Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1946 di Badung

OPD Sebagai Leading Sektor Atensi Pelaksanaannya Berjalan Khusyuk, Aman dan Lancar

Loading

BALIILU Tayang

:

nyepi
SOSIALISASI PERAYAAN NYEPI: Dari kiri ke kanan Kadis Kominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P, Kadis Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha, Kaban Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi, dan Kadis Perhubungan Drs. AAN Rai Yuda D, MAP saat menyosialisasikan pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi, yang berlangsung di ruang rapat lantai III Gedung Kominfo Badung pada Rabu (6/3/2024). (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung sesuai direktif Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, bahwa pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 di Badung akan diawali upacara melasti ke pantai, upacara Tawur Kesanga/Ngrupuk, juga akan dilaksanakan pawai ogoh-ogoh di setiap desa di wilayah Kabupaten Badung, dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian dan Ngembak Geni.

Terkait pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi tersebut, Dinas Kebudayaan sebagai leading sektor, bersama Dinas Perhubungan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung yang difasilitasi Dinas Kominfo Kabupaten Badung menyosialisasikan pelaksanaannya agar berjalan khusyuk, aman dan lancar. Acara sosialisasi berlangsung di ruang rapat lantai III Gedung Kominfo Badung pada Rabu (6/3/2024).

Kadis Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha mengatakan, sesuai perintah Bupati Badung terkait pelaksanaan melasti di masing-masing desa merupakan tanggung jawab bersama khususnya para bendesa/ lurah dan camat serta dinas terkait seperti Dinas Perhubungan untuk pengamanan rute melasti agar selalu berkoordinasi kepada pihak terkait dalam hal ini Polresta Denpasar dan Polres Badung. Sehingga kerja sama yang baik dalam melakukan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan kesakralan dari melasti dapat berjalan dengan khusyuk, aman dan lancar. ‘’Kegiatan mekiis, melis, melasti atau mekekobok di Kabupaten Badung biasanya dilaksanakan mulai dari hari Kamis-Sabtu tanggal 7-9 Maret 2024 sesuai dresta setempat yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh desa adat masing-masing,’’ ujar Sudarwitha.

NyepiKadis Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto: gs)

Sudarwitha menyampaikan pelaksanaan Tawur Agung Kasanga di Kabupaten Badung tahun ini akan dilaksanakan di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuana sebagai titik nol Kabupaten Badung pada Minggu, 10 Maret 2024. Ia mengharapkan perwakilan dari masing-masing kecamatan agar hadir ke Pura Lingga Bhuana pukul 11.00 Wita dengan membawa sujang dan daksina pejati untuk nunas tirta dan nasi tawur.

Setelah kegiatan Tawur Agung Kasanga di Jaba Pura Lingga Buwana, akan diikuti pelaksanaan Tawur Agung Kasanga di masing-masing kecamatan pada pukul 13.00 Wita dengan upakara caru panca sanak atau berdasarkan kemampuan sesuai iksa, sakti, desa, kala, tatwa. Di tingkat desa pada pukul 16.00 Wita dan pada tingkat banjar pada saat sandikala.

Terkait kegiatan pawai ogoh-ogoh dilaksanakan pada malam pengerupukan Minggu, 10 Maret 2024. Pawai ogoh-ogoh di Badung dikemas dalam bentuk lomba untuk para yowana se-Kabupaten Badung dimana penilaian sampai saat ini masih berlangsung yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kebudayaan dan pengumuman pemenang pada 15 Maret 2024.

Baca Juga  100 Hari kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta

Untuk kelancaran dan keamanan pawai ogoh-ogoh diimbau dilaksanakan di lapangan desa, depan wantilan atau menggunakan sarana dan prasarana adat lainnya. Kegiatan parade ogoh-ogoh dapat menampilkan fragmentari dengan iringan tabuh baleganjur. Apabila menggunakan jalan protokol utama agar dikoordinir oleh bandesa adat dan perbekel /camat/lurah kepada pihak terkait dan harus disiapkan alternatif pengalihan arus lalulintas dengan maksimal pelaksanaan pawai ogoh-ogoh sampai dengan pukul 22.00 Wita. ‘’Apabila lebih maka akan menjadi acuan dalam mendiskualifikasi dari penilaian tingkat kabupaten,’’ tegas Sudarwitha.

Sedangkan Nyepi Sipeng dilaksanakan pada Senin, 11 Maret 2024 selama sehari penuh (24) jam dari pukul 06.00 Wita sampai dengan hari Selasa 12 Maret 2024 pukul 06.00 dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian yakni amati gni atau tidak menyalakan api/lampu, amati karya atau tidak melakukan aktivitas fisik atau kerja, amati lelungan atau tidak bepergian, dan amati lelanguan atau tidak melakukan hiburan.

‘’Pelaksanaan Nyepi di wilayah Badung dikecualikan apabila ada situasi kegawatdaruratan dan alasan kemanusiaan, agar dikoordinasikan kepada petugas dan aparat berwenang. Sedangkan para pengusaha hotel dan tempat hiburan, masyarakat pendatang dan wisatawan agar dapat mematuhi pelaksanaan Nyepi dan kepada masyarakat agar mematuhi pelaksanaan catur brata penyepian di rumah masing-masing, tidak berkeliaran kecuali aparat terkait dan tidak melakukan hal-hal yang nantinya membuat pelaksanaan nyepi menjadi tidak khusyuk,’’ ujarnya.

Bila umat Hindu di Bali ada yang melaksanakan upacara piodalan di merajan, sanggah atau pura tertentu maka dilaksanakan menggunakan tingkat terkecil, meminimal menggunakan api atau dupa dan tidak menggunakan tetangguran atau gong dan dilaksanakan sedini mungkin dipimpin oleh pemangku bersangkutan dan upacara harus selesai saat galang kangin atau pukul 06.00 Wita pada 11 Maret 2024.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata: Semua Fraksi Apresiasi Kinerja Pemkab Badung

‘’Terkait pelaksanaan bulan puasa yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, diminta kepada saudara-saudara non-Muslim untuk melaksanakan peribadatan di rumah masing-masing,’’ ujar Sudarwitha seraya menegaskan pelaksanaan Ngembak Geni pada 12 Maret 2024 diimbau kepada para pelaku usaha dan pasar untuk membuka usahanya mulai pukul 08.00 Wita. Para pihak menagemen hotel restoran dan café agar mengatur jadwal pegawai agar tidak mengganggu pelaksanaan rentetan Nyepi Caka 1946.

kadis perhubungan

Kadis Perhubungan Badung Drs. AAN Rai Yuda D, MAP. (Foto: gs)

Sementara itu, Kadis Perhubungan Drs. AAN Rai Yuda D, MAP mengatakan pihaknya akan mengantisipasi sesuai pemetaan terhadap zone dan simpul pertemuan peserta melasti di simpang perempatan atau pertigaan sesuai dresta masing-masing. Baik di Badung Utara dan Badung Selatan. Untuk Badung Utara pengaturannya lebih ringan mengingat sebagian besar masyarakat melasti menggunakan moda transportasi yang berangkat pagi-pagi. Namun pihaknya tetap menempatkan petugas di masing-masing simpang untuk pemantauan, penjagaan dan pengaturan lalulintas.

Sedangkan di Badung Selatan terutama di wilayah Kerobokan dresta melasti-nya berjalan kaki yang mulai berangkat ke segara sekitar pukul 09.00 Wita. Keberangkatan melasti ini diantisipasi dengan penempatan personil di masing-masing simpang berkolaborasi dengan pihak Pecalang, Kepolisian dan Satpol PP agar tidak terjadi stag terhadap pengguna jalan. ‘’Semua kita hormati baik dresta pelaksanaan hari suci dan pengguna jalan yang diberi kesempatan menggunakan jalan pada hari itu,’’ ucap Rai Yuda.

Rai Yuda menegaskan pihaknya tidak mungkin melaksanakan pengalihan lalulintas mengingat perjalanan melasti estafet. Terlebih lagi pengertian umat yang melasti dan pengguna jalan dari tahun ke tahun sudah ada toleransi. Bahkan ini sebagai bentuk dari atraksi pariwisata di jalan. Tak semata-mata yang terkena kemacetan mengeluh tetapi justru mendapatkan dan bisa melihat inilah Bali pada saat menyambut Tahun Baru Caka. ‘‘Itu merupakan bagian daripada kegiatan agama yang menjadi atraksi wisata dan daya tarik akan bertambah. Tetapi untuk di wilayah Badung Selatan kami akan atensi penuh agar tidak terjadi kemacetan yang tidak bergerak yang simpulnya di simpang-simpang perempatan dan pertigaan,‘‘ ujarnya menegaskan.

Baca Juga  Pemkab Badung dan Kejari Badung Tingkatkan Kapasitas dan Sinergitas Fungsi Pemerintahan

Untuk itu, Alit Yuda mengimbau kepada masyarakat pelaku perjalanan mohon dihindari simpang Gunung Sanghyang, simpang Semer dan simpang Petitenget. Apabila ada yang melakukan perjalanan ke Petitenget – Batubelig, menuju Berawa dan Canggu agar melaksanakan perjalanan lebih awal. Akan lebih baik hindari simpang-simpang tersebut dengan mencari jalan alternatif lewat Mahendradata dan Gatot Subroto.

Sementara Kaban Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi menyampaikan sesuai hasil rapat koordinasi instansi terkait dengan Polres Badung bahwa sesuai perhitungan perayaan taraweh pertama bertepatan dengan Hari Suci Nyepi ada penyepakatan-penyepakatan perayaan taraweh disesuaikan dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi yakni disepakati soundsystem lebih banyak ke dalam.

Dikatakan juga bahwa pos-pos pelayanan terpadu yang ditunjuk oleh Polres Badung akan diisi oleh instansi teknis baik dari Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kebarakan dan Satpol PP.

‘‘Harapan kami karya Pemilu yang sudah sangat bagus, begitu juga proses yadnya dan bakti kita yang berhimpitan dengan pelaksanaan sholat tawareh pertama bisa berjalan khusyuk, aman dan lancar,‘‘ tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Menkeu: Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Ekonomi Berkelanjutan

Published

on

By

Menkeu Purbaya
RAPAT: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas generasi. Melalui Asta Cita, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01).

Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sementara itu, di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Menkeu.

Untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Pembukaan Pesta Kesenian Bali XLVI 2024

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan OIKN, Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

Published

on

By

pembangunan ikn
BERI KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya di IKN pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat.

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.

Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.

Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.

“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pj. Sekda Surya Suamba Dampingi Kunjungan Kerja Wamen Pertanian RI

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-bersih dan Bangun Kepercayaan Publik

Published

on

By

OTT pegawai Pajak
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tekanan penerimaan negara yang belum mencapai target (shortfall) dan defisit APBN yang mendekati 3 persen, kasus ini memantik kekhawatiran baru mengenai integritas institusi perpajakan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak justru berpendapat bahwa momentum ini justru harus dipahami sebagai bukti bahwa mekanisme pengawasan negara bekerja dan keberanian penegak hukum tidak pernah surut.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi dari keseluruhan institusi perpajakan. Justru saat kondisi fiskal sedang menantang, bersih-bersih harus lebih keras dilakukan. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurut Amin, respons cepat Kementerian Keuangan dan DJP yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK adalah langkah penting untuk menjaga marwah reformasi perpajakan. Ia menegaskan bahwa publik perlu melihat bahwa negara tidak memberi ruang kompromi terhadap penyimpangan, sekecil apa pun.

Penindakan terbuka seperti ini memperlihatkan bahwa sistem check and balance mulai menghasilkan dampak: digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko mulai menutup ruang abu-abu dalam relasi antara auditor, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, tapi syarat. Membersihkan oknum justru menguatkan pondasi negara,” tambah Politisi Fraksi PKS itu.

Ia menilai pembenahan harus dilakukan lebih pada tiga sisi, yaitu perbaikan sistem pemeriksaan pajak, reformasi SDM, dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak. Amin menegaskan perlunya digitalisasi pemeriksaan dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus terlacak secara otomatis, meminimalkan ruang negosiasi yang dapat disalahgunakan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Buka Pandawa Festival XIV Desa Kutuh

Dari sisi SDM, rotasi cepat, promosi berbasis integritas, serta lifestyle check digital wajib diperkuat. Sementara itu, peran konsultan pajak harus dikembalikan kepada fungsi profesionalnya yang berperan sebagai penasihat kepatuhan, bukan broker akses dan celah penyimpangan.

“Harus dipastikan reformasi perpajakan tidak berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Dengan langkah tegas, pengawasan konsisten, dan reformasi berkelanjutan, Amin yakin setiap rupiah pajak dapat kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca