Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pelantikan dan Peresmian Anggota Muda LPM Suara Satwa FKH Unud

BALIILU Tayang

:

pelantikan
Pelantikan dan peresmian Anggota Muda LPM Suara Satwa FKH Unud di Bedugul Tabanan ditutup sesi foto bersama. (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Lembaga Pers Mahasiswa Suara Satwa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana mengadakan acara Tukar Pena 2022 yang membawakan tema “Veterinarian Role in Digital Journalism”. Tukar Pena atau Studi Karya dan Perekrutan Anggota sendiri bertujuan untuk melakukan perekrutan para anggota baru LPM Suara Satwa  sebagai bentuk meneruskan upaya demokrasi di lingkungan kampus melalui jurnalistik.

Pada Tukar Pena ini, mahasiswa yang baru bergabung dengan LPM Suara Satwa akan diperkenalkan mengenai LPM Suara Satwa dan jurnalistik secara lebih luas. Pelaksanaan kegiatan Tukar Pena meliputi beberapa rangkaian kegiatan, yakni pendaftaran senat mahasiswa LPM Suara Satwa, upgrading Tukar Pena, seleksi calon anggota yang meliputi penugasan dan wawancara, serta hari puncak Studi Karya dan Perekrutan Anggota (Tukar Pena). Hari puncak Tukar Pena ini dilaksanakan selama dua hari yakni dari hari Sabtu, 24 September 2022 hingga Minggu, 25 September 2022 Agro Puncak Bedugul, Tabanan, Bali. Anggota muda LPM Suara Satwa yang diterima berjumlah sebanyak 22 orang. 

 Hari pertama, para peserta diminta untuk berkumpul terlebih dahulu di kampus pada pukul 07.00 WITA. Peserta diminta untuk berkumpul per-gugus dan diberi tugas membuat yel-yel yang akan ditampilkan selama acara berlangsung. Tidak lama setelah itu, peserta diminta untuk menaiki bus secara bertahap per-gugusnya. Peserta berangkat menuju lokasi menggunakan bus sampai sekitar pukul 10.00 WITA, mereka pun tiba di sana. Lalu peserta diberikan waktu untuk berkumpul setiap gugusnya untuk membahas mengenai yel-yel yang sudah ditugaskan. Sebelum itu, peserta diminta  untuk menyimpan berbagai barang keperluan selama menginap 2 hari 1 malam. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan di lapangan yang dihadiri oleh seluruh peserta, panitia dan juga pembina LPM Suara Satwa, Prof. Dr. drh. Iwan Harjono Utama, MS.

Kegiatan selanjutnya yaitu pembawaan materi oleh drh. A. Subur Tjahjono, dengan tema yang dibawakan yaitu “Jurnalis Veteriner yang Eksis, Adaptif, dan Berani Speak Up di Era Dunia.” Pembahasan dari materi yang dipaparkan yaitu mengenai betapa pentingnya seorang jurnalis untuk memberitakan hal benar mengenai hewan dan teknik-teknik dalam pembuatan berita seperti apa yang baik dan benar. Tidak lupa pada akhir dari penyampaian materi, dilakukan sesi diskusi. Sesi diskusi kali ini tampak cukup berbeda karena dok Subur membagikan buku novel terbitan dari kompas untuk para peserta. Karena hal itu, para peserta dengan semangat dan penuh antusias bertanya mengenai materi yang dibawakan dan mendapatkan buku bagi setiap peserta yang bertanya. Akhir dari kegiatan ini, dilakukan sesi dokumentasi di mana setiap penanya yang mendapatkan buku berfoto bersama dengan dok Subur. 

Baca Juga  Tanggap Rabies dan Kontrol Populasi, FKH Unud Gelar PKM di Desa Nyalian Banjarangkan

Sesi selanjutnya adalah sesi talkshow bersama Prof. Dr. drh. Iwan Harjono Utama, MS membahas mengenai menulis. Sebelum acara talkshow dilaksanakan, prof Iwan melakukan pemaparan materi mengenai bagaimana menulis dan isi tulisan yang baik, kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang berjalan dengan kondusif. 

Untuk mencairkan suasana yang telah terlihat sedikit mengantuk, maka dilanjutkan dengan acara ice breaking oleh Najwa dan Dion. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi ibadah dan makan siang bersama yang dilakukan dengan membuat lingkaran besar dan duduk berselingan antara peserta dan panitia. 

Acara yang cukup menegangkan yaitu dengan pemberitahuan divisi bagi setiap peserta. Sebelum diberitahukan pembagiannya, para koor dari setiap divisi diminta untuk naik panggung dan memperkenalkan diri sesuai dengan divisinya masing-masing. Hal yang menegangkan yaitu pemanggilan nama secara satu per satu. Namun ketika nama para peserta disebut bersamaan dengan hasil divisinya, terlihat wajah yang kaget dan senang. Setelah itu dilakukan sesi diskusi menurut divisinya masing-masing. Hal yang dilakukan dalam sesi ini yaitu anggota divisi lama dan anggota baru dapat berbagi mengenai tugas dan pekerjaan yang dilakukan setiap divisinya. Diskusi tiap divisi diakhiri dengan sesi foto bersama yang berlangsung seru dan meriah.

Setelah diskusi bersama divisi selesai, peserta dan panitia bermain games bersama di lapangan. Setiap gugus saling melawan satu sama lain untuk memenangkan pertandingan games tersebut. Tidak hanya itu, panitia sendiri mengikuti acara games tersebut untuk bersenang-senang dan membangun kebersamaan bersama dengan para peserta. 

Ketika malam tiba, kegiatan masih tetap berlangsung. Kegiatan pertama yaitu membuat surat secara anonim dengan tujuan bebas, serta malam puncak berupa pentas seni. Peserta sangat antusias menunggu kegiatan dilaksanakan di lapangan, berkumpul di sekeliling api unggun. Sayangnya api tidak dapat dinyalakan karena kayu bakar yang basah, sehingga kegiatan harus dilakukan di dalam ruangan aula. Hal ini tidak membuat kegiatan kalah seru, karena pembacaan surat dan pentas seni oleh setiap gugus yang sangat menarik dan penuh kejutan berhasil membuat semua peserta dan panitia terhibur. Tidak mau kalah, panitia juga menampilkan penampilan yang sangat memukau dan heboh. Kegiatan pentas seni ini dilaksanakan dengan meriah dan overpowered. Sungguh malam yang tidak dapat dilupakan. Setelah pukul 22.30 WITA, seluruh peserta dan panitia bersiap untuk istirahat dan tidur. 

Baca Juga  Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, FKH Unud Terima Kunjungan Panitia 72nd IVSA Symposium

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama oleh para peserta yang dipimpin oleh panitia. Usai membakar semangat dengan senam, peserta bersiap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yakni trekking Peserta berjalan menyusuri 6 pos yang telah disiapkan oleh panitia secara berkelompok. Pos yang pertama adalah pos baca puisi. Di sini peserta akan membaca teks yang akan diberikan panitia dengan nada puisi. Tiap anggota kelompok akan membaca satu bait kecuali satu orang yang melakukan gerakan. Kemudian pada pos kedua, peserta bermain tebak gaya di mana panitia memberikan sebuah kata, kemudian salah seorang anggota harus memperagakannya. dan peserta lain harus menebaknya dengan cepat dan benar. Menuju pos tiga, yaitu  “Bersatu Kita Teguh”.

Pada pos ini peserta dihimbau untuk membentuk lingkaran dengan jarak 2 meter. Lalu setiap peserta berputar di tempat sebanyak 10 putaran. Pada hitungan ke-10, peserta harus menyatukan tangan mereka ke tengah. Kemudian dengan teknis yang sama peserta harus menyatukan kaki mereka dan terakhir jari telunjuk. Trekking dilanjutkan ke pos yang keempat yakni pos “Mari Kita Pecahkan”. Di sini panitia akan memberikan teka-teki yg harus dipecahkan peserta. Panitia akan memberikan clue dan peserta harus bekerja sama untuk memecahkan pesan yang tersembunyi. Kemudian beralih ke pos lima yang bernama pos “Emergency Call”. Pertama, panitia memberikan arahan pada peserta untuk berjongkok, lalu panitia menyebut angka 1-5 secepatnya, dan menyebutkan perintah tambahan. Selanjutnya pada pos terakhir, mereka akan diajak berbincang-bincang oleh Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi, serta Badan Konsultan LPM Suara Satwa. 

 Setelah dilaksanakannya trekking, peserta diarahkan kembali ke aula untuk bersiap-siap dengan kegiatan selanjutnya yakni pelantikan anggota muda LPM Suara Satwa sebagai puncak kegiatan Tukar Pena tahun ini. Acara pelantikan ini dihadiri oleh para pembina LPM Suara Satwa beserta Badan Konsultan, Pemimpin Umum, dan Pemimpin Redaksi LPM Suara Satwa.  Dengan berpakaian dominan hitam, peserta berbaris sesuai divisi menunggu giliran nama mereka akan dipanggil. Peserta akan maju ke depan untuk mengucap sumpah akan selalu berkomitmen dan berkontribusi untuk LPM Suara Satwa. Usai pengucapan sumpah, acara pelantikan dilanjutkan dengan sambutan oleh Pemimpin Umum LPM SS, Rahma Annisa Prayoko. Dalam sambutannya ia mengucapkan selamat kepada seluruh anggota baru LPM Suara satwa atas bergabungnya mereka menjadi keluarga besar LPM SS. Ia juga mengatakan bahwa dari sini kita kan belajar bersama untuk membawa LPM SS menjadi lebih baik. Selanjutnya adalah sambutan dari Pemimpin Redaksi, Rindar Mentari Nusanti Putri, dilanjutkan dengan sambutan oleh pembina yang hadir, yaitu Prof. Dr. Drh. Iwan Harjono Utama, M.S., Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Dr. drh. I Wayan Batan, MS., serta Drh. Romy Muhammad Dary Mufa, S.KH., M.Si. Usainya kegiatan pelantikan ini menandakan berakhirnya pula kegiatan Tukar Pena 2022. Peserta diarahkan untuk melakukan bersih-bersih dan merapikan barang bawaan masing-masing sebelum bersama-sama berangkat untuk kembali ke kampus menggunakan bus.

Baca Juga  FKH Unud Kolaborasi dengan Yayasan Seva Bhuana Adakan Sterilisasi Massal Gratis

Secara keseluruhan kegiatan Tukar Pena telah berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi hal ini tidak berarti tidak ada hal yang akan menjadi bahan evaluasi. Sempat terjadi beberapa kali kemunduran jadwal kegiatan, dan terdapat beberapa agenda yang harus dialihkan dengan agenda lain. Terlepas dari itu kerja sama dari setiap panitia dan peserta membuat kegiatan Tukar Pena dapat terselesaikan dengan menyenangkan hingga akhir. Diharapkan  dengan direkrutnya anggota muda dapat menjadi langkah baru bagi LPM Suara Satwa untuk menjadi lebih baik. Selain itu, diharapkan kegiatan ini mampu memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar anggota LPM Suara Satwa FKH Unud. LPM Suara Satwa akan selalu menjadi rumah bagi anggota entah itu pertama, kedua ataupun seterusnya. LPM SS akan selalu siap merangkul anggotanya di mana pun dan kapan pun mereka berada. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1909-PELANTIKAN-DAN-PERESMIAN-ANGGOTA-MUDA-LPM-SUARA-SATWA-FAKULTAS-KEDOKTERAN-HEWAN-UNIVERSITAS-UDAYANA.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tri Suswanti Tito Karnavian Apresiasi Registrasi Posyandu di Bali

Dorong Kader PKK Berperan Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Loading

Published

on

By

Pembukaan Sosialisasi Registrasi Posyandu Bali
SOSIALISASI: Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, mengapresiasi capaian Provinsi Bali dalam pelaksanaan registrasi Posyandu yang dinilai lebih maju dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat dan TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Ny. Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa registrasi Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui registrasi, pemerintah dan Tim Pembina Posyandu dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kelembagaan, memetakan kebutuhan, serta menyusun program pembinaan dan pengembangan Posyandu secara lebih terarah.

Menurutnya, pelaksanaan registrasi Posyandu di Bali menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama Tim Pembina Posyandu dalam memperkuat tata kelola kelembagaan hingga ke tingkat desa. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mempercepat proses registrasi Posyandu di wilayah masing-masing.

“Saya yakin Bali ini jauh lebih maju karena secara luas yang meregistrasi ini baru Bali. Oleh sebab itu, ini salah satu penghargaan untuk Bali, kita melaksanakan kegiatan ini di sini,” ujar Ny. Tri Tito Karnavian.

Selain menyoroti penguatan kelembagaan Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian juga mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memberikan edukasi, mengenali persoalan di lingkungan sekitar, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Juga  Tanggap Rabies dan Kontrol Populasi, FKH Unud Gelar PKM di Desa Nyalian Banjarangkan

Ia menekankan bahwa kader PKK dan Posyandu perlu dibekali pengetahuan mengenai penanganan kasus kekerasan, baik fisik maupun verbal. Dengan pemahaman yang memadai, kader diharapkan tidak hanya berperan dalam upaya pencegahan, tetapi juga mampu memberikan dukungan awal dan membantu menghubungkan korban dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Karena kita adalah kader PKK dan kader Posyandu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, tentunya kita juga harus punya bekal bagaimana penanganan hal-hal tersebut bilamana terjadi di lingkungan kita,” tegasnya.

Ny. Tri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan PKK dan Posyandu agar mampu menjalankan peran secara optimal dalam mendukung berbagai program pemerintah. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta jajaran PKK dan Posyandu terus diperkuat sehingga pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh jajaran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu se-Bali untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman mengenai kesadaran hukum keluarga dan tata kelola kelembagaan Posyandu.

“Kami berterima kasih karena telah diberikan kesempatan oleh TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat sehingga TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali dapat menimba pengetahuan dalam kegiatan ini,” ujar Putri Koster.

Putri Koster juga mengajak seluruh pengurus dan kader PKK serta Posyandu yang mengikuti sosialisasi agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius sehingga materi yang diperoleh tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pembinaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, FKH Unud Terima Kunjungan Panitia 72nd IVSA Symposium

Menurut Putri Koster, pemahaman mengenai keluarga sadar hukum dan registrasi Posyandu merupakan dua hal penting yang perlu dikuasai oleh jajaran pengurus dan kader. Kesadaran hukum diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan perlindungan keluarga, sedangkan registrasi Posyandu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kelembagaan yang tertib, terdata, dan mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ny. Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan sanitasi komunal dari pemerintah pusat senilai Rp 500 juta untuk mendukung peningkatan fasilitas sanitasi masyarakat di 10 desa. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan toilet umum permanen di desa-desa yang masih membutuhkan peningkatan sarana sanitasi. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain bantuan sanitasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan KTP elektronik bagi pelajar SMA di Bali yang baru pertama kali memiliki KTP serta penyerahan bantuan sembako dari TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat kepada kader PKK Provinsi Bali. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan kader PKK dan Posyandu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU BALI Petakan Pengelolaan dan Distribusi Logistik Sebagai Data Awal SILOG 4.0

Published

on

By

FGD Logistik Pemilu KPU Bali
FGD: KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penguatan sistem informasi dan integrasi data menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan logistik pemilu yang lebih akurat, efisien, dan akuntabel. Untuk mendukung upaya tersebut, KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta dihadiri Anggota KPU Republik Indonesia, Yulianto Sudrajat, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Bali, Sekretaris KPU Provinsi Bali, para Sekretaris KPU Kabupaten/Kota, Kesbangpol Provinsi Bali, serta jajaran sekretariat. Dalam sambutannya, Lidartawan menyampaikan bahwa KPU Bali telah menyiapkan data awal pengelolaan logistik berdasarkan pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Data tersebut mencakup penerimaan dan penyimpanan logistik, distribusi, pengembalian, hingga penghapusan logistik.

Selain data pengelolaan, KPU Bali juga menyiapkan pemetaan jalur distribusi logistik di kabupaten/kota, termasuk urutan tujuan pengiriman, kebutuhan kendaraan, perkiraan biaya transportasi, serta kebutuhan penyeberangan antarpulau. Pemetaan ini diharapkan menjadi bahan pendukung dalam pengembangan SILOG 4.0, sekaligus membantu penyusunan perencanaan distribusi yang lebih terukur sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. KPU Bali juga mengkaji alternatif penanganan logistik untuk memperoleh pola kerja yang lebih efektif dan efisien dari sisi anggaran.

Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, mengapresiasi inisiatif KPU Bali dalam menyiapkan data dan pemetaan distribusi sebagai masukan bagi pengembangan SILOG 4.0. Ia menegaskan bahwa pengelolaan logistik pemilu harus memenuhi prinsip tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu. Pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 perlu menjadi pijakan untuk membangun sistem yang lebih profesional, modern, dan terintegrasi. Dalam diskusi tersebut, Kepala Bagian Dokumentasi dan Pemeliharaan Logistik, Adrian Aditya Nagara, bersama tenaga ahli KPU RI, Ikhwanudin, turut memberikan pembahasan mengenai penguatan perencanaan kebutuhan logistik, pengelolaan persediaan, serta mitigasi risiko distribusi.

Baca Juga  Puncak PKMM 2022, FKH Unud Hadirkan Cucu Ki Hajar Dewantara dan Pemimpin Umum Pers Akademika 2021

Pembahasan juga menyoroti pentingnya validasi data pada setiap tahapan, mulai dari penerimaan logistik, penyortiran, pelipatan, pengepakan, hingga pendistribusian. Setiap selisih jumlah perlu ditelusuri berdasarkan catatan dan hasil pemeriksaan agar penanganan kekurangan logistik dapat dilakukan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pemetaan rute distribusi perlu didukung data geografis, jarak tempuh, kebutuhan kendaraan, perkiraan waktu perjalanan, serta identifikasi wilayah yang memerlukan penanganan khusus. Penguatan tata kelola gudang, standardisasi prosedur, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penyempurnaan SILOG 4.0.

Melalui FGD ini, KPU Provinsi Bali berharap data awal dan hasil pemetaan yang telah disiapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan SILOG 4.0. Ke depan, sistem yang terintegrasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan pengetahuan kelembagaan, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta memperkuat pengelolaan logistik yang tertib dan akuntabel di seluruh tingkatan KPU. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen KPU Bali untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin profesional dan memastikan kebutuhan pemilih terpenuhi dengan baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dukung Langkah Kapolri Minta Fatwa MUI Soal Larangan Vape

Published

on

By

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendukung Langkah Kapolri yang mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkaji fatwa terkait penggunaan vape. Menurutnya, vape saat ini kerap disalahgunakan untuk peredaran narkoba.

“Saya mendukung langkah Kapolri yang mendorong MUI mengkaji fatwa terkait vape. Jika benar rokok elektrik disalahgunakan sebagai modus peredaran narkoba, persoalan ini harus ditangani secara serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rudianto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Sulsel I itu mengatakan fatwa MUI perlu dikaji secara mendalam. Ia berharap peredaran vape yang disalahgunakan bisa ditekan bila ada fatwa MUI.

“Namun, kajian fatwa perlu dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan hukum. Yang terpenting, kita harus memastikan vape tidak menjadi celah baru bagi peredaran narkoba,” tukas Rudianto dikutip dari laman dpr.go.id.

Ia mengatakan penegakan hukum harus ditingkatkan oleh Polri dalam memberantas peredaran narkotika melalui vape. Ia berharap edukasi hingga pencegahan digencarkan ke masyarakat. “Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan vape untuk kejahatan harus diperkuat, disertai edukasi dan pencegahan agar masyarakat terlindungi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menyambut permintaan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. Niam mengatakan MUI siap menindaklanjuti usulan dari Kapolri.

“Kapolri saat kunjungan silaturrahim ke MUI, menyampaikan bahaya vape, karenanya MUI akan menindaklanjutinya dalam pembahasan mendalam dengan berbagai pendekatan,” kata Niam, Jumat (16/10).

Permintaan Kapolri itu disampaikan saat bertandang ke kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10). Kapolri menyebut angka penyelundupan narkoba menggunakan modus rokok elektrik saat ini semakin tinggi. (gs/bi)

Baca Juga  Kuatkan Sistem Penjaminan Mutu Internal, FKH Unud Gelar Rapat Penyamaan Persepsi Auditor dengan Pihak Auditee

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca