Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pasikian Yowana Desa Adat dan Seniman Berterima Kasih kepada Gubernur Koster telah Dukung ”Nyomya Ogoh-Ogoh” di ”Wewidangan” Banjar

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster saat berfoto bersama dengan para Yowana/Generasi Muda untuk melaksanakan Nyomya Ogoh-Ogoh di wewidangan Banjar pada malam pengrupukan yang jatuh pada, Selasa (Anggara Umanis, Wayang), 1 Maret 2022, (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan kesempatan para Yowana/Generasi Muda untuk melaksanakan Nyomya Ogoh-Ogoh di wewidangan Banjar pada malam pengrupukan yang jatuh pada, Selasa (Anggara Umanis, Wayang), 1 Maret 2022, dalam rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 yang jatuh pada, Rabu (Buda Paing, Wayang), 2 Maret 2022.

Gubernur Bali memberikan dukungan ini secara langsung kepada Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali dan seniman pada, Rabu (Buda Pon, Bala), 16 Februari 2022 di Jayasabha, Denpasar didampingi Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, I Gst Agung Kt Kartika Jaya Saputra.

Gubernur Bali sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Bendesa Agung dan Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, “Saya sebagai Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali menyetujui keinginan yang disampaikan melalui aspirasi para Yowana MDA Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Bali. Kepada para Yowana yang sudah membuat Ogoh-Ogoh, Saya minta teruskan dibuat sampai selesai, sampai tuntas, jangan berhenti sebelum tanggal 2 Maret 2022,” jelas Wayan Koster yang disambut tepuk tangan.

Para Yowana/Generasi Muda seluruh Bali tidak perlu ragu-ragu lagi. Jadi Nyomya Ogoh-Ogoh bisa dilaksanakan di wewidangan Banjar dengan maksimum 25 Yowana, Ogoh-Ogoh ramah lingkungan (tanpa bahan plastik dan styrofoam), dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19 yakni pakai masker, sudah divaksin 2 kali, menyediakan hand sanitizer, dan mengikuti Swab Antigen yang difasilitasi secara gratis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Gubernur Wayan Koster sangat menghargai dan mengapresiasi hasil karya seni, inovatif, kreatif dari para Yowana/Generasi Muda kita sebagai bagian dalam membangun karakter dan jiwa seni serta budaya dalam produk Ogoh-Ogoh yang diciptakan.

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau Progress Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem

Oleh karena itu, seperti pada Tahun 2021, pada Tahun 2022 ini akan melakukan penilaian terhadap karya Ogoh-Ogoh dan hasil dari penilaian ini akan dijadikan dasar untuk memberikan hadiah, yaitu hasil karya terbaik untuk 3 Ogoh-Ogoh di masing-masing kecamatan, kemudian diberikan hadiah untuk Peringkat I, II, dan III di semua Kabupaten/Kota se-Bali.

Untuk di tingkat kecamatan, 3 karya Ogoh-Ogoh terbaik akan diberikan hadiah masing-masing Rp 5 juta. Kemudian Kabupaten/Kota, untuk Peringkat I diberi hadiah Rp 50 juta, Peringkat II diberi hadiah Rp 35 juta, dan Peringkat III diberi hadiah Rp 25 juta, di semua Kabupaten/Kota se-Bali. Sehingga total hadiah menjadi hampir sebesar Rp 1,9 Milyar. “Ini akan diproses oleh Tim Penilai yang turun ke masing-masing Banjar untuk menilai karya Ogoh-Ogohnya. Yang dinilai ini bukan perlombaannya, tapi karya dari Ogoh-Ogohnya dengan berdasarkan kreasi dan inovasi,’’ ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pasikian Yowana MDA Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali dan para seniman dalam aspirasinya yang dibacakan oleh Dewa Ardita menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah mendukung kegiatan Nyomya Ogoh-Ogoh. “Tujuan dilaksanakannya Nyomya Ogoh-Ogoh untuk : 1) Menetralisir, membersihkan hal-hal dari pengaruh negatif agar menjadi positif, demi terwjudnya ketentraman Bhuana Alit dan Bhuana Agung; 2) Menciptakan jiwa seni dan budaya dikalangan Yowana sesuai dengan semangat Trisakti Bung Karno, yakni Berkepribadian dalam Kebudayaan; 3) Mengcounter oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab yang dimanfaatkan oleh orang yang bekepentingan dengan memanfaatkan isu ditiadakannya Ogoh-Ogoh untuk kepentingan Politik Pemilu 2024.

Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali menyatakan rasa kangen dengan Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang memiliki jiwa seni dan budaya untuk hadir kembali di tengah-tengah Yowana memberikan support kepada Yowana sedang membuat Ogoh-Ogoh sebagai bentuk ekspresi seni yang luar biasa dan tidak ada yang menyainginya di Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Pelaksanaan Upacara ''Pemlaspasan'' Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida

Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali menyadari, Bapak Gubernur Bali sangat teliti dan berhati-hati di dalam mengambil keputusan, apalagi perkembangan keputusan di Pemerintah Pusat sangat dinamis dari segi waktu dan isi keputusannya di dalam menangani pandemi Covid-19.

Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali sangat menyadari dan memahami, pasca adanya Pandemi Covid-19 yang telah berjalan 2 tahun ini, tidak seorang pun maupun pemimpin di dunia berhasil menangani bencana alam ini. Sehingga pandemi ini menyebabkan adanya banyak perubahan kehidupan sosial. Dampak negatif secara khusus juga Kami cermati mulai timbul di permukaan, karena hal ini disebabkan oleh adanya oknum yang tidak bertanggungjawab melemparkan, memplintir segala informasi menjadi hoax dan menyebabkan degradasi moral dalam bertutur kata seperti yang terjadi di media sosial (facebook, instagram, dll sebagainya).

Atas dukungan penuh yang diberikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster terhadap dilaksanakannya Nyomya Ogoh-Ogoh, maka ini adalah momentum baik, untuk mengembalikan kembali semangat Yowana dalam berkesenian dengan Prokes Covid-19 yang ketat. Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali juga menilai ini adalah momentum yang sangat tepat untuk mendukung penuh kepemimpinan Gubernur Koster dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali; Momentum untuk mengharmoniskan kembali hubungan yang dulu sangat baik, bersatu, tanpa ujaran kebencian di media sosial untuk bersama-sama mendukung Gubernur Koster yang telah bekerja tanpa mengenal waktu libur; dan Momentum untuk menjaga taksu Bali dimata dunia, sekaligus menjadi komitmen nyata kami sebagai Yowana untuk menjalankan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 dengan penuh suka cita; Komitmen nyata mendukung Bapak Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Bali, Wayan  Koster mensukseskan Bali sebagai Tuan Rumah KTT G20; Komitmen nyata untuk hidup rukun di setiap Perayaan Hari Besar Keagamaan di Tahun 2022, dan Komitmen nyata untuk mensukseskan Pemilu 2024 yang berlangsung Pada 14 Februari 2024 dengan penuh kedamaian.

Baca Juga  Gubernur Koster: Bali Deportasi 129 Wisatawan Sepanjang Januari-Mei 2023

Di akhir pertemuannya, Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali menyatakan sangat tresna, hormat dan bangga di kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster yang serius mengurusi Pulau Bali ini secara skala dan niskala. “Hal itu terbukti dengan adanya Perda, Pergub yang pro terhadap masyarakat, alam, hingga budaya Bali. Kemudian adanya pembangunan infrastruktur di Kawasan Suci Besakih, Pusat Kebudayaan Bali, Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan, Shorcut Singaraja-Mengwitani, Bendungan Sidan, Bendungan Tamblang, Pembangunan Pasar Rakyat, Gedung MDA Kabupaten/Kota se-Bali, Bangunan Sekolah SMA/SMK Baru hingga dalam sejarah Bali tercipta Pembangunan dan Penguatan Desa Adat di Bali,” pungkas Dewa Ardita. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Bank Indonesia dan BMPD Gotong-royong Tangani Covid-19 di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Perkuat Kerja Sama Indonesia dan Rusia, Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Bank Indonesia dan BMPD Gotong-royong Tangani Covid-19 di Bali

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca