Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringatan HLUN Ke-28 dan TAGANA Ke-20, Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali Semangati Lansia

BALIILU Tayang

:

peringatan hari lansia provinsi bali
HADIRI HLUN: Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya saat menghadiri HLUN ke-28 Tahun 2024 di di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati, Desa Kaliasem, Rabu (29/5). (Foto: Hms Pemprov)

Buleleng, baliilu.com – Penjabat (Pj.) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya bisa berada dan berbaur di tengah para lansia di Gedung Laksmi Graha Kabupaten Buleleng serangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28, dan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-20 Tahun 2024, Rabu (29/5).

Pada kesempatan ini, Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali yang gencar melaksanakan kegiatan turun ke lapangan secara langsung, juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bali yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten se-Bali yang memberikan perhatian kepada lansia, mulai dari berbagi keperluan pemenuhan kebutuhan hidup, menyediakan layanan posyandu lansia, pemenuhan hak sipil, pemberian bantuan akses kesehatan dan berperan aktif menjadi pioner penggerak kesejahteraan perekonomian bagi lansia yang masih mampu beraktivitas dan menghasilkan karya (seperti membuat anyaman janur/majejaitan keperluan upakara, membuat sapu lidi, membuat rajutan taplak meja dan lain-lainnya).

“Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan pasti akan menemukan dan berada pada fase ini, dimana segala fungsi motorik, sensorik dan mental kita akan mulai menurun, sehingga membutuhkan bantuan orang lain (anak-anak dan cucu). Namun jangan putus asa dan patah semangat, mari tetap berkarya, tetap menghibur diri dalam mengarungi sisa hidup ini, agar tetap bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain serta lingkungan sekitar”, ungkapnya.

Dengan mengangkat tema Hari Ulang Tahun kali ini, “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat”, saya yakin kita semua akan mampu menjalani sisa hidup dengan baik, dengan tetap menjaga komunikasi yang sehat dengan keluarga dan lingkungan, serta melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat.

Baca Juga  Dukung Puteri Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya Turut Nobar Grand Final Puteri Indonesia 2024

“Menurut saya, posyandu lansia yang tersebar dan aktif di setiap balai banjar seluruh provinsi di Bali merupakan langkah nyata bahwa kita sebagai generasi dan kader Tim Penggerak PKK sudah peduli dan memiliki program dalam membangun kehidupan lansia yang sehat.

Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menyatakan bahwa sesuai Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”, yang pada dasarnya mengatur tanggung jawab negara dalam memelihara fakir miskin termasuk lansia guna memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusiaan.

Ditambahkannya, Buleleng yang dikenal masih banyak mencatat data kemiskinan ekstrem (warga yang berpenghasilan di bawah Rp. 366.000/bulan, atau tidak bisa memenuhi kebutuhan sosial dan kebutuhan hidup) mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, masuk ke dalam 348 Kader Pembangunan Manusia (KPM) sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 450.000 selama 12 bulan, sementara yang tercatat sebagai warga stunting (1.551 Kader Pembangunan Manusia/ KPM) juga mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp. 250.000 selama 12 bulan.

Selain itu, warga yang masuk ke dalam daftar kurang mampu juga diberdayakan atau dipekerjakan pada 62 ribu UMKM yang tersebar di Kabupaten Buleleng.

Pada kesempatan ini, Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya juga menyerahkan bantuan sosial berupa uang (BSU) kemiskinan ekstrem, BSU untuk penyandang disabilitas, bantuan sembako untuk lansia, bantuan pemenuhan hak sipil, melaksanakan serah terima Rumah sejahtera terpadu dari donasi ASN Pemprov Bali kepada 2 penerima bantuan serta alat bantu disabilitas.

Di hari yang sama Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya mengunjungi Peringatan Hari Lansia Nasional ke-28, di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati, Desa Kaliasem, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 100 orang lansia yang merupakan warga panti dan lansia warga sekitar turut memeriahkan acara yang mengambil Tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.

Baca Juga  Lansia Berdaya, 64 Siswa Sekolah Lansia di Buleleng Diwisuda

Mewakili Pj. Gubernur Bali S. M. Mahendra Jaya, I Dewa Gede Mahendra Putra selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali mengajak para lansia untuk tetap bersemangat dan selalu optimis dalam menjalani kehidupan. “Saya harap bapak dan ibu semua tetap menjaga kesehatan dan selalu bersemangat, “ katanya.

Mahendra juga memastikan negara, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali, akan senantiasa berupaya untuk menjamin kesehatan dan memperhatikan para lansia dengan berbagai program serta aksi sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani mengungkapkan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) merupakan bentuk apresiasi atas semangat jiwa raga lansia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan serta memajukan Bangsa Indonesia. “Peringatan ini dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat, akan pentingnya peran lansia dalam membangun negara,” katanya.

Aryani juga menjelaskan dalam kesempatan tersebut dilaksanakan Penyerahan Paket secara Simbolis berupa berupa Makanan Ringan untuk Lansia dalam panti sebanyak 50 paket dan Paket Sembako untuk Lansia luar panti sebanyak 50 paket.

Sebagai puncak acara, Ny. Ida Mahendra Jaya didampingi dua orang lansia warga panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra Dewa Mahendra dan Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, meniup lilin tanda Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-28 tahun 2024.

Selanjutnya, Pj. Ketua PKK Bali juga berkunjung dan melihat langsung sejumlah lansia berkategori beresiko di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati. Ny. Ida Mahendra Jaya nampak berbincang langsung sembari menyemangati sejumlah lansia yang nampak hanya bisa berbaring tersebut. Ia pun berjanji akan memastikan pemenuhan kebutuhan dan fasilitas pendukung agar para lansia senantiasa sehat dan bersemangat menjalani hari-hari senja. (gs/bi)

Baca Juga  Aksi Sosial di Jembrana, Ny. Putri Koster Serahkan 1 Ton Beras kepada Lansia, Anak Difabel, Balita, Ibu Hamil dan TP PKK Jembrana

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Piodalan Jelih, Metatah, Mepetik dan Mewinten di Pura Arya Wang Bang Pinatih  

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Piodalan Jelih, Metatah, Mepetik dan Mewinten di Pura Arya Wang Bang Pinatih, Banjar Bantas Kaja, Desa Sibanggede.
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri karya piodalan jelih, metatah, mepetik dan mewinten di Pura Arya Wang Bang Pinatih di Banjar Bantas Kaja, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Karya Piodalan Jelih, Metatah, Mepetik dan Mewinten yang sarat akan makna kebersamaan dan pelestarian tradisi Pura Arya Wang Bang Pinatih di Banjar Bantas Kaja, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Dalem Sibanggede, Rabu (12/8) dengan dihadiri oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk tidak henti-hentinya meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar senantiasa dianugerahi kesehatan, kerahayuan, serta kesejahteraan. Bupati juga mendoakan agar pelaksanaan karya berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don.

Selain aspek keagamaan, Bupati Adi Arnawa mengajak krama bersama-sama menjaga sektor pariwisata, khususnya dari sisi keamanan dan kebersihan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung, sehingga kenyamanan wisatawan perlu dijaga bersama. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Badung terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung keberlanjutan pariwisata, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur jalan baru sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan. Dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Badung merasa aman, nyaman, dan betah selama berada di wilayah Badung.

Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Badung dalam rangka meringankan beban masyarakat, diantaranya program bantuan hari raya keagamaan, bantuan bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, serta berbagai program sosial lainnya. Dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemkab Badung berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya kepada masyarakat, salah satunya melalui program pendidikan SMA gratis di Badung.

Selain itu, Pemkab Badung juga menyiapkan program bantuan pendidikan jenjang S1 selama delapan semester dengan kuota sebanyak 1.500 orang. Program tersebut menyasar anak petani dan masyarakat yang orang tuanya memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta. Seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut ditanggung oleh pemerintah.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Dampingi Pj. Ketua TP PKK Bali "Berkunjung dan Berbagi" di Desa Tegal Harum

“Upaya ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan SDM Badung agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak diterima bekerja hanya karena terkendala pendidikan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pembangunan Kabupaten Badung tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia. Peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang lebih berdaya saing dan memiliki kesempatan yang lebih luas dalam dunia kerja.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Artana melaporkan bahwa Karya Piodalan Jelih, Metatah, Mepetik dan Mewinten di Pura Arya Wang Bang Pinatih merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan oleh krama.

Biaya pelaksanaan karya bersumber dari punia krama pengempon. Pelaksanaan karya juga dapat terlaksana berkat semangat gotong-royong, kebersamaan, dan kerukunan krama. Menurutnya, semangat tersebut membuat pelaksanaan karya menjadi lebih praktis dan efisien sekaligus meringankan beban krama.

“Jumlah krama pengempon sebanyak 114 kepala keluarga (KK). Sementara peserta dalam rangkaian kegiatan meliputi metatah sebanyak 19 orang, tigang sasih sebanyak 7 orang, dan mawinten sebanyak 394 orang,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Kepala Desa Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede Nyoman Surianta, Peiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Badung Made Sutama serta para pengempon Pura Arya Wang Bang Pinatih. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Bertemu DJSN, Bali Siap Jadi Pilot Project Reformasi Sistem Rujukan Kesehatan Nasional

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menerima jajaran Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) di Jayasabha, Denpasar, membahas reformasi sistem rujukan kesehatan.
TERIMA DJSN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima jajaran Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (12/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com — Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapan menjadi daerah percontohan atau pilot project reformasi sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional berbasis kompetensi. Gagasan tersebut dinilai dapat memangkas panjangnya proses rujukan sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh layanan medis sesuai kebutuhan dan tingkat kompetensi rumah sakit.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima jajaran Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (12/8).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi sekaligus penguatan penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, termasuk reformasi sistem rujukan, pembiayaan pelayanan kesehatan, penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta peningkatan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Bali.

Anggota DJSN sekaligus Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, reformasi sistem rujukan menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan setelah lebih dari satu dekade implementasi sistem jaminan sosial nasional.

Menurut dia, selama ini pelayanan kesehatan masih banyak bertumpu pada sistem rujukan berjenjang. Model tersebut dinilai dapat membuat proses penanganan pasien menjadi lebih panjang, sehingga perlu dilakukan perubahan menuju sistem rujukan berbasis kompetensi.

“Sudah saatnya untuk reformasi. Kita perlu memperbaiki layanan kesehatan masyarakat. Kalau sekarang berbasis rujukan dan prosesnya panjang, ke depan kita perlu berbasis kompetensi,” ujar Kunta.

Dengan sistem berbasis kompetensi, pasien dapat diarahkan langsung ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan medisnya, baik rumah sakit dengan kompetensi madya, utama maupun paripurna.

“Apakah madya, utama, paripurna, langsung saja. Apa keperluan pasien dan lebih cepat ditangani. Ini perubahan mindset,” katanya.

DJSN berharap Bali dapat menjadi daerah yang lebih awal menerapkan konsep tersebut dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga  Ny. drg. Ida Mahendra Jaya Ingatkan Orangtua Larang Anak Konsumsi Makanan Mengandung Gula Berlebihan

Kunta juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bali dalam memperluas cakupan jaminan sosial. Kepesertaan JKN di Bali telah mencapai sekitar 88 persen dan pertumbuhannya disebut lebih tinggi dibandingkan persentase nasional.

Selain itu, perlindungan terhadap tenaga kerja di Bali juga mengalami peningkatan signifikan, bahkan disebut tumbuh hingga tiga kali lipat.

“Kami tentu mengapresiasi Bapak Gubernur sebagai kepala daerah. Kepesertaan jaminan nasional meningkat dan tumbuh lebih tinggi dari persentase nasional,” ujar Kunta.

DJSN juga mendorong penerapan KRIS secara optimal. Standar pelayanan rawat inap diharapkan semakin menjamin kesetaraan kualitas pelayanan bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya Kunta Wibawa , kondisi ruang rawat inap yang menampung terlalu banyak pasien dalam satu kamar perlu terus diperbaiki. Idealnya, jumlah tempat tidur dibatasi maksimal empat dalam satu kamar dengan fasilitas kamar mandi di dalam serta kelengkapan penunjang lainnya.

“Dengan segala fasilitasnya, masyarakat mendapatkan pelayanan yang sama,” katanya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif gagasan reformasi sistem rujukan tersebut. Ia menilai perubahan sistem akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung apabila diperlukan perubahan regulasi di tingkat nasional.

“Ini perlu perubahan regulasi. Pasti saya support. Karena memudahkan masyarakat. Saya sangat setuju dan dukung,” tegas Koster.

Menurut Koster, Bali memiliki modal kebijakan dan infrastruktur regulasi yang cukup kuat untuk menjadi daerah percontohan. Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah memiliki Pergub Bali Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS), serta regulasi mengenai rujukan terintegrasi.

“Kalau sudah ada Perpres tentu lebih bagus. Jadi di Bali relatif baik, meskipun saya terus dorong untuk lebih baik dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga  Pj. Ketua Dekranasda Bali Ny. Ida Mahendra Jaya Kunjungi Desainer di Karangasem dan Bangli

Koster mengatakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya menyangkut cakupan kepesertaan, tetapi juga pengalaman masyarakat ketika mengakses fasilitas kesehatan. Karena itu, kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi pasien menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dorong Universal Health Coverage

Selain mendukung reformasi sistem rujukan, Koster menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan Universal Health Coverage (UHC) di Bali agar semakin banyak masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, akan terus mendorong perluasan cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Terus saya dorong untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Pelayanan juga kita perhatikan agar masyarakat, pasien masuk rumah sakit lebih nyaman,” kata Koster.

Menurutnya peningkatan kualitas sistem kesehatan juga memiliki kaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata Bali. Pemerintah Provinsi Bali tengah mendorong pengembangan pariwisata berbasis kesehatan atau health tourism.

Sejumlah layanan kesehatan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik baru bagi wisatawan mancanegara, antara lain perawatan gigi, bedah plastik dan berbagai layanan medis lainnya.

“Kalau layanan kesehatan kita terus meningkat jadi berdaya saing, wisatawan mancanegara bisa mencari layanan kesehatan di Bali,” ujar Koster.

Koster menilai penguatan sistem kesehatan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Reformasi sistem rujukan, perluasan cakupan JKN, penerapan standar rawat inap, serta pengembangan health tourism diharap Koster berjalan beriringan sehingga Bali mampu membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas dan berdaya saing. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Buleleng Festival 2026, Dishub Buleleng Siapkan Rekayasa Lalin

Published

on

By

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra memaparkan rekayasa lalu lintas di kawasan Catus Pata jelang Buleleng Festival 2026.
PENGATURAN LALIN: Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan Buleleng Festival 2026 yang dipusatkan di Catus Pata yang berlangsung pada 18–23 Agustus 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama pelaksanaan Buleleng Festival 2026. Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Buleleng. Pengaturan dilakukan karena sejumlah lokasi kegiatan BulFest menggunakan kawasan jalan, khususnya di sekitar Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan.

Menurut Gunawan, pelaksanaan BulFest tahun ini memiliki pola berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan kawasan Catus Pata sebagai salah satu lokasi panggung utama berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan, sehingga pengaturan dan penempatan petugas akan diperkuat pada titik-titik yang dinilai rawan kepadatan.

“Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total. Masih bisa berakses, namun kami akan mengalihkan kendaraan-kendaraan besar, kendaraan truk, kendaraan berbadan atau bersasis sumbu tiga ke tempat-tempat yang memang tidak memungkinkan untuk dilalui,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, kendaraan dari arah selatan atau Denpasar menuju wilayah barat dapat diarahkan melalui Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Ahmad Yani. Sementara arus dari arah timur atau Karangasem menuju barat akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Ahmad Yani.

Potensi kepadatan juga diperkirakan meningkat di Jalan Ahmad Yani karena menjadi salah satu jalur pengalihan. Dishub Buleleng mencatat sekitar 750 hingga 800 truk material dari arah Karangasem menuju Buleleng maupun Jembrana melintas setiap hari, sehingga pengaturan kendaraan berat menjadi perhatian khusus selama BulFest.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Dampingi Pj. Ketua TP PKK Bali "Berkunjung dan Berbagi" di Desa Tegal Harum

Untuk arus dari arah timur menuju selatan, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Mayor Metra. Dishub juga telah memasang sejumlah rambu petunjuk untuk membantu pengguna jalan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan.

Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas tidak hanya dilakukan saat puncak pelaksanaan festival. Aktivitas persiapan seperti pemasangan panggung dan proses bongkar muat telah berlangsung sehingga potensi gangguan arus lalu lintas mulai muncul sebelum BulFest resmi dibuka.

“Mulai sekarang akan ada ketersendatan arus lalu lintas di Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total, tetapi pengaturan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memperhatikan rambu serta mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan BulFest. Pengendara juga diminta menghindari parkir di kawasan Catus Pata dan titik yang telah ditetapkan sebagai area steril agar arus lalu lintas dan akses menuju lokasi kegiatan tetap berjalan lancar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca