Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Lepas Pawai Ogoh-ogoh TK/PAUD Kecamatan Densel

Apresiasi Antusiasme Anak-anak, Jadi Pemantik Kreativitas Sejak Dini

Loading

BALIILU Tayang

:

PAUD
Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat melepas secara resmi dan menyaksikan Pawai Ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kecamatan Denpasar Selatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak- Kanak Indonesia (IGTKI) - PGRI Kota Denpasar di Lapangan Arga Soka, Pegok, Selasa (14/3). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara melepas secara resmi Pawai Ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kecamatan Denpasar Selatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak- kanak Indonesia (IGTKI) – PGRI Kota Denpasar di Lapangan Arga Soka, Pegok, Selasa (14/3). Kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan budaya kepada anak-anak. Sehingga mampu menjadi pemantik kreativitas sejak dini.

Tampak sejak pagi hari anak-anak yang merupakan siswa TK/PAUD se-Kecamatan Denpasar Selatan ini semangat mengikuti pawai. Setelah dilepas secara resmi, serluruh peserta turut mengarak ogoh-ogoh mengelilingi lapangan lengkap dengan gambelan dan iring-iringan pawai ogoh-ogoh. Anak-anak TK/PAUD ini membawa berbagai jenis Ogoh-ogoh mulai dari bentuk celuluk, garuda, maupun naga.

Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat dijumpai usai kegiatan memberikan apresiasi atas semangat anak-anak TK/PAUD se-Kecamatan Denpasar Selatan untuk mengikuti Pawai Ogoh-ogoh ini. Hal ini merupakan rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1945 tahun 2023.

“Kita bisa melihat adik adik ini begitu semangat mengikuti Parade Ogoh ogoh ini. Ajang ini merupakan salah satu program pembelajaran pengembangan kreativitas anak-anak dengan konsep kebersamaan dan gotong- royong, seperti spirit Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Ny. Sagung Antari menambahkan, momentum seperti ini adalah bentuk pelestarian budaya yang nyata dan sangat baik. Hal ini lantaran secara langsung mengenalkan budaya dan tradisi bagi anak-anak. Terlebih lagi keterlibatan langsung anak-anak dalam proses pembuatan sampai pengarakannya. Sehingga lambat laun kreativitasnya terus terasah dan berkembang saat dewasa nanti.

“Tidak hanya sekeha teruna, anak-anak TK/PAUD juga antusias mengikuti Pawai Ogoh-ogoh, hal ini tentu sangat baik untuk mengenalkan adat, budaya, dan tradisi, serta menjadi pemantik kreativitas yang tentunya mendukung keberadaan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju,” ujarnya.

Baca Juga  Jaga Keindahan Wajah Kota, Satpol PP Denpasar Kembali Gelar Penertiban

“Parade Ogoh- ogoh ini juga adalah ajang rekreasi untuk menumbuhkembangan kecintaan anak -anak seni, tradisi, dan budaya Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh TK/PAUD di Denpasar Selatan, Ni Gusti Ketut Dina Novena mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menyambut Nyepi saka 1945 tahun 2023. Di mana, sebanyak 9 peserta yang masing-masing membawa Ogoh-ogoh turut mengikuti kegiatan ini.

“Kami juga ingin mengenalkan budaya pada anak-anak sejak dini,” katanya.

Dikatakan Dina Novena, dari pawai ini akan dipilih sebanyak 3 Ogoh-ogoh dari masing-masing Kecamatan di Denpasar. “Nantinya mereka akan ikut pawai atau parade di Lapangan Puputan Badung pada 18 Maret 2023,” katanya.

Sementara Ketua IGTKI – PGRI Kota Denpasar Nyoman Puspitawati Yasa mengungkapkan, sebelumnya Parade Ogoh- ogoh sudah dilakukan untuk 19 Gugus TK dan PAUD dari Kecamatan Denbar dan juga Denut, dengan total jumlah lebih dari 20 buah Ogoh- ogoh yang diarak. Selanjutnya pada 16 Maret nanti akan digelar untuk Denpasar Timur.

Puspitawati menambahkan, selain diarak, ogoh ogoh ini juga dinilai dan nantinya akan dipilih 3 terbaik dari masing- masing kecamatan yang akan ditampilkan dan diarak di Parade Ogoh- ogoh Kota Denpasar, tanggal 18 Maret dan digelar di kawasan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau Puputan Badung.

“Dalam penilaian Ogoh- ogoh ini kami memiliki beberapa kriteria, antara lain,  keunikan tema, teknik konstruksi, komposisi yang digunakan, ekspresi dan juga proporsi. Selain itu, aksesoris, harmoni warna, kreativitas dan juga penampilan saat parade menjadi unsur yang kami nilai juga,” lanjut Puspitawati.

Pihaknya menambahkan, selain 12 peserta terbaik dari 4 kecamatan, pihak IGTKI – PGRI juga akan membawa turut serta 1 peserta lainnya dari lembaga penyedia pendidikan berkebutuhan khusus, yaitu TK Tuna Rungu Sushura pada Parade Ogoh- ogoh Kota Denpasar. Usai melepas dan menyaksikan pelaksanaan pawai, Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara tampak berfoto bersama seluruh peserta yang merupakan perwakilan Gugus TK/PAUD se-Kecamatan Denpasar Selatan. (eka/bi)

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Raker dengan Komisi II DPRD Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Sosialisasi Peningkatan Kapasitas, Ny. Sagung Antari Harapkan Pengurus PKK Pahami Peran dan Fungsinya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Acara Grebek Banjar di Kelurahan Sumerta, Atasi Sampah dengan Kreativitas

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Raker dengan Komisi II DPRD Denpasar

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca