Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkab Badung Tegaskan Pemanfaatan Pantai Tanjung Benoa Sesuai Aturan

BALIILU Tayang

:

PANTAI TANJUNG BENOA: Lahan sempadan pantai di kawasan Pantai Tanjung Benoa, yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan pihak The Sakala Resort Bali. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Menanggapi pemberitaan terkait pemanfaatan lahan sempadan pantai di kawasan Pantai Tanjung Benoa, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa kerja sama yang dilakukan dengan pihak The Sakala Resort Bali merupakan bentuk pemanfaatan aset daerah yang sah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung Kadek Oka Parmadi, S.STP., M.H.

Menurutnya, kerja sama antara Pemkab Badung dan pihak The Sakala Resort Bali dilakukan dalam kerangka pemanfaatan aset milik daerah secara optimal dan transparan, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Setiap bentuk pemanfaatan pantai harus dilakukan dengan pemerintah daerah. Dalam hal ini, hasil sewa pemanfaatan lahan sepenuhnya masuk ke Kas Daerah melalui mekanisme transfer non-tunai. Tidak ada pembayaran secara cash. Semuanya dilakukan secara elektronik sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” jelas Kadek Oka Parmadi.

Dijelaskan lebih lanjut, seluruh hasil sewa yang disetorkan penyewa akan menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tercatat dalam APBD Kabupaten Badung. Dengan demikian, setiap rupiah dari hasil pemanfaatan aset daerah dikembalikan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai bentuk optimalisasi aset, mekanisme sewa juga berfungsi sebagai upaya pengamanan aset daerah, guna mencegah pemanfaatan oleh pihak yang tidak berwenang atau penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Penyewa tidak diperbolehkan menutup akses publik ke pantai. Bentuk sewa ini bersifat pemanfaatan terhadap view dan ruang pantai untuk kegiatan ekonomi, misalnya pemasangan atau penyewaan daybed, kursi payung, atau fasilitas non-permanen lainnya,” tambahnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Perayaan HUT Ke-22 Desa Kutuh

Lebih lanjut, pihak penyewa juga memiliki kewajiban untuk menata, memelihara, dan menjaga keindahan serta keserasian lingkungan, agar kawasan pantai tetap lestari dan nyaman dikunjungi wisatawan. Penanaman pohon yang dilakukan di area tersebut merupakan salah satu bentuk pemeliharaan lingkungan yang menjadi tanggung jawab penyewa.

“Kami memahami bahwa isu ini menimbulkan perhatian publik. Karena itu, kami di Pemkab Badung berkomitmen untuk bersikap terbuka dan transparan. Setiap bentuk kerja sama pemanfaatan aset daerah selalu melalui kajian dan evaluasi instansi teknis terkait, agar tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat,” tegas Kadek Oka Parmadi.

Dengan pengelolaan yang profesional dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh tata kelola aset daerah yang baik—menjaga kepentingan publik, mendukung pengembangan pariwisata, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ratusan Peserta dari 10 Negara Hadiri Rakernas ASBF 2026, Gubernur Koster Harap Dongkrak UMKM Bali

Published

on

By

rakernas ASBF
GALA DINNER: Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Gala Dinner Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Prama Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (23/4) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dipilihnya Bali sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Denpasar, Bali. Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung forum yang memperkuat UMKM, ekonomi lokal, dan pariwisata berkualitas.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster pada acara Gala Dinner Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Prama Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (23/4) malam.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada ASBF atas penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional ASBF Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Provinsi Bali, tentunya hal ini kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM di Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Rakernas ASBF dan Conference dengan menghadirkan hampir 150an peserta dari 10 negara ini dikatakan Koster berimbas dengan meningkatnya hunian hotel dan perekonomian masyarakat Bali.

“Tadi Saya tanya kepada pihak Hotel, ternyata hunian mencapai 85%. Tentu ini sangat bagus, berdampak positif bagi pariwisata Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan jika Bali wilayahnya kecil, hanya 5.590 meter persegi dengan jumlah penduduknya hanya 4.4 juta orang. Koster juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk asli Bali kian menurun setiap tahunnya.  Hal ini dikatakan Gubernur Koster akibat dari program KB 2 anak yang digencarkan pemerintah pusat.

“Pertumbuhan penduduk asli Bali saat ini menurun, ini karena dulu Kita bangga akan pencapaian prestasi KB 2 anak. Namun dibalik itu, nama anak ketiga dan keempat yakni Nyoman dan Ketut semakin sedikit. Padahal Kita di Bali harus melestarikan itu, untuk menjaga budaya Kita,” terang Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Baca Juga  Cegah Stunting, Dinas Perikanan Badung Gelar Program Gemarikan di Desa Gulingan

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program insentif untuk anak ketiga dan keempat (khususnya yang diberi nama Nyoman/Komang dan Ketut) sebagai respons terhadap menurunnya laju pertumbuhan penduduk asli Bali dan kekhawatiran hilangnya tradisi penamaan tersebut. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan demografi lokal yang pertumbuhannya melambat, dengan fokus pelestarian budaya.

“Pariwisata Bali itu berakar pada budaya. Untuk itu Kita harus merawat budaya, menjaga budaya itu dengan baik. Karena budaya menjadi penggerak berbagai aspek di Bali. Ini yang membuat Bali menjadi destinasi wisata dunia hingga saat ini. Bali beda dari daerah lain karena budayanya, untuk itu budaya Bali harus benar-benar Kita jaga dengan baik,” jelasnya.

Koster menambahkan, Bali saat ini masih bergantung dari sektor pariwisata. Sepanjang pariwisata dijaga dengan baik maka ekonomi masyarakat Bali akan berjalan dengan baik juga. Karena itu, penguatan UMKM menjadi penting sebagai penopang ekonomi alternatif sekaligus penguat rantai pasok pariwisata itu sendiri

“Pertumbuhan ekonomi Bali saat ini sebesar 5,82 persen. Tingkat kemiskinan 3,42 persen. Tingkat pengangguran 1,45 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Indonesia. Angka harapan hidup di Bali 75,44 tahun, dan Indeks pembangunan manusia mencapai 79,5. Ini yang harus dijaga dengan baik di Bali agar perkembangnan di Bali tetap kondusif. Kedepan bisa dikelola dengan semakin baik dan Kita harus kerja keras,” imbuhnya.

Untuk itu, perekonomian Bali dikatakan Koster tengah ditata dengan konsep transformasi ekonomi Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, berfokus pada pembangunan hijau, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal untuk menciptakan Bali era baru yang berdikari.

“Kami mendorong transformasi ekonomi melalui ekonomi kerthi bali dengan 6 sektor yakni Sektor Pertanian, Sektor Kelautan dan Perikanan , Sektor Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Bali. Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), UMKM, dan Koperasi. Sektor Pariwisata serta Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital,” terangnya.

Baca Juga  Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Dalem Sukun Sibanggede

Untuk itu, melalui Rakernas ASBF, Koster berharap akan lahir berbagai gagasan, kerja sama konkret, dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pasar internasional serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan sukses serta selalu ingat Bali agar bisa kembali lagi ke Bali. Jangan lupa nanti bisa juga berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, disana Kita pamerkan produk UMKM asli Bali,” tutupnya.

Sementara itu, Presiden ASBF Indonesia, Peng Suyoto menyampaikan bahwa Rakernas menjadi momentum penting konsolidasi organisasi, memperkuat arah program kerja, dan menyelaraskan strategi pengembangan UMKM di tingkat nasional hingga global. Melalui forum ini, ASBF menegaskan komitmen untuk membangun ekosistem bisnis kecil yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

ASBF dijelaskan Suyoto merupakan Platform kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha tidak hanya nasional tetapi juga Asia. Acara ini fokus pada penguatan ekosistem UMKM melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi global untuk memperluas akses pasar serta embangun kemitraan berkelanjutan (sustainable partnerships).

Acara ini juga dihadiri President ASBF, Mosaddak Ahmed Chowdhury Chairman ASBF, Hermawan Kartajaya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh. (*)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Tutup Dikmaba Infanteri Gelombang I TA 2026, 137 Prajurit Resmi Dilantik

Published

on

By

Dikmaba Infanteri
LANTIK: Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Jalan Piere Tendean No. 1, Tabanan, Jumat (24/4). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Kodam IX/Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak prajurit profesional melalui pelantikan 137 Bintara Infanteri guna memperkuat kesiapan operasional satuan. Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Jalan Piere Tendean No. 1, Tabanan, Jumat (24/4).

Upacara ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan intensif yang telah dijalani para prajurit siswa, sekaligus menjadi titik awal pengabdian mereka sebagai Bintara TNI Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa momen pelantikan merupakan tonggak penting dan bersejarah bagi para prajurit, karena telah berhasil melewati proses pendidikan yang sarat dengan disiplin, dedikasi, dan pengorbanan.

“Saya ucapkan selamat kepada 137 Bintara lulusan Dikmaba Infanteri yang hari ini resmi dilantik dengan pangkat Sersan Dua. Keberhasilan ini adalah bukti kesiapan awal untuk mengemban tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian nyata. Para lulusan telah dibekali kemampuan fisik, mental, dan intelektual guna menjadi prajurit infanteri yang profesional, tangguh, dan berkarakter dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan, yakni Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas serta seluruh prajurit senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi dengan menghindari segala bentuk pelanggaran. Selain itu, Pangdam menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan lingkungan strategis, termasuk ancaman nonkonvensional seperti perang siber, serta mengimbau para prajurit untuk bijak dalam penggunaan media sosial.

Baca Juga  Bidik Legalitas Akomodasi Wisata, Badung Bentuk Tim Terpadu

Selama masa pendidikan yang berlangsung selama dua bulan, lembaga menerapkan penilaian Tri Pola Dasar Pendidikan. Tiga prajurit berhasil meraih prestasi terbaik, yakni Serda Venryanto Tanii A.Md.Pi sebagai peraih nilai tertinggi Tri Pola Dasar sekaligus aspek sikap dan perilaku, Serda Khoirul Ali Sarif pada bidang pengetahuan dan keterampilan, serta Serda Aldy Banamtuan pada bidang jasmani militer.

Sebagai bagian dari rangkaian upacara, para lulusan juga menampilkan demonstrasi kemampuan berupa beladiri militer dan aksi Separko, yang memadukan teknik tempur tangan kosong, penggunaan senjata tajam, serta koreografi teatrikal yang mencerminkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit infanteri.

Upacara penutupan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam IX/Udayana, antara lain Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan setta Ketua dan Wakil serta pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan ini mencerminkan komitmen Kodam IX/Udayana dalam mencetak prajurit yang tidak hanya unggul secara kemampuan teknis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.

“Lulusan Dikmaba ini diharapkan mampu menjadi representasi prajurit TNI AD yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Mereka tidak hanya dituntut siap secara fisik dan taktis, tetapi juga memiliki kedewasaan dalam bersikap, termasuk dalam menyikapi dinamika informasi di ruang publik,” tegas Kapendam. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sebanyak 20 Gepeng Ditertibkan Satpol PP Denpasar di Sejumlah “Traffic Light”

Published

on

By

Satpol PP Denpasar
PENERTIBAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar saat menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) di wilayah Kota Denpasar Kamis (23/4) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) di wilayah Kota Denpasar Kamis (23/4) malam. Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, petugas berhasil mengamankan sebanyak 20 orang gepeng dengan berbagai kategori.

Yudie Asmara menjelaskan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum serta meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Keberadaan gepeng di persimpangan jalan tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi mereka sendiri maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, para gepeng yang terjaring akan didata dan selanjutnya diberikan pembinaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini sebagai bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam menangani permasalahan sosial.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban kota. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang di jalan, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan keamanan.

“Seluruh layanan dan tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA pada Satpol PP Kota Denpasar dan tidak dipungut biaya. Kami juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Satpol PP tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Dikatakannya, apabila terdapat oknum yang mengatasnamakan Satpol PP dan meminta sesuatu, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui WA Bot GARBASITA di nomor 081337338326 dengan menyertakan bukti yang otentik.

Baca Juga  Bupati Badung Kembangkan Plafon Program Sidi Kumbara

“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Denpasar dapat terus terjaga sebagai kota yang aman, tertib, dan humanis,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca