Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Jadi Fokus Gathering Pariwisata “Rejuvenate Sanur”

BALIILU Tayang

:

pengelolaan sampah denpasar
NARASUMBER: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai narasumber utama dalam kegiatan Gathering Pariwisata bertajuk Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar, di Hotel Prama Sanur, Sabtu (28/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi isu utama yang dibahas dalam kegiatan Gathering Pariwisata bertajuk Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar, di Hotel Prama Sanur, Sabtu (28/3).

Kegiatan ini menghadirkan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai narasumber utama yang memaparkan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar. Selain itu, turut hadir akademisi Prof. Ir. A.A.P. Agung Suryawan Wiranatha yang menyampaikan materi terkait program keberlanjutan pariwisata Sanur serta penanganan isu sampah.

Acara ini juga dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Sayoga, S.H., M.Kn., Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar Ir. I Wayan Maryana Wandhira, S.T.M, Wakil Ketua II DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, S.H., M.Kn., Anggota DPRD Kota Denpasar AA Gede Putra Arie Wangsa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Denpasar I Bagus Alit Adhi Merta, SSTP., M.Si dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Denpasar terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara juga menerima plakat penghargaan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar dan PHRI Kota Denpasar sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, serta pemikirannya dalam mendukung pembangunan pariwisata Kota Denpasar.

Dalam paparannya, Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa pengembangan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan tidak terlepas dari tantangan lingkungan, khususnya peningkatan timbulan sampah yang berasal dari aktivitas sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe).

“Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci. Kita harus menyasar langsung pelaku usaha Horeka, karena mereka memiliki peran besar dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah. Gathering ini menjadi momentum untuk sosialisasi sekaligus membangun komitmen bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Rakor Kumpulkan Kaling dan Kadus Kecamatan Denbar dan Densel

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar bersama BPPD Kota Denpasar terus mendorong agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan di sumbernya. Di kawasan Sanur, beberapa wilayah seperti Sanur Kaja telah mampu menyelesaikan persoalan sampah di tempat tanpa harus dibawa ke TPA. Sementara itu, di Sanur Kauh juga tengah dikembangkan fasilitas pengolahan sampah dengan dukungan mesin dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Harapannya, kawasan Sanur dapat mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri, sehingga mampu mendukung pariwisata yang bersih dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata Kota Denpasar diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar memiliki peran strategis sebagai barometer pembangunan, termasuk dalam sektor pariwisata. Kawasan Sanur sendiri menjadi salah satu destinasi unggulan yang terus dikembangkan melalui penataan kawasan dan peningkatan kualitas destinasi.

“Sebagai sektor yang berinteraksi langsung dengan wisatawan dan menghasilkan sampah dalam jumlah besar, Horeka memiliki peran strategis dalam implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemilahan, pengurangan plastik sekali pakai hingga pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber bukan hanya terkait kebijakan penutupan TPA Suwung, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas kehidupan di masa depan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari transformasi menuju pariwisata Denpasar yang regeneratif, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kota Denpasar juga terus melaksanakan penataan kawasan pariwisata Sanur sebagai bagian dari upaya peremajaan (rejuvenation) destinasi agar tetap berdaya saing. Namun demikian, upaya tersebut harus diimbangi dengan penanganan sampah yang terintegrasi dan melibatkan seluruh pihak.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dorong Optimalisasi Teba Modern Atasi Sampah Organik, Siapkan PDU untuk An-Organik

Kegiatan Gathering Pariwisata ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat Sanur, asosiasi dan pelaku usaha pariwisata, desa adat dan pengelola kawasan wisata, akademisi, komunitas lingkungan, serta perangkat daerah terkait.

Ketua BPPD Kota Denpasar, IB Gede Agung Sidharta menambahkan bahwa sebagian besar hotel besar di Sanur sebenarnya telah menerapkan sistem pengelolaan limbah secara baik dan berkelanjutan.

“Di hotel-hotel sudah ada pengelolaan limbah yang terstruktur, mulai dari limbah dapur, limbah cair, hingga limbah B3. Bahkan minyak jelantah pun sudah dikelola oleh pihak ketiga,” jelasnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata Kota Denpasar yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Bukan Kebijakan Mendadak, Penyetopan Sampah Organik ke TPA Suwung Sudah Didahului Sosialisasi PSBS

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Rakor Kumpulkan Kaling dan Kadus Kecamatan Denbar dan Densel

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  22 UMKM di Luar Taman Budaya Bali Terjaring Sidak karena Gunakan Plastik Sekali Pakai

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Rakor Kumpulkan Kaling dan Kadus Kecamatan Denbar dan Densel

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca