Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Apresiasi Gelaran Pesona Budaya Sanur Kauh VI

Jadi Wahana Gali Potensi Desa, Berikan Ruang Kreativitas bagi Seniman, Pelaku Ekraf dan UMKM

Loading

BALIILU Tayang

:

Pesona Budaya Sanur
PBSK: Suasana pembukaan Pesona Budaya Sanur Kauh VI Tahun 2025  di Kawasan Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur pada Kamis (7/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pesona Budaya Sanur Kauh yang dikemas apik oleh Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana, Desa Sanur Kauh. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri sekaligus menbuka secara resmi Pesona Budaya Sanur Kauh VI Tahun 2025 di Kawasan Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur pada Kamis (7/8).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Bali, AA Gede Agung Suyoga dan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Gede Putra Ariewangsa, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidarta Putra, Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, serta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang pada kesempatan ini mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi sekaligus kagum atas komitmen Desa bersama Karang Taruna dalam memberikan wadah serta ruang kreatifitas bagi seniman, pelaku kreatif dan UMKM untuk terus bertumbuh. Dimana, melalui kegiatan semacam ini, Seniman, UMKM dan Perajin akan dikenal khalayak umum. Sehingga mampu meningkatkan target pasar serta menjadi wahana promosi berkelanjutan.

Lebih lanjut dijelaskan, melalui kegiatan ini tentunya diharapkan mampu menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif di Desa Sanur Kauh. Terlebih melalui pemilihan Teruna Teruni Sanur Kauh yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempromosikan Sanur. Hal ini lantaran Sanur kita kenal sebagai kawasan pariwisata yang terkenal hingga ke mancanegara.

Ditambahkan Alit Wiradana, sesuai dengan Visi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul), Kegiatan Pesona Budaya Sanur Kauh VI yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Desa Sanur Kauh dapat menjadi referensi Attraction atau daya tarik wisata berupa festival berbasis seni dan budaya di Kota Denpasar. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sekaligus memberikan dampak bagi kelestarian budaya, kreativitas teruna teruni desa, lingkungan dan perekonomian masyarakat desa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Tinjau Pasar Murah

“Pada prinsipnya kami sangat memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga kegiatan ini secara berkelanjutan mampu mendukung berkembangnya pelaku kreatif, seniman dan UMKM lokal, termasuk juga mempromosikan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan yang kedepanya dapat mendukung perkembangan Pariwisata di Kota Denpasar, khususnya Sanur itu sendiri,” ujarnya.

Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada didampingi Ketua Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana mengatakan, Made Dura Sanjaya mengatakan, pada Tahun 2025 ini gelaran Pesona Budaya Sanur Kauh mengusung tama Saluung Luung Sabaya Antaka.  Dikatakannya, acara Puncak Pesona Budaya Sanur Kauh diadakan selama 3 hari yakni dari tanggal 7 – 9 Agustus 2025 yang dikemas degan beragam kegiatan. Mulai dari Penampilan Budaya dari 12 Sekaa Teruna Teruni Se-Desa Sanur Kauh dan Grandfinal Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh dan Lomba Baleganjur Sedangkan pada hari terakhir pada 9 Agustus 2025 akan diadakan Music Festival dengan bintang tamu Bintang Tamu, Kis Band hingga Tika Pagraki.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada seluruh sponsor, tenant dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini yang telah mensupport acara kami sehingga acara ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan sebagaimana mestinya, semoga kegiatan ini dapat digelar setiap tahun sebagai ajang menggali potensi dan pengembangan berbagai elemen di Desa Sanur Kauh,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Denpasar Raih Penghargaan Kota Lengkap dan Layanan Elektronik untuk Pengamanan Barang Milik Daerah dari Kementerian ATR/BPN RI

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Pasca Banjir, Puskesmas I Denpasar Barat Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Banjar Pagutan Padangsambian Kaja

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Pasar Murah Kelurahan Tonja

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca