Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya memajukan
perekonomian dan mendukung perkembangan masyarakat secara luas maka pemerintah
berusaha untuk terus memperjuangkan aspek legalitas dan aspek hukumnya dalam
menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali. Salah satunya dengan melindungi hak
cipta produksi warga lokal yang memiliki jaringan ekspor luar negeri. Untuk itu
diperlukan penerbitan peraturan daerah (perda) yang nantinya akan mengatur sekaligus melindungi produk tersebut.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali
Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri coffee morning dalam rangka memperkuat
peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Denpasar
untuk peningkatan ekspor, investasi dan industri pariwisata Bali, di Kantor Bea
Cukai Type Madya Pabean A Denpasar, Selasa (14/1) pagi.
Lebih lanjut, dengan diberlakukannya Pergub
nomor 79 tahun 2018, tentang hari penggunaan pakaian adat Bali memberikan efek
positif bagi pedagang kecil dan menengah sebesar 49%. Sehingga untuk ke depan
perlu diupayakan pembuatan payung hukum bagi pelaku industri UMKM.
Ditambahkan Cok Ace, perekonomian Bali saat
ini bertumpu pada tiga sektor unggulan, yakni sektor pertanian dalam arti luas,
sektor pariwisata dan sektor industri kecil dan menengah. Pariwisata di Provinsi Bali menjadi penghasil
devisa negara yang tidak kecil setiap tahunnya.
Untuk itu, peranan di sektor pariwisata telah terbukti meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“Tingginya potensi berkembangnya pasar
internasional di Provinsi Bali, tidak menutup kemungkinan adanya penyelundupan
barang-barang ilegal, seperti narkoba, senjata api, serta barang-barang lain
yang berasal dari luar negeri masuk di Provinsi Bali ataupun sebaliknya.
Tantangan ke depan adalah masalah persaingan yang semakin ketat dalam hal daya
tarik, aksesibilitas, tambahan dan fasilitas sebagai daya tarik utama
wisatawan,” ungkap Cok Ace.
Untuk mewujudkan itu semua, Pemerintah
Provinsi Bali telah mengatur 22 misi dalam mengembangkan destinasi dan produk baru berbasis budaya dan
berpihak pada rakyat serta terintegrasi antar kabupaten/ kota se-Bali,
membangun dan mengembangkan pusat-pusat keuangan baru sesuai dengan potensi
kabupaten/ kota di Bali dengan memberdayakan sumber daya lokal untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi dalam arti luas,
serta membangun dan mengembangkan industri kecil dan menengah berbasis
budaya (branding Bali) untuk memperkuat kemitraan krama Bali.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali Nusra,
Hendra Prasmana mengatakan agar adanya ikatan kerjasama yang baik antar-pemerintah, bea cukai dan
stakeholder terkait sehingga mampu memutar perekonomian secara merata dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Kepala KPPBC TMP A Denpasar,
Kusuma Santi Wahyuningsih mengatakan kegiatan ini sebagai apresiasi kepada
pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Bea Cukai Denpasar dan stakeholder yang memberi kontribusi kepada negara
Indonesia umumnya, sekaligus menghidupkan pergerakan ekonomi di daerah Bali
pada umumnya.
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
TMP A Denpasar memiliki peran sentral dalam meningkatkan ekspor, investasi dan
industri Bali melalui berbagai pengaturan dan pengembangan infrastruktur
penunjang.
“Jika layanan Kepabeanan dan Cukai baik
dan lancar, maka investor dan bisnis juga akan percaya pada Bali melakukan
investasi. Kemudian, penerimaan pajak
akan semakin meningkat dan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk
kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, faktor
pengawasan juga tidak boleh luput untuk diperhatikan,” imbuhnya.
Selain itu dikatakan Kusuma Santi
Wahyuningsih, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP Denpasar memiliki
peran sentral dalam meningkatkan ekspor, investasi dan industri Bali harus
tetap memimpin di Bali. Oleh karena itu
semua yang telah disetujui adalah upaya untuk mempertahankan Bali sebagai daya
tarik dari tujuan wisata, seperti membangun budaya bersih sehingga Bali akan
tetap terpelihara kebersihan dan mampu terbebas dari kesulitan sampah,
menjadikan Bali sebagai contoh pembangunan ekonomi hijau, bahkan Bali akan
menjadi Pusat Unggul untuk Energi
Terbarukan. (*/balu1)