Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

BALIILU Tayang

:

KETERANGAN: Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 29 November 2021. (Foto: Lukas)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Demikian disampaikan oleh Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 29 November 2021.

“Dengan dinyatakan masih berlakunya UU Cipta Kerja oleh MK, maka seluruh materi dan substansi dalam UU Cipta Kerja dan aturan sepenuhnya tetap berlaku tanpa ada satu pasal pun yang dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku oleh MK,” ucap Presiden.

Kepala Negara menyebutkan bahwa dirinya telah memerintahkan jajarannya untuk segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan terkait putusan tersebut. Presiden menambahkan, seluruh peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang ada saat ini masih tetap berlaku.

“Saya telah memerintahkan kepada Menko dan menteri terkait untuk segera menindaklanjuti putusan MK itu secepat-cepatnya dan MK sudah menyatakan bahwa UU Cipta Kerja masih tetap berlaku. Pemerintah dan DPR sebagai pembentuk undang-undang diberikan waktu paling lama dua tahun untuk melakukan revisi atau perbaikan-perbaikan,” tuturnya.

Presiden menegaskan, komitmen pemerintah terhadap agenda reformasi struktural, deregulasi, dan debirokratisasi akan terus dijalankan. Presiden juga memastikan bahwa pemerintah menjamin keamanan dan kepastian investasi di Indonesia.

“Saya pastikan kepada para pelaku usaha dan para investor dari dalam dan luar negeri, bahwa investasi yang telah dilakukan, serta investasi yang sedang dan akan berproses, tetap aman dan terjamin,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (gs)

Baca Juga  Presiden Jelaskan Latar Belakang Penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Menko Marves Buka AISF 6th Senior Official Meeting, Polda Bali Perketat Pengamanan

Published

on

By

Menko Marves
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. (Foto : ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengamankan event Achipelagic Island State Forum (AISF) 6th Senior Official Meeting yang dibuka langsung Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Polda Bali memperketat penjagaan pintu masuk kegiatan yang dilaksanakan di Bali International Convention Center (BICC), Senin(5/12/2022).

Penjagaan pintu masuk dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan 6th Senior Official Meeting. “Polda Bali memperketat penjagaan pintu masuk area kegiatan  6th Senior Official Meeting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para delegasi, serta untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masuk ke dalam area kegiatan,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu S.I.K.,M.Si.

Menurut Kombes Pol Satake Bayu  dalam pengamanan pintu masuk kegiatan ini Polda Bali menerjukan personel berpakaian preman dengan menggunakan batik dan jas. “Ini merupakan bentuk komitmen Polda Bali dalam mengamankan seluruh Event Internasional yang dilaksanakan di Pulau Dewata agar berjalan aman dan lancar,” tandasnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kinerja Ekonomi Sektor Riil Membaik, Presiden: Tetap Waspadai Covid-19
Lanjutkan Membaca

NEWS

BRIDA Provinsi Bali Gelar Deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat

Petakan Potensi Desa Adat

Published

on

By

BRIDA
BRIDA Provinsi Bali saat menggelar Deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat, Senin (05/12). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat adalah salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Berencana Menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  alam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan  terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat dilakukan bertujuan untuk mengetahui tersedianya sistem dan data base sumber daya desa adat, tersedianya data terpadu desa adat yang menyeluruh meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan sekaligus memudahkan pengambilan kebijakan untuk pengembangan potensi desa adat serta langkah-langkah strategis untuk pembangunan desa adat ke depan dengan lokasi sasaran di 1.493 desa adat di seluruh Kabupaten/ Kota se-Bali.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica mengatakan, Bali Era Baru adalah suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru, yakni Bali yang kawista, Bali kang tata-titi tenteram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga (3) dimensi utama, yakni bisa menjaga keseimbangan alam, krama dan kebudayaan Bali, genuine Bali. Mampu memenuhi kebutuhan, harapan dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan, dan yang terpenting adalah memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang (management resiko).

Baca Juga  Dari Ende, Presiden Ajak Seluruh Anak Bangsa Bumikan Pancasila
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica. (Foto : eka)

Ditambahkan Ketut Wica, bahwa visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga (3) aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang terdiri dari Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi dan Jagat Kerthi.

Dalam deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat ini dijelaskan, terkait bagaimana desa adat itu memiliki data keseluruhan agar saat membuat potogram akan mempermudah pemetaan apa yang harus dilakukan sekaligus mengetahui potensi apa yang ada di desa adat itu, sehingga dengan mengetahui potensi yang ada maka pimpinan kita dapat dengan mudah membuat program pembangunan di masing-masing desa adat itu. Sehingga potensi yang ada tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.

“Potensi desa wisata banyak maping yang sudah ditemukan, dan sudah dikeluarkan juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Dengan adanya data yang jelas, tentu akan berfungsi untuk mempermudah menentukan desa-desa adat mana saja yang bisa terlebih dahulu memenuhi syarat dialokasikan sebagai desa wisata. Dari 1.493 desa semua memiliki peluang menjadi desa wisata berdasarkan dari segi seni budaya dan kearifan lokal,” tegas Kabid Ketut Wica di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (05/12).

Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini sebagai salah satu narasumber menyampaikan, hasil sensus berencana sumber daya Bali berbasis desa adat tahun 2022 adalah hasil analisis terkait dengan jumlah desa adat di Bali 1.493 desa adat yang tersebar di sembilan (9) Kabupaten/ Kota se-Bali. Sensus pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021, yang diawali dengan sosialisasi pelaksanaan sensus di 57 Kecamatan se-Bali.

Baca Juga  Luncurkan Vaksin IndoVac, Presiden: Dorong Terus agar Negara Berdikari dalam Vaksin

Selain Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica dan Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini, hadir juga Prof. Ketut Darmaputra yang merupakan salah satu Tim dari Kelompok Ahli Pembangunan Informasi dan Teknologi Provinsi Bali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Tim IT Dinas Kominfos Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Perwakilan Bendesa Agung Provinsi Bali, Bendesa Madya  dan Bendesa Alit Provinsi Bali dan Kabupaten/ Kota se-Bali serta para Koordinator Tenaga Penyuluh Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BI Bali Bersama Komisi XI DPR RI Serahkan PSBI 1.000 Paket Sembako Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Karangasem

Published

on

By

bi bali
Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM didampingi Bupati Karangasem menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada satu kelompok penerima bantuan PSBI. (Foto: gs)

Karangasem, baliilu.com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali diwakili Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM pada Senin, 5 Desember 2022 menyerahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa 1.000 paket sembako kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Karangasem, bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem.

Hadir pada penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada 20 kelompok warga penerima masing-masing mendapatkan 50 paket sembako itu, Bupati Karangasem Gede Dana, Ketua DPRD Karangasem dan beberapa anggota dewan, Kadisdikpora Karangasem, Yayasan Gumi Suci Lestari dan wakil kelompok penerima paket sembako.

Bupati Karangasem Gede Dana dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota Komisi XI DPR RI Agung Wirajaya dan Deputi Perwakilan BI Bali GA Diah Utari yang telah bersinergi menyalurkan bantuan CSR sebanyak 1.000 paket di tengah kondisi sulit dan ada bencana, sehingga pihaknya merasa sangat diringankan. Paling tidak bantuan ini bisa menekan inflasi walaupun persentasenya kecil tetapi sangat membantu sekali.

‘’Kami juga sangat senang dapat pembinaan UMKM. Hanya berharap agar serius ditangani oleh Bank Indonesia dan fokus mana yang patut dibina. Jangan sporadis, dan sebaiknya dari pihak BI berkomunikasi dengan kami. Di Karangasem banyak ada perajin seperti perajin ate, ada olahan, sumber pertaniannya banyak yang bisa diolah menjadi UMKM,’’ ujar Bupati.

bi
Bupati Karangasem Gede Dana (tengah) bersama Deputi Perwakilan Bank Indonesia Bali GA Diah Utari dan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM. (Foto: gs)

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Gusti Ayu Diah Utari selepas penyerahan bantuan menyampaikan pada dasarnya Bank Indonesia care jika terjadi dampak bencana, baik pandemi Covid-19 maupun bencana alam dan segala macam yang bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat. ‘’Di sini kami punya Program Sosial Bank Indonesia, dan kami menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui PSBI ini,’’ ujar Diah Utari.

Baca Juga  Kinerja Ekonomi Sektor Riil Membaik, Presiden: Tetap Waspadai Covid-19

Tak hanya menyalurkan bantuan PSBI, dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat, BI Bali juga sudah punya beberapa UMKM binaan baik dari jenis makanan, ada kerajinan dan juga ada terkait local economy development. Dimana ke depan pihaknya akan lebih meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah mengenai potensi-potensi apa, UMKM yang bisa kita tingkatkan, kerja samakan sehingga tepat sasaran. Dengan demikian bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Demikian pula untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga dan inflasi yang biasanya terjadi di bulan November-Desember, BI Bali telah membagikan bibit cabai sampai 77 ribu yang di antaranya sudah mulai panen. “Pengendalian inflasi melalui bantuan bibit cabai terutama kepada rumah tangga, bisa memperkuat ketahanan pangan tumah tangga. Harga cabai sudah menurun tapi ada beberapa mesti diwaspadai seperti bawang merah dan daging ayam,’’ ujar Utari seraya mengungkapkan harga pangan volatile food sudah mulai bisa dikendalikan karena di berbagai daerah di Bali pemerintah kabupaten kota terus melakukan operasi pasar.

‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada Anggota Komisi XI DPR RI Bapak Agung Wirajaya yang senantiasa mendukung kegiatan Bank Indonesia khususnya di Provinsi Bali, demikian juga kepada bapak Bupati beserta jajarannya yang telah membantu pelaksanaan tugas BI dalam pengendalian inflasi dan juga untuk bisa terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah Bali khususnya di Karangasem,’’ ujarnya.

bi
Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM foto bersama Bupati Karangasem dan 20 kelompok penerima bantuan PSBI. (Foto: gs)

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Agung Wirajaya mengatakan penyerahan PSBI berupa sembako ini merupakan kerja sama Komisi XI DPR RI dengan Bank Indonesia yang merupakan salah satu cara mengendalikan inflasi. Dimana, saat ini Bank Indonesia menjaga inflasi tidak lebih dari 6 persen. “Sekarang bersyukur bisa tertahan masih di angka normatif. Dan kita bersyukur juga ada Bank Indonesia yang bisa menahan lajunya nilai tukar rupiah dan membantu pertumbuhan ekonomi,‘‘ ujarnya.

Baca Juga  Luncurkan Vaksin IndoVac, Presiden: Dorong Terus agar Negara Berdikari dalam Vaksin

Di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020-2021, BI juga telah berbagi beban. BI telah membantu UMKM hampir sekitar 1.400 triliun yang telah dikucurkan dalam kurun pemulihan.

Dalam pengendalian inflasi, BI juga ikut serta memberikan dukungan dalam bentuk bibit cabai. Ketika inflasi sempat tinggi tersebar ke seluruh Indonesia, BI memberikan bantuan bibit cabai agar jangan sampai cabai menjadi momok kenaikan inflasi.

Usai penyerahan PSBI, Agung Wirajaya dan GA Diah Utari secara bersama-sama meninjau petani Bunga Kasna di Temukus dan beberapa UMKM di Karangasem. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca