Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Keterampilan “Creative Workshop”

Upayakan Peningkatan Kemampuan Penyandang Disabilitas

Loading

BALIILU Tayang

:

pelatihan disabilitas denpasar
TERIMA BANTUAN: Ketua KKKS Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menerima bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub-Regional Bali Nusra, pada Selasa (20/2), di Aula UPTD Pusat Layanan Disabilitas (PLD), Lumintang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Usaha meningkatkan keterampilan sehingga mampu berwirausaha dan mandiri secara ekonomi bagi para penyandang disabilitas, terus diupayakan Pemerintah Kota Denpasar. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan Creative Workshop, yang digelar pada Selasa (20/2), di Aula UPTD Pusat Layanan Disabilitas (PLD), Lumintang.

Kegiatan pelatihan yang menyasar para anak penyandang disabilitas dan orang tua serta pelaku UMKM disabilitas ini digagas oleh Pemkot Denpasar melalu Dinas Sosial yang menggandeng KKKS Kota Denpasar dan juga PT. Pelindo Wilayah Bali Nusra.

Hadir saat itu, Ketua KKKS Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Sub-Regional Head PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub-Regional Bali Nusra, Fariz Hariyoso, Wakil Ketua KKKS Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana serta Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty.

Dalam kesempatan itu, secara simbolis diserahkan pula bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub-Regional Bali Nusra, kepada Pemerintah Kota Denpasar, untuk pembiayaan program pelatihan keterampilan penyandang disabilitas senilai Rp. 100 juta.

Sub-Regional Head PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub-Regional Bali Nusra, Fariz Hariyoso, dalam kesempatan itu menyampaikan, pihak Pelindo memiliki perhatian terhadap peningkatan kapasitas dan kemampuan para penyandang disabilitas.

“Pelindo memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas penyandang disabilitas agar nantinya memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi,” ungkapnya.

Selebihnya, Fariz Hariyoso juga mengungkapkan, pihak Pelindo juga menyambut baik pelaksanaan program berbasis kewirausahaan inklusi yang selama ini gencar dilakukan oleh Pemkot Denpasar.

“Kedepannya, kami berharap sinergi antara Pelindo dan juga Pemkot Denpasar dalam hal ini Dinas Sosial dan KKKS Kota Denpasar semakin dapat ditingkatkan. Kami mendukung penuh program ini, sehingga para penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama dalam berwirausaha,” lanjut Fariz.

Baca Juga  Sosialisasi Peningkatan Kapasitas, Ny. Sagung Antari Harapkan Pengurus PKK Pahami Peran dan Fungsinya

Ketua KKKS Kota Denpasar, Antari Jaya Negara di sela kegiatan mengemukakan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang kerap diberikan pihak PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub-Regional Bali Nusra, salah satunya bagi pengembangan program kewirausahaan bagi kalangan disabilitas.

“Terima kasih atas dukungan pihak Pelindo Sub-Regional Bali Nusra sehingga banyak program peningkatan kapasitas disabilitas di Kota Denpasar dapat terlaksana,” katanya.

Antari Jaya Negara juga menitip pesan kepada para orang tua anak penyandang disabilitas agar senantiasa memberikan pendampingan dan bimbingan pada buah hatinya. Hal ini dinilainya akan mampu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi anak penyandang disabilitas sehingga akan tetap bisa berkreatifitas, bahkan berwirausaha.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Laxmy Saraswaty, menjelaskan, adapun pelatihan keterampilan ini, melibatkan setidaknya 100 orang, yang terdiri dari anak penyandang disabilitas dan orang tuanya, dan juga para UMKM penyandang disabilitas yang selama ini difasilitasi di Graha Nawasena.

Pelatihan keterampilan bagi anak penyandang disabilitas dan orang tuanya ini digelar selama 4 hari, yakni dari tanggal 20 Februari sampai 24 Februari.

Adapun materi pelatihan keterampilan yang diberikan mencakup membuat Macerame, Kreasi Perca, Bros Monte dan Bunga Stocking. Selain itu, pada pelatihan ini peserta juga akan diajarkan membuat Lukis Aparel.

“Tujuan kami adalah agar anak penyandang disabilitas ringan dan orang tua yang tergabung dalam kelas kreativitas disabilitas pada UPTD PLD di bawah naungan Dinsos Kota Denpasar dapat berdaya, sehingga secara sosial ekonomi dapat mandiri. Peserta nanti kita harapkan juga akan mempraktekkan di rumah masing-masing dan bisa memulai usaha,” ujar Laxmy Saraswaty. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Jaya Negara “Nyanggingin Metatah Massal” Banjar Petangan Gede Desa Adat Pohgading

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Tim Yustisi Denpasar Tertibkan 24 Pelanggar Prokes

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Puskesmas I Denpasar Selatan Jadi Kunjungan Delegasi ASEAN

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca