Saturday, 3 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Petani Bukanlah Pekerjaan Kelas Rendah

Founder Mimba Farm Saat Talkshow Yudisium FP Unud: Berpeluang Raup Omzet Miliaran Rupiah

BALIILU Tayang

:

wisudawan
Founder Mimba Farm Badung Utara I Wayan Mudita, S.H. (tengah) saat tampil pada talkshow motivasi pada acara Yudisium Calon Wisudawan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Berbisnis di bidang pertanian berpeluang meraih omzet Rp 2,1 miliar per bulan, pekerjaan petani sesungguhnya bukanlah pekerjaan kelas bawah. Karena, pendapatan di sektor pertanian bisa setara dengan pekerjaan di sektor lain. Namun, kalangan generasi muda masih enggan terjun ke sektor pertanian disebabkan faktor psikologis dan ekonomis.

Hal itu diungkapkan Founder Mimba Farm Badung Utara I Wayan Mudita, S.H. saat tampil pada talkshow motivasi pada acara Yudisium Calon Wisudawan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Kamis (4/8) kemarin di Gedung Pascasarjana Unud, Kampus Sudirman Denpasar.

Wayan Mudita mengakui terjun ke dunia bisnis pertanian hanya bermodalkan semangat atau cenderung nekat. Dia membeli lahan dan membangun green house dengan biaya tinggi namun belum tahu dipergunakan untuk apa. “Saya menjalankan bisnis tidak didasari studi kelayakan, menghabiskan dana Rp 8 miliar dengan rencana bisnis yang masih samar-samar,” tegasnya.

wisudawan
Calon wisudawan saat memasuki acara yudisium. (Foto: Ist)

Pengusaha asal Desa Sanur, Denpasar Selatan ini pun melakukan perjalanan ke luar Bali hingga ke luar negeri mencari “kitab suci” untuk membangun bisnis pertanian. Diceritakan, ketika mencoba untuk belajar pertanian di Thailand ternyata ditolak pihak penyelenggara karena tidak mengantongi ijin dari Kementerian Pertanian RI. “Belajar pertanian itu susah juga ya. Saya menyesal tidak kuliah di Fakultas Pertanian sebelumnya,” guman Wayan Mudita.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa ini mengaku beruntung bisa bertemu komunitas pertanian hidroponik di Yogyakarta. Pergaulannya dengan komunitas tersebut menjadi titik balik meraih keberhasilannya mengelola bisnis di bidang pertanian.

Keuletannya menggeluti bisnis pertanian, menambah keyakinan Wayan Mudita bahwa bertani bukanlah pekerjaan kelas dua alias bagi orang rendahan. Namun, petani merupakan pekerjaan mulia dan bisnis pertanian dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan utama. Wayan Mudita menggeluti bisnis sebagai penyalur sayur mayur ke hotel, restoran, pasar modern dan tradisional. “Melayani satu hotel di Sanur, omzetnya Rp 7 juta/hari atau Rp 210 juta per bulan. Jika saya melayani 10 hotel berarti pendapatan saya Rp 2,1 miliar/bulan,” jelasnya memotivasi calon wisudawan FP Unud agar tidak malu berbisnis di pertanian. Alasannya, hambatan psikologis tidak lagi menghantui kalangan muda yang kuliah di Fakultas Pertanian.

Baca Juga  Sopir Traktor Langka, Petani Dilatih Jadi Operator Alsintan
wisudawan
Calon wisudawan FP Unud. (Foto: ist)

Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, M.M. menyatakan terima kasih atas kesediaan Wayan Mudita berbagi pengalaman mengelola bisnis pertanian. Diakuinya, calon wisudawan FP Unud memiliki wawasan yang relatif terbatas terkait bisnis pertanian. “Kegiatan berbagi pengalaman ini dapat meningkatkan wawasan dan mempertebal keyakinan calon wisudawan terjun ke dunia bisnis,” tegasnya.

Prof. Ustriyana menjelaskan secara konsep dan teoritis calon wisudawan sudah memiliki bekal yang cukup terjun ke bisnis pertanian. Alasannya, calon wisudawan ditempa menjadi SDM pertanian tangguh pada program studi di lingkungan FP Unud yang umumnya terakrediatasi A, bahkan Prodi  S1 Agroekoteknologi terakreditasi Unggul.

Wakil Dekan I Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. melaporkan yudisium atau pelepasan calon wisudawan FP Unud edisi Agustus 2022 sebanyak 45 calon wisudawan yang terdiri dari 41 lulusan S1 dan 4 orang lulusan S2 dan S3. Ditambahkan, calon wisudawan didominasi jenis kelamin perempuan dan indek prestasinya di atas 3,75. “Saat ini jumlah mahasiswa aktif FP Unud sebanyak 1.660 yang tersebar di delapan prodi,” tegas ahli pertanian organik itu. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Peresmian Graha Nawasena, Walikota Jaya Negara: Ruang Inspirasi dan Inovasi Gugah Semangat Wirausaha Disabilitas

Published

on

By

Walikota Denpasar
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat peresmian Graha Nawasena Rumah Harapan Disabilitas Kota Denpasar, Jumat (2/12). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meresmikan Graha Nawasena Rumah Harapan Disabilitas Kota Denpasar, Jumat (2/12). Sebagai pengelolanya, turut dikenalkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gantari Jaya yang digawangi penyandang disabilitas kreatif Kota Denpasar. Peresmian ini diharapkan mampu menjadi ruang inspirasi dan inovasi guna menggugah semangat wirausaha penyandangan disabilitas di Kota Denpasar.

Hadir langsung Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Sekda IB. Alit Wiradana, Ketua Komisi III DPRD Eko Supriyadi, Ketua Komisi IV DPRD I Wayan Duaja, Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Cintya Febriyani,  Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. IA. Widnyani Wiradana, Kadis Sosial Gusti Ayu Laksmi Saraswati serta undangan lainya.

Usai peresmian, Walikota Jaya Negara bersama seluruh undangan turut menulis pesan semangat bagi penyandang disabilitas Kota Denpasar yang tergabung dalam wadah bernama Graha Nawasena Rumah Harapan. “Rumah inspirasi dan rumah kreatif untuk mengangkat harkat dan martabat para penyandang disabilitas Kota Denpasar,” tulis Jaya Negara disebuah papan berlatar putih.

Dijumpai usai kegiatan, Walikota Jaya Negara menjelaskan, Kota Denpasar dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam secara berkelanjutan terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Diresmikanya Graha Nawasena Rumah Harapan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota inklusif yang ramah disabilitas. Sehingga nantinya keberadaan disabilitas memiliki kesetaraan dalam memperoleh hak dan bersaing di berbagai bidang.

Lebih lanjut dikatakan, keterbatasan bukanlah suatu penghambat dalam menciptakan pengabdian bagi bangsa dan negara. Dari Graha Nawasena ini diharapkan mampu menggugah inspirasi dan inovasi serta menjadi wahana edukasi guna menggugah semangat wirausaha disabilitas. Sehingga secara berkelanjutan dapat meningkatkan harkat dan martabat penyandang disabilitas.

Baca Juga  Semakin Modern, PLN UID Bali Dukung Pengembangan IoT untuk Hidroponik di Desa Pelaga

“Saya yakin, jika para penyandang disabilitas kita berikan kesempatan, tentu secara berkelanjutan mampu berdaya saing dan menciptakan peluangnya sendiri di berbagai bidang,” jelasnya.

Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, persemian Graha Nawasena dan KUBE Gantari Jaya ini merupakan upaya  untuk meningkatan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Hal ini dilaksanakan dengan menjamin pendidikan, akses kesehatan, akses pekerjaan serta akses berwirausaha secara mandiri. Sehingga mampu memenuhi hak penyandang disabilitas dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakannya, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan perlindungan bagi penyandang disabilitas. Sehingga mampu mendukung terciptanya solidaritas dalam meletakkan dasar perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas secara inklusif dan berkesinambungan.

“Tentunya harapan kami secara berkelanjutan semua pihak dalam memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk terus mengasah kreatifitas, inovatif, dan berbahagia,” ujarnya.

Sementara salah seorang penyandang disabilitas I Nyoman Juniarta yang juga selaku Ketua KUBE Gantari Jaya memberikan apresiasi atas diremikannya Graha Nawasena Rumah Harapan ini. Tentunya sesuai dengan namanya, ruang ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan, kreativitas dan inovasi penyandang disabilitas.

Dijelaskan Juniarta, pada kegiatan kali ini turut dilibatkan 15 UMKM yang merupakan usaha dari penyandang disabilitas Kota Denpasar. Pihaknya juga mengajak seluruh penyandang disabilitas Kota Denpasar untuk bersatu padu saling mengisi diri untuk kemajuan bersama.

“Kami berharap ruang ini dapat menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkreasi sehingga bisa sukses menyinari para penyandang disabilitas lainya untuk tetap semangat, aktif demi masa depan yang lebih baik,” harapanya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Desa Dangin Puri Laksanakan Jumat Bersih dan Perompesan Pohon

Antisipasi Banjir dan Pohon Tumbang

Published

on

By

Perompesan
Desa Dangin Puri Kelod saat melaksanakan Jumat Bersih dan perompesan pohon perindang di Jalan Kapten Japa Gang Taman Sari Jumat (2/12). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Mengantisipasi banjir pada musim penghujan jajaran Desa  Dangin Puri Kelod melaksanakan Jumat Bersih dan perompesan pohon perindang  di Jalan Kapten Japa Gang Taman Sari Jumat (2/12).

Perbekel Desa Dangin Puri Kelod I Made Sada mengatakan, Jumat bersih kali ini dilaksanakan dengan kerja bakti dan perompesan pohon untuk mengantisipasi terjadinya banjir karena daun dan ranting pohon tersebut jatuh ke sungai dan halaman sekolah SMP PGRI 6 Denpasar.

Lebih lanjut ia mengatakan, ranting dan daun yang jatuh juga menyebabkan aliran sungai menjadi mampet. Selain itu ranting pohon juga besar-besar agar tidak tumbang saat musim penghujan maka dilakukan perompesan. “Kegiatan ini kami lakukan secara gotong royong bersama anak- anak SMP PGRI 6 Denpasar dan staf desa dan jumali,” kata Sada.

Dalam kesempatan ini ia mengimbau masyarakat yang memiliki pohon tinggi atau rimbun, baik yang berada di pekarangan rumah maupun yang menjulur ke jalan agar segera melaksanakan perompesan sehingga tidak membahayakan orang lain dan pengguna jalan. (ayu/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bangkitkan Pertanian Berkelanjutan, Ketua Dewan Putu Parwata: Bangun Sinergitas antara Pemerintah, Petani dan Pengusaha
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Pertemuan APCAT, Walikota Jaya Negara Bahas Penciptaan Generasi Bebas Tembakau

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri pertemuan Konferensi Aliansi Kota Asia Pasifik untuk pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention (APCAT). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka pengendalian dan pengontrolan tembakau di dunia, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pertemuan Konferensi Aliansi Kota Asia Pasifik untuk pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention (APCAT). Acara yang dihadiri ratusan delegasi berbagai negara dan Kabupaten/Kota se-Indonesia ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 1-3 Desember 2022 di Prime Plaza Hotel Sanur Bali.

Dalam acara tersebut hadir juga Walikota Bogor yang sekaligus menjadi Co-Chair APCAT Bima Arya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serta undangan walikota lainnya yang tergabung ke dalam The Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutannya mengatakan, sebagai wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan asing dan domestik, Pemerintah Kota Denpasar berusaha membangun kota menjadi kota yang layak huni dan sehat serta terus meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan upaya – upaya seperti diantaranya  menetapkan Perda No. 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Lebih lanjut dikatakan, pada tanggal 19 Mei 2022 lalu, Pemerintah Kota Denpasar meluncurkan Program Destar (Denpasar Kota Sehat Tanpa Asap Rokok) dengan acuan kerangka kerja Program Denpasar Tanpa Asap Rokok ini meliputi langkah penerapan dan penegakan kebijakan KTR yang efektif di seluruh wilayah KTR, yakni sekolah, fasilitas kesehatan, serta seluruh fasilitas umum di Kota Denpasar yang terdapat tanda larangan merokok, dengan target pencapaian lebih dari 85% kepatuhan terhadap kebijakan KTR di Kota Denpasar di tahun 2022. Serta larangan untuk iklan rokok luar ruang dengan moratorium iklan rokok berlaku di seluruh kawasan luar ruang Kota Denpasar.

Baca Juga  Petani Trenggalek Nantikan Kiprah Generasi Milenial

Sementara Walikota Bogor yang juga menjabat sebagai Co-Chair APCAT (The Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT), Bima Arya mengatakan, aliansi ini konsisten mencegah dampak negatif dari industri tembakau. Tercatat hingga Bulan November 2022 sudah ada 360 kota dan kabupaten telah mengadaptasi Perda pengontrolan tembakau.

“Kami semakin menjadi mitra yang strategis bagi Kemenkes, APCAT ingin menciptakan kegiatan menarik untuk mencegah efek negatif penggunaan tembakau,” kata Bima Arya.

Bima Arya menambahkan, APCAT bertujuan membawa komitmen untuk memperkuat kolaborasi, mengakselerasi kemajuan, mencegah beban Penyakit Tidak Menular -PTM, menghapuskan Tuberculososis TBC dan meningkatkan sinergi.

“Saya melihat taktik terbaik, para pemimpin daerah di negara Asia Pasifik dari isu pengendalian tembakau, dan untuk konteks lokal, menciptakan kota bebas asap rokok, melarang iklan rokok, advokasi meningkatkan cukai,” katanya.

Selain itu, pihaknya ingin memastikan intervensi dari industri tembakau. Dia mengingatkan, mendekati pemilu biasanya setiap perusahaan tembakau mendekati kandidat. “Saya sarankan untuk hati-hati,” tandas Bima Arya pada even dunia yang merupakan kolaborasi The Union, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Central Udayana itu.

Hal penting lainnya, ditekankan APCAT ingin menciptakan generasi bebas tembakau, menciptakan kegiatan menarik untuk mencegah efek negatif penggunaan tembakau. Sejauh ini prioritas APCAT, lanjut Bima Arya, benar-benar menekankan pentingnya kepemimpinan dan menguatkan komitmen untuk pengendalian atau kontrol tembakau.

Demikian juga, mendorong akuntabilitas pemerintah subnasional, seperti vaksinasi dan mencegah pengaruh industri komoditas tembakau. Penting juga untuk keberlanjutan, upaya pemerintah memperkuat kemampuan layanan kesehatan di daerah. Di Indonesia, Aliansi Walikota semakin diperkuat, dibangun sejak 2011.

“Saya dengan bangga mengatakan aliansi ini akan mencegah dampak negatif dari industri tembakau,” tegasnya. 

Baca Juga  Prof. Made Antara, Petani Diminta Ciptakan Produk Agrowisata Mengesankan

Pada tahun 2016, tercatat hanya ada 12 kota di kawasan Asia Pasifik namun sekarang sudah ada 82 walikota di 12 negara yang memberi dukungan dalam pengendalian tembakau. Pihaknya juga menyadari betapa pentingnya peran sosial media peran komunitas memperkuat kolaborasi, tidak hanya Program G to G (Government to Government), B2B atau Business to Business namun juga kalangan muda dan media yang harus fokus pada pentingnya kesehatan. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca