Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Paparkan Kinerja Empat Tahun, Ny. Putri Koster Undang TP PKK, Dekranasda, PAKIS, serta PAI Se-Bali

Kerja Fokus, Tulus dan Lurus Ny. Putri Koster Terbukti Mampu Sasar Masyarakat dan Sukseskan Program Pembangunan Masyarakat Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

ny. koster
Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ketua Dekranasda Bali, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua PAI Provinsi Bali saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga Kota Denpasar bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Selama 4 tahun lebih mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster, begitu banyak program dan kegiatan yang telah digagas dan dijalankan oleh Ny. Putri Koster. Selain menjadi pendamping, tentu berbagai jabatan melekat pada dirinya, baik ex officio yaitu Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, serta jabatan yang memang dipercayakan berkat kiprahnya yaitu Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali serta Ketua DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Provinsi Bali. 

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerjanya, Ny. Putri Koster menyampaikan apa saja yang telah dilakukan selama 4 tahun terakhir kepada 3.500 undangan yang menjadi stakeholders dari empat organisasi tersebut. Diantaranya TP PKK Kabupaten/Kota hingga Desa se-Bali, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali, Manggala PAKIS se-Bali, serta seluruh anggota PAI Daerah Provinsi Bali pada acara yang bertajuk “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali Menyapa”, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2023).

ny koster
Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA Bali, dan Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali. (Foto: ist)

Dalam acara yang mengusung tema “Bergerak, Bekerja, Berbagi” tersebut hadir juga Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Tjok. Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Ketua Gatriwara DPRD Bali Ny. Ningsih Wiryatama, beberapa organisasi wanita seperti Dharma Wanita Provinsi Bali, Dharma Pertiwi, Jalasenastri, Pia Ardhya Garini, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Adhyaksa Dharmakarini, Ikatan Bidan Indonesia serta Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali.

Ny. Putri Koster mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan selain untuk menyapa atau menjalin silaturahmi juga ingin menyosialisasikan kepada masyarakat serangkaian capaian program dan kegiatan yang telah dilakukannya baik pada kegiatan TP PKK, Dekranasda, PAKIS hingga PAI.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Saksikan Pementasan Drama “Blanjong”

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu mengatakan bahwa di awal dilantiknya secara ex officio sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, banyak hal yang perlu dibenahinya dan berbagai program harus dijalankan. “Untuk menggerakkan TP PKK dan Dekranasda tentu kita harus ada program dan anggaran, itulah yang pertama saya perjuangkan,” jelasnya pada kesempatan pagi tersebut.

Bunda Putri mengaku, selama hampir lima tahun dirinya mendampingi Gubernur Wayan Koster, program yang dijalankannya selalu selaras dengan visi misi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Bali Era Baru. “Gubernur Bali atau suami terus bergerak membangun Bali dan masyarakatnya, saya sebagai istrinya juga aktif bersama-sama mendorong sehingga kita bagaikan kepakan sayap burung yang berirama dan beriringan secara seimbang sehingga kita bisa membungbung tinggi dan bekerja secara maksimal demi pembangunan masyarakat Bali,” imbuhnya.

ny koster
Ny. Putri Koster foto bersama dengan 3.500 undangan dari TP PKK Kabupaten/Kota hingga Desa se-Bali, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali, Manggala PAKIS se-Bali, serta seluruh anggota PAI Daerah Provinsi Bali pada acara yang bertajuk “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali Menyapa”, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2023). (Foto: ist)

Sesuai dengan visi misi Provinsi Bali, kegiatan berbagai organisasi yang dibawahinya juga berfokus terhadap pembangunan fisik dan masyarakat Bali, serta upaya melestarikan seni, adat, tradisi, agama hingga kekayaan alam dan kearifan lokal warisan leluhur secara turun temurun.

Untuk TP PKK sendiri, ia mengaku Sosialisasi dan Aksi Sosial menjadi fokus programnya demi mencapai tujuan PKK yaitu keluarga bahagia dan sejahtera serta mencetak generasi penerus yang berahlak mulia dan berkepribadian. Sementara untuk Dekranasda, seperti fungsinya edukasi dan pengawasan, pihaknya mengaku terus berupaya menjaga dan melestarikan kekayaan seni, budaya, serta kearifan lokal yang diturunkan oleh leluhur. Salah satunya yaitu pelestarian dan pengembangan kain tenun ikat Bali (songket dan endek) serta mengajak masyarakat untuk mencintai produk buatan pengerajin Bali. PAKIS Bali, disambungnya terus bergerak untuk melestarikan seni, budaya serta agama Hindu di Bali. Desa Adat sebagai kekuatan terbesar di Bali dan PAKIS Bali sebagai bagiannya terus bergerak mengajak krama istri agar tetap mempertahankan pakem-pakem dalam adat, tradisi dan agama di Bali. Sementara PAI Bali, menurutnya berfokus untuk pelestarian flora Bali, khususnya anggrek Bali. Sehingga ke depan anggrek asli Bali bisa menghiasi halaman rumah masyarakat Bali.

Baca Juga  Libatkan 500 Pegawai Pemprov, Ny. Putri Koster Ikuti Gebyar Merah Putih

Dalam upaya program pembangunan dan pelestarian yang telah dilakukannya selama kurun waktu empat tahun ini, ia menyampaikan terima kasih atas sinergitas seluruh pihak, terutama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota hingga tingkat Kecamatan dan Desa, Ketua Dekranasda, Manggala PAKIS MDA, anggota PAI serta OPD Provinsi Bali dan semua pihak yang turut serta dalam melancarkan program kerjanya sebagai partner Pemerintah Provinsi Bali.

Untuk ke depan, Bunda Putri berharap agar sinergitas ini tetap terjaga dengan baik bahkan ditingkatkan lagi demi kelancaran program kerja di tahun 2023 ini, tidak hanya inter-organisasi namun juga hingga intra-organisasi agar mempercepat capaian tujuan kita. “Selain itu, peranan perempuan pada empat organisasi yang saya pimpin juga dalam menggerakkan masyarakat juga saya perlukan dalam upaya mendukung program-program pemerintah,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa perempuan bisa menjadi penggerak di unit paling kecil terlebih dahulu yaitu keluarga. “Dari keluarga terlebih dahulu, lalu ke lingkungan masyarakat, Bali hingga Indonesia, perempuan bisa menjadi penggerak, itulah yang kita namakan the power of Ibu-ibu,” cetusnya.

ny koster
Ny. Putri Koster saat menyerahkan bantuan paket sembako kepada ibu hamil warga Kota Denpasar. (Foto: ist)

Pada acara tersebut, juga diadakan penyerahan bantuan secara simbolis 40 dus PMT kepada Balita yang diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom, penyerahan 40 paket susu bagi Ibu Hamil yang diserahkan oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Bali Luh Putu Sukarini, penyerahan bantuan bibit ayam plus pakan dan bibit tanaman sayuran sebanyak 2.000 pohon oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada kepada Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, penyerahan bantuan bibit tanaman 200 pohon oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja kepada Ketua TP PKK Kota Denpasar, serta penyerahan secara simbolis bantuan Aksi Sosial kepada 200 orang masyarakat kurang mampu yang terdiri dari masing-masing 40 orang lansia, Ibu Hamil, Penyandang Disabilitas, Kader PKK dan Balita berupa empat ton beras masing-masing 20 kg, 200 krat telur masing-masing 1 krat, 320 Kotak Susu untuk Balita masing-masing 8 kotak, serta 320 Kotak Susu untuk Lansia, Ibu Hamil Penyandang Disabilitas dan Kader PKK yang masing-masing mendapatkan 2 kotak.

Baca Juga  <strong>Ny. Putri Koster Buka Festival Karya Seni Disabilitas Bali</strong>

Selain itu, dalam acara tersebut juga melayani pemeriksaan kesehatan dan kesehatan mata gratis, vaksinasi booster serta pembagian 200 kaca baca gratis sebanyak 200 buah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Di akhir acara juga dimeriahkan dengan Fashion Show oleh designer kebanggaan Bali yaitu Body and Mind, Taksu Design, Ipong dan Lusi Damai serta pementasan bondres untuk menghibur masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  TP Posyandu Provinsi Bali Dorong Penguatan Kelembagaan Posyandu di Jembrana

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Saksikan Penayangan Perdana Film "Tatu"

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Kaum Perempuan Teladani Semangat Kartini untuk Perbaiki Tata Kelola Sampah

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Sasar Dua Kecamatan di Badung, Ibu Putri Koster Serukan Gerak Cepat Tangani Pengelolaan Sampah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca