Gubernur Koster bersama Direktur BisnisPT Jasa Marga dan Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam menekan tombol tanda dimulainya pemasangan PLTS Jalan Tol Bali Mandara. (Foto: gs)
Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan groundbreaking pemasangan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Tol Bali Mandara serangkaian memperingati hari suci Tumpek Wayang melalui upacara Jagat Kerthi, di Pintu Tol Ngurah Rai, Sabtu (Saniscara Kliwon Wayang) 5 Maret 2022.
Groundbreaking panel PLTS ini dihadiri Direktur Bisnis PT Jasa Marga, Direktur Human Kapital dan Transportasi PT Jasa Marga, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Direksi dan juga jajaran Komisaris PT Jasa Marga Bali Tol, Direktur Utama PT Bukit Energi Investama.
Gubernur Koster dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas acara groundbreaking pemasangan panel PLTS di Jalan Tol Bali Mandara, karena hari ini adalah hari baik. Menurut kearifan lokal Bali, ini hari Tumpek Wayang, dimana Gubernur mengeluarkan kebijakan Surat Edaran mengenai Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Pertama Atma Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan jiwa, Segara Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan laut, segara, dan pesisirnya, Danu Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan sumber mata air, Wana Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan, Jana Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan manusia, dan Jagat Kerthi yaitu penyucian dan pemuliaan alam semesta.
Gubernur Koster foto bersama jajaran direktur PT Jasa Marga dan PT Bukit Asam. (Foto: gs)
‘’Hari Tumpek Wayang ini merupakan pertemuan antara unsur yang menimbulkan kekuatan energi yang tertinggi sehingga tepat sekali untuk diisi perayaannya secara niskala dan sekala yang berkaitan dengan upaya untuk menjaga jagat atau alam semesta ini. Di antaranya adalah bagaimana menjaga alam ini bersih, mengurangi polusi yang menimbulkan dampak negatif,’’ terang Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.
Kearifan lokal sebagai visi pembangunan Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dipakai filosofi untuk mengembangkan dan mendisain ke seluruh kebijakan pembangunan di Provinsi Bali. Karena ternyata sifatnya universal, kebetulan inline regulasi yang dikeluarkan kementerian pemerintah pusat. Di antaranya bagaimana menjaga alam dan isinya bersih.
Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan, udara bersih tak bersih tergantung dari sumber pembangkitnya. Listrik berbahan fosil dan minyak menimbulkan polusi. Oleh karena itu Gubernur mengeluarkan kebijakan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dari hulu sampai hilir. Kedua Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Pergub Nomor 45 Tahun 2019 dimana semua pembangkit listrik tak boleh menggunakan bahan bakar fosil dan minyak. ‘’Saya tak ijinkan pembangkit tenaga listrik berbahan batubara dan minyak. Yang ada di Celukan Bawang itu menggunakan batu bara, saya paksa pemiliknya untuk memasukkan sistem agar menjadikan ramah lingkungan,’’ ujarnya.
Dalam Pergub ini juga Bali mendapat kebijakan menuju mandiri energi bersih. Itu sebab ketika Bali akan ditambah suplai dari Paiton yang menggunakan bahan batubara sebesar 500 MW, Gubernur menolak karena Bali ingin mandiri energi bersih. ‘’Sekarang kami di Bali sudah sebagian besar energinya transisi menuju energi bersih berbasis gas,’’ ujarnya.
Dikatakan, pada 18 Februari 2022 telah groundbreaking pembangkit listrik berbahan gas oleh dirut PT PLN dan selesai sebelum G20, maka dengan kondisi esisting yang ada sudah memiliki 470 MW yang berbahan bakar gas. ‘’Kami minta pembangkit listrik di Gilimanuk dan Pemaron harus diganti dengan gas. Dan akan dibangun lagi pembangkit listrik bahan energi baru terbarukan. Sedangkan yang disuplai dari Paiton 380 MW akan dipakai reshource sharing. Jadi Bali akan menyiapkan pembangkit yang bisa memenuhi kebutuhan Bali mandiri baik kebutuhan domestik maupun industri pariwisata,’’ ujar mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Mengapa Bali perlu mandiri energi karena Bali wilayah kecil merupakan destinasi pariwisata utama di Indonesia maka harus memiliki kepastian dalam jangka panjang untuk kebutuhan energi yang bisa dikontrol langsung pemilik kewenangan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Bali dan harus dengan energi bersih.
Gubernur Koster saat meninjau pemasangan PLTS di gerbang Tol Ngurah Rai. (Foto: gs)
Sekarang selain di hulu, sampai mencapai 1200 MW juga bekerja di hilir yaitu penggunaan rooftop di perkantoran, restoran, hotel, pasar swalayan termasuk di jalan atau tempat yang tersedia untuk pemasangan PLTS. Dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan PLTS di perkantoran, rumah, pasar swalayan, restoran, hotel maupun di tempat yang bisa dimanfaatkan. ‘’Sudah didesain dan kami punya tim yang merancang sistem ini. Jadi kami akan menerapkan ini secepat mungkin agar Bali totalitas dari hulu sampai hilir menggunakan energi bersih. Termasuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kalau dari hulu ke hilir pakai energi bersih maka udara akan bersih maka tidak akan mengganggu kesehatan,’’ ujarnya seraya mengatakan jika semua wilayah Bali begini, keren keren sekali dan cinta masyarakat dunia kepada Bali untuk berkunjung akan meningkat, saya pastikan akan meningkat.
Sementara itu, Reza Febriano selaku Direktur Bisnis PT Jasa Marga mengatakan Bali akan menjadi tuan tumah penyelenggaraan Presidensi G20 Oktober 2022, dimana PT Jasa Marga Bali Tol yang merupakan entitas anak perusahaan PT Jasa Marga turut mendapat tugas pemerintah pusat baik kementerian BUMN, Kementerian PUPR dan juga Pemerintah Provinsi Bali untuk menyiapkan infrastruktur jalan tol menyambut perhelatan G20.
Salah satu yang dipersiapkan adalah pemanfaatan green energy berupa pembangkit listrik tenaga surya di Jalan Tol Bali Mandara. Pengembangan PLTS ini merupakan wujud kerja sama kolaborasi BUMN yaitu anak perusahaan PT Jasa Marga Persero yakni PT Jasa Marga Bali Tol dengan anak perusahaan dari PT Bukit Asam yaitu PT Bukit Energi Investama. Pemasangan PLTS ini telah didahului perjanjian kerja sama pada 2 Februari 2022 yang diharapkan selesai awal Juli 2022.
Dikatakan, pemasangan PLTS di tiga titik. Mulai dari gerbang Tol Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua dimana di masing-masing titik pemasangan panel sepanjang 1 km yang diharapkan akan memberikan output terkait energi listrik sebesar 400 KW pit, yang akan digunakan oleh PT Jasa Marga Bali Tol untuk kegiatan operasional baik di gerbang tol maupun penerangan jalan.
Reza juga menyampaikan beberapa pekerjaan beauty fikasi dan lanskip yang sudah dilaksanakan sejak akhir Desember. Penanaman mangrove ada sekirar 750 ribu bibit yang dipasang baik di inter change Ngurah Rai, kemudian juga di KM 3600 arah menuju ke Nusa Dua. Untuk mempercantik jalan tol juga melakukan menanaman bougenvile di median jalan tol dan juga penataan di akses menuju ke arah Jalan Tol Bali Mandara. Selain itu juga pemasangan ornamen di tiang PJU sesuai arahan dari Gubernur Bali akan diimplementasikan dalam waktu segera dan mockup sudah dipasang di ujung akses Ngurah Rai.
‘’Kami menyampaikan kegiatan grounbreaking merupakan salah satu kegiatan sekala Jagat Kerthi dalam perayaan rahina Tumpek Wayang sebagaimana Instruksi Gubernur No. 04 Tahun 2022,’’ tutupnya. (gs/bi)
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.
Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.
“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.
Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.
Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.
“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)
Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.
Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.
Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.
Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)
Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.
“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.
Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.
“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.
Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.
Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.
“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)