Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati HUT Ke-59 BKOW, Wagub Cok Ace Ajak Kepengurusan dan Anggota BKOW Turut Serta Berperan Entaskan Fenomena Sosial

BALIILU Tayang

:

bkow bali
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali diselingi sesi foto bersama. Di tengah-tengah Wagub Cok Ace didampingi Ketua Umum BKOW Bali (kanan) dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster (kiri). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) memberikan kesempatan bagi kepengurusan dan anggota BKOW Provinsi Bali untuk semakin memantapkan langkah ke depannya. Momentum ini dapat dijadikan sebagai kesempatan melakukan evaluasi terkait program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan, yang perlu untuk lebih dimantapkan atau diperbaiki serta menyusun strategi dalam melanjutkan tugas-tugas BKOW ke depannya. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati yang juga menjabat sebagai Pembina Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali ini, di Gedung Ksirarnawa Art Center-Denpasar, Sabtu (30/4).

Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati.

Ditambahkannya, “Momentum yang dua (2) tahun sempat tidak dirayakan ini menjadi sangat penting, karena secara tidak langsung sudah mengingatkan kita semua di tengah pandemi Covid-19 semua jajaran dan instansi terkait baik itu pemerintah dan pihak swasta bersatu padu untuk tetap kuat mengayomi masyarakat Bali khususnya mereka yang terkena dampak secara langsung. Dengan mampu menyikapi secara bijak disertai strategi baru agar masyarakat tetap bisa bertahan memutar perekonomian keluarga di tengah anjloknya pariwisata Bali,” ungkap Wagub Cok Ace.

“Pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir ini menyebabkan banyaknya hal di luar dugaan yang terjadi, termasuk sejumlah program Pemerintah Daerah yang sudah dipetakan juga ikut tertunda karena harus terfokus kepada penanganan Covid-19,” imbuh Cok Ace di sela juga mengingatkan BKOW adalah wadah strategi yang berfungsi untuk turun ke lapangan dan menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. “Bantuan yang kita bawa tidak perlu terlalu banyak dan besar, namun yang terpenting adalah merata dan itu menunjukkan rasa empati terhadap masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga  Buka World Pickleball Championship, Wagub Cok Ace Ajak Atlet Nikmati Keindahan Alam Bali

Covid-19 juga meninggalkan banyak berita duka. Selain banyaknya masyarakat yang terkena dampak putus hubungan kerja, merujuk dari catatan Kementerian Kesehatan pada salah satu website-nya yang menyatakan bahwa tepat di tanggal 17 Agustus 2021 tepatnya sekitar tujuh bulan yang lalu, terdapat sebanyak  seribu delapan ratus sembilan puluh satu (1.891) tenaga kesehatan yang baik  perawat maupun bidan yang meninggal, dan sebagian besar dari mereka adalah kaum ibu-ibu atau perempuan.

Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) dengan visinya menyatukan persepsi tentang upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya wanita diharapkan mampu bergerak sejajar dan berdampingan dengan Tim Penggerak PKK dan Pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat Bali.

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Tjok. Putri Hariyani Ardana Sukawati.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali, Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Tjok. Putri Hariyani Ardana Sukawati menyampaikan bahwa melalui misinya BKOW berperan aktif dalam upaya mendukung program pemerintah serangkaian pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesejahteraan gender (KKG), dengan harapan dapat bersama dengan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) seluruh Kabupaten/ Kota di Bali untuk dapat bersama mengentaskan fenomena sosial.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) juga dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dan Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) se-Bali. Untuk memeriahkan acara, juga diisi dengan peragaan busana mirip Raden Ajeng Kartini, karena Hari Ulang Tahun BKOW jatuhnya bertepatan di hari lahir R.A. Kartini yakni 21 April. Namun padatnya kegiatan BKOW dalam melaksanakan kerja lapangan serangkaian hari ulang tahun, menjadikan perayaan diundur hingga hari ini.

Di sisi lain, Wagub Cok Ace juga mengajak keikutsertaan BKOW dalam memberikan kesadaran kepada sejumlah anak-anak yang saat ini dalam jumlah besar turun ke jalan untuk menjual tissue, mengamen bahkan sejumlah bayi yang diajak untuk mengemis. Sedangkan Pemerintah Bali sudah menerapkan wajib belajar dua belas (12) tahun yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah di masing-masing wilayahnya, sehingga tidak seharusnya Bali memiliki anak-anak yang putus sekolah.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ajak MUKI Bersama-sama Jaga Kedaulatan dan Toleransi Umat di Bali

“Hanya dengan pendidikan tinggi setiap anak dan berasal dari kalangan apa pun dapat merubah hidupnya,” ucapnya. Dan dengan tagline “bersatu kita kuat, bersama kita hebat, perempuan berdaya dan Indonesia maju” kita tingkatkan sinergitas dan kekuatan dalam membangun Bali dengan visinya “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana kita wujudkan Bali era baru” yang mengandung makna : “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan  terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Hadiri Halal Bihalal IKMS Bali, Wagub Cok Ace Titipkan Pesan untuk Menjaga Toleransi

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  Hadapi Revolusi Industri Pariwisata, Wagub Cok Ace Minta Persatuan Insinyur Bali Makin Gesit Implementasikan Kearifan Lokal

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  Buka World Pickleball Championship, Wagub Cok Ace Ajak Atlet Nikmati Keindahan Alam Bali

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca