Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati Bulan Bakti Nelayan, Bupati Giri Prasta Terima Kunker Komisi IV DPR RI dan KKP

BALIILU Tayang

:

eka
TERIMA KUNJUNGAN KERJA: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka Bulan Bakti Nelayan di Bale Nelayan Kelompok Nelayan Samudra Jaya III Pantai Jerman Kuta, Minggu (31/10).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV DPR RI, I Made Urip bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam rangka Bulan Bakti Nelayan, bertempat di Bale Nelayan Kelompok Nelayan Samudra Jaya III, Pantai Jerman Kuta, Minggu (31/10).

Turut hadir Direktur Perizinan dan Kenelayanan Dirjen DJPT KKP RI, Dr. Ridwan Muliana, Anggota DPRD Kabupaten Badung, Wayan Edy Sanjaya, I Gusti Anom Gumanti, I Made Sumerta, Luh Gede Sri Mediastuti, Kadis Perikanan, I Nyoman Suardana, Camat Kuta, I Nyoman Rudiarta, beserta Unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Kuta, dan undangan lainnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan kepada Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, kelautan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa di Kabupaten Badung telah siap balai benih ikan (BBI). Balai benih ikan tersebut terdapat di Desa Baha, Kecamatan Mengwi seluas 3 hektar yang  memproduksi benih ikan nila, lele, ikan mas dan sebagainya. “Disana nanti ada Edu Mina Wisata yang meliputi pendidikan perikanan, museum ikan, pembenihan ikan, pembesaran, dan kuliner ikan yang bertujuan untuk meningkatkan sektor perikanan di Kabupaten Badung. Semestinya kita sudah bergerak di tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19 maka program ini akan dilanjutkan di tahun yang akan datang,” ujar Giri Prasta.  

Lebih lanjut dijelaskan, secara ekonomi tidak hanya nelayan, bahkan di semua lini kena imbas pandemi dan terkontraksi. Bahkan ada beberapa orang yang dulunya bekerja di hotel, restoran, dan kafe, namun karena pandemi mereka menjadi nelayan. “Prinsip kami di Kabupaten Badung, nelayan tidak lagi harus memikirkan untuk mencari ikan, melainkan menangkap ikan. Kalau mencari ikan nanti wara- wiri di laut lama waktu habis disitu. Kalau menangkap ikan kita cukup datang ke satu titik, kita tangkap lalu kita balik, ini tentunya lebih efisien dan lebih menghasilkan,” katanya.

Baca Juga  Dinilai Luar Biasa, Tokoh Masyarakat Banjarangkan Minta Koster-Giri Lanjutkan Penguatan Desa Adat

Terkait dengan efisiensi, Giri Prasta menjelaskan, Kabupaten Badung mendapat nominasi 5 besar di tingkat nasional berkenaan dengan program Aplikasi Fish Go yang dikenal di Badung dengan Jok Be yang berguna dalam rangka pencarian titik lokasi ikan di laut. “Ini sudah diterapkan di beberapa kelompok nelayan, kalau dulu nelayan mencari ikan tetapi sekarang dengan adanya aplikasi Fish Go mereka bisa langsung menangkap ikan dilaut,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Dirjen DJPT KKP RI, Dr. Ridwan Muliana menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi IV DPR-RI Made Urip yang selalu mengawal program dan kegiatan KKP khususnya Ditjen Perikanan Tangkap. Kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk berdiskusi, mendengarkan aspirasi, melihat ke lapangan bertemu dengan masyarakat, selanjutnya akan menjadi bekal Ditjen Perikanan Tangkap untuk merumuskan langkah- langkah kebijakan ke depan.

“Kami yakin bahwa bekerja bersama dalam satu sinergi yang harmonis adalah prasyarat mutlak jika ingin sektor kelautan dan perikanan yang kita cintai ini melaju pesat,” ujarnya.

Sementara itu Komisi IV DPR RI I Made Urip mengatakan, kegiatan ini adalah program yang memadukan kerja sama antara Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan. Komisi IV DPR RI membidangi pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, dan bermitra dengan Bulog. “Jadi persoalan dengan perut rakyat itu adalah di Komisi IV DPR RI, termasuk pemenuhan kebutuhan ikan,” ujarnya.

Dikatakannya, seperti yang disampaikan Bupati Giri Prasta, potensi perikanan yang ada di Badung sangat luar biasa, bentangan lautnya sangat luas, dan konsep pembangunan di Badung adalah Nyegara Gunung. “Di utara yakni Abiansemal, Mengwi, dan Petang adalah pembangunan agro atau pertanian dan merupakan basis kekuatan pangan. Di daerah selatan adalah pembangunan pariwisata dan seandainya Covid-19 ini tidak ada, sangat diyakini lompatan pertumbuhan ekonomi Badung ini luar biasa. Tentu kita berdoa dan berharap serta berjuang bersama- sama mudah- mudahan Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga pertumbuhan ekonomi kita terutama di Bali ini pelan- pelan bisa naik lagi,” tutupnya. (gs)

Baca Juga  Hadir Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Bertepatan Saraswati, Bupati Giri Prasta Launching Aplikasi BAGO

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Kegiatan HUT Ke-20 HIMPAUDI

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Badung Terima Pin Alumni Kehormatan: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Tata Kelola Pemerintahan Efektif

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Halal Bihalal Masjid Se-Kabupaten Jembrana

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca