Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Perkuat Peran PKK dalam Peringatan HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan

BALIILU Tayang

:

SERAHKAN BANTUAN: Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan menyerahkan bantuan kepada warga dalam Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di lingkungan Pemkab Tabanan, Selasa (15/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat memperkuat pemberdayaan keluarga sebagai fondasi pembangunan kembali ditegaskan oleh Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan dalam Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD dan Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda serta para Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Selasa (15/9), menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen dan semangat seluruh kader PKK dalam meningkatkan pemberdayaan keluarga.

Melalui Gerakan PKK, keluarga diharapkan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu menjadi kekuatan penting dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 di Tabanan juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya Lomba Aku Hatinya PKK, Lomba Karaoke dan Yel-Yel Lansia, Lomba Posyandu 6 SPM, serta aksi sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada para ibu tukang suun Pasar Tabanan. Hadiah bagi para pemenang lomba dan bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sanjaya bersama Bunda Rai pada Puncak Peringatan HKG PKK Kabupaten Tabanan. Turut hadir para Kepala Instansi Vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, jajaran pengurus organisasi wanita di Tabanan, Ketua dan jajaran pengurus PKK Kecamatan hingga Ketua dan Pengurus PKK Desa, serta masyarakat.

Dalam Peringatan HKG PKK Kabupaten Tabanan tahun ini, Bunda Rai juga memberikan ruang kepada masing-masing Kecamatan untuk menampilkan dan menjual hasil-hasil UP2K-nya. Bunda Rai mengatakan Aku Hatinya PKK sangat erat kaitannya dengan UP2K, Program Aku Hatinya PKK tidak hanya diarahkan untuk mewujudkan lingkungan rumah yang asri dan produktif, tetapi juga dapat menjadi sumber potensi ekonomi keluarga. Hasil pemanfaatan pekarangan tersebut selanjutnya dapat dikembangkan melalui UP2K-PKK menjadi produk bernilai tambah, sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

Menyampaikan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, Bunda Rai menyampaikan bahwa Peringatan HKG PKK bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi sarana bagi seluruh jajaran TP PKK dari tingkat pusat hingga desa, kelurahan, dan dasawisma untuk kembali meneguhkan komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK, sekaligus mendukung kebijakan pembangunan pemerintah dan pemerintah daerah.

“Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan momentum untuk semakin meneguhkan komitmen kita dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK serta mendukung kebijakan pembangunan pemerintah dan pemerintah daerah,” ucapnya.

Mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045”, Bunda Rai mengatakan tema tersebut menegaskan arah gerakan PKK untuk kembali memperkuat dan mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Melalui penguatan tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung Asta Cita melalui pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.

“Gerakan PKK harus kembali meneguhkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Bunda Rai juga berharap, Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan bersama pemerintah dan pemerintah daerah. Terpadu berarti setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan menguatkan, sedangkan berkelanjutan berarti dilaksanakan secara konsisten, terencana, dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup keluarga. Seiring meningkatnya kepercayaan terhadap Gerakan PKK, kemitraan dengan pemerintah, kementerian, lembaga, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat juga diharapkan semakin diperkuat untuk memperluas manfaat program.

“Mari kita jadikan Peringatan HKG PKK Ke-54 ini sebagai momentum untuk semakin menguatkan komitmen, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan semangat pengabdian. Dengan menguatkan 10 Program Pokok PKK, melaksanakan Asta Cita, dan bekerja secara konsisten, kita yakin kontribusi PKK akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Bunda Rai.

Baca Juga  Kolaborasi dan Akulturasi Seni, Adat dan Budaya, Pemkab Tabanan Kunker ke Lampung Timur

Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Sanjaya menegaskan, PKK yang telah berusia 54 tahun merupakan salah satu organisasi yang mampu menjadi penggerak roda pembangunan di berbagai bidang. Menurutnya, HKG PKK harus menjadi ruang refleksi atas peran PKK sebagai gerakan masyarakat yang berangkat dari keluarga, tetapi memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah dan bangsa. “Peringatan HKG PKK ini bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran PKK sebagai gerakan masyarakat yang berangkat dari keluarga, namun memiliki dampak yang luas bagi pembangunan daerah dan bangsa,” jelasnya.

Sanjaya juga menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani memiliki keterkaitan erat dengan gerakan PKK. Mulai dari pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, pelestarian adat, agama, seni dan budaya, pariwisata hingga infrastruktur, seluruhnya membutuhkan keterlibatan PKK. “Hampir 60 persen kegiatan dan program pembangunan yang kami jalankan sejatinya bergerak bersama PKK. Melalui Posyandu, misalnya, kader PKK dari desa, kecamatan hingga kabupaten turut berkontribusi dalam penanganan stunting dan menyukseskan program pembangunan di Tabanan,” ujarnya.

Atas kontribusi tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran PKK yang selama ini telah turut membangun Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan, ditegaskannya, akan terus mendukung berbagai program PKK hingga tingkat desa dan banjar agar manfaatnya semakin dirasakan keluarga dan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi serta peran seluruh kader PKK dalam membangun Tabanan yang kita cintai. Kami akan terus mendukung program-program PKK agar memberikan dampak nyata bagi terwujudnya keluarga yang sejahtera dan menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya. (gs/bi)

Baca Juga  Menular ke Kecamatan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Launching Pojok IKM Dekranasda Marga

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kapolri Sebut Buruh Tekstil Pahlawan Devisa, Dorong Industri Terus Tumbuh

Published

on

By

Kapolri Hadiri HUT FSP TSK KSPSI AGN
HADIRI HUT: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (Foto: Hms Polri)  

Sukabumi, Jabar, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut para pekerja di sektor tekstil, sandang, dan kulit sebagai pahlawan devisa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan industri nasional.

Hal tersebut disampaikan Kapolri pada Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

“Industri tekstil mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terima kasih, rekan-rekan semua telah menunjukkan bahwa teman-teman adalah pahlawan devisa,” ujar Kapolri.

Industri tekstil dan produk tekstil menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja serta mencatatkan nilai ekspor sekitar USD4,85 miliar pada semester I tahun 2026. Sementara itu, industri alas kaki menyerap sekitar 921 ribu pekerja.

Menurut Kapolri, capaian tersebut harus dipertahankan di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan terhadap industri dalam negeri. Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan untuk melindungi sektor padat karya dan memperluas lapangan pekerjaan.

Salah satunya melalui program hilirisasi di berbagai sektor strategis yang diproyeksikan mampu membuka sekitar 5,9 juta lapangan kerja baru.

“Pemerintah terus mendorong program-program hilirisasi yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi teman-teman semua. Hampir 5,9 juta lapangan kerja baru dapat didorong apabila hilirisasi ini tumbuh,” kata Kapolri.

Khusus untuk industri tekstil, pemerintah memperkuat pengendalian impor melalui mekanisme larangan dan pembatasan, penerapan bea masuk tindakan pengamanan, serta bea masuk antidumping terhadap produk yang merugikan industri nasional.

Pengawasan terhadap pakaian bekas impor, impor ilegal, dan penyelundupan juga terus ditingkatkan. Polri bersama Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan melaksanakan operasi untuk mencegah masuk dan beredarnya tekstil selundupan di pasar domestik.

Baca Juga  Bupati Tabanan Berikan Penghargaan para Atlet Tabanan Peraih Medali PON XX Papua 2021

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan sekaligus melindungi jutaan pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki.

Kapolri menegaskan pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Dalam hubungan tersebut, pekerja dan pengusaha harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan.

“Kita ingin kesejahteraan pekerja terus meningkat dan perusahaan tetap tumbuh. Buruh dan pengusaha harus menjadi mitra strategis dengan mengedepankan dialog, peningkatan kompetensi, produktivitas, serta pemenuhan hak-hak pekerja,” tuturnya.

Kapolri turut menyambut rencana peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membekali pekerja dengan keterampilan baru yang dibutuhkan industri untuk menghadapi persaingan global.

Di bidang perlindungan pekerja, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 358 perkara sejak 2025 hingga Agustus 2026 serta memfasilitasi 4.236 pekerja terdampak PHK untuk kembali bekerja.

Kapolri juga meminta perjuangan mengawal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dilaksanakan secara damai dan tertib agar tidak ditunggangi pihak tertentu yang dapat mengaburkan tuntutan buruh.

“Jaga perjuangan agar apa yang kita perjuangkan bersama betul-betul memiliki pesan yang kuat dan mampu mendorong revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai harapan teman-teman,” tegas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Studi Tiru Pengembangan PAUD ke Kabupaten Bantul

Published

on

By

Studi Tiru Pengembangan PAUD ke Bantul
STUDI TIRU: Disdik Kabupaten Gianyar melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, serta Desa/Kelurahan penerima apresiasi tingkat Kabupaten Gianyar, Senin (14/9). (Foto: Hms Gianyar)

Bantul, Yogyakarta, baliilu.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, serta Desa/Kelurahan penerima apresiasi tingkat Kabupaten Gianyar, Senin (14/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali program, inovasi, strategi, dan tata kelola pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diterapkan di Kabupaten Bantul.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung peran Ibu PAUD dan Pokja Ibu PAUD Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.

Kabupaten Bantul memiliki pengalaman yang patut dipelajari setelah Ibu PAUD Kabupaten Bantul meraih Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Gianyar dalam memperkuat program PAUD di daerah.

“Ibu PAUD Kabupaten Bantul telah memperoleh Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi kami untuk melihat lebih dekat program dan inovasi yang telah dijalankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan tidak serta-merta diterapkan, tetapi akan dikaji dan disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Gianyar. Pengembangan program juga diharapkan tetap mengedepankan karakteristik daerah, termasuk potensi budaya dan kearifan lokal Bali.

“Kami ingin menggali inovasi yang dapat diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan di Gianyar sesuai dengan karakteristik daerah serta memperkuat budaya dan kearifan lokal Bali,” jelas Surya Adnyani.

Surya Adnyani menegaskan, peningkatan kualitas layanan PAUD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, Bunda PAUD, Pokja, satuan pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan PAUD yang bermutu dan dapat diakses seluruh anak.

Baca Juga  Berkantor di Desa Sanda, Bupati Sanjaya Apresiasi Inovasi di Sektor Pertanian dan Pengelolaan Sampah

“Kami meyakini keberhasilan pembangunan PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi, komitmen, inovasi, dan gerakan bersama menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas,” katanya.

Melalui studi tiru tersebut, diharapkan terbangun hubungan dan komunikasi yang lebih erat antara Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gianyar dan Pokja Ibu PAUD Kabupaten Bantul. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga kedua daerah dapat saling berbagi praktik baik dalam pengembangan PAUD.

“Harapan kami, kunjungan ini melahirkan inspirasi baru bagi Gianyar dan membuka ruang kerja sama yang lebih erat. Kami datang untuk belajar dari Bantul dan berharap ke depan dapat berbagi praktik baik yang berkembang di Gianyar,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BPR Kanti Kehilangan Salah Satu Akarnya, Pendiri Utama I Ketut Sudama Berpulang

Published

on

By

Ketut Sudama, Pendiri Utama Bank BPR Kanti, Berpulang
Salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama, berpulang pada Senin, 14 September 2026. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Keluarga besar Bank BPR Kanti tengah berduka. Salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama, berpulang pada Senin, 14 September 2026.

Kepergian I Ketut Sudama meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Bank BPR Kanti. Sosoknya menjadi bagian penting dari sejarah awal lembaga tersebut dan dikenang sebagai salah satu figur yang ikut meletakkan fondasi bagi perjalanan BPR Kanti hingga berkembang seperti saat ini.

Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menyebut kepergian I Ketut Sudama memiliki makna yang sangat personal baginya.

“Bagi saya, beliau bukan hanya salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti. Beliau adalah Om saya, adik dari Bapak saya. Jadi kehilangan ini bukan hanya kehilangan secara kelembagaan, tetapi juga kehilangan yang sangat pribadi bagi keluarga kami,” ujar Amitaba.

Menurutnya, perkembangan sebuah lembaga tidak pernah dapat dipisahkan dari keberanian, pengorbanan, dan keyakinan orang-orang yang merintisnya sejak awal.

Ia menilai para pendiri adalah generasi yang berani menanam ketika hasilnya belum terlihat, berani memulai ketika masa depan belum pasti, dan berani bertahan ketika perjalanan belum mudah.

“Bank BPR Kanti yang kita lihat hari ini tidak lahir begitu saja. Ada keringat, keberanian, pengorbanan, dan keyakinan para pendiri di dalamnya. Almarhum I Ketut Sudama adalah salah satu bagian penting dari perjalanan itu,” katanya.

Amitaba bahkan menggambarkan sosok almarhum sebagai salah satu akar dari pohon besar bernama Bank BPR Kanti.

“Pohon boleh semakin tinggi, batangnya boleh semakin kuat, dahannya semakin banyak, dan daunnya semakin rindang. Tetapi sebesar apa pun pohon itu tumbuh, kita tidak boleh melupakan akar yang membuatnya mampu berdiri. Salah satu akar Bank BPR Kanti adalah I Ketut Sudama,” ujarnya.

Baca Juga  Lestarikan Trah Anjing Kintamani, Bupati Sanjaya Dukung Dibangunnya Penangkaran Anjing Kintamani di Tabanan

Bagi Amitaba, perumpamaan tersebut bukan sekadar ungkapan penghormatan. Ia menegaskan bahwa sejarah dan jasa para pendiri harus tetap menjadi bagian dari identitas lembaga, meskipun generasi kepemimpinan terus berganti.

Menurutnya, kepemimpinan sejatinya adalah sebuah estafet.

“Ada generasi yang merintis, ada generasi yang membangun, dan ada generasi yang mendapat tanggung jawab untuk menjaga serta membesarkannya. Almarhum telah menyelesaikan bagian perjalanan beliau. Sekarang tugas kami adalah melanjutkan apa yang sudah dirintis,” kata Amitaba.

Sebagai Direktur Utama, Amitaba mengatakan tanggung jawab generasi saat ini bukan semata-mata membesarkan BPR Kanti secara bisnis, tetapi juga menjaga nilai, semangat, dan tujuan kebermanfaatan yang telah diwariskan para pendahulu.

Ia menegaskan bahwa penghormatan terbaik kepada para pendiri adalah memastikan lembaga yang dirintis tetap hidup, tumbuh sehat, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Nama beliau mungkin tidak selalu disebut dalam setiap rapat, tidak selalu tertulis dalam setiap laporan, dan tidak selalu hadir dalam setiap kegiatan. Tetapi jejak perjuangan beliau akan tetap hidup dalam perjalanan Bank BPR Kanti,” ujarnya.

Amitaba juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada sang paman.

“Terima kasih, Om Ketut, atas keberanian untuk memulai. Terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan. Terima kasih karena telah menjadi bagian penting dari sejarah keluarga kami dan sejarah Bank BPR Kanti,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kepergian seseorang pada akhirnya meninggalkan satu pertanyaan penting tentang makna sebuah kehidupan.

“Warisan terbesar seorang manusia bukanlah semata-mata apa yang ia miliki ketika hidup, tetapi apa yang masih tetap hidup dan memberi manfaat setelah dirinya tiada. Dan salah satu warisan hidup almarhum hari ini adalah Bank BPR Kanti,” kata Amitaba.

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

Keluarga besar Bank BPR Kanti pun mendoakan agar seluruh karma baik, pengabdian, dan kebaikan I Ketut Sudama menjadi jalan terang dalam perjalanan menuju kedamaian abadi.

Selamat jalan, I Ketut Sudama. Salah satu akar itu telah kembali kepada Sang Pencipta, tetapi pohon yang pernah ditanamnya akan terus tumbuh, dijaga, dan memberi manfaat bagi banyak orang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca