Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Gedung LPD Kesiman dan Launching ATM Tanpa Kartu

BALIILU Tayang

:

de
PENGGUNTINGAN PITA: Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menggunting pita tanda diresmikannya gedung baru LPB Kesiman.

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri karya pemelaspasan gedung baru LPD (Lembaga Perkreditan Desa) Kesiman, Sabtu (26/7-2020).  Selain ikut menyaksikan upacara pelemaspasan, Wakil Walikota Jaya Negara yang pada kesempatan itu didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede,  juga berkesempatan melaksanakan ucapara mendem pedagingan, dan meresmikan gedung baru LPD Kesiman serta melaunching aplikasi M-Pise LPD Digital yakni ATM Tanpa Kartu yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Upacara ini juga dihadiri Panglingir Puri Agung Kesiman AAN Gede Kusuma Wardana, Kadis Kebudayaan Gusti Ngurah Bagus Mataram, Kabag Perekonomian Made Saryawan, Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai serta Camat Denpasar Timur Wayan Herman.

Wakil Walikota Jaya Negara sangat mengapresiasi LPD Kesiman, yang mana dalam masa pandemi Covid-19 masih bisa membantu masyarakatnya walaupun masih dalam skala lingkungan warga Kesiman. Dan dengan adanya gedung baru ini, merupakan suatu komitmen LPD Kesiman di dalam mempercepat pelayanan terhadap warganya, yakni peningkatan kualitas pelayanan. Apalagi dengan adanya aplikasi ATM tanpa kartu, dengan aplikasi di android yang bernama M-Pise LPD digital yang sudah bisa digunakan oleh nasabahnya secara online, ini sangat mempermudah nasabah di dalam peminjaman dana.

“LPD Kesiman ini saya sangat apresiasi, karena pengelolaan dan keuntungan LPD Kesiman ini yang terbaik di Denpasar, berarti pengelolaan LPD Kesiman ini sudah sangat profesional  dan saya mengucapkan terimakasih karena dengan keberadaan LPD sangat membantu pemerintah dan masyarakat tentunya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala LPD Desa Adat Kesiman I Wayan Rayun, mengatakan upacara pecaruan Wrespati Kalpa ini untuk pembersihan bangunan dan peresmian gedung karena LPD Desa Adat Kesiman melakukan perluasan gedung LPD. “Pecaruan Wrespati Kalpa untuk gedung LPD Desa Adat Kesiman yang baru ini, nantinya agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada krama dan nasabah,” ujarnya.

Baca Juga  PKM di Dangri Kangin, Masih Ditemukan Warga Tanpa Masker

Untuk peresmian gedung baru ini, lanjut Rayun, karena perluasan gedung lama yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan. “Kami juga melaunching ATM LPD tanpa kartu (M-Pise Digital) untuk meningkatkan kualitas pelayanan terutama peningkatan kinerja. Untuk HUT ke-29 LPD Desa Adat Kesiman yang jatuh pada, 4 Mei 2020, dan terbentur karena pandemi Covid-19 maka sekarang dilaksanakan tiga kegiatan, yaitu HUT LPD, peresmian gedung dan launching ATM LPD,” ucapnya.

Peran serta masyarakat dalam tabungan, deposito dan pinjaman mendatangkan kinerja, sehingga bisa membangun gedung. “Sampai 30 Juni 2020, aset sudah mencapai Rp 306 miliar, tabungan Rp 94 miliar, deposito Rp 161 miliar, kredit Rp 181 miliar dan kinerja atau keuntungan turun Rp 4,3 miliar per semester satu,” jelasnya.

Untuk pembangunan gedung baru menurut Rayun menghabiskan dana  Rp 3,6 miliar termasuk penataan dan aksesorisnya. (*/eka)

EKONOMI & BISNIS

Wagub Dampingi Menteri Edhy Prabowo Tabur Benih Udang Vaname

Published

on

By

de
TABUR BENIH: Wagub Cok Ace tabur benih udang vaname dalam kunjungan kerja peninjauan Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug Manggis Sengkidu, Karangasem, Sabtu (15/8-2020).

Karangasem, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo melakukan tabur benih udang vaname dalam kunjungan kerja peninjauan Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug Manggis Sengkidu, Karangasem, Sabtu (15/8-2020).

Wakil Gubernur Cok Ace mengatakan pihaknya sangat mendukung pembenihan dan pemeliharaan udang vaname selain dibutuhkan secara berkesinambungan di pasaran lokal, udang vaname dagingnya juga sangat padat.

Pada kunjungan kerja ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo mengatakan penaburan benih udang vaname dilakukan untuk memenuhi permintaan/ kebutuhan pasar lokal, sehingga tidak mengakibatkan kekurangan pasokan untuk pemasaran secara internal.

Hari ini penaburan benur/ benih udang vaname dari total 3.000 ekor, sebanyak 1.500 ditabur ke kolam pemeliharaan yang dekat dengan laut.

Pembenihan dan pembesaran udang vaname sengaja didirikan di area terpencil karena memerlukan kualitas air laut yang baik dengan kedalaman sampai 50 meter, dan jauh dari area lingkungan pembudidaya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi dan pencemaran.

Area terluas adalah fasilitas bak permanen kapasitas 30 dan 60 meter kubik atau bak multiplication center (MC). Sebelum masuk area pembenihan dan pembesaran, Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan Wagub Cok Ace diwajibkan menggunakan sepatu bot plastik. Sebelum masuk area, melewati prosedur biosecurity untuk menghindari kontaminasi penyakit terutama virus. Misalnya bot direndam desinfektan, tangan dicuci sabun lalu disemprot alkohol.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan pembenihan dan pemeliharaan udang vaname harus teliti dan cermat untuk menjamin indukan vaname dengan sarana pengelolaan sistem produksi yang baik, sehingga calon indukan terseleksi setelah mencapai 5-7% dari populasi awal tebar.

Baca Juga  Cegah Jadi Klaster Penularan Covid-19, Sekda Dewa Indra Minta Pasar Modern Bentuk Satgas Khusus

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini juga dilengkapi dengan pelepasan bantuan bibit udang vaname sebanyak 750 ekor yang akan disalurkan ke daerah Jawa Timur oleh Edhy Prabowo yang didamping Wagub Cok Ace. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tinjau Pasar Gotong-Royong, Ny. Putri Koster: Wujud Kepedulian Pemerintah pada IKM, UMKM dan Petani

Published

on

By

de
NY. PUTRI KOSTER, Tinjau Pasar Gotong-Royong di halaman Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8).

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan Pasar Gotong-Royong yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat telah memberi dampak positif. Di samping membantu para petani dan UMKM mendistribusikan hasil pertanian dan kerajinan di tengah pandemi Covid-19, pasar ini juga dapat mengurangi kerumunan di pasar tradisional, khususnya di hari Jumat serta pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah karena bersentuhan langsung dengan para petani, IKM dan UMKM.

‘’Jika nantinya para petani sudah bisa kembali mendistribusikan hasil pertaniannya ke hotel ataupun restoran, kegiatan Pasar Gotong-Royong  ini  bisa dilakukan secara berkelanjutan dan dijadikan sebuah tradisi yang unik dan menarik  di mana setiap hari Jumat hadir produk-produk pertanian dan UMKM di halaman kantor masing masing,’’ ujar Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri saat meninjau langsung pelaksanaan Pasar Gotong-Royong, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8-2020).

Di depan awak media, Bunda Putri juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pasar Gotong-Royong ini sebagai wujud kepedulian pemerintah beserta stakeholder terkait lainnya terhadap  keberadaan IKM, UMKM maupun para petani di tengah pandemi Covid-19. Sehingga hasil pertanian dan kerajinan dapat tetap terserap.

de
HADIR, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace juga ikut hadir di Pasar Gotong-Royong.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga meminta peran serta semua lapisan masyarakat untuk bergotong-royong, saling membantu  sesama sehingga bisa melewati masa sulit ini. PKK juga akan terus berupaya maksimal melakukan koordinasi serta berkreasi dan kreatif di tengah pandemi ini, salah satunya dengan melakukan kegiatan Penggak PKK di mana PKK turun langsung ke desa  di seluruh Bali untuk mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan Pasar Gotong-Royong pada pagi hari  yang bertepatan dengan Hari Jadi Ke-62 Pemprov Bali, tidak hanya diramaikan oleh para ASN di lingkungan Pemprov Bali juga diramaikan  oleh masyarakat umum yang berada di sekitar lapangan depan Kantor Gubernur Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster: Jadikan Benoa, Pelabuhan Berkelas Dunia

Dalam  Pasar Gotong-Royong kali ini juga diterapkan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, di mana baik para pembeli maupun penjual tidak menggunakan kantong belanja dari plastik. Di samping itu, transaksi di Pasar Gotong-Royong juga sudah menggunakan aplikasi QRIS sebagai alat pembayarannya.

Dalam kesempatan ini , Ny. Putri Koster juga berkesempatan mendistribusikan masker kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di Pasar Gotong-Royong. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Ni Putu Melani Arisandi, Beayai Sekolah Sendiri dari Bertani

Published

on

By

de
NI PUTU MELANI ARISANDI

NI Putu Melani Arisandi sedikit berbeda dari wanita sebayanya. Ia tidak harus malu berlumur lumpur di kebun, berjemur terik matahari meski kulitnya yang halus harus berubah legam. Untuk bisa menopang beaya sekolah, gadis yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA ini saban hari di setiap pulang sekolah, terlebih di masa pandemi Covid-19 bergumul dengan cangkul.

Anak pertama dari I Made Sandi, petani asal Banjar Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti ini tidak pernah merasa malu dicap sebagai petani. Karena memang ia dilahirkan dari keluarga petani. Masih belia ia sudah terbiasa diajak ke ladang, bermain dengan tanah tanpa takut dirayap serangga.

de
PETANI TANGGUH: Made Sandi, orangtuanya membimbing Melani menjadi petani tangguh.

Ketika Melani menginjak remaja, ia sudah fasih mengayun cangkul, menanam benih, menebar pupuk dan juga memanen sayur. Bahkan ia diserahi mengolah tanah seluas 50 are oleh orangtuanya dari menyemai bibit sayur, menanam, merawat hingga memanen. ‘’Lumayan, untuk keperluan sekolah tyang tidak minta lagi pada orangtua, bahkan juga bisa menopang kebutuhan keluarga,’’ tuturnya saat ikut berjualan di Pasar Gotong Royong halaman depan Krisna Oleh-Oleh Bay Pass Ngurah Rai, Badung yang sempat dikunjungi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Sebagai petani sayur, Melani lebih memilih mengembangkan pertanian tradisional atau dikenal dengan sebutan pertanian organik. Ia membandingkan pertanian organik dengan pertanian konvensional yang jauh berbeda. Pertanian organik tidak memerlukan banyak beaya, 1 berbanding 10 dengan pertanian konvensional. Tetapi soal hasil, Melani membuktikan sayurnya jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Untuk menopang nutrisi tanaman, Melani membuat pupuk padat dan pupuk cair dari limbah sayur dan apa pun yang ada di kebun. ‘’Kami fermentasi untuk dijadikan pupuk padat dan cair,’’ aku Made Sandi menambahkan.

Baca Juga  Tetap Jadi Destinasi Favorit MICE Dunia, Wagub Cok Ace: Harus Berinovasi dan Ikuti Protokol Kesehatan

Ada beragam sayuran yang ditanam di kebunnya. Di antaranya kailan, sayur hijau, pok coi, dll. Karena mengembangkan sayur organik, masyarakat yang sudah mengenal langsung datang ke kebun. ‘’Kami tak membawa ke pasar tetapi pembeli yang datang karena tahu akan kualitas,’’ akunya.

de
DI PASAR GOTONG-ROYONG: Stan Melani sempat dikunjungi Ny. Putri Koster.

Sayang, pandemi Covid-19 membuat perekonomian terpuruk termasuk sektor pariwisata yang menjadi pasarnya selama ini. Tetapi dengan kehadiran Pasar Gotong-Royong Krama Bali yang digagas Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang akhirnya bergulir dikeluarkannya pergub, petani bisa bernafas lega karena bisa menyalurkan hasil produksinya yang langsung bisa bertemu dengan konsumen.

‘’Selain kami bisa bertemu dengan konsumen dengan jumlah pengunjung yang terbatas juga bisa sekaligus mempromosikan produk kami. Suatu saat ketika pariwisata kembali normal, mereka yang sudah merasakan produk kami tentu akan datang ke kebun kami,’’ ujar Made Sandi bersama putrinya Melani yang cekatan melayani pembeli. (gs)

Lanjutkan Membaca