Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Perkenalkan Produk Kerajinan Lokal, Ketua Dekranasda Bali Luncurkan Program ‘IKM/ UMKM Goes To Mall’

BALIILU Tayang

:

de
DAMPINGI DEKRANASDA KOTA BATU: Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali berkesempatan mendampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Batu, Jawa Timur Ny. Qurotul Aini, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono serta rombongan serangkaian kunjungan kerja, di home base IKM/ UMKM Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar dan Plaza Renon (sebagai salah satu mall yang dipilih sebagai tempat pameran IKM/ UMKM), Kamis (10/6).

Denpasar, baliilu.com – Bergeraknya perekonomian Bali di masa pandemi melalui IKM/ UMKM, mendapat sorotan positif dan apresiasi dari banyak pihak. Setelah dikunjungi langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani, Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali berkesempatan mendampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Batu, Jawa Timur Ny. Qurotul Aini, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono  serta rombongan serangkaian kunjungan kerja, di home base IKM/ UMKM Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar dan Plaza Renon (sebagai salah satu mall yang dipilih sebagai tempat pameran IKM/ UMKM), Kamis (10/6).

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa pemasaran produk asli lokal perajin Bali di saat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, juga telah dilakukan melalui E_Marketplace. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan sentuhan antara konsumen dengan penjual sekaligus menghindari kerumunan yang padat, yakni melalui platform digital yakni ‘balimall.id’ yang bisa diakses hingga keluar negeri. “Namun jika kita klik balimall.id, maka kita akan menemukan produk asli khas buatan perajin Bali. Karena platform digital ini dibuat memang untuk khusus dengan menyediakan wadah bagi mereka yang ingin menemukan produk kerajinan khas Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Setelah berhasil melakukan pemasaran secara online, kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali atas gagasan Ny. Putri Koster melanjutkan perjuangan untuk memasarkan dan memperkenalkan produksi  kerajinan lokal di mall-mall besar di Bali (IKM/UMKM Goes to Mall), yang nantinya pameran ini akan dibuka serentak pada 14 Juni mendatang.

Ny. Putri Suastini Koster, selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali

“Untuk membangkitkan semangat perajin Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali terus melakukan edukasi  terkait kemasan dan juga tampilan produk agar berpengaruh kepada harga jual yang dipasarkan. Karena  produk kerajinan Bali adalah ciri kearifan lokal dengan menempatkannya di tempat yang pantas sehingga mampu tampil dengan taksu dan kemuliaannya  sendiri, sehingga  kita sebagai generasi penerus dari leluhur dapat menjaga warisannya yang merupakan  bagian dari warisan budaya,” ujar Ny. Putri Koster.

Untuk ke depan agar warisan budaya leluhur tidak semakin punah dan bahkan dapat maju dan berkembang, Ny. Putri Koster mengajak semua Dewan Kerajinan Nasional Daerah se-Indonesia dapat melaksanakan kerja sama antara satu dengan yang lainnya, karena keberadaan  warisan Nusantara adalah tanggung jawab bersama untuk dapat tetap dipertahankan.

Ditambahkannya, perajin Bali harus kuat dan bersemangat untuk memulai pergerakan di tengah pandemi Covid-19 ini, menguasai informasi teknologi adalah salah satu cara dan upaya yang dimiliki setiap orang, dimana kita harus mampu mengatur  diri kita sendiri, jangan sampai saat pandemi mulai melandai dan normal baru kita mulai pemanasan dan berkemas, maka hal itu akan menyebabkan kita kalah cepat dengan kemajuan Iptek yang sedang melanda dunia.

“Peran Dekranasda di sini adalah memfasilitasi terselenggaranya pameran IKM/ UMKM bagi perajin lokal sehingga terjadi transaksi langsung dengan konsumen, di samping harus kreatif dan inovatif dengan cara beradaptasi terkait situasi yang ada saat ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Batu Eko Suhartono mengatakan kunjungan kerjanya ke Bali adalah karena Bali dan Batu sama-sama daerah yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 ini, yang sama-sama hidup dari sektor pariwisata dan saat ini mengalami keanjlokan cukup keras. Pihaknya datang untuk tahu bagaimana Bali mulai bangkit dengan sektor IKM/ UMKM-nya di samping juga sektor pertanian. Selain pameran IKM/ UMKM di Taman Budaya Art Center, kunjungan juga akan dilaksanakan ke Kabupaten Gianyar.

Ke depan, Ny. Putri Koster berharap agar Bali mampu menjadi etalase bagi produk kerajinan Nusantara, sehingga landasan kerja berupa pelaksanaan  protokol kesehatan yang  ketat adalah menjadi faktor utama bagi pulihnya daerah Bali dan Batu khususnya dari penyebaran dan penularan Covid-19. “Jangan sampai pandemi ini menjadi alasan untuk kita diam dan tidak berbenah serta jangan sampai sebuah  kegiatan menjadikan alasan untuk kita tidak disiplin prokes. Namun berkegiatanlah dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker, menjaga kebersihan tubuh terutama wajah sehingga mampu menggeliatkan perekonomian keluarga yang tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain terkait kesehatan,” tegas Ny. Putri Koster.

Dengan frekuensi yang sejalan antara Dekranasda Bali dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, maka produk lokal lebih mengutamakan pada pembenahan tampilan kemasan produk sehingga mampu mengangkat harga, sehingga  tugas Dekranasda sebagai jembatan dari produk-produk yang dihasilkan oleh IKM/ UMKM di Bali  antara konsumen dengan perajin menjadikan kewajiban yang dipikul Bersama. Namun apabila perajin mengalami permasalahan pada HAKI, marketing dan pemasaran maka akan diarahkan kepada dinas perdagangan  untuk membantu. Dan, apabila perajin terkendala bahan baku maka mereka akan dihubungkan dengan disperindag. Sedangkan jika mereka mengalami kendala akibat permodalan maka perajin akan berhubungan langsung dengan pihak Bank BPD Bali selaku penyedia modalnya. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tingkat Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Published

on

By

keyakinan konsumen bali
Infografis info konsumen Bali. (Fotto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 sebagai cerminan optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terjaga sebesar 124,1 (nilai indeks > 100). Meskipun demikian, IKK mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,5% (mtm), namun relatif membaik dibandingkan Maret 2026 yang turun 2,6% (mtm). Di sisi lain, IKK Bali tetap berada pada level optimis dan lebih tinggi dibandingkan IKK Nasional sebesar 123,0. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp4-5 juta (141,4), > Rp8 juta (135,1), dan kelompok pendapatan Rp5-6 juta (127,8). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (134,5) dan informal (116,2).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 129,8 pada Maret 2026 menjadi 120,7 pada April 2026 atau melambat sebesar 7,1% (mtm).

Achris Sarwani menegaskan faktor penahan pertumbuhan IKE berasal dari 3 (tiga) komponen pembentuk IKE, antara lain penurunan indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 9,3% (mtm) atau menjadi 107,5, penurunan indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 6,6% (mtm) atau menjadi 128,0, serta penurunan penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,6% (mtm) atau menjadi 126,5. Sementara, terdapat satu komponen pembentuk IKE yang masih stabil jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu, dengan IKE sebesar 100,0.

Responden menyatakan adanya penurunan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja saat dibandingkan 6 bulan sebelumnya. Kondisi tersebut sejalan dengan menurunnya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan April sebesar 12,4% (mtm), dengan jumlah kunjungan wisnus tercatat sebesar 310,7 ribu orang. Penurunan tersebut seiring dengan normalisasi kunjungan wisnus pasca libur panjang yang terjadi pada Maret 2026. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menjelaskan adanya kenaikan biaya transportasi, khususnya lonjakan harga tiket pesawat lebih dari 30% (mtm) akibat kenaikan harga bahan bakar avtur. Fenomena tersebut turut menahan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata ke Bali.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mampu menopang optimisme konsumen, dengan IKE April 2026 sebesar 127,5, meningkat 2,3% (mtm) dibandingkan IKE Maret 2026. Faktor pendorong pertumbuhan IEK berasal dari seluruh komponen pembentuk IEK, antara lain peningkatan indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 2,5% (mtm) atau menjadi 125,0, peningkatan indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 2,4% (mtm) atau menjadi 126,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 1,9% (mtm) atau menjadi 131,5.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas strategis, serta koordinasi rutin guna menjaga kelancaran distribusi pangan. Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga geliat konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca