut menyinggung pendekatan Tripartite Attraction Design Model, yang pada prinsipnya menempatkan daya tarik utama destinasi, kawasan penyangga, serta fasilitas pendukung sebagai bagian yang perlu ditata secara terpadu.

Pendekatan tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan keberlanjutan destinasi. Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan tetap memberikan ruang bagi pelestarian lingkungan, budaya, serta kehidupan masyarakat Bali.

Wagub Giri Prasta juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali. Investasi di sektor pariwisata diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing destinasi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi, membuka peluang kerja, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga  248 Kader TP PKK dan Posyandu Kecamatan Denbar Ikuti Penguatan Literasi Tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Selain pengembangan fasilitas, promosi pariwisata yang tepat dan terarah juga dinilai penting untuk menjaga posisi Bali sebagai destinasi internasional. Promosi tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi dan pelayanan sehingga Bali mampu menarik wisatawan yang menghargai budaya, lingkungan, serta karakter khas Pulau Dewata.

Sementara itu, Direktur Operasional Ascott, Mr. Patrick Leg Rand, menyampaikan bahwa Oakwood Jimbaran Villas & Residences dikembangkan sebagai properti yang menghadap kawasan Teluk Jimbaran dengan mengedepankan perpaduan antara kenyamanan kontemporer dan karakter Bali.

Pengembangan identitas properti tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang mencerminkan kehangatan, ketenangan, serta karakter Jimbaran. Konsep tersebut juga diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari identitas visual hingga pengalaman dan komunikasi dengan tamu.

Melalui pengembangan tersebut, Oakwood Jimbaran Villas & Residences diharapkan dapat turut melengkapi pilihan akomodasi sekaligus mendukung penguatan kualitas pariwisata di kawasan Jimbaran dan Bali secara lebih luas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca