Badung, baliilu.com – Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, pada Jumat, 27 Oktober 2023 menerima kunjungan kerja (kunja) Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bantul dan Kabupaten Cirebon di Ruang Madya Gosana lantai III Sekretariat DPRD Puspem Badung.
Pimpinan rombongan DPRD Bantul, Pambudi Mulia, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih telah diterima luar biasa. Dia menyatakan DPRD Bantul berkunjung ke DPRD Badung untuk studi komparasi dalam rangka optimalisasi kinerja Banggar, Badan Kehormatan, dan Bapemperda dengan jumlah peserta 30 orang anggota Badan Anggaran.
Sementara DPRD Kabupaten Cirebon terdiri atas Komisi I, II dan Komisi IV dipimpin Ketua Komisi I H. Sofyan. Mereka memilih DPRD Kabupaten Badung sebagai lokus studi banding terkait desa wisata, peran pemerintah dalam meningkatan PAD dan pendapatan daerah serta upaya Pemkab dalam menurunkan angka stunting. Dimana Badung tahun 2023 angka stunting mencapai 4 persen, sedangkan di Bantul mencapai 18 persen.
Menjawab pertanyaan DPRD dari dua kabupaten tersebut, Politisi PDI Perjuangan asal Mengwi Badung ini menyatakan Pemkab Badung terus menggenjot tempat pariwisata. Dia memberi tips dalam pelayanan di hotel, toilet menjadi perhatian paling utama. “Bersih atau tidak, kalau bersih berarti lingkungannya sehat,” katanya.
Satria menyebutkan di Badung memiliki hotel bintang 5, bintang 4 dengan jumlah kamar 16.000 lebih.
“APBD tahun 2023 di induk 6,5 triliun, pada perubahan dinaikkan jadi 8,5 triliun. PAD 7,5 triliun, 15 persen disumbangkan ke enam kabupaten di luar Denpasar dan Gianyar,” katanya.
Saat ini Badung memberikan bantuan hibah ke seluruh Bali dan luar Bali, termasuk ke luar negeri, Amerika Serikat berupa bantuan patung Saraswati dan seperangkat gong.
“Toleransi beragama di Badung sangat tinggi. Pemkab Badung tidak hanya membangun pura, juga masjid, gereja dan sebagainya,” katanya.
Mengenai angka stunting, kata dia, menjadi prioritas nomor satu dari Pemerintah Kabupaten Badung. “Stunting kami rendah karena berusaha menekan sekuat tenaga dengan memberikan perhatian mulai dari kehamilan,” katanya. (gs/bi)