Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pemkab Tabanan Gelar Upacara “Nangluk Mrana” di Pura Luhur Pekendungan

BALIILU Tayang

:

Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE saat menghadiri upacara Nangluk Mrana yang dilangsungkan di Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Jumat (23/12). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Sebagai salah satu upaya untuk memohon keselamatan dan kerahayuan jagat dari hal-hal yang negatif terutama dalam menghalau hama dan bencana yang terjadi selama ini, Pemkab Tabanan menggelar upacara Nangluk Mrana. Upacara yang tergolong dalam salah satu jenis upacara Bhuta Yadnya ini dilangsungkan di Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Jumat (23/12).
 
Upacara Nangluk Merana merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Pemkab Tabanan pada Sasih Kanem (bulan keenam). Dimana pada bulan keenam merupakan musim pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan tentu saja akan berdampak pada kondisi alam. Sehingga dengan adanya upacara Nangluk Merana, diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin bagi alam semesta beserta isinya, sehingga berujung pada melimpahnya hasil pertanian dan perkebunan.
 
Nampak saat itu, kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE, para Asisten dan OPD terkait, Majelis Madya Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat serta ratusan ASN dan masyarakat. Sebagai wujud syukur kehadapan Hyang Baruna, Wabup Edi beserta jajaran dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama dengan khidmat yang dipimpin oleh Sulinggih Pura setempat.
 
Di sela-sela kegiatan, Wabup Edi yang saat itu membacakan sambutan Bupati Tabanan, mengatakan, bahwa Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan secara rutin melaksanakan kegiatan Nangluk Merana di Pura Luhur Pekendungan. Selain itu Pemkab Tabanan juga mengalokasikan dana untuk melaksanakan upacara pengaci dan pekelem di 61 Pura Penyiwian Subak.
 
“Kegiatan upacara ini sangat saya dukung dan apresiasi, karena ini sangat selaras dengan visi Kabupaten Tabanan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM). Dimana salah satu prioritasnya adalah penguatan pembangunan bidang adat istiadat, agama, seni, tradisi dan budaya,” ujar Wabup Edi.
 
Politisi asal Desa Beraban itu juga berharap, pelaksanaan upacara Nangluk Mrana ini tetap dilaksanakan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya krama subak sebagai bentuk sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam rangka mewujudkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta. Sehingga, apa yang menjadi tujuan dalam upacara Nangluk Mrana ini tercapai dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (gs/bi)
 
 
 
 
 
 
 

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Karya Pitra Yadnya’’ dan ‘’Manusa Yadnya’’ Desa Adat Belayu

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel”

Dipusatkan di Pantai Mertasari Sanur, Diikuti 535 Puspa

Loading

Published

on

By

Puncak Karya Maligia Punggel di Mertasari
HADIRI KARYA: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel” yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. Upacara yang diselenggarakan oleh Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat dengan diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur.

Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 dengan melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari Mebiakala, Metatah, Muspa Ngendag, hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali dengan Mundut Eteh-eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan dengan Ngadegang Puspa Lingga, Melaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput oleh para sulinggih sesuai dengan tata cara dan tuntunan agama Hindu.

Di sela-sela prosesi, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan.

“Melalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong-royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Motivasi Seniman Tabanan untuk Semangat Berkreasi

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10) melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan dengan Ngelinggihang Dewa Pitara. Pelaksanaan karya ini melibatkan Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Karya Pitra Yadnya’’ dan ‘’Manusa Yadnya’’ Desa Adat Belayu

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Berbagi Kasih, Bupati Tabanan Berikan Bantuan kepada Anak Yatim Piatu

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca