Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Percepat Hasil Uji Swab-PCR, Gugus Tugas Covid-19 Bali Tambah Dua Laboratorium Lagi

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Untuk memberikan pelayanan secara optimal terutama penyampaian hasil swab berbasis PCR dari laboratorium  kepada pasien yang belakangan ini mengalami perlambatan akibat jumlah kasus yang semakin meningkat, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyatakan ke depan akan ada dua (2) rumah sakit yang dilengkapi laboratorium uji swab-PCR yakni Rumah Sakit Bali Mandara dan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, yang akan aktif pada awal Juli mendatang.

‘’Dengan bertambahnya jumlah laboratorium uji swab-PCR di Bali, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan tim medis dalam mengeluarkan hasil uji swab-PCR yang nantinya juga akan memberi dampak semakin cepatnya sirkulasi layanan bagi pasien khususnya yang sedang menjalani karantina,’’ terang Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali saat memimpin rapat optimalisasi laboratorium dan percepatan hasil uji swab-PCR bersama instansi terkait via daring, Rabu (17/6-2020).

Dewa Indra mengatakan tiga bulan berjalan wabah Corona belum juga menunjukkan tanda untuk lenyap dari muka bumi. Jika dilihat dari jumlah, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup tinggi yang datangnya dari transmisi lokal. Hal ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitasnya.

“Bertambahnya kasus Covid-19 di Bali jangan sampai membuat kita kehilangan semangat. Namun jangan juga karena terlalu berdedikasi kita lupa untuk menjaga kesehatan diri kita. Sebaiknya kita menyeimbangkan antara tugas kewajiban dan juga hak kita untuk tetap sehat dengan pembagian waktu tenaga medis berjaga dalam penanganan Covid-19 dengan teman sejawatnya. Selain itu untuk mempercepat proses penyampaian hasil uji swab-PCR kepada pasien, antara form input dan form laporan harus satu,” imbuh Dewa Indra.

Baca Juga  Hari Ini, 13 Pasien di Denpasar Dinyatakan Sembuh, Kasus Positif Bertambah 16 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan terhitung tiga (3) bulan terakhir (April, Mei dan Juni) saja jumlah total sampel yang sudah diuji lab sebanyak 21.723 dengan jumlah peningkatan kasus sejak dua (2) bulan yang diakibatkan tracing contacts. Sehingga ke depan pihaknya memiliki rencana strategis dalam percepatan hasil laboratorium dengan sasaran alur pasien keluar masuk rumah sakit dan penanganan kasus baru dapat dioptimalisasi.

Beroperasinya tiga (3) laboratorium yang ada dengan kapasitas 24.640 per bulan ( RSUP Sanglah 3 alat dengan kemampuan uji swab-PCR sebanyak 600 per hari, RSPTN Udayana 2 alat dengan kemampuan uji swab-PCR sebanyak 200 per hari dan Warmadewa 1 alat dengan kemampuan uji swab-PCR 60 per hari) mengharuskan pihak tenaga medis di rumah sakit menerapkan sistem priority (mengutamakan) bagi pasien dalam perawatan karantina, ODP, PMI dan ABK yang baru datang serta pelaku perjalanan yang bersifat emergency/ kedinasan.

Melihat semakin banyaknya transmisi lokal yang terjadi di sejumlah tempat (kabupaten/ kota) maka rumah sakit tipe B ke depannya diharapkan memiliki laboratorium uji swab-PCR mandiri dengan sarana prasarana dan sumber daya manusia (tenaga medis) yang cukup termasuk wajibnya memiliki dokter spesialis patologi klinik.

Pada waktu yang akan datang Kabupaten Badung akan melaksanakan rapid test massal di Desa Ayunan, Mengwi. Hal ini dilakukan untuk memutuskan rantai penularan dan penyebaran virus Corona di tengah masyarakat awam. Dengan rapid test setiap orang akan tahu seberapa besar dirinya memiliki peluang tertular sehingga dapat dilakukan pencegahan dini oleh semua pihak.

Di akhir rapat, Dewa Made Indra juga meminta agar tidak ada sampel yang mengendap. Jika ada penumpukan sampel  akibat jumlah pasien maka tenaga medis terkait yang sedang bertugas harus melakukan penggeseran sampel ke laboratorium lain, sehingga hasil uji swab-PCR tidak akan terlalu lama, hal ini juga ditujukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru di hilir khususnya tempat karantina. (*/gs)

Baca Juga  Badung Terbitkan Perbup Nomor 52 Tahun 2020 Penerapan Prokes, Pelanggar Kena Denda Administratif

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

Baca Juga  Penyebaran Covid sangat Masif di Denpasar, Rai Mantra Berharap GTPP, Lurah/Perbekel dan Bandesa Lakukan Langkah Antisipasi

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  Penyebaran Covid sangat Masif di Denpasar, Rai Mantra Berharap GTPP, Lurah/Perbekel dan Bandesa Lakukan Langkah Antisipasi

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Dirga.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.

Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)

Baca Juga  DR. I Ketut Mardjana: Mahalnya Biaya PCR Test Jadi Kendala Masuknya Pelancong ke Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca