Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kontribusi Positif KEK Sanur “The Sanur” dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

BALIILU Tayang

:

kek sanur
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur atau yang dikenal dengan The Sanur, tampak dari atas, merupakan KEK kesehatan pertama di Indonesia. (Foto: Hms KEK Sanur)

Denpasar, baliilu.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur atau yang dikenal dengan The Sanur, merupakan KEK kesehatan pertama di Indonesia yang dikembangkan sebagai International Health & Wellness Destination dengan konsep layanan terpadu (end-to-end journey) yang mengintegrasikan sektor kesehatan dan pariwisata dalam satu kawasan seluas 41.2 Ha.

The Sanur telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada 25 Juni 2025, menandai tonggak penting dalam upaya transformasi sektor kesehatan dan pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan wisata kesehatan di Asia Tenggara.

Sebagai KEK Kesehatan pertama di Indonesia, The Sanur merupakan proyek strategis nasional yang dirancang untuk menjadi ekosistem terpadu yang menghadirkan layanan kesehatan berkelas dunia, fasilitas wellness modern, serta pengalaman penyembuhan holistik yang terinspirasi oleh kekayaan alam dan budaya.

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak InJourney Hospitality, sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Sanur, terus berkomitmen untuk mengembangkan kawasan ini sebagai langkah penting untuk melakukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia dan juga menjadi salah satu penyumbang devisa utama bagi negara. “Kami memproyeksikan KEK Sanur dapat membuka kesempatan ribuan lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara untuk berwisata dan berobat ke Indonesia,” tutup Maya.

Terletak di atas lahan seluas 41,26 hektar, The Sanur dikembangkan sebagai Internasional health and wellness destination di Indonesia dengan dilengkapi oleh fasilitas kesehatan dan pariwisata yang terintegrasi diantaranya International Medical Facility yaitu Bali International Hospital yang berkapasitas hingga 240.000 pasien dengan dilengkapi berbagai klinik internasional dengan Center of Excellence yang meliputi CONGO (Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, Orthopedics). Selain itu, terdapat berbagai klinik internasional yang melayani kegiatan Stem Cell, Aesthetic Surgery, Fertility Treatments, Eye Specialists, dan Elderly Living. Selain itu, terdapat juga berbagai klinik dengan brand ternama di dunia, diantaranya Alster Lake Clinic, klinik terapi sel asal Jerman yang berfokus pada pencegahan penyakit dan healthy aging, salah satu treatmentnya bio-organic infusions.

The Sanur juga dilengkapi dengan akomodasi hotel dengan fasilitas bintang 5 yakni The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection yang merupakan hotel tertinggi di Bali dengan 10 lantai dan 274 kamar. Selain itu, terdapat juga Bali Beach Convention, Convention Center berstandar internasional yang mampu menampung 5.000 pax, Ethnobotanical Garden seluas 4,9 Ha sebagai paru-paru kawasan, Infrastruktur Dasar seperti ground water tank, waste treatment plant, TPSS, dan Power House, Command Center, area komersial serta Sentra UMKM Sanur sebagai rumah bagi para pelaku UMKM Sanur.

Baca Juga  Lantik Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Bali, Gubernur Koster Minta Kerja Ekstra Keras, Kreatif, Inovatif dan Berikan yang Terbaik

Penguatan Ekonomi Indonesia Melalui Wisata Kesehatan

Wisata kesehatan merupakan sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk memberikan solusi layanan medis dalam negeri bagi masyarakat Indonesia sekaligus mendorong positioning Indonesia dalam Health & Wellness Tourism ke kancah global. Pengembangan The Sanur diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Berbagai kemudahan juga telah disiapkan, seperti pemberian izin praktik tenaga kesehatan asing, fasilitas fiskal dan kepabeanan untuk alat kesehatan, sertifikasi obat, serta kemudahan layanan imigrasi bagi pasien dan pendampingnya.

The Sanur ditargetkan dapat menyerap hingga 123.000 hingga 240.000 pasien pada tahun 2030, yang sebelumnya memilih layanan kesehatan di luar negeri. Dengan demikian, terdapat potensi penghematan devisa hingga Rp 86 triliun dan penambahan devisa negara sekitar Rp 19,6 triliun dalam periode 2022–2045.

Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pionir destinasi wisata kesehatan dan kebugaran terbaik di Asia Tenggara, dengan target dapat menyerap Investasi sebesar Rp15–20 triliun. Pada tahun 2045, keberadaan KEK Sanur diprediksi akan memberikan multiplier effect terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional senilai Rp80,7 triliun dan menyerap sekitar 18.375 tenaga kerja, atau meningkat sekitar 2.069% dibandingkan kondisi tanpa KEK Sanur.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat mengungkapkan “Kami optimis, The Sanur tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur layanan kesehatan dan pariwisata, tetapi juga motor penggerak perekonomian yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.”

Penyerapan Investasi dan Kontribusi Ketenagakerjaan

Di The Sanur Sejak dimulainya pengembangan The Sanur hingga saat ini, total investasi yang telah terserap mencapai sebesar Rp 4,88 triliun, yang berasal dari 13 pelaku usaha yang beroperasi di dalam kawasan. Capaian ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap prospek dan potensi The Sanur sebagai pusat destinasi kesehatan dan pariwisata terintegrasi bertaraf internasional.

Baca Juga  Badung Tuan Rumah Rakor Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Bali

Dalam aspek ketenagakerjaan, pengembangan The Sanur telah memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hingga saat ini, total penyerapan tenaga kerja di kawasan ini tercatat mencapai 4.031 orang. Pada semester I Tahun 2025 saja, The Sanur telah menyerap sebanyak 864 tenaga kerja lokal di sekitar Sanur maupun Provinsi Bali.

Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip inklusivitas dan keberagaman, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, turut memberdayakan tenaga kerja disabilitas. Hingga saat ini, tercatat sebanyak tiga karyawan disabilitas telah bekerja secara aktif di berbagai posisi diantaranya steward, linen attendant, dan di public area.

Penggunaan Produk Lokal atau TKDN

The Sanur turut mendukung penguatan perekonomian lokal melalui penggunaan produk lokal dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada berbagai fasilitas, termasuk Bali Beach Hotel, The Heritage Collection dan The Meru Sanur, Hotel bintang 5 yang berlokasi di tengah landskap KEK Sanur. Karya seni lokal menjadi bagian integral dalam desain hotel, seperti Patung Legong Classic dengan 6 gesture gerakan berbeda setinggi 2,45 meter yang ditampilkan di lobby Tirtasada, hasil karya I Gede Sarantika dari Desa Mas, Ubud – desa yang dikenal sebagai desa pusat pemahat (wood carvers). Patung ini menggambarkan tari Legong, salah satu tarian klasik paling populer di Bali.

Di samping itu, ornamen ukiran lokal yang memperindah Bali Beach Convention juga merupakan karya seniman lokal asal Desa Sumita Gianyar. Berbagai produk lokal lain, seperti furniture dan dekorasi, bahan makanan juga digunakan melalui kerja sama dengan para pemasok lokal, yang mendukung keberlangsungan bisnis usaha kecil menengah di Bali.

“Melalui pemanfaatan karya seni serta produk lokal, The Sanur tidak hanya menjadi destinasi kelas dunia, tetapi juga etalase potensi karya bangsa. Kami optimis langkah ini dapat memperkenalkan The Sanur sebagai kawasan ekonomi khusus yang mampu mengusung nilai dan kualitas sumber daya lokal ke panggung global,” ungkap Christine.

Baca Juga  Bali Terbaik Se-Indonesia Selenggarakan Statistik Sektoral, Kepala BPS: Bangga Miliki Gubernur Wayan Koster

Sentra UMKM “Natah Antakara” dan Program Pemberdayaan

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, InJourney Hospitality juga menghadirkan Sentra UMKM Sanur “Natah Antakara” yang berada di dalam kawasan KEK Sanur. Sentra UMKM ini dibangun di atas lahan seluas 973 m² dan mampu menampung 49 kios UMKM serta satu balai nelayan, dilengkapi basement dan panoramic deck dengan sentuhan arsitektur lokal khas Bali.

Melalui Sentra UMKM ini, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan produk kepada wisatawan dan masyarakat sekitar serta meningkatkan daya saing dalam pasar yang kompetitif. Selain itu, pengembangan UMKM juga didukung melalui program pelatihan InJourney Creative House yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan inovasi para pelaku usaha. Program ini mencakup pelatihan teori dan praktik terkait inovasi produk, strategi display, hingga teknik pemasaran untuk meningkatkan nilai jual produk lokal.

Sebagai KEK Kesehatan pertama di Indonesia, The Sanur hadir tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta pemberdayaan UMKM dan pelaku industri lokal.

“Kami berkomitmen menjadikan The Sanur sebagai kawasan yang tidak hanya unggul secara infrastruktur, tetapi juga inklusif dan holistik. Penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk rekan-rekan disabilitas, serta keterlibatan UMKM dan seniman lokal merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem pariwisata kesehatan yang memberikan multiplier effect bagi seluruh stakeholder. Dengan ekosistem yang kuat dan kolaboratif, The Sanur diharapkan menjadi representasi Indonesia sebagai destinasi unggulan wisata kesehatan di kancah global,” tutup Christine. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Putri Koster Dorong Endek Bali Semakin Dikenal melalui Berbagai Aktivitas Kreatif

Published

on

By

HADIRI OLAHRAGA ZUMBA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menghadiri olahraga zumba dalam kegiatan “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang berlangsung di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, terus mendorong pengenalan dan pemanfaatan kain tenun tradisional endek Bali melalui berbagai aktivitas kreatif dan kekinian. Salah satunya dilakukan melalui olahraga zumba dalam kegiatan “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang berlangsung di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang mengenakan kostum zumba dengan sentuhan kain endek Bali. Perpaduan tersebut menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan endek kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa kain tradisional Bali dapat hadir dalam berbagai aktivitas dan gaya hidup masyarakat modern.

Putri Koster mengatakan, pelestarian endek sebagai warisan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan yang bersifat formal dan tradisional. Endek harus terus diperkenalkan, digunakan, dan dikembangkan melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat.

“Menjaga kelestarian warisan leluhur merupakan kewajiban kita bersama tanpa terkecuali. Semakin banyak yang mengetahui keberadaan endek, mengenal, menggunakan, dan mencintai produk lokal kita, maka semakin kuat pula upaya kita menjaga dan melestarikannya,” ujar Putri Koster.

Menurutnya, penggunaan endek dalam berbagai aktivitas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kain tradisional tersebut. Ketika masyarakat semakin mengenal dan menggunakan endek, keberadaan produk para perajin juga semakin mendapatkan ruang di tengah perkembangan zaman.

“Tidak hanya warisan leluhur yang kita jaga dan lestarikan, tetapi perputaran perekonomian dan regenerasi perajin kain tenun juga semakin banyak yang lahir,” katanya.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster juga menekankan pentingnya memperluas ruang promosi endek. Menurutnya, kain endek dapat diperkenalkan melalui berbagai bidang, mulai dari fesyen, seni, olahraga, hingga aktivitas kreatif masyarakat.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-48 DPRD Bali, Penyampaian Raperda Perubahan APBD 2026 dan APBD Induk 2027

Olahraga zumba, kata Putri Koster, menjadi salah satu ruang yang menarik karena diminati berbagai kalangan. Melalui kegiatan tersebut, endek dapat diperkenalkan dalam suasana yang lebih santai, aktif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Penggunaan kain endek tentu saja pengenalannya tidak kami batasi agar semakin dikenal dan mendunia,” ujarnya.

Putri Koster berharap kegiatan yang memadukan endek dengan berbagai aktivitas kreatif dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia mengusulkan kegiatan zumba yang mengangkat endek dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun sebagai salah satu upaya memperluas pengenalan kain tradisional Bali.

“Zumba ini diharapkan menjadi wadah bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk berkreativitas sekaligus menjadi sehat. Kegiatan seperti ini saya harapkan dilaksanakan dua kali setahun,” katanya.

Dorong Endek Menembus Pasar Internasional

Lebih jauh, Putri Koster berharap upaya memperkenalkan endek tidak berhenti pada masyarakat Bali, tetapi dapat terus diperluas hingga ke tingkat internasional.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat menggunakan dan memperkenalkan endek dalam berbagai aktivitas, semakin terbuka pula peluang bagi kain tradisional tersebut untuk dikenal di luar Bali dan mancanegara.

Ia juga melihat kegiatan seperti “Endek Energetic: Heritage in Motion” dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perajin, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan berbagai bidang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Putri Koster turut mendorong lahirnya Zin Zumba asal Bali yang memiliki kemampuan dan sertifikasi sehingga mampu tampil di tingkat internasional.

“Jangan hanya kita yang mengundang zin dari luar negeri, tetapi kita juga harus bisa menjadi zin zumba yang diundang oleh negara lain,” tegasnya.

Pemkab Buleleng Dukung Promosi Endek

Dukungan terhadap upaya promosi endek melalui kegiatan kreatif juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Pemprov Bali Jadi Terbaik I Anugerah Anindhita Wistara Data 2023 Kategori Pemerintah Provinsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, saat membacakan sambutan Bupati Buleleng, menyampaikan bahwa “Endek Energetic: Heritage in Motion” merupakan kegiatan yang memadukan pelestarian dan promosi kain tenun endek Bali dengan gaya hidup modern.

Menurut sambutan tersebut, perpaduan budaya dan olahraga menjadi pendekatan yang menarik dan inovatif untuk memperkenalkan kain endek kepada masyarakat secara lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus membuka ruang bagi pengembangan UMKM kain tenun.

Melalui kreativitas dalam produksi dan pemanfaatan kain endek, produk tersebut diharapkan semakin dikenal, termasuk hingga ke luar negeri. Upaya ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM serta keberlangsungan perajin kain tenun di Buleleng dan Bali.

Hadirkan Zin Zumba dari Dalam dan Luar Negeri

Ketua panitia pelaksana, Zin Laksmi, mengatakan “Endek Energetic: Heritage in Motion” menjadi momentum untuk memperkenalkan kain endek melalui berbagai aktivitas, termasuk olahraga zumba.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua Zin Zumba dari luar negeri, yakni Damla Amanat dari Jerman dan Rodrigo Rocco dari Chili. Selain itu, puluhan Zin Zumba asal Bali turut berpartisipasi.

Melalui kegiatan tersebut, kain endek diperkenalkan dalam suasana olahraga yang dinamis dan kreatif. Pemanfaatan endek dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ruang penggunaan kain tradisional Bali agar tetap hidup, dikenal, dan digunakan oleh generasi masa kini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Pagelaran Budaya Desa Padangan, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Pagelaran Budaya Desa Padangan
PAGELARAN BUDAYA PADANGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menjaga serta memperkenalkan kearifan lokal Desa Padangan. Hal itu dikatakannya saat membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan bertema “Lokahita Samudaya Desa Padangan” Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Minggu (20/9/2026).

Didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan jajaran, Bupati Komang Sanjaya menyaksikan rangkaian pembukaan yang diawali dengan penyambutan Baleganjur Okokan Desa Sanda. Pagelaran ini juga menggandeng pelaku UMKM, ada juga penampilan Tari Rejang Dedari Desa Padangan dan hiburan lainnya.

Pagelaran berlangsung selama dua hari, 20-21 September 2026, melibatkan lima banjar se-Desa Padangan, yakni Banjar Padangan Kaja, Padangan Kangin, Padangan Kawan, Padangan Kelod dan Padangan Dauh Tukad dan dimeriahkan penampilan seni budaya dari Desa Bantiran dan Pupuan.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran budaya ini dan menegaskan kegiatan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan desa, khususnya dalam menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pagelaran seni dan budaya di Desa Padangan dengan mengangkat tema kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang juga turut dihadiri Perwakilan Gubernur Bali dan anggota DPR RI, unsur Forkopimcam dan para Perbekel serta Bendesa Adat se-Kecamatan Pupuan, Sanjaya menyebut, hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Padangan dan sekitar kepada masyarakat luas.

“Tahun 2026 ini, parade pagelaran ini mengangkat seni budaya lokal yang luar biasa, warisan leluhur yang adiluhung dalam membangun seni budaya di Kabupaten Tabanan. Luar biasa,” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Bali Terbaik Se-Indonesia Selenggarakan Statistik Sektoral, Kepala BPS: Bangga Miliki Gubernur Wayan Koster

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan pelestarian budaya merupakan bagian dari pembangunan yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan dikatakannya tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mencakup pelestarian alam, kehidupan masyarakat dan kebudayaan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa.

“Sepanjang event dan pembangunan tidak terjadi, tidak akan ada transaksi ekonomi,” tegas Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Perbekel Padangan, I Wayan Warditha, menyampaikan Pagelaran Budaya Desa Padangan Tahun 2026 merupakan kegiatan perdana bagi Desa Padangan. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain itu, disampaikan pula sejumlah dukungan pembangunan yang telah diterima Desa Padangan dari Pemerintah Daerah, termasuk perbaikan trotoar yang telah diperjuangkan dan bersinergi bersama masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penancapan Keris Tandai Puncak Peringatan Puputan Badung Ke-120

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Tancapkan Keris Peringatan Puputan Badung
PENANCAPAN KERIS: Penancapan keris oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama para penglingsir puri se-Kota Denpasar menjadi simbol puncak peringatan 120 tahun Puputan Badung yang berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (20/9/2026) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Penancapan keris oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama para penglingsir puri se-Kota Denpasar menjadi simbol puncak peringatan 120 tahun Puputan Badung. Prosesi tersebut berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (20/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para penglingsir puri se-Kota Denpasar, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulia, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta undangan lainnya.

Puncak peringatan tahun ini dikemas melalui rangkaian apel dan penampilan Karya Mahabandana Puputan Badung bertajuk Mati Tan Pumut Pejah. Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengangkat kembali nilai sejarah dan semangat perjuangan Raja serta rakyat Badung dalam menghadapi kolonialisme Belanda pada 1906.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Puputan Badung yang terjadi pada 20 September 1906. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, dalam mempertahankan wilayah dan kehormatan dari tekanan kolonial Belanda.

Dalam kesempatan tersebut, mandat dibacakan oleh Penglingsir Puri Denpasar, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan, Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama. Dia menegaskan, peringatan Puputan Badung tidak semata-mata menjadi agenda mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga momentum untuk memahami nilai perjuangan dan pengorbanan Raja serta rakyat Badung.

“Hari ini kita hadir untuk memperingati sejarah perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa, khususnya Raja dan rakyat Badung tahun 1906. Bukan hanya sebagai pertempuran, tetapi sebagai simbol tekad dan semangat juang masyarakat Bali dalam memperjuangkan keadilan melawan Belanda,” ungkapnya.

Baca Juga  Wagub Bali Dukung Penuh Program ADUJAK Bali untuk Cetak Duta GenRe Generasi Emas Bali

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan peringatan Puputan Badung setiap 20 September menjadi momentum untuk mengenang peristiwa heroik rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, yang berjuang hingga titik darah penghabisan atau puputan dalam menghadapi penjajahan Belanda.

Dia menuturkan, peristiwa 20 September 1906 menunjukkan semangat perjuangan rakyat Bali yang dipimpin Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, dalam mempertahankan tanah kelahiran.

“Momentum ini diperingati sebagai tanda semangat sebagai bangsa besar yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya. Pengorbanan nyawa dan perjuangan para pahlawan yang gugur harus senantiasa kita kenang,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan dan semangat perjuangan tersebut penting diwariskan kepada generasi muda sebagai bahan refleksi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kepahlawanan para pejuang kita harus kita wariskan kepada generasi muda penerus bangsa, sebagai cermin refleksi diri yang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat dijadikan inspirasi generasi muda untuk membangun Denpasar yang lebih maju lagi,” katanya.

Peringatan 120 tahun Puputan Badung ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah perjuangan serta menumbuhkan semangat menjaga persatuan, nilai kebangsaan, dan jati diri budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca