Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pertama Kali, Rahina Tumpek Uye Dilaksanakan Serentak Se-Bali oleh Pemerintah

BALIILU Tayang

:

de
TEBAR BENIH: Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) foto bersama sesaat menebar benih ikan di Danau Buyan, Sabtu (29/1). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Forkopimda beserta jajaran menghadiri perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon Uye), 29 Januari 2022 bertempat di Danau Buyan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Perayaan Rahina Tumpek Uye merupakan pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Pelaksanaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 01 Tahun 2022. ‘’Atas nama Pemerintah Provinsi Bali saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja gotong-royong kita pada hari suci Tumpek Uye ini. Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia, diberikan kekuatan lahir batin untuk menjalankan swadharma masing-masing,” papar Gubernur Koster dalam sambutannya.

Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi meliputi: 1) Atma Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa); 2) Segara Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Laut); 3) Danu Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut); 4) Wana Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan); 5) Jana Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Manusia); dan 6) Jagat Kerthi (Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta). Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi merupakan warisan adiluhung dari Leluhur, panglingsir Bali sejak berabad-abad lalu, dengan perayaan Hari Tumpek, selama ini hanya dilaksanakan secara perorangan oleh masyarakat, sehingga semakin ditinggal oleh masyarakat Bali karena pengaruh nilai-nilai budaya luar dan dinamika perkembangan zaman termasuk pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

Gubernur Koster serahkan sertifikat vaksinasi rabies. (Foto: Ist)

Oleh karena itu, dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna: ‘’Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.”  

Baca Juga  Situasi Pandemi Covid-19 Membaik, Pemerintah Longgarkan PPLN dan Perbolehkan Mudik

Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan perayaan Hari Tumpek sebagai kebijakan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah bersama masyarakat, agar warisan adiluhung ini terjaga dengan baik dan kokoh di masa yang akan datang.  Rahina Tumpek Uye dilaksanakan dengan niat suci, tulus, dan lurus dalam rangkaian acara untuk memuliakan sarwa wewalungan (binatang atau satwa) yang dalam kepercayaan orang Bali binatang adalah saudara kita, bahkan mereka lebih dulu menghuni bumi ini dibandingkan manusia. ‘’Oleh sebab itu kita berkewajiban menghormati dan memuliakannya baik secara Niskala maupun Sekala. Salah satu acara yang digelar untuk pertama kali secara serentak adalah perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi. Danu Kerthi adalah penyucian dan pemuliaan danau, mata air, sungai, dan laut sebagai Huluning Amerta sekaligus habitat binatang dan satwa yang wajib kita lindungi bersama. Pentingnya melakukan perlindungan terhadap danau, mata air, sungai, dan laut beserta seluruh kehidupan yang ada didalamnya, merupakan upaya untuk merawat alam beserta isinya (pertiwi) perlu disosialisasikan secara massif agar dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanakan secara menyeluruh, konsisten, berkelanjutan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh masyarakat Bali,’’ ujar Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Oleh karena itulah, selaku Gubernur Bali, ‘’Saya menginstruksikan seluruh komponen masyarakat Bali, yaitu: 1) Pimpinan Lembaga Vertikal di Bali; 2) Walikota/Bupati se-Bali; 3) Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali; 4) Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kota/ Kabupaten se-Bali; 5) Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali; 6) Pimpinan Lembaga Pendidikan se-Bali; 7) Perbekel dan Lurah se-Bali; 8) Bandesa Adat atau Sebutan Lain se-Bali; 9) Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta se-Bali; dan 10) seluruh masyarakat Bali, untuk melaksanakan perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi sebagai pelaksanaan Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.’’

Baca Juga  Relevansi Tumpek Uye dalam Pelayanan pada Semesta

Perayaan Rahina Tumpek Uye merupakan implementasi Visi Pembangunan Daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Dilaksanakan secara serentak di seluruh Kota/Kabupaten se-Bali serta oleh seluruh komponen masyarakat Bali, diawali kegiatan Niskala pada pukul 09.00-10.00 Wita, dilanjutkan kegiatan Sekala pada pukul 10.00 sampai selesai. Pemerintah Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali melaksanakan upacara Danu Kerthi dengan kegiatan secara niskala berbentuk penyucian danau, otonan sarwa wewalungan (binatang), dan persembahyangan Tumpek Uye. Kegiatan sekala dilakukan dengan melepas 100.000 ekor ikan ke Danau Buyan; melepas binatang dan burung ke dalam hutan Buyan, vaksinasi anjing ras Bali dan resik sampah di sekitar Danau Buyan. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota se-Bali juga melaksanakan upacara Danu Kerthi secara Niskala dan Sekala di danau/bendungan/ dam/sungai/telabah/mata air yang ada di kabupaten/kota masing-masing.

Demikian halnya lembaga vertikal, desa/kelurahan, desa adat, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan swasta, serta masyarakat melaksanakan upacara Danu Kerthi secara niskala dan sekala. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama jajarannya di Bali juga melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye yang langsung dihadiri oleh Wakil Menteri Lingungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Dr. Alue Dohong dan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun, Ibu Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.Sc., dengan melaksanakan kegiatan pembersihan hutan mangrove di Estuari Dam, Denpasar. Bahkan Ibu Rosa menyampaikan bahwa kebijakan Gubernur Bali melaksanakan Perayaan Hari Tumpek Uye, sangat keren dan menginspirasi.

‘’Kepada seluruh masyarakat Bali saya mengucapkan selamat merayakan, Rahajeng Rahina Tumpek Uye. Semoga di hari yang baik ini, binatang dan satwa yang menjadi unsur kehidupan alam ini semua sehat dan berbahagia. Saya sangat berharap perayaan Tumpek Uye dan juga nanti Perayaan Hari Tumpek yang lain agar menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle oleh seluruh masyarakat Bali untuk mengembangkan
tata-titi kehidupan masyarakat bali yang berkarakter, berjati diri, berkualitas, dan tangguh secara berkelanjutan menghadapi dinamika perkembangan zaman dalam skala lokal, nasional, dan global dengan berbagai permasalahan dan tantangannya di masa yang akan datang, dengan tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali,’’ ujarnya.

Baca Juga  Pemerintah akan Bangun Pusat Pelatihan Sepak Bola di IKN

Terima kasih kepada Walikota dan Bupati se-Bali, instansi vertikal, dan seluruh komponen masyarakat yang telah berpartisipasi melaksanakan perayaan Hari Tumpek Uye untuk pertama kali dilaksanakan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), 29 Januari 2022, sehingga rangkaian acara berlangsung dengan lancar, sukses, dan meriah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pengrajeg Karya Agung Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek Walikota Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster dan Bupati Se-Bali Ikuti Prosesi “Karya Tawur Tabuh Gentuh“

Published

on

By

walikota jaya negara
UPACARA TAWUR: Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo didampingi Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan para bupati/wakil bupati se-Bali dalam rangkaian Upacara Tawur di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat (12/6). (Foto: Hms Dps)

Buleleng, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Tawur sebagai rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat (12/6/2026).

Upacara tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba, Ida Pedanda Gede Badjra Sikara Yoga, serta Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam dan Ida Pedanda Gede Putra Shidanta Manuaba. Turut hadir Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para bupati dan wakil bupati se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Tampak hadir pula Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Puncak Karya Padudusan Agung Manawa Ratna dilaksanakan pada Redite Paing Dungulan, Minggu (14/6), bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana, Ida Pedanda Bhoda Griya Gede Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga, dan Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha. Rangkaian puncak karya turut diisi prosesi peselang, pengubengan, dan pedanan yang diiringi kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede yang dipersembahkan para pengayah Jero Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Baca Juga  Sodetan Ciliwung, Upaya Menyeluruh Pemerintah Kendalikan Banjir Jakarta

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan karya ini dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek yang mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, lima tahun lalu telah dilaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, dan Melaspas Alit, sehingga tahun ini dapat kembali dilaksanakan Karya Mapadudusan Agung Manawa Ratna.

Jaya Negara mengatakan seluruh rangkaian pujawali dilaksanakan dengan Wiku Yajamana Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba dan Tapini Karya Ida Pedanda Istri Anom. Karya agung ini diharapkan mampu menghadirkan vibrasi kebaikan bagi umat, masyarakat, dan alam semesta. Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan yadnya juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat ngayah di tengah kehidupan masyarakat Bali.

“Pelaksanaan karya ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya bersama menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual umat. Semangat ngayah dan gotong-royong yang ditunjukkan masyarakat patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, para kepala daerah se-Bali, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan karya. Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana yang diwujudkan dalam karya ini tetap relevan sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Rangkaian yadnya telah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui prosesi Matur Piuning, dilanjutkan Nuasen Karya, Melaspas Pelinggih, hingga berbagai tahapan penyucian lainnya. Setelah puncak karya, rangkaian penganyaran akan berlangsung hingga 25 Juni 2026, dilanjutkan Upacara Nyineb pada 28 Juni dan Nyegara Gunung pada 29 Juni 2026. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan Upacara Bulan Pitung Dina pada akhir Juli mendatang. Pelaksanaan Upacara Tawur juga diakhiri dengan persembahyangan bersama, penandatanganan prasasti, serta penyerahan punia sebagai simbol dukungan dan kebersamaan dalam menyukseskan karya agung tersebut. (eka/bi)

Baca Juga  Pemerintah Putuskan Indonesia Masuki Masa Endemi

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara “Ngeratep Tapakan” di Pura Dalem Bebalang Carangsari

Published

on

By

Ngeratep Pura Dalem Bebalang
HADIRI UPACARA NGERATEP: Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan dana hibah saat menghadiri Upacara “Ngeratep Tapakan” di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6). Upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba dari Griya Gede Carangsari.

Sebagai bentuk nyata dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Badung, menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp 700 juta untuk proses Ngodakin Tapakan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara dan I Nyoman Artawa, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, Camat Petang A.A. Ngurah Darma Putra, Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, Perbekel Desa Petang Dewa Gede Usadi, serta para tokoh adat dan penglingsir Puri Agung Carangsari.

Dalam sembrama wacananya, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama (warga) Desa Adat Carangsari atas semangat gotong-royong dalam melaksanakan pujawali ini. Menurutnya, perbaikan (ngodakan) Pelawatan Ida Betara Barong ini menjadi simbol persatuan dan ketulusan bakti masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak lain adalah untuk meringankan beban krama. Kami berharap kebersamaan dan semangat gotong-royong ini terus dijaga demi kelancaran upacara (sida purna, sida sidaning don),” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Manggala (Ketua) Karya, I Gusti Ngurah Mudra, menjelaskan bahwa Pura Dalem Bebalang kini berstatus sebagai Pura Kahyangan Tiga yang diempon oleh tiga banjar, yaitu Banjar Pemijian, Banjar Bedauh, dan Banjar Mekarsari. Total pengempon terdiri dari 96 pengempon pokok dan 326 pengempon kaplekan.

Gusti Ngurah Mudra menambahkan, keputusan untuk melakukan upacara ngodakan ini lahir dari hasil musyawarah warga pada 17 Desember 2025 lalu. Proses perbaikan Pelawatan Ida Betara melibatkan undagi (arsitek tradisional) dan sangging terpercaya dari wilayah Puaya dan Taro Tegalalang, Gianyar.

Baca Juga  Situasi Pandemi Covid-19 Membaik, Pemerintah Longgarkan PPLN dan Perbolehkan Mudik

“Total biaya keseluruhan untuk proses ngodakan ini mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Sumber dana berasal dari hibah Pemkab Badung sebesar Rp 700 juta, Pemerintah Desa Carangsari Rp 150 juta, CSR BPD Bali Rp 50 juta, urunan (peson-peson) pemaksan Pura Rp 437 juta, serta dana punia sukarela dari krama sebesar Rp 415 juta,” papar Mudra.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas perhatian berkelanjutan dari Pemkab Badung, mengingat pada tahun 2024 lalu, Pura Dalem Bebalang juga telah menerima bantuan sebesar Rp 4,8 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan fisik di area (wewidangan) Pura. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri “Karya Rsi Gana” di Pura Desa Sibanggede

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsigana, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan yang merupakan rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). Karya suci tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Ida Pedanda Gede Watulumbang dari Griya Watulumbang Sibangkaja.

Wabup turut melaksanakan persembahyangan bersama serta mengikuti prosesi mendem pedagingan. Upacara ini merupakan rangkaian Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang bertujuan memohon kerahayuan jagat, keselamatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, upacara ini juga menjadi sarana memohon anugerah kesehatan, kesuburan, kemakmuran, keharmonisan, serta perlindungan dari berbagai mara bahaya dan bencana bagi seluruh Krama Desa Adat Sibanggede. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 1,5 miliar yang diterima oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Sibanggede yang telah bergotong royong menyelenggarakan karya suci tersebut. Ia mengaku bangga dapat hadir dan berbaur bersama masyarakat yang sedang melaksanakan yadnya sebagai bentuk rasa syukur dan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Kembali Gencarkan Vaksinasi Dosis Ketiga

Karya suci ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, serta memberikan kerahayuan, kesehatan, dan keseimbangan bagi alam semesta beserta seluruh krama sehingga tercipta kehidupan yang rembah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede dilaksanakan berdasarkan hasil paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 mendatang sedangkan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Terkait pendanaan, I Ketut Darma menjelaskan bahwa pelaksanaan karya didukung bantuan hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta punia dari para pengusaha yang berada di wilayah Desa Sibanggede. Selain bantuan dana, masyarakat juga memberikan dukungan berupa beras dan berbagai sarana upakara lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan karya dalam pembuatan berbagai sarana upakara dilakukan secara bersama-sama oleh para serati, tukang ulam, serta krama adat yang berasal dari 12 banjar.  Dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terlibat mencapai kurang lebih 1.500 KK.

Turut hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Gede Wiradana, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Abiansemal yang diwakili Kasi Pelayanan Umum Made Parmita, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Perbekel Sibanggede I Wayan Darmika, serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca