Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pandangan Akademisi, PLN dan Tahura soal Gubernur Koster Raih Penghargaan Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA PENGHARGAAN: Gubernur Koster saat menerima Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah di Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Republik Indonesia. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah di Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Republik Indonesia kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, yang diserahkan dihadapan Presiden RI, Joko Widodo merupakan apresiasi Pemerintah RI terhadap arah kebijakan dan program pembangunan di Provinsi Bali, serta merupakan hasil kerja nyata yang telah dilakukan dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Penghargaan yang diserahkan di sela-sela acara peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, Sejahtera merupakan komitmen kuat Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan Provinsi Bali yang telah dituangkan dalam Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru,” demikian diungkap Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S.

Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. (Foto: Ist)

Penghargaan khusus ini dinilainya juga sangat pantas diperoleh, karena melalui Ekonomi Kerthi Bali akan menciptakan Sistem Perekonomian Bali yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelindungan alam dengan memperhatikan daya dukung lingkungan. Di samping itu, di dalam menciptakan Sistem Perekonomian Bali tersebut telah diterbitkan berbagai regulasi yang berpihak pada pelindungan alam dan budaya, antara lain regulasi tentang: Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber; Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, Fasilitasi Pelindungan Pura, Pratima, dan Simbol Keagamaan.

Juga telah diterbitkan berbagai regulasi untuk pertumbuhan ekonomi Bali yang berpihak pada sumber daya lokal seperti regulasi tentang: Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali; Pemasaran dan Pemanfaatan produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali; Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali; dan Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Konsep Ekonomi Kerthi Bali yang digali dan dikembangkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi telah dijadikan referensi dalam penyusunan Transformasi Perekonomian Bali, serta memperoleh penghargaan khusus Pembangunan Daerah di Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon dari Menteri PPN/Bappenas RI yang diserahkan dihadapan Bapak Presiden RI. Prof. Made Damriyasa menekankan, bahwa hal ini menunjukkan kearifan lokal Bali yang dipakai dasar dalam menyusun konsep Ekonomi Kerthi Bali merupakan warisan adiluhung yang perlu digali dan dikembangkan.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

“Universitas Hindu Indonesia yang merupakan perguruan tinggi berbasis kearifan lokal sangat mengapresiasi atas penghargaan yang diperoleh Pemerintah Provinsi Bali, dan ini memberikan semangat kepada Unhi serta perguruan tinggi lainnya untuk menggali dan mengembangkan kearifan lokal Bali,” pungkasnya.

General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana. (Foto: Ist)

Sementara itu, General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana menilai Piagam Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah 2021 di Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon yang diterima Gubernur Bali, Wayan Koster dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Republik Indonesia, Suharso Manoarfa merupakan hasil dari program energi bersih yang digagas oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

“Program energi bersih ini sangat strategis di dalam menurunkan emisi karbon dan kami (PLN – red) sangat mendukung sekali program energi bersih tersebut yang telah tertuang di dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih,” kata GM PLN UID Bali, Wayan Udayana.

Bentuk dukungan yang PLN lakukan dalam mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, mulai dari menginisiasi pengunaan energi bersih di bidang pertanian dengan electrifiying agriculture. Karena selama ini di pertanian banyak yang menggunakan diesel untuk penyiraman dan mesin selip untuk produksi beras. “Sekarang sudah kita support menggunakan energi listrik tersebut, sehingga ini akan mengurangi emisi,” kata Wayan Udayana, dihubungi Minggu (Redite Keliwon, Pujut) 5 Desember 2021.

Kemudian PLN Bali, ditambahkan Udayana, juga sudah menginisiasi penggunaan energi bersih listrik untuk lifestyle kendaraan listrik, hingga kompor- kompor induksi. “Operasional kendaraan kita sudah memakai kendaraan listrik dan kita menginisiasi  mobil listrik. PLN juga sudah memasang Stasiun Kendaraan Listrik untuk Umum (SPKLU) dan menyediakan layanan home charging, rencananya sampai tahun 2022. Kita pasang 21 unit SPKLU untuk mensupport penggunaan kendaraan listrik di Bali, hingga mendukung KTT G20 yang mengangkat tema energi bersih,” jelasnya seraya mengatakan kegiatan tourism juga disupport, misalnya konvoi kendaraan listrik yang bersih dan rendah emisi keliling Bali untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan ini.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

Gebrakan Bali Energi Bersih di era kepemimpinan Gubernur Wayan Koster juga kian digaungkan oleh PLN dari sisi pembangkitan. Melalui PLN Group, sudah mulai menginisiasi menggunakan pembangkit-pembangkit yang green dan bersih. Contohnya di Singaraja berupa mini hidro (pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber tenaga, red) dengan menghasilkan 1,4 MW, selanjutnya di Bangli ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MW, PLTS di Kubu, Karangasem juga sudah ada 1MW. “Saat ini sedang mengkonstruksi PLTS di lokasi yang sama, yakni di Kubu untuk menghasilkan 25 MW dan PLTS ini selesai dikonstruksi pada tahun 2023,” tambahnya.

Untuk memperluas pemanfaatan energi bersih ini, GM PLN UID Bali, I Wayan Udayanamenegaskan bahwa di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) di Bali akan ada 100 MW PLTS, termasuk di Bali Barat ada 25 MW, dan pada tahun berikutnya kita tambah lagi menjadi 53 MW. “Kalau semua masyarakat sudah beralih ke energi bersih berbasis listrik pada khususnya, maka ini akan mensupport daerah Bali yang sehat dan mensupport pariwisata yang berkualitas. Ini yang sekarang sedang dicari-cari orang. Untuk itu PLN akan mensupportnya. Masyarakat pula kami harapkan ikut mensupport kebijakan yang sangat strategis dari Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster ini dan Bali mungkin merupakan satu-satunya daerah yang sudah menginisiasi energi bersih,” pungkasnya.

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi. (Foto: Ist)

Sedangkan, Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi menyebutkan Gubernur Bali, Wayan Koster selalu memberikan arahan dalam upaya melestarikan keberadaan hutan, khususnya hutan mangrove yang ada di Tahura Ngurah Rai. Sehingga Piagam Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah 2021 di Bidang Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon yang diterima Gubernur Bali, Wayan Koster dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Republik Indonesia, Suharso Manoarfa adalah hasil dari kinerja Gubernur Bali Wayan Koster untuk membawa Bali Era Baru.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga merupakan jawaban yang selalu dijadikan pedoman untuk menjaga kelestarian hutan “Wana Kerthi” mangrove yang kurang lebih luasnya 1.300 hektar di sepanjang Teluk Benoa, yang membentang dari Sanur Kauh, Denpasar sampai Tanjung Benoa, Badung. Hasil dari keberadaan mangrove ini, ternyata telah mampu menyerap emisi karbon yang ada di perkotaan Denpasar dan Badung.

Di dalam menekan emisi karbon, Gubernur Koster juga dinilainya memiliki komitmen untuk menjaga keamanan, kebersihan hutan mangrove dari ancaman sampah plastik, agar hutan mangrove ini tidak mati terkena polusi plastik. “Arahan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster selalu menekankan keamanan dan kebersihan mangrove dari ancaman sampah plastik. Sehingga untuk mewujudkannya, kami mengajak masyarakat hingga lembaga swasta lainnya untuk menjaga kelestarian mangrove ini,” ungkapnya sembari menegaskan keberadaan hutan mangrove sangat penting peranannya sebagai penyangga wilayah di daerah Denpasar dan Badung, termasuk mendukung terwujudnya pembangunan yang rendah karbon, karena mangrove mampu menyerap karbon 4 sampai 5 kali lipat dari pohon lainnya. Jadi hutan mangrove ini memiliki daya serap karbon yang tinggi, selain memiliki fungsi sebagai pelindung wilayah pesisir pantai di sepanjang Teluk Benoa dari ancaman arus air laut. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Lovina Festival 2026 Resmi Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memukul cengceng di main stage Pantai Lovina saat pembukaan Lovina Festival 2026.
LOVINA FESTIVAL: Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tahun ini hadir dengan semangat baru berupa kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan komunitas yang lebih luas untuk memperkuat posisi Bali Utara di peta pariwisata dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan. Festival ini telah menjadi panggung kebanggaan Kabupaten Buleleng untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi pariwisata Bali Utara kepada dunia.

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bupati Sutjidra.

Apresiasi khusus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi fondasi utama agar festival dapat memberi dampak nyata.

Tahun ini, Lovina Festival menghadirkan pembeda utama. Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi lintas OPD se-Bali. Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, bersinergi mempromosikan Lovina Festival 2026.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegas Sutjidra.

Semangat inklusivitas juga menjadi sorotan. Festival tahun ini merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, hingga musisi dari seluruh Kabupaten Buleleng. Partisipasi beragam komunitas menunjukkan bahwa festival ini adalah milik bersama, ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kreatif.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memperkenalkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival. Pendataan dilakukan melalui pengelompokan target wisatawan berdasarkan kategori UMKM industri dan UMKM lokal. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar pemetaan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal mereka di Buleleng selama festival berlangsung. Dengan begitu, kebijakan pengembangan pariwisata ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Melalui Lovina Festival 2026 “Theatre of Dolphins”, Pemkab Buleleng berharap mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Bali, khususnya Bali Utara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tutup Bupati Sutjidra.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyampaikan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menegaskan bahwa kawasan Lovina bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah “panggung alam” yang menampilkan harmoni antara laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal.

Dalam laporan yang disampaikan saat pembukaan festival di Pantai Lovina, Reika menjelaskan tema tahun ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Lovina Festival 2026 dirancang sebagai etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan Kabupaten Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsep festival dibuat lebih terarah agar memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

Untuk pertama kalinya, kegiatan festival dibagi ke dalam dua segmentasi panggung. Panggung di kawasan Tasikmadu berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 dan menyasar wisatawan mancanegara. Sementara panggung di kawasan Binaria berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2026 dengan fokus pada wisatawan domestik.Durasi festival juga diperpanjang menjadi lima hari.

“Perpanjangan ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” ungkapnya.

Reika menyebutkan target kunjungan tahun ini mencapai 25.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, dengan rata-rata 5.000 kunjungan per hari. Target tersebut disusun sebagai upaya nyata meningkatkan daya tarik Lovina sebagai destinasi unggulan Bali Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara yang terdiri dari artis nasional dan kolaborasi talenta lokal. Selain itu, festival ini juga melibatkan 82 pelaku UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 44 komunitas dari bidang seni, olahraga, lingkungan, dan industri kreatif turut berpartisipasi aktif menyemarakkan rangkaian kegiatan.

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan didukung melalui tiga sumber utama yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

“Sinergi pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan,” kata Reika.

Mengacu pada capaian tahun sebelumnya, Lovina Festival 2025 berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dengan komposisi 47% wisatawan mancanegara dan 53% wisatawan domestik. Total transaksi ekonomi mencapai lebih dari Rp 600.000.000. Tingkat hunian hotel di kawasan Lovina rata-rata mencapai 82%, bahkan beberapa hotel mencapai 100% selama pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

Capaian itu juga didukung penataan kawasan Lovina yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kini kawasan Lovina tampil lebih indah, asri, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Optimisme tersebut didukung berbagai destinasi unggulan di sekitar Lovina, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, hingga wisata religi, budaya, dan pusat oleh-oleh.

Turut hadir dalam pembukaan festival, Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Sekda Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Wakil Bupati Gede Supriatna, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb David Dwi Martin Warginanto, Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya, Anggota DPRD Buleleng, Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten Buleleng, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, Camat, Perbekel, Kelian Desa Adat dan undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polisi Selidiki Dugaan Perbuatan Melanggar Kesusilaan terhadap Anak di Lingkungan SD Negeri 3 Kerta

Published

on

By

Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, pascadugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak.
Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar pasca dugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Payangan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak yang terjadi di lingkungan SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, yang sempat viral di medsos.

Seijin Kapolres Gianyar , Kapolsek Payangan AKP I Putu Budi Artama, S.H., M.H.,menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah menerima informasi terkait dugaan peristiwa yang sempat beredar di media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya memanggil-manggil korban. Dan juga laki-laki tersebut sempat menawarkan permen kepada beberapa siswa, serta ada juga menjelaskan sempat memperagakan gerakan yang bermuatan asusila. Seluruh keterangan tersebut masih didalami oleh penyidik,” ujar AKP I Putu Budi Artama.

Polsek Payangan telah melakukan pendalaman di lokasi, meminta keterangan dari siswa, pihak sekolah, guru, sekaligus melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Petugas juga telah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi kendaraan yang diduga digunakan oleh laki-laki tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila ada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini, agar segera menyampaikan informasi kepada Polsek Payangan atau Polres Gianyar,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara profesional, objektif, serta mengutamakan perlindungan terhadap anak sebagai korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Pemkab Jembrana dengan Swasta, Kembang – Ipat Salurkan Ratusan Seragam bagi Siswa Kurang Mampu

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu di Jembrana.
SALURKAN BANTUAN: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat menyalurkan ratusan paket seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Untuk kedua kalinya, Pemkab Jembrana berkolaborasi dengan sektor swasta menyalurkan ratusan paket seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7).

Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan Jembrana adalah melalui pendidikan anak-anaknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan aktif dunia usaha menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak.

“Membangun Jembrana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketika pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat saling bahu-membahu, masalah sosial seperti keterbatasan biaya sekolah bisa kita selesaikan bersama. Bantuan seragam ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki kepedulian yang sama besarnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegas Bupati Kembang.

Lebih lanjut Kembang menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak di Jembrana yang terancam putus sekolah akibat terkendala biaya operasional harian.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para pelaku usaha yang telah mengalokasikan CSR-nya untuk sektor pendidikan. Ini bukan sekadar membagikan seragam, melainkan menyalakan asa dan rasa percaya diri para generasi penerus Jembrana,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra menyebut total keseluruhan seragam gratis yang diserahkan sebanyak 138 yang diberikan kepada anak dari keluarga kurang mampu khususnya yang masuk kategori desil 1 dan 2 serta anak yatim piatu.

Adapun rinciannya, PAUD sebanyak 9 anak, SD sebanyak 40 anak dan siswa SMP sebanyak 89 anak.

Baca Juga  Pandangan Akademisi, Pecinta Motor dan Masyarakat terhadap Pergub 46/2021 tentang Diskon Pajak hingga Pemutihan

“Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab berharap tingkat putus sekolah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong peningkatan mutu serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah kabupaten,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca