Connect with us

NEWS

Pasien Sembuh Covid di Bali Bertambah 523 Orang, 3 Kabupaten Masuk Zona Kuning

BALIILU Tayang

:

de

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali pada Kamis, 16 September 2021, dimana terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 117 orang, pasien sembuh bertambah sebanyak 523 orang dan 14 pasien meninggal dunia.

Kota Denpasar tercatat kasus positif terbanyak berjumlah 27 orang disusul Kabupaten Badung 22, Tabanan 18, Bangli 14, Buleleng 10, Karangasem 8, Klungkung 7, Jembrana 6 dan Gianyar 5 orang. Dengan demikian, jumlah kasus secara kumulatif di Bali sebagai berikut. Terkonfirmasi positif 110.912 orang, sembuh 104.525 orang dan meninggal dunia 3.804 orang.

Wilayah Bali yang masuk zona orange yakni Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Tabanan, dan Kota Denpasar, yang zona kuning yakni Kabupaten Jembrana, Karangasem, dan Buleleng.

Advertisements
de

Dari rincian data kasus aktif 2.583 orang, berada di tempat perawatan sebagai berikut. Di RS Rujukan = 752/ 29,11 %, isolasi terpusat = 1.280 / 49,56 % , isolasi mandiri = 551 / 21,33 %. Rincian tempat isolasi terpusat : Kapasitas = 5.658 bed, terisi = 1.280 bed (22,62 %), tersisa = 4.378 bed (77,38 %). terdapat 364 tempat isolasi terpusat tersebar di seluruh Kab / Kota dan Provinsi Bali.

Dengan mulai menurunnya kasus baru Covid-19, meningkatnya angka kesembuhan, menurunnya angka perawatan di Rumah Sakit(hospitality rate), dan menurunnya tingkat kematian akibat Covid-19, Pemerintah Pusat telah mengumumkan bahwa mulai 14 September 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Bali diturunkan ke level 3.

‘’Namun demikian, kita tidak boleh menyikapi dengan euphoria yang berlebihan tetapi harus tetap waspada mengingat perkembangan Covid-19 ini masih sangat berbahaya dengan adanya varian baru Mu yang telah ditemukan di beberapa negara,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan persnya, Rabu, 15 September 2021 di Denpasar.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 26 Orang

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyampaikan, perlu diketahui bahwa, meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari penularan Covid-19. Data menunjukkan warga yang sudah mengikuti vaksinasi, sebanyak 40% masih mengalami penularan Covid-19 dan 92% yang meninggal belum divaksinasi. Namun dengan telah divaksinasi, warga yang tertular Covid-19 risikonya lebih rendah yaitu lebih cepat sembuh, terhindar dari gejala berat yang berisiko kematian. Data juga menunjukkan bahwa warga yang terkena Covid-19 tanpa gejala/gejala ringan yang mengikuti isolasi terpusat lebih cepat sembuh dan tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain, daripada mengikuti isolasi mandiri.

‘’Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar tetap menaati dan melaksanakan protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat bebas Covid-19 dengan 6 M, memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan,’’ ujar mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Gubernur koster juga menegaskan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi Covid-19 suntik ke-2.

Kelompok masyarakat risiko tinggi (wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun) tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan. Tetap memperketat aktivitas masyarakat, upacara adat, ngaben, pernikahan, dan kerumunan sesuai Surat Edaran Parisada dan MDA Bali.

Bagi Krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2 agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan Covid-19. Khususnya untuk usia lanjut, warga yang punya penyakit bawaan (komorbid), ibu hamil, dan difabel.

Baca Juga  Update Covid-19 di Bali (9/7), Kasus Baru Naik 674 Orang, Sembuh 320 Orang

Bagi Krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti tracing yang dilaksanakan oleh aparat TNI dan Polri, selanjutnya melaksanakan testing.

Bagi Krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing swab berbasis PCR. Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar tidak menular kepada keluarga. Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke Rumah Sakit Rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri.

‘’Kami perlu menyampaikan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing swab PCR dan masuk ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah sehingga sangat membahayakan nyawanya, bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di Rumah Sakit,’’ ucap Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng seraya mengimbau kepada Krama Bali agar selalu ngrastiti bhakti, memohon kerahayuan dan pandemi Covid-19 segera berakhir.

Gubernur juga menyampaikan, daya tarik wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif Antigen H-1 dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi suntik ke-2, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi suntik ke-1. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga  Kasus Aktif Turun di Bawah Seribu, Pasien Sembuh Bertambah 95 Orang

Kepada Walikota/Bupati, Camat, Kepala Desa/Lurah, dan Bandesa Adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat, Gubernur meminta agar terus bekerja keras, tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19.

‘’Marilah kita terus memanjatkan doa dengan keyakinan masing-masing memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar alam Bali beserta isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,’’ ucap Gubernur. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de

NEWS

Kadis Kesehatan Bali dr. Suarjaya: TBC Mudah dan Dapat Disembuhkan

Published

on

By

de
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menyampaikan dengan pengobatan tepat dan waktu yang tepat, sebenarnya penderita TBC mudah dan dapat disembuhkan. ‘’Seringkali kasus penderita TBC yang tidak sembuh karena drop out minum obat,’’ terang Suarjaya usai membuka Konferensi Wilayah X PPTI Bali yang digelar di ruang Rapat Gosana III Gedung DPRD Badung, Jumat (3/12).

Lebih lanjut, Suarjaya menegaskan, memang disadari pengobatan terhadap penderita TBC jangka waktunya cukup lama dan obatnya juga cukup banyak. Hal ini kadang-kadang menimbulkan ketidakdisiplinan. Karena efeknya agak lambat, minum obat lama menyebabkan penderita itu drop out. Maka itu, di sinilah pengobatan penderita TBC membutuhkan pengawas minum obat.

Dikatakan, selama ini Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) berperan sangat aktif dalam upaya mulai dari pencegahan, penanggulangan TBC kemudian juga dalam upaya pelayanan pengobatan membantu masyarakat dalam pengawasan minum obat. ‘’Selama ini kami rasakan PPTI Wilayah Bali termasuk sangat aktif di Bali,’’ ujarnya. Hal ini karena memang baik PPTI provinsi dan kabupaten kota didukung tenaga yang memang walaupun sebagai relawan tetapi juga memiliki komitmen yang baik untuk penanggulangan TBC.

Advertisements
de

Suarjaya memaparkan penemuan kasus TBC sejak pandemi Covid-19 di Bali agak menurun, juga terjadi di Indonesia. Dan angka penemuan kasus TBC di Bali belum mencapai yang ditargetkan 44 persen, dimana baru mencapai 34 persen dalam penemuan kasus dari target yang diharapkan.

Sedangkan angka kesembuhan sangat baik, dimana penderita TBC di Bali sudah mencapai 90 persen. Artinya 90 persen orang yang terdeteksi menderita TBC diobati sudah sembuh. Hanya kita melihat ada 10 persen yang belum sembuh sehingga ini berpotensi bisa menjadi resisten dan meninggal. Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Kasus resistensi obat pada TBC berdampak pada meningkatnya gejala yang lebih berat dan bahkan meningkatnya angka kematian. ‘’Ada datanya setiap kabupaten beda-beda, tetapi yang saya lihat penemuan tertinggi ada di Buleleng dan di Denpasar,’’ paparnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Bali (25/7), Pasien Sembuh Naik 697 Orang, Kasus Positif Mulai Turun di Angka 990 Orang
Kadis Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta menyampaikan dalam penanggulangan TBC perlu ada upaya-upaya lokus yang lebih intensif. Dengan adanya transformasi kesehatan di Badung termasuk salah satu lokus untuk ujicoba transformasi layanan terintegrasi antara puskesmas dan FKTP swasta dalam hal penanganan, penanggulangan TBC, maternal dan penyakit tidak menular. ‘’Artinya sekarang ini di swasta penemuan tak sampai ke catatan kita, dengan terintegrasinya kita harapkan pencapaian kita bisa lebih meningkat dengan melibatkan teman-teman di praktek swasta,’’ ujarnya.

Ditegaskan, jika memang di dokter umum tak bisa melakukan pendiagnosaan seperti cek dahak, segera dirujuk ke puskesmas agar bisa didiagnosa secara lengkap. Ini sedang dilakukan di dua tempat di Puskesmas Mengwi 1 dan Abiansemal 1. Sampai akhir Desember dievaluasi. ‘’Kalau ini berhasil meningkatkan cakupan pencapaian dalam penanganan TBC, maka semua puskesmas akan diterapkan seperti itu. Jadi akan diterapkan kolaborasi, integrasi antara puskesmas dan FKTP swasta yang ada di wilayah kerjanya,’’ papar Gunarta. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

NEWS

Erupsi Gunung Semeru, Kepala BNPB Letjen Suharyanto Menuju Kabupaten Lumajang

Published

on

By

de
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Pagi ini Minggu 5 Desember 2021, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Surabaya untuk mengecek langsung penanganan dampak erupsi Gunung Semeru.

“Bapak Kepala akan tiba di Surabaya pukul 08.00 pagi dan selanjutnya menggunakan jalur darat menuju Kabupaten Lumajang Jawa Timur,” demikian disampaikan Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB kepada wartawan sebelum naik pesawat di Bandara Soetta Cengkareng Jakarta.

Letjen Suharyanto yang hingga kini masih menjabat Pangdam Brawijaya Jawa Timur semalam sudah memerintahkan Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat dan Kedeputian Logistik/Peralatan BNPB untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat terdampak.

Advertisements
de

“Sejak tadi malam Bapak Kepala BNPB terus melakukan koordinasi dengan TNI Polri serta pemerintah daerah guna memastikan dukungan bantuan segera tiba dalam waktu sesingkat-singkatnya. Juga memastikan penanganan pengungsi berjalan dengan baik,” tambah Egy Massadiah.

Sebagaimana diketahui Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Baca Juga  Update Covid-19 di Bali (25/7), Pasien Sembuh Naik 697 Orang, Kasus Positif Mulai Turun di Angka 990 Orang
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ops Yustisi Prokes Polsek Dentim Sampaikan Imbauan dan Bagikan Masker

Published

on

By

de
Personel Polsek Dentim bagi-bagi masker. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur secara rutin menggelar yustisi dalam penegakan dan ketaatan protokol kesehatan di wilayahnya sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 63 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 2 Corona Virus Disease di Wilayah Jawa dan Bali dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 18 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM level 2.

Seperti kegiatan Sabtu pagi 4  November  2021 sekitar pukul 09.00 Wita, Polsek Dentim menggelar yustisi di seputaran Jalan By Pas IB Mantra Dentim dengan kekuatan 10 personil gabungan dipimpin Pawas Polsek Dentim Iptu I Wayan Merta Adi, S.H.

Dalam giat ini, personel menyampaikan imbauan dan pembagian masker kepada warga. Sasaran kegiatan ini dimana sebagian masyarakat yang melakukan aktivitas pagi di sepanjang jalan By Pass IB Mantra seperti pedagang pasar, buruh pasir dan warga yang melintas.

Advertisements
de

Polri dalam hal ini terus membantu pemerintah dalam meningkatnya kesadaran masyarakat terkait ketaatan protokol kesehatan guna memutus dan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Dalam yustisi pagi ini kami memberikan 1 kali teguran kepada warga yang tanpa masker kemudian kami berikan masker secara gratis, selanjutnya memberikan 5 kali imbauan kepada warga,” Kata Pawas I Wayan Merta Adi. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Baca Juga  Update Covid-19 di Bali (1/8), Pasien Sembuh Bertambah 839 Orang, Meninggal 33 Orang
Lanjutkan Membaca