Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pengurus SMSI Badung Periode 2024-2027 Resmi Dilantik, Dorong Media Online Naik Kelas

BALIILU Tayang

:

SMSI Badung
PELANTIKAN: Berfoto bersama usai Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung resmi dikukuhkan dan dilantik, yang bertempat di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu, 23 Oktober 2024. (Foto: Hms SMSI Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung resmi dikukuhkan dan dilantik, yang bertempat di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu, 23 Oktober 2024.

Pada kesempatan tersebut, Nyoman Sarmawa dipercaya sebagai Ketua SMSI Kabupaten Badung masa jabatan 2024-2027.

Dalam sambutannya, Ketua SMSI Kabupaten Badung Nyoman Sarmawa menyampaikan bahwa saat ini telah beroperasi hampir 400 media online di Bali dan sebagian di antaranya beroperasi di Kabupaten Badung. Dari ratusan media online yang ada ini, tentu membutuhkan sebuah wadah, salah satunya SMSI ini.

Dijelaskan lebih lanjut pemerintah, salah satu fungsinya tentu saja berupaya mendukung atau mensupport usaha mikro seperti media online ini untuk selanjutnya bisa naik kelas menjadi usaha kecil, menengah, bila perlu menjadi usaha besar. Tentu sebuah kebanggaan bagi pemerintah ketika mampu membawa media online bisa naik kelas.

“Sebagai sebuah media, kami juga sangat memerlukan hubungan baik dengan semua pihak terutama instansi-instansi pemerintah baik vertikal maupun horizontal. Dalam menggali berita, tentu saja kami melalui para wartawan memerlukan narasumber kompeten sehingga masyarakat pembaca kian percaya kepada media. Untuk inilah kami perlu menjaga komunikasi dan hubungan dengan instansi-instansi yang ada,” ujarnya.

Pada kesemptan itu, Sarmawa mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga pelaksanaan acara pelantikan SMSI Badung dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan DPRD Badung yang sudah mensupport tempat, sound sistem serta bantuan lainnya. Demikian juga dengan Pemkab Badung, terkhusus Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, DPM PTSP serta dukungan Paslon, sekali lagi kami berterima kasih,” tandasnya.

Baca Juga  SMSI Bali Gelar Rakorda Pertama di Indonesia, Libatkan Pengurus Seluruh Kabupaten Kota

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewaja Oja menyebutkan selama ini Pemerintahan Kabupaten Badung bermitra sangat bagus dengan media, sehingga  dengan adanya SMSI di Kabupaten Badung akan memperkuat sinergitas antara SMSI Badung dengan Pemkab Badung kedepannya.

Mengingat, media sebagai salah satu pilar pembangunan, karena jendela informasi saat ini yang sangat dibutuhkan berasal dari media pers, karena ada proses kerja dan mekanisme verifikasi, sehingga informasi yang disampaikan akurat, teruji dan tepat sasaran.

Terkait Pilkada Serentak 2024, Edo juga meminta anggota SMSI senantiasa menjaga idealisme marwah pers, lantaran setiap hajatan demokrasi, peranan media sangatlah besar, namun tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa menyambut baik munculnya wadah atau asosiasi bagi media online. Hal ini karena saat ini ada ratusan media online dan beroperasi di wilayah Kabupaten Badung. Dengan adanya asosiasi ini apalagi sudah diakui negara dan menjadi konstituen Dewan Pers tentu saja akan bermanfaat bagi anggota yakni perusahaan media online untuk wahana berkumpul, berdiskusi dan memperoleh pendampingan baik dari aspek legal maupun pendampingan teknis lainnya sehingga media online tersebut memenuhi kualifikasi sebagai sebuah media.

“Sebagai media yang berfungsi menyebarluaskan informasi, kami berharap SMSI sebagai wadah berkumpulnya media online mampu menjalankan fungsi edukasi dan literasi di tengah maraknya berita-berita hoax serta membludaknya informasi-informasi yang ada di berbagai platform media sosial (medsos). SMSI kami harapkan bisa memberikan pencerahan bagaimana membedakan berita hoax dengan berita yang layak dipercaya dan merupakan produk jurnalistik. Demikian juga dengan produk jurnalistik dengan informasi-informasi di media sosial,” ucapnya.

Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa selepas acara kepada awak media menyampaikan bahwa merasa bahagia dan senang serta mengucapkan selamat kepada pengurus SMSI Kabupaten Badung 2024/2027. Dirinya juga menyampaikan rasa bahagia dikarenakan merasakan betul peran media atau peran media online di Kabupaten Badung ini. Karena peran media dan media online memiliki nilai penting dan strategis dalam pelaksanaan penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Badung. Dijelaskan lebih lanjut sudah menempatkan bahwa media itu sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Ulang Tahun SMSI: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

“Dalam konteks dan konsep penyelenggaraan pembangunan daerah kita sudah sepakat menggunakan pendekatan dengan pola pentahelix, yang mana pendekatan pembangunan pola pentahelix itu suatu pendekatan yang mengolaborasikan 5 komponen dasar dalam kehidupan berbangsa yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor pengusaha swasta, dan media. Media merupakan salah satu bagian, dengan demikian dalam pelaksanaan pembangunan termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan itu, media itu menjadi bagian penting serta semua komponen memiliki posisi yang sama. Dengan itulah kita dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Jika kita ingin mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development maka jangan pernah lepas dari media karena peran media begitu penting,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara pelantikan pengurus SMSI Kabupaten Badung, Plt. Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti dan Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba selaku Dewan Penasehat SMSI Kabupaten Badung, Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta dan seluruh Pimpinan Organisasi  Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Badung dan Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana serta Direksi RSD Mangusada.

Selain itu, juga hadir Wakil Ketua PWI Bali, Pengurus SMSI Kabupaten/Kota se-Bali, Perwakilan AMSI Bali, Ketua JMSI Bali serta para undangan lainnya.

Untuk diketahui, Susunan Pengurus SMSI Kabupaten Badung periode 2024-2027 sebagai berikut: DEWAN PENASEHAT : Bupati Badung, Ketua DPRD Badung dan Sekda Badung; KETUA: Drs Nyoman Sarmawa, SEKRETARIS: Horacio Canto, SP.d, BENDAHARA: Nyoman Sunaya. BIDANG-BIDANG: BIDANG ORGANISASI & KEANGGOTAAN: Wayan Sufiatna; BIDANG HUMAS & LITERASI DIGITAL : Putu Wiguna; BIDANG ADVOKASI : Nyoman Alit Sukarta, S.Sos. H., M.I.Kom: BIDANG KERJASAMA ANTARLEMBAGA : Made Sudiana; dan BIDANG PENDIDIKAN: Ari Wulandari. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan SMSI Daftarkan Seluruh Anggotanya untuk Didata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global, Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT 2026

Published

on

By

Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award INACRAFT 2026
Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT Vol. 5 Tahun 2026 di Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Keunggulan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang pameran kerajinan INACRAFT Vol. 5, October 2026 dengan tema Youthpreneurs. Dekranasda Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan Best Booth Award kategori Kementerian/Dinas/Lembaga. Capaian membanggakan ini menjadi wujud keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang secara konsisten dilakukan Dekranasda Kabupaten Tabanan, dalam mendorong potensi perajin dan pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum BPP ASEPHI dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (9/10).  Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Dekranasda Tabanan dalam memperluas promosi produk kerajinan daerah serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari penampilan stan Dekranasda Kabupaten Tabanan yang mengusung identitas budaya Bali melalui desain gapura tradisional yang megah, dan berkarakter khas Kabupaten Tabanan, yang mengangkat filosofi Jineng Bali, bangunan tradisional tempat penyimpanan hasil panen yang menjadi simbol kemakmuran, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Terinspirasi dari nilai-nilai luhur tersebut, gapura ini merepresentasikan Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali, daerah yang kaya akan potensi pertanian, subak, serta warisan budaya yang tetap lestari sepanjang zaman.

Perpaduan arsitektur Bali yang agung, detail ornamen tradisional yang artistik, dan sentuhan estetika modern menjadikan gapura ini bukan sekadar gerbang fisik, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan jati diri masyarakat Tabanan. Sebuah mahakarya arsitektur yang mencerminkan keharmonisan antara budaya, alam, dan kemajuan. Pun dipadukan dengan penataan produk kerajinan yang menarik dan estetik, beragam produk unggulan IKM Tabanan ditampilkan untuk memperkenalkan karakter, kreativitas, serta kualitas kriya lokal kepada pengunjung.

Baca Juga  Wabup Badung Buka Literasi Digital “Tips Aman Bertransaksi Online”

Penilaian Best Booth Award meliputi sejumlah aspek, di antaranya suasana stan yang ramah, keindahan, kesesuaian desain dengan tema, serta pemanfaatan dan penataan ruang.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perajin dan IKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk kerajinan daerah, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya melalui pengembangan kriya yang mampu mengikuti perkembangan pasar.

“Puji syukur, penghargaan Best Booth INACRAFT October 2026 ini kami persembahkan untuk seluruh perajin dan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Ini adalah bukti kerja kolektif dan komitmen kami untuk terus melestarikan serta mengembangkan kriya Tabanan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Bunda Rai.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasi kepada ASEPHI dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut. Dekranasda Kabupaten Tabanan, dikatakannya akan terus berupaya mendorong penguatan kualitas, inovasi, dan promosi produk kerajinan lokal agar semakin dikenal luas. “Terima kasih kepada ASEPHI dan seluruh pihak. Di bawah binaan Dekranasda Tabanan, kami akan terus mendorong inovasi, kualitas dan promosi produk lokal Tabanan. Kriya Tabanan harus mendunia,” tegasnya.

Prestasi di INACRAFT October 2026 ini menjadi dorongan bagi Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku IKM, sekaligus mengoptimalkan potensi kerajinan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan, produk kerajinan khas Tabanan diharapkan semakin dikenal, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, serta membawa identitas budaya Tabanan ke panggung yang lebih luas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali, Semangat Menyama Braya Jadi Landasan Sinergi Pembangunan Pusat dan Daerah

Published

on

By

Kepala Bappeda Bali Buka Rakor Bappeda se-Bali di Buleleng
RAKOR: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat membuka Rapat Koordinasi Bappeda se-Bali di Handara Golf & Resort Bali, Pancasari, Buleleng, Kamis (8/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Semangat menyama braya atau kebersamaan dan kekeluargaan menjadi landasan penting dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Semangat tersebut ditekankan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat membuka Rapat Koordinasi Bappeda se-Bali di Handara Golf & Resort Bali, Pancasari, Buleleng, Kamis (8/10).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Oktober 2026, ini mengusung tema “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025–2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Dalam arahannya, Ika Putra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen perencanaan, tetapi juga oleh kuatnya koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, filosofi menyama braya yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan perlu menjadi semangat bersama dalam menjalankan tugas pembangunan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun dalam membangun hubungan dengan pemerintah pusat.

Ia mengibaratkan Bappeda sebagai bagian dari sebuah sistem besar pemerintahan yang terdiri atas berbagai subsistem yang saling mendukung. Sinergi antara Bappeda Provinsi Bali dan Bappeda kabupaten/kota akan membentuk sistem perencanaan pembangunan daerah yang semakin kuat dan terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional.

Karena itu, Ika Putra mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dan komunikasi yang berkelanjutan, termasuk membangun kedekatan serta jejaring kerja dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.

Hubungan yang harmonis tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah dapat memperoleh informasi strategis, memahami arah kebijakan nasional, serta merespons berbagai dinamika pembangunan secara cepat dan tepat.

Lebih lanjut, rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat keselarasan antara kebijakan pembangunan nasional dan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung pencapaian Asta Cita pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang disinergikan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Keselarasan tersebut diwujudkan melalui sinkronisasi RPJMN dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi dan kabupaten/kota, serta penyelarasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Baca Juga  Wabup Badung Buka Literasi Digital “Tips Aman Bertransaksi Online”

Melalui perencanaan yang terpadu, pelaksanaan program pembangunan diharapkan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Rapat koordinasi ini diikuti lebih dari 150 peserta dari jajaran Bappeda Provinsi Bali dan Bappeda kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.

Kehadiran berbagai kementerian dan lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pembangunan nasional, meningkatkan kualitas perencanaan daerah, serta menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi berbagai isu strategis pembangunan.

Ika Putra mengajak seluruh jajaran Bappeda se-Bali untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi agar setiap kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara selaras, terukur, dan berkelanjutan.

Selain menjadi forum penguatan koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat kabupaten/kota Provinsi Bali.

Dalam penganugerahan tersebut, Kabupaten Jembrana berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Gianyar pada peringkat kedua dan Kabupaten Klungkung pada peringkat ketiga.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus instrumen evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan pencapaian kinerja pembangunan daerah.

Penilaian pembangunan daerah juga menjadi bagian dari upaya mendorong setiap kabupaten/kota untuk terus berinovasi dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, kapasitas, serta tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.

Melalui penyelenggaraan rapat koordinasi ini, Bappeda se-Bali diharapkan semakin solid dalam membangun perencanaan pembangunan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat sinergi antara program prioritas nasional dan program unggulan daerah.

Dengan semangat menyama braya, kolaborasi pembangunan diharapkan tidak berhenti pada penyelarasan dokumen perencanaan, tetapi dapat diwujudkan melalui program dan kebijakan yang saling mendukung, berorientasi pada hasil, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Baca Juga  SMSI Bali Gelar Rakorda Pertama di Indonesia, Libatkan Pengurus Seluruh Kabupaten Kota

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Wabup Badung Buka Literasi Digital “Tips Aman Bertransaksi Online”

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca