Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Komisaris BRI Soni Keraf, Puji Ekonomi Kerakyatan dengan Semangat Gotong Royong di Bali

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER: Menerima audiensi Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) beserta jajaran, di rumah jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (17/1- 2020) sore. (Foto:Ist)

Denpasar, baliiulu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan perhatian tersendiri terhadap masa depan industri skala rumahan, UMKM, petani dan sektor ekonomi kerakyatan lain, supaya mendapatkan lebih banyak perhatian dari pemerintah daerah.

“Usaha yang kecil-kecil ini yang ingin kita dorong, dan kita kuatkan lagi. Karena mereka inilah yang berjasa menggerakkan ekonomi kita di bawah,” kata Gubernur Koster saat menerima audiensi Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) beserta jajaran, yang berlangsung di rumah jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (17/1- 2020) sore.

Menurutnya, beberapa kawasan di Bali punya komoditas unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan misalnya manggis, salak, jeruk dan lainnya. “Kita maksimalkan industri pengolahannya, dijadikan produk seperti juice, wine, dan banyak lagi. Tingkatkan nilai tambahnya produk, selain tentunya difasilitasi dan tingkatkan juga penyerapan hasil petani kita,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Gubernur Koster melanjutkan, peran sektor perbankan adalah sebagai mitra para pegiat industri kecil dan petani, terutama di bidang permodalan. “Skema permodalannya kita susun dengan baik, agar sesuai dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat, red). Pasarnya sudah bagus, ada industri pariwisata didukung lagi dengan Pergub tentang pemanfaatan hasil petani lokal kita,” ujar pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Komisaris BRI Soni Keraf memuji langkah-langkah Gubernur Koster yang disebutnya sangat nyata menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. “Luar biasa menurut saya, ekonomi kerakyatan yang dibangun dengan semangat gotong royong di Bali. Ini komitmen beliau dan pantas jadi model bagi daerah lain,” puji Keraf.

Dijelaskannya, BRI siap menjajaki kerja sama dengan BPD untuk menguatkan lagi program KUR yang menyasar UMKM dan sektor pertanian. “Prinsipnya bank pusat dan daerah jangan malah saling ‘bersaing’ di lapangan. Sinergi dan saling dukung untuk mendorong usaha lokal domestik berkembang. Selain itu, kami juga siap mendukung langkah Bapak Gubernur yang ingin merintis penggunaan energi baru dan terbarukan, hingga kendaraan listrik di Bali,” ucap Keraf pada akhir audiensi. (*/balu1)

Baca Juga  1.000 Lebih Pasien Covid-19 Sembuh di Denpasar, Persentasenya Tembus 81,65 Persen

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Tinjau Pelayanan Pajak di Wilayah Bekasi, Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Apresiasi pada Wajib Pajak

Published

on

By

menkeu sri mulyani apresiasi wajib pajak spt tahunan
KUNJUNGAN: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengunjungi KPP Madya Bekasi, KPP Pratama Bekasi Barat, dan Pojok Pajak di Summarecon Mall Bekasi, Miggu (31/3/2024). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Di hari terakhir menjelang batas pelaporan SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi yang ditutup 31 Maret, Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau sejumlah tempat pelayanan pajak di wilayah Kota Bekasi. Didampingi Dirjen Pajak Suryo Utomo dan beberapa pejabat Eselon I lainnya, Menkeu mengunjungi KPP Madya Bekasi, KPP Pratama Bekasi Barat, dan Pojok Pajak di Summarecon Mall Bekasi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pembayar pajak di Indonesia.

“Saya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pembayar pajak di Indonesia,” ujar Sri Mulyani di KPP Pratama Bekasi Barat pada Minggu (31/3/2024).

“Kewajiban membayar pajak diatur oleh Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang dan ini adalah merupakan kewajiban kita sebagai warga negara yang mampu. Bagi anda yang tidak mampu tentu tidak membayar pajak. Dan ini adalah wujud keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui instrumen pajak,” lanjutnya.

Hingga pukul 10 pagi ini, jumlah SPT yang sudah diserahkan tercatat mencapai 12,6 juta. Jumlah tersebut tumbuh 4,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 98% penyerahan SPT dilakukan melalui e-Filing dan e-Form secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor pajak.

“Namun hampir setengah juta yang sebetulnya masih ingin dibimbing dan mendapatkan penjelasan maupun untuk mengisi SPT mereka sehingga kantor-kantor pajak di seluruh Indonesia bahkan membuka kantor-kantor pelayanan di berbagai tempat untuk memudahkan para wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban pembayaran pajak,” ucap sang Bendahara Negara.

Dalam kunjungannya, Menkeu juga menyempatkan berbincang dengan para wajib pajak untuk mendengarkan beberapa masalah yang dihadapi. Sejumlah wajib pajak menuturkan bahwa pelayanan yang diberikan kantor pajak sudah sangat baik.

Baca Juga  Kesembuhan Pasien Melonjak di Denpasar, Sabtu Ini Bertambah 40 Orang

Tak ketinggalan, Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di hari libur.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang saya tahu bekerja sangat keras hingga nanti malam. Meyakinkan seluruh sistem tetap bisa memberikan pelayanan pada hari-hari di mana jumlah pembayar pajak meningkat secara baik,” ujar Sri Mulyani.

Pelayanan asistensi pelaporan SPT pun tak lepas dari peran para Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) yang turut membantu edukasi pajak kepada masyarakat. Ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Pajak melalui pihak ketiga bekerjasama dengan Organisasi Mitra/Tax Center dan melibatkan mahasiswa/mahasiswi sebagai representasi generasi muda yang peduli akan pajak.

Sejumlah perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam program Renjani di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Barat III antara lain berasal dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Kampus A Bekasi, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor, Universitas Gunadarma, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia, Universitas Pakuan, dan lain sebagainya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei Februari, Kinerja Penjualan Eceran Bali Tetap Terjaga

Published

on

By

kinerja eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Februari 2024 diprakirakan stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Februari 2024 yang diprakirakan sebesar 109,6 atau sama dibandingkan dengan periode Januari 2024. IPR Bali terus mengalami peningkatan dalam 12 (dua belas) bulan terakhir.

Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). Sejalan dengan hal tersebut, tingkat inflasi Provinsi Bali pada bulan Februari 2024 juga terjaga dengan capaian sebesar 2,98% (yoy) atau masih berada pada rentang sasaran inflasi sebesar 2,5±1%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan kinerja penjualan eceran ditopang oleh tetap kuatnya penjualan pada kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 4,5% (mtm) dan kelompok barang Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 2,5% (mtm).

Sementara itu, kelompok barang yang terkontraksi dan menahan penguatan penjualan eceran lebih lanjut yakni pada kelompok barang sandang sebesar -3,0% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -2,7% (mtm).

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan eceran Bali pada periode laporan lebih baik dibandingkan dengan Nasional yang diprakirakan terkontraksi sebesar -0,9% (mtm) yakni dari 210,5 pada Januari 2024 menjadi 208,5 pada Februari 2024.

Erwin menambahkan dengan stabilnya capaian kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada periode Februari 2024, kondisi perekonomian Bali ke depan tetap optimis seiring dengan periode Hari Besar Keagamaan yang berurutan yaitu Galungan, Kuningan, Nyepi serta masuknya bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Optimisme tersebut perlu diimbangi upaya-upaya menjaga kestabilan harga barang dan jasa yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Bank Indonesia bersama seluruh stakeholders, demi daya beli yang tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Pernyataan Resmi Pemprov Bali, Wagub Cok Ace Lakukan Langkah Antisipasi Meluasnya Virus Corona

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei BI Bali, Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Bali 2024 Terus Berlanjut

Published

on

By

bi Bali
NGERAOS SARENG MEDIA: Dari kanan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Diah Utari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dan Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H Panjaitan saat acara Ngeraos Sareng Media dengan tema ‘’Perkembangan Perekonomian Bali Terkini dan Program SERAMBI Rupiah’’, di Taman Dedari Kedewatan, Ubud Gianyar pada Senin (18/3/2024). (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Dari hasil survei Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (BI Bali) terhadap optimisme masyarakat baik Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Kondisi Ekonomi dan Indeks Ekspektasi Konsumen yang semua berada di zona ekspansi serta melihat perkembangan perekonomian sampai dengan triwulan IV tahun 2023, masih menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2024 yang diperkirakan akan terus berlanjut, baik dari sisi pelaku usaha maupun dari sisi konsumen.

Hal itu dikatakan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Diah Utari saat acara Ngeraos Sareng Media dengan tema ‘’Perkembangan Perekonomian Bali Terkini dan Program SERAMBI Rupiah’’, di Taman Dedari Kedewatan, Ubud Gianyar pada Senin (18/3/2024). Hadir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dan Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H Panjaitan.

Diah Utari lanjut mengungkapkan, dengan modal pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif tinggi pada tahun 2023 sebesar 5,05%, diperkirakan pertumbuhan ekonomi yang baik ini akan berlanjut di tahun 2024. Karena ini masih didorong oleh positifnya indeks keyakinan konsumen (IKK) dimana berada di atas 100 yang berarti masih berada di zona ekspansi.

Diah mengatakan salah satu yang membuat pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan masih akan berlanjut juga dilihat dari dorongan peningkatan kinerja ekspor ke negara-negara tujuan utama untuk ekspor nonmigas di triwulan awal 2024.

Di sisi lain, Diah menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2024 tumbuh tinggi 5,86%, lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,04%. Masuk peringkat ke-6 dari 34 provinsi di Indonesia. Kalau dibandingkan per sektor, memang sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, perdagangan mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Seperti Akmamin sekitar 13% kemudian transportasi juga masih dua digit pertumbuhannya, perdagangan 7,8% dan yang menggembirakan sektor pertanian yang sebelumnya mengalami kontraksi dua periode berturut-turut di triwulan 2 dan 3 sekarang di triwulan 4 sudah menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca Juga  Pernyataan Resmi Pemprov Bali, Wagub Cok Ace Lakukan Langkah Antisipasi Meluasnya Virus Corona

Sejalan dengan membaiknya atau merendahnya fenomena El Nino, diharapkan juga bisa meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perluasan digitalisasi. ‘’Kami berharap dengan semakin giatnya digitalisasi sistem pembayaran sehingga mendorong akses masyarakat untuk pembayaran nontunai dan pada akhirnya juga meningkatkan dari sisi pendapatan pemerintah sehingga bisa mendorong peningkatan dana-dana untuk pertumbuhan ekonomi,’’ ujar Diah.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga yang memiliki pasar terbesar terhadap ekonomi, tumbuhnya sedikit melambat di 2024 karena kenaikan harga komoditas bahan pokok.

Sementara disisi lain, investasi juga tumbuh cukup tinggi 8,9% karena percepatan penyelesaian dimana proyek menjelang pemilu. Disamping itu karena adanya perbaikan ekonomi juga memberikan keyakinan bagi pelaku usaha untuk melakukan investasi sehingga investasi tumbuh cukup tinggi di triwulan 4 tahun 2023.

Diah lanjut menjelaskan dilihat dari investasi khususnya PMA menunjukkan peningkatan di tahun 2023 dibandingkan tahun-tahun setelah pandemi dan belum kembali ke besaran investasi sebelum pandemi. Sementara investasi PMDN besarannya sudah mendekati sebelum pandemi 2019. Namun investasi baik PMA maupun PMDN yang masuk ke Bali sekitar 97%. Dimana masuk ke sektor tersier yang bergerak di bidang jasa dan terbanyak hotel dan semua yang terkait dengan akomodasi pariwisata.

Namun masih memberikan ruang khususnya untuk investasi di sektor primer seperti pertanian, juga perikanan yang mempunyai potensi besar untuk perekonomian Bali. Kemudian di sektor sekunder yang sejalan dengan misi pembangunan ekonomi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali dimana mendorong sektor-sektor industri branding Bali, juga masih terbuka ruang untuk investasi di sektor sekunder, khususnya di industri manufaktur berskala kecil dan menengah.

Selain itu, proyek multi years yang masih menunggu perkembangan seperti Pusat Kebudayaan Bali dan jalan tol Jagat Kerthi, juga memiliki daya ungkit yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali ke depan. (gs/bi)

Baca Juga  1.000 Lebih Pasien Covid-19 Sembuh di Denpasar, Persentasenya Tembus 81,65 Persen

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca