Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemprov Bali Hadir ‘’Ngrombo’’ Bantu Warga di Tiga Desa di Buleleng dan Gianyar

Serahkan Bantuan Rumah, Bantuan Pendidikan, Bantuan Sembako dan Bantuan Pengobatan

Loading

BALIILU Tayang

:

Pemprov Bali Hadir
SERAHKAN BANTUAN: Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa melalui program Pemprov Bali Hadir menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di Buleleng pada Jumat (26/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng-Gianyar, baliilu.com – Program ‘’Pemprov Bali Hadir’’ kembali memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di Provinsi Bali. Pada Jumat (26/4), Pemerintah Provinsi Bali secara serentak memberikan bantuan di 3 (tiga) desa di Kabupaten Buleleng dan Gianyar yaitu di Desa Pedawa-Kabupaten Buleleng, Desa Kubutambahan-Kabupaten Buleleng dan Desa Tulikup-Kabupaten Gianyar.

Di Desa Pedawa-Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) kepada pasangan I Wayan Pinia (77) dan Ketut Sariasih (55) yang tinggal di gubuk yang masih berlantaikan tanah. Tidak hanya itu, ‘‘Pemprov Bali Hadir’’ juga membantu pasangan I Putu Tamba (60) dan Ni Ketut Mulut (58) yang tinggal beserta dua orang cucunya di Banjar Dinas Lambo Desa Pedawa. Jarak rumah yang cukup jauh dari jalan utama dan medan yang sulit dan terjal menuju lokasi rumah tidak melunturkan semangat dari jajaran Dinsos Provinsi Bali, Disdikpora Provinsi Bali, BKPSDM Provinsi Bali dan Biro PBJ Ekbang Setda Provinsi Bali untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga kurang mampu tersebut. Dalam kesempatan ini diserahkan bantuan pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan bantuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa menyampaikan apresiasi atas sinergitas semua komponen untuk Ngrombo bersama-sama membantu warga masyarakat yang kurang mampu. Pihaknya berharap kedepannya akan lebih banyak lagi pihak-pihak yang tergerak untuk bersama-sama membantu saudara kita yang kurang mampu.

Program ‘’Pemprov Bali Hadir’’ juga menyerahkan bantuan pendidikan dari Bappeda Provinsi Bali untuk anak dari pasangan Made Indrayana dan Ni Luh Restiani di Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Selain uang tunai, keluarga Made Indrayana juga memperoleh bantuan sembako yang diserahkan oleh Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra. Dalam kesempatan itu, Ika Putra menyemangati Restiani agar tetap semangat untuk melanjutkan pengobatan. “Kami doakan ibu cepat sehat, tetap semangat untuk melanjutkan pengobatan,” ujarnya.

Baca Juga  Usung Tema Segara Kerthi, PKB Ke-45 Libatkan 18.974 Seniman

Ika Putra menambahkan, program Pemprov Bali Hadir merupakan wujud kepedulian Pj. Gubernur Bali, Sekda Provinsi Bali dan seluruh OPD dalam membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ke depan, ia mendorong seluruh komponen membangun semangat ngrombo dalam menuntaskan permasalahan sosial di masyarakat yang masih tercecer.

Made Indrayana menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Program ‘’Pemprov Bali Hadir’’ yang sangat bermanfaat untuk meringankan beban keluarganya. Selain untuk pengobatan istrinya, bantuan juga akan dimanfaatkannya untuk membiayai pendidikan dua putranya yang masing-masing duduk di bangku SD dan SMP. Ucapan terima kasih juga diutarakan Perbekel Kubutambahan Gede Pariadnyana. “Terima kasih atas bantuan yang diberikan jajaran Pemprov Bali untuk warga kami,” ucapnya.

Untuk diketahui, Made Indrayana harus berjuang merawat istrinya Ni Luh Restiani yang mengidap kanker payudara sejak tiga tahun lalu. Kondisi sang istri makin memprihatinkan karena sejak lima bulan terakhir kankernya menyebar ke tulang hingga mengalami kelumpuhan. Dalam situasi itu, Made Indrayana kesulitan membiayai pengobatan istri dan membiayai sekolah dua putranya.

Di Kabupaten Gianyar, Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan rumah tangga dari Disperindag Provinsi Bali kepada Keluarga I Made Budiasa di Desa Tulikup. Made Budiasa harus menanggung dan mengurus kedua orang tua yang telah lanjut usia dimana sang ayah telah lama sakit sedangkan sang ibu mengalami gangguan jiwa serta demensia. Hal tersebut menyebabkan Made Budiasa tidak bisa bekerja karena harus mengurus kedua orang tuanya di rumah.

“Sering sakit-sakitan, kalau sakit saya bawa ke rumah sakit gonceng tiga (bonceng motor bertiga, red),” jelasnya menceritakan keadaan mereka.

Sementara Kepala Seksi Keswamas dan Rujukan RSJ Provinsi Bali, dr. Bagus Surya Kusuma Dewa menyampaikan bahwa sang ibu pernah menjalani perawatan di RSJ Provinsi Bali namun kembali pulang karena keterbatasan biaya. Selain menyerahkan bantuan obat-obatan pihak RSJ Provinsi Bali juga membujuk pihak keluarga agar sang ibu dapat dirawat kembali tanpa biaya di RSJ Provinsi Bali. “Penyakit seperti ini sering terjadi pada lansia namun pada kasus ibu perlu perawatan yang lebih intens karena selain mengidap gangguan jiwa juga mengidap demensia,” jelas dr. Bagus Surya.

Baca Juga  Bali Jadi Lokasi Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bansos Berbasis DPI

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan program ‘’Pemprov Bali Hadir’’ bukan untuk melangkahi desa namun Pemerintah Provinsi Bali bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten dan Desa hadir bersama ngrombo membantu masyarakat yang memerlukan.

Sementara Kepala Desa Tulikup, I Made Ardika menyampaikan bahwa keluarga Made Budiasa telah terdaftar sebagai penerima bantuan Kecamatan walaupun hanya berupa bantuan sembako yang diberikan 3 bulan sekali. Ia sangat mengapresiasi bantuan dari Pemprov Bali melalui program ‘’Pemprov Bali Hadir’’ dan berharap program ini juga dapat menyentuh warga-nya yang lain yang juga memerlukan bantuan pemerintah.

Gerakan “Pemprov Bali Hadir” dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga masyarakat kurang mampu akan terus dilanjutkan, baik berupa pembangunan rumah layak huni, rehabilitasi rumah agar lebih layak, bantuan pendidikan kepada anak-anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu serta bantuan layanan kesehatan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Parkir di Trotoar Bisa Kena Sanksi dan Penderekan, Ini Aturannya

Published

on

By

korlantas polri
Kendaraan roda dua saat parkir di atas trotoar. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di atas trotoar. Trotoar merupakan fasilitas yang disediakan khusus bagi pejalan kaki sehingga penggunaannya harus sesuai dengan peruntukannya.

Pelanggaran berupa parkir kendaraan di trotoar masih ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki karena memaksa mereka berjalan di badan jalan.

Ketentuan mengenai hak pejalan kaki telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 131 ayat (1), disebutkan bahwa pejalan kaki berhak memperoleh fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lainnya.

Korlantas Polri menegaskan, penggunaan trotoar sebagai area parkir merupakan pelanggaran terhadap aturan lalu lintas. Oleh karena itu, petugas dapat melakukan penindakan terhadap pengendara yang terbukti memanfaatkan fasilitas pejalan kaki untuk memarkir kendaraan.

Sanksi bagi pelanggar mengacu pada Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ. Dalam ketentuan tersebut, setiap orang yang mengganggu fungsi fasilitas pejalan kaki dapat dikenai pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Selain itu, Pasal 287 ayat (3) juga mengatur sanksi bagi pengemudi yang melanggar tata cara berhenti dan parkir. Pelanggar dapat dikenai pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250.000.

Tidak hanya penilangan, kendaraan yang kedapatan parkir di atas trotoar juga dapat dikenakan tindakan lain sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah penderekan oleh instansi terkait sebagai bagian dari upaya penertiban.

Korlantas Polri mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menghormati hak pejalan kaki dengan menjaga fungsi trotoar sebagaimana mestinya. Masyarakat juga diminta memanfaatkan area parkir resmi yang telah tersedia di berbagai fasilitas umum dan pusat kegiatan.

Baca Juga  Bali Sosialisasikan Pungutan Wisman kepada Perwakilan RI di Luar Negeri

Selain itu, pengguna kendaraan diharapkan membangun budaya tertib berlalu lintas dengan tidak menjadikan alasan apa pun untuk memarkir kendaraan di trotoar. Kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sukses Terapkan 12 Kebijakan Pro Karir ASN, Jembrana Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Pratama dari BKN

Published

on

By

asn jembrana
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi menerima Piagam Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Pratama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penyerahan penghargaan ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Jembrana pada Rabu (24/6/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional setelah Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi menerima Piagam Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Pratama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penyerahan penghargaan ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Jembrana pada Rabu (24/6/2026).

Penghargaan ini diberikan atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi terbaik dalam Implementasi 12 Kebijakan Pro Karir ASN yang memudahkan, Melindungi, dan Membahagiakan ASN. 12 Kebijakan Pro Karir ASN yaitu Kemudahan Pencantuman Gelar Akademik, Kemudahan Pencantuman Gelar Profesi, Peningkatan Uji Kompetensi, Kenaikan Pangkat Melampaui Atasan, Percepatan Layanan (SLA 5 Hari Kerja), Penguatan Independensi Seleksi JPT, Penerapan Manajemen Talenta, 12 Periode Kenaikan Pangkat, Automasi Layanan Kenaikan Pangkat & Pensiun, Implementasi E-Kinerja Harian, Lemari Digital (Document Management System), Pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB)

​Penghargaan ini diserahkan langsung oleh tim dari BKN yang dipimpin oleh Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Satya Pratama, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanreg X BKN, I Made Teguh Wicaksana, serta Kepala Tim Kerja Pengawasan dan Pengendalian, Rama Beta Herdian.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran BKN atas penghargaan yang diberikan. Bagi Bupati Kembang, capaian ini merupakan pemacu semangat bagi seluruh birokrasi di Jembrana untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan.

​”Terima kasih kami ucapkan atas penghargaan ini, semoga kami bisa terus berbenah untuk seluruh ASN di Jembrana,” ucap Bupati Kembang.

​Di hadapan perwakilan BKN dan jajaran yang hadir, Bupati Kembang juga memberikan lecutan semangat bagi seluruh pegawainya agar tidak berpuas diri. Ia menegaskan pentingnya akselerasi dan keselarasan visi dalam membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat Jembrana.

Baca Juga  Dukung Kemajuan Bali, Pj. Gubernur Bali Tandatangani MoU Sister Province Jiangxi - Bali

​”Saya ingin semua pegawai di Jembrana istilahnya ‘berlari’ bersama saya. Mengapa harus berlari? Agar kita bisa lebih cepat mencapai tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan memberikan pengabdian penuh kepada daerah tercinta ini,” pungkasnya.

Kepala Kanreg X BKN, Satya Pratama, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari upaya nyata Pemkab Jembrana dalam menciptakan ekosistem kerja yang mendukung penuh para pegawainya.

​”Kami menyerahkan Piagam Adhi Manawa Nugraha Pratama kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai bentuk apresiasi atas implementasi kebijakan yang pro-ASN dalam rangka memudahkan, melindungi, dan membahagiakan ASN di wilayah kerja Kantor Regional X BKN Denpasar,” ujar Satya Pratama. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sampah Plastik Disulap Jadi Infrastruktur Kota, Buleleng Mulai Pasang Plang Jalan Ramah Lingkungan

Published

on

By

sampah buleleng
PEMASANGAN PAPAN NAMA: Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, melakukan pemasangan perdana papan nama jalan ramah lingkungan atau Buleleng Terra Sign yang dilakukan pada Kamis (26/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga lingkungan sekaligus mempercantik wajah kota diwujudkan melalui inovasi pemanfaatan sampah plastik daur ulang menjadi plang papan nama jalan. Inovasi tersebut mulai diterapkan pada kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan pemasangan perdana papan nama jalan ramah lingkungan atau Buleleng Terra Sign yang dilakukan pada Kamis (26/6).

Program Buleleng Terra Sign ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bersama Rumah Plastik Mandiri Buleleng sebagai bagian dari penataan kawasan strategis pusat Kota Singaraja yang mengedepankan aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, mengatakan bahwa inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Melalui inovasi ini, sampah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan kami ubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar papan nama jalan, tetapi simbol komitmen Buleleng dalam membangun daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Sutjidra saat pemasangan plang jalan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja.

Menurut dia, pemanfaatan sampah plastik sebagai material infrastruktur kota merupakan langkah konkret mendukung ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Pembangunan masa depan harus mampu menjawab tantangan lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Harapannya, inovasi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengurangan sampah plastik,” katanya.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap dapat menekan timbulan sampah plastik, memperkuat budaya daur ulang di masyarakat, serta menjadikan Buleleng sebagai daerah yang inovatif, kreatif, dan peduli lingkungan.

Baca Juga  Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Kereta di Bali Masuki Babak Baru

“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ketika sampah bisa menjadi bagian dari infrastruktur kota, maka kita sedang membangun peradaban yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkas Sutjidra.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menjelaskan bahwa gagasan pemanfaatan sampah plastik untuk papan nama jalan berawal dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam merancang gerakan baru penataan kawasan perkotaan, khususnya di Titik Nol Singaraja.

Ia menyebutkan, seluruh desain tetap mengacu pada standar teknis Kementerian Perhubungan terkait fasilitas perlengkapan jalan, sehingga aspek keselamatan, daya tahan, dan keterbacaan tetap menjadi prioritas utama.

“Penataan kawasan tidak hanya harus aman dan tertib, tetapi juga ramah lingkungan. Lampu penerangan jalan menggunakan PJUTS, kabel ditanam di bawah tanah, dan papan nama jalan kami hadirkan dari material hasil daur ulang sampah plastik. Hari ini kita baru pasang 3 plang papan nama jalan di 3 ruas jalan kawasan titik nol dengan total 10 plang yang nti sisanya akan dipasang di ruas jalan lainnya,” ungkapnya.

Disisi lain, pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng, Eka Darmawan, mengatakan pihaknya menggunakan material plastik jenis HDPE yang dikenal tahan cuaca, aman, dan memiliki daya tahan tinggi untuk kebutuhan ruang publik.

Menurutnya, desain papan nama jalan tersebut juga mengusung identitas lokal melalui sentuhan seni Bali dan rencana penambahan ornamen ukiran khas Buleleng tanpa mengurangi fungsi utama sebagai sarana informasi lalu lintas.

Untuk diketahui dalam tahap awal penataan kawasan Titik Nol Singaraja, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng memasang 10 papan nama jalan yang ditempatkan pada lima ruas jalan, masing-masing di titik awal dan akhir ruas.

Baca Juga  Bali Sosialisasikan Pungutan Wisman kepada Perwakilan RI di Luar Negeri

Untuk memproduksi 10 papan nama jalan tersebut dibutuhkan sekitar 1,2 ton sampah plastik mentah yang berasal dari jaringan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi material papan dan tiang yang siap digunakan sebagai perlengkapan jalan.

Selain berfungsi sebagai penunjuk arah, papan nama jalan berbahan daur ulang ini juga menjadi simbol transformasi sampah menjadi infrastruktur kota yang bernilai guna tinggi. Ke depan, desain inovatif tersebut direncanakan akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca