Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Peduli Jurnalis Terdampak Covid-19, JNE Denpasar Donasi Sembako

BALIILU Tayang

:

de
SERAHKAN SEMBAKO: Head of Branch JNE Denpasar Alit Septiniwati didampingi Deputi Branch Head I Made Wawan Kurinawan, Divisi Sales & Marketing Ayu Arista dan Gede Indra menyerahkan bantuan 36 paket sembako untuk awak media terdampak Covid-19 yang diterima Kordinator Jurnalis Independen Hidayat di Pojok Sudirman Denpasar Sabtu (13/6-2020).

Denpasar, baliilu.com -Sejak pertengahan April 2020 lalu perusahaan pengiriman ekspres dan logistik ternama, JNE makin gencar langkah dan aksi kemanusiaannya dalam memerangi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Sebelumnya diberitakan JNE Pusat telah menyerahkan donasi sebesar 1 miliar rupiah kepada Pemprov DKI Jakarta untuk membantu program-program penanganan wabah Covid-19 yang berdampak ke seluruh warga ibukota RI tersebut Jumat (24/4) lalu. Tak berselang lama dilanjutkan pula dengan berbagai gerakan kesetiakawanan sosial lainnya oleh perwakilan JNE yang tersebar di seluruh Indonesia.

Head of Branch JNE Denpasar Alit Septiniwati menegaskan JNE Denpasar sendiri telah mendonasikan 800 paket sembako yang didistribusikan ke seluruh Bali di antaranya banjar-banjar sekitar kantor pusat dan cabang JNE, mushola, desa-desa adat dan kelurahan di kabupaten/kota se-Bali.

Kali ini JNE Denpasar yang berkantor pusat di Jl. Kanda No. 1 Sanur, Denpasar Selatan menyerahkan 32 paket sembako kepada rekan-rekan jurnalis yang juga sebagai profesi terdampak secara ekonomi di tengah pandemi.

“Selama ini teman-teman jurnalis sangat aktif dan intens memburu berita di tengah wabah untuk dipublikasikan kepada masyarakat. Ada beberapa dari mereka saya dengar kena PHK, ada yang digaji setengah dan sebagian mungkin juga mengalami kesulitan dalam mengakses kebutuhan sehari-hari. Untuk itu kami dari JNE berinisiatif memberikan sedikit sembako dan jangan dilihat dari sisi nilainya. Semoga bermanfaat dan diterima dengan baik oleh para awak media yang juga partner kerja kami di tengah pandemi Covid-19,” ucap Head of Branch JNE Denpasar Alit Septiniwati didampingi Deputi Branch Head I Made Wawan Kurniawan, Divisi Sales & Marketing JNE Denpasar Ayu Arista dan Gede Indra di Pojok Sudirman, Denpasar Sabtu (13/6-2020).

Baca Juga  Cegah Klaster Pasar, Pengelola Pasar di Denpasar Ramai-ramai Pasang Pembatas Plastik

Alit Septiniwati beserta jajaran Kantor Cabang JNE Denpasar disambut hangat oleh Koordinator Jurnalis Independen Hidayat bersama puluhan jurnalis media cetak dan media berita online yang tergabung di dalamnya. Lebih lanjut Alit Septiniwati menyerahkan donasi 32 paket sembako yang berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 10 biji telor, 10 biji mie instan, 1 kg gula pasir, 1 kotak teh dan alat pelindung diri (APD) berupa masker tersebut yang diterima secara simbolis oleh Hidayat disusul awak media lainnya.

Pria berkacamata yang juga jurnalis kawakan metrobali.com ini mewakili seluruh media yang hadir menyampaikan rasa salut dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian JNE dan mengapresiasi langkah-langkah nyata untuk memerangi Covid-19 dan mengurangi dampak lanjutannya. “JNE sudah saya kenal sejak 2013 lalu ketika saya mengirim paket dari Bali ke Jakarta. Menurut saya, JNE adalah perusahaan yang memiliki jiwa dan nilai sosial yang tinggi dan tak semata-mata mencari keuntungan di balik bisnis jasa pengiriman paket ekspres dan logistiknya yang sukses,” papar Hidayat.

Sementara itu para jurnalis menyampaikan perasaan salut dan memberi semangat dan kepada para ksatria dan srikandi JNE yang tetap menjalankan tugas pengiriman paket dan barang pelanggan walau dalam kondisi pandemi saat ini. Komunitas jurnalis yang hadir juga berpesan agar semua karyawan JNE yang masih harus bekerja untuk senantiasa menjaga stamina. “Mari kita sama-sama patuhi aturan-aturan protokol kesehatan dan petunjuk pemerintah dalam berinteraksi dengan para pelanggan, seperti jaga jarak dan selalu menggunakan masker dan sarung tangan,” saran IB. Alit jurnalis senior dari media baliekbis.com

Terakhir Alit Septiniwati, menambahkan rasa syukur bahwa jasa kurir termasuk bidang usaha yang didukung oleh pemerintah dan diperbolehkan untuk tetap aktif beroperasi selama masa pandemi. “Logistik berperan sangat penting sebagai salah satu penunjang perekonomian saat ini. Hal ini menjadi momentum bagi JNE untuk terus berkontribusi dalam memerangi pandemi Covid-19 dan membantu sesama. Semoga wabah ini segera berakhir. Kita sambut New Normal Life dengan semangat baru dan tatanan hidup baru yang stabil, lebih baik dan sukses ke depannya,” pungkas Alit Septiniwati sembari menutup acara penyerahan bantuan sosial dengan berfoto bersama komunitas jurnalis.

Baca Juga  Satgas Gotong-Royong Desa Adat Bias Kusamba Terus Beraksi, Cegah Covid-19 dari Bawah

Sebagai catatan hingga saat ini, lebih dari 20 juta APD telah JNE kirimkan ke berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia. Total tersebut adalah hasil pelaksanaan program bantuan yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Begitu pula program Diskon Ongkir yang JNE jalankan untuk memudahkan masyarakat dalam mengirimkan APD sebagai kebutuhan yang penting sejak virus Corona mewabah pada bulan Maret lalu.

JNE dengan visi menjadi perusahaan rantai pasok global terdepan di dunia ini telah merambah di seluruh pelosok Nusantara. Untuk di Bali sendiri JNE berkantor pusat di Jl. Kanda No. 1 Sanur, Denpasar Selatan dengan kantor cabang di 9 kabupaten/kota se-Bali dan 121 gerai Sales Counter. Dengan misi untuk memberi pengalaman terbaik kepada pelanggan secara konsisten, layanan yang disuguhkan JNE di antaranya, JNE Express, Diplomat, Super Speed (SS), YES (Yakin Esok Sampai), REG (Reguler), OKE (Ongkos Kirim Ekonomis), JNE Loyalty Card (JLC), JESIKA, Money Remittance, JNE Pick Up Point (JNE PIPO).

Dalam masa pandemi ini JNE Denpasar juga memberikan kemudahan dalam hal layanan bagi masyarakat yang ingin mengirimkan barang melalui jasa ekspedisi JNE. Beberapa layanan tersebut di antaranya Service Free Pick Up bagi masyarakat yang sedang menjalani masa “di rumah aja”. Layanan terbaru yakni Belanja Online Bayar Pakai COD (Cash on Delivery) hingga Cashback 60% dari Shopee Pay bagi anda yang gemar berbelanja di Marketplace Shopee. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi website JNE Express di: www.jne.co.id dan instagram: @jne.denpasar. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Investment Forum 2026 Hadirkan 22 Proyek Strategis Bali-Nusra kepada 35 Investor

Published

on

By

kinerja investasi bali
BJIF: Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat sebesar Rp 42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.

Di balik capaian tersebut, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan bahwa Bali Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek potensial yang ready to offer (IPRO) dari Bali-Nusra yang mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya. Menurut Achris, pendekatan kawasan Bali-Nusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.

Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri dari showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusa Tenggara sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project owner dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.

Baca Juga  Walikota, Wakil Walikota dan Sekkot Denpasar Ikuti Verifikasi Sensus Penduduk 2020

Di hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara menyebutkan bahwa Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang sangat terbuka bagi investor. Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagi destinasi yang telah dikenal secara global. Sukra turut mengajak investor domestik dan global yang hadir untuk berinvestasi di Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment Forum 2026 dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.

Berbagai proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan presentasi Bali Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026. Pendalaman lebih lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business meeting antara project owner dan calon investor, dimana sesi one on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai negara, termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari berbagai negara sahabat.

Program ini merupakan wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi potensial dari Bali, NTB, dan NTT. Beberapa proyek tersebut diantaranya KEK Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek pengadaan electric vehicle yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan oleh PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir. Melalui publikasi Katalog Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan informasi dan promosi proyek investasi strategis kepada investor potensial yang selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan realisasi investasi.

Baca Juga  Rakor dengan Gugus Tugas Nasional, Gubernur Koster: Hasil Swab Warga Abuan 275 Negatif, Nunggu Hasil Swab 139 Orang Lagi

Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah gejolak geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy). Dengan outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing daerah Bali yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi di Bali.

Melalui Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah, mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Baca Juga  Kota Denpasar Wakili Indonesia dalam Konferensi ICMA, Rai Mantra Paparkan Inovasi dan Teknologi Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Baca Juga  Sanksi Tidak Bermasker Diberlakukan, Satgas Desa Adat Bedulu Pantau Resepsi Pernikahan

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca