Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Hadirkan Ksatria Sadhu

Inovasi Edukasi Hukum Berbasis Animasi untuk Membangun Generasi Sadar Hukum

Loading

BALIILU Tayang

:

Inovasi animasi edukasi hukum Ksatria Sadhu diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar di Kota Denpasar, Rabu (29/7).
KSATRIA SADHU: Inovasi Ksatria Sadhu diperkenalkan secara langsung kepada siswa sekolah dasar di Kota Denpasar melalui kegiatan kunjungan ke sejumlah sekolah, Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Hukum kembali menghadirkan inovasi Karakter Animasi Sosialisasi Informasi Hukum untuk Masyarakat Sadar Hukum (Ksatria Sadhu) sebagai media edukasi hukum berbasis animasi yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Inovasi Ksatria Sadhu pada awalnya lahir dari gagasan Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar tahun 2025, yang kala itu dijabat Komang Lestari Kusuma Dewi untuk memperluas jangkauan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Gagasan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa penanaman kesadaran hukum idealnya dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, informasi hukum dikemas melalui media film animasi dengan alur cerita yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami serta diingat oleh anak-anak, sehingga proses pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan sekaligus efektif dalam menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum.

Seiring perkembangannya, Ksatria Sadhu tidak hanya menjadi media edukasi hukum bagi anak-anak, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penyebarluasan informasi mengenai berbagai kebijakan Pemerintah Kota Denpasar serta produk hukum daerah yang penting dan perlu dipahami masyarakat.

Melalui penyampaian yang ringan dan komunikatif, berbagai isu strategis, seperti pengelolaan sampah, ketertiban umum, perlindungan anak, serta kebijakan daerah lainnya dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat dihubungi terpisah di Denpasar, Rabu (29/7), Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar, Ni Wayan Legi Sugiati Saputri, S.H., M.H. mengatakan bahwa Ksatria Sadhu dihadirkan sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menaati peraturan, tetapi juga memiliki nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, rasa percaya diri, serta jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

“Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, penyampaian berbagai kebijakan pemerintah dan produk hukum daerah melalui media animasi juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Bimtek untuk Kuatkan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan

Lebih lanjut dijelaskan, implementasi inovasi Ksatria Sadhu telah diperkenalkan secara langsung kepada siswa sekolah dasar di Kota Denpasar melalui kegiatan kunjungan ke sejumlah sekolah, di antaranya SDN 5 Pedungan, SDN 5 Ubung, SDN 6 Sumerta, dan SDN 5 Padangsambian. Kehadiran karakter animasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa karena menghadirkan pengalaman belajar hukum yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Sebagai inovasi berbasis digital, film animasi Ksatria Sadhu juga dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui website JDIH Kota Denpasar dan berbagai kanal media sosial resmi JDIH Kota Denpasar. Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat mengikuti setiap episode Ksatria Sadhu kapan saja dan di mana saja, sehingga penyebarluasan informasi hukum dan kebijakan daerah dapat menjangkau lebih banyak kalangan secara berkelanjutan.

Kehadiran inovasi ini menjadi bukti bahwa penyampaian informasi hukum tidak lagi terbatas pada metode konvensional, melainkan dapat dilakukan melalui pendekatan yang inovatif, adaptif, dan mengikuti perkembangan teknologi digital. Melalui perpaduan media animasi dan platform digital, edukasi hukum diharapkan semakin mudah diakses, dipahami, dan diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, sekaligus mendukung terwujudnya budaya hukum yang semakin kuat di Kota Denpasar.

Dengan semangat membangun generasi emas yang sadar hukum, Ksatria Sadhu diharapkan terus menjadi media edukasi yang inspiratif sekaligus menjadi kanal penyebarluasan informasi hukum dan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar kepada masyarakat.

“Sebab, anak-anak yang memahami pentingnya hukum hari ini merupakan fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang tertib, berintegritas, dan berbudaya hukum di masa depan,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hemat Biaya, Program Ngaben Massal Gratis Kembang-Ipat Sedot Ratusan Peserta

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan hadir ngupasaksi pada karya ngaben massal di Lapangan Desa Adat Yeh Kuning.
NGUPESAKSI: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat hadir ngupasaksi pada karya ngaben massal, yang dipusatkan di Lapangan Desa Adat Yeh Kuning, Selasa (28/7) malam. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Ratusan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana antusias mengikuti program Ngaben Massal (Atma Wedana) Gratis yang menjadi salah satu dari 24 Program Unggulan Kembang – Ipat.

Program ini terbukti menjadi angin segar bagi masyarakat karena mampu memangkas beban biaya upacara hingga jutaan rupiah.

Untuk tahun 2026, pelaksanaan program Ngaben Massal Gratis ini dilaksanakan di Kecamatan Jembrana, yang dipusatkan di Lapangan Desa Adat Yeh Kuning.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir ngupasaksi pada karya ngaben massal tersebut, Selasa (28/7) malam mengaku bahagia melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dalam menuntaskan salah satu baktinya terhadap leluhur.

Bupati Kembang yang didampingi Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi menambahkan, program ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya tanpa membebani perekonomian warga.

“Upacara adat dan keagamaan adalah kewajiban kita sebagai krama Bali, tetapi jangan sampai hal tersebut menjadi beban finansial yang berat bagi warga. Melalui program ngaben massal gratis ini, kita ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menunaikan kewajiban kepada leluhur dengan layak, khidmat, dan tanpa rasa cemas soal biaya,” ungkapnya.

Masyarakat mengaku sangat terbantu, mengingat krama Bali biasanya harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk menggelar upacara Pitra Yadnya secara mandiri.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Kembang dan Wabup Ipat. Kalau bikin sendiri biayanya sangat besar, bisa habis belasan hingga puluhan juta. Dengan adanya program gratis ini, kami benar-benar merasa diringankan,” ujar salah satu warga peserta ngaben massal di lokasi acara.

Baca Juga  Undangan Kehormatan Kapten Kapal Perang Amerika Serikat USS Charleston untuk Sekda Alit Wiradana

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menyampaikan program unggulan seperti ngaben massal dan metatah massal diampu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana.

Ia mengatakan untuk tahun 2026 ini, dilaksanakan di Kecamatan Jembrana. Namun pesertanya seluruh Kabupaten Jembrana. Tahun lalu di Kecamatan Mendoyo juga seperti itu, pesertanya dari seluruh Kabupaten Jembrana.

“Jadi bergilir setiap kecamatan, namun untuk pesertanya terbuka untuk semua masyarakat Jembrana. Untuk total peserta sendiri yang nyekah itu ada 108 peserta, dan ngelungah sebanyak 79 sawa. Jadi rangkaian acara ngaben massal gratis ini, puncaknya di Purnama Sasih Karo ini,” pungkasnya.

Selain menghemat biaya hingga jutaan rupiah per keluarga, program ini juga dinilai efektif mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong-royong antarwarga. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengoptimalkan program-program sosial keagamaan serupa demi kesejahteraan masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Momentum Tumpek Krulut, Pemkab Buleleng Kerahkan Seluruh Faskes Layani Pemeriksaan Gratis

Published

on

By

Warga masyarakat memeriksakan kesehatannya secara gratis di fasilitas kesehatan Kabupaten Buleleng.
Warga masyarakat saat memeriksakan kesehatannya secara gratis di faskes. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mengerahkan seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sesuai jam layanan. Program yang digelar dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Krulut ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bali dalam semangat memuliakan manusia melalui peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Sucipto, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7), menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng telah disiapkan untuk menyukseskan program tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan secara berkala.

“Kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bapak Gubernur Bali dalam semangat memuliakan manusia. Melalui program ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Seluruh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, seluruh puskesmas, serta seluruh klinik di Kabupaten Buleleng ikut berpartisipasi memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat pada Sabtu, 1 Agustus,” ujar dr. Sucipto.

Lebih lanjut dijelaskan, layanan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat, baik peserta BPJS Kesehatan maupun non-BPJS, tanpa persyaratan administrasi yang rumit. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku. Sementara bagi peserta BPJS Kesehatan, mekanisme rujukan tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Ditekankan oleh Kadis Sucipto, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dilakukan hanya ketika seseorang telah mengalami keluhan, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup sejak dini.

Baca Juga  Tingkatkan Pemahaman Seputar Rabies, Pemkot Denpasar Berikan Edukasi pada 1.200 Siswa SD

“Jangan menunggu sampai sakit untuk memeriksakan kesehatan. Datanglah meskipun dalam kondisi sehat agar kita mengetahui kondisi tubuh lebih awal. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat. Mari manfaatkan layanan kesehatan gratis ini demi mewujudkan masyarakat Buleleng yang lebih sehat,” pungkasnya.

Pelayanan kesehatan gratis akan berlangsung serentak di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap masyarakat dapat berbondong-bondong memanfaatkan layanan tersebut sebagai investasi untuk mewujudkan hidup yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gandeng Big Tech Hingga Festival UMKM, PWI Fest 2026 Siap Digelar di Jakarta Desember Mendatang

Published

on

By

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam foto dokumentasi terkait pengumuman PWI Fest 2026.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mengumumkan penyelenggaraan PWI Fest 2026 yang akan digelar pada 4 – 5 Desember 2026 di Jakarta. Perhelatan nasional ini menjadi agenda strategis organisasi yang diproyeksikan sebagai event tetap tahunan PWI dan nantinya akan diselenggarakan secara berkala di berbagai kota di seluruh Indonesia.

​PWI Fest 2026 dirancang sebagai respons aktif pers nasional terhadap perubahan lanskap industri media yang dipicu oleh lompatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan platform digital. Selain itu, kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya rangkaian (Kick-Off) menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

​Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, menjelaskan bahwa PWI Fest menggabungkan dua misi utama: penguatan kapasitas pekerja media dan kolaborasi sosial bersama masyarakat.

​”Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform-platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kita juga menggelar UMKM Festival. PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meng-upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” ujar Auri Jaya.

​Rangkaian acara PWI Fest 2026 meliputi Workshop Jurnalisme Digital & AI (membahas Mobile Journalism, verifikasi data/OSINT, hingga keamanan digital) yang melibatkan 250–500 wartawan, editor, dan content creator. Selain itu, acara dimeriahkan dengan UMKM Festival, Kompetisi E-Sports, serta Panggung Hiburan Rakyat melalui sinergi bersama Pemerintah, BUMN, Swasta, dan Platform Digital.

​Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa pers nasional saat ini berada dalam tantangan berat akibat pesatnya disrupsi teknologi digital dan AI. Menurutnya, PWI Fest 2026 hadir untuk menjawab tantangan tersebut secara nyata.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Targetkan Raih Swasti Saba Wistara Paripurna di Tahun 2027

​”Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital hari ini telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers kita memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI,” tegas Akhmad Munir.

​”Namun, transformasi teknologi tidak boleh mencabut pers dari akarnya. Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. Karena itu, PWI Fest tidak hanya kita desain sebagai ruang diskusi akademik atau pelatihan redaksi, tetapi juga sebagai ruang terbuka melalui UMKM Festival dan pesta rakyat. Ini adalah bentuk konsolidasi nasional antara masyarakat pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan platform global dalam membangun industri media Indonesia yang independen, adidaya secara ekonomi, serta terus bermanfaat bagi bangsa,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca