Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya Puji Semangat Ngrombo Sukseskan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih

BALIILU Tayang

:

karya pura besakih
AUDIENSI: Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya saat menerima audiensi Persatuan Bengkel Mobil Bali (PBMB) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Rabu (13/3/2024). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya memuji semangat ngrombo yang ditunjukkan berbagai komponen dalam menyongsong rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Pura Agung Besakih, 24 Maret hingga 14 April 2024 mendatang. Hal tersebut diutarakannya saat menerima audiensi Persatuan Bengkel Mobil Bali (PBMB) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Rabu (13/3/2024).

Dalam pertemuan dengan Pj. Gubernur Mahendra Jaya, Ketua Umum PBMB Jro Mangku Made Budiasa yang didampingi jajaran pengurusnya menyampaikan rencana kegiatan ngayah selama pelaksanaan Karya IBTK. Berkolaborasi dengan ORARI Bali, PBMB akan melaksanakan baksos serangkaian IBTK Pura Agung Besakih, mulai tanggal 24 Maret hingga 13 April 2024. Dijelaskan olehnya, kegiatan ngayah ini sudah dilaksanakan PBMB sejak tahun 2017 dan berlangsung rutin setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, PBMB pernah memberi pelayanan bagi 980 pemedek yang kendaraannya mengalami masalah saat nangkil pada rangkaian IBTK. “Itu yang paling banyak, tahun 2018. Setelah pengaturannya lebih baik, jumlah kendaraan yang mengalami kendala berangsur berkurang,” sebutnya. Untuk kelancaran dalam memberikan pelayananan bagi pamedek, ia sangat berharap dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyambut baik kolaborasi yang dibangun PBMB dan ORARI Bali dalam melaksanakan baksos selama Karya IBTK Pura Agung Besakih berlangsung. “Saya senang dengan semangat ngrombo yang ditunjukkan berbagai pihak untuk menyukseskan karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Dengan dukungan dari berbagai pihak, saya harapkan rangkaian karya berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Dengan demikian, para pamedek dapat melaksanakan bhakti dengan nyaman. Untuk itu, Mahendra Jaya menyampaikan terima kasih kepada jajaran PBMB dan ORARI Bali karena terpanggil untuk menyukseskan karya IBTK Besakih. “ORARI mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan informasi terkait perkembangan situasi di Pura Besakih. Saya berharap, ORARI juga membangun kerja sama dengan radio agar informasi bisa tersebar lebih luas,” bebernya. Terkait dengan permohonan dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait, Mahendra Jaya menginstruksikan Perangkat Daerah terkait untuk mengambil langkah yang dibutuhkan.

Baca Juga  Tatanan Baru Pamedek/Pengunjung di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

Pada bagian lain, Pj. Gubernur menginformasikan bahwa sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan Karya IBTK Pura Agung Besakih. Rakor tersebut dimaksudkan untuk membahas persiapan Karya IBTK agar tahun ini dapat berjalan lebih baik. Salah satu yang menjadi penekanannya adalah kenyamanan pamedek. Ia ingin pamedek mendapat prioritas dalam mendapat layanan kendaraan buggy dari Parkir Manik Mas menuju jaba pura.

Dalam pertemuan itu, Pj. Gubernur Mahendra Jaya didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah yaitu Kalaksa BPBD I Made Rentin, Kepala Kesbangpol Bali I Gusti Ngurah Wiryanata, Kadis Kominfos Gede Pramana, Kadis Perhubungan I Gde Wayan Samsi Gunarta dan Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara.

Sementara Ketua Umum PBMB hadir bersama Dewan Pembina A.A Rai Santika, Sekretaris Made Suyasa, Bendahara Sugiono dan panitia ngayah Besakih. Sedangkan Ketua ORARI Bali I Gusti Ngurah Agung didampingi Sekretaris I Wayan Parka dan Bendahara I Kadek Suryawan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Karya Atma Wedana MGPSSR, Wawali Arya Wibawa Hadiri Prosesi ‘’Mepandes’’

Published

on

By

pasek
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar MGPSSR, di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen dalam melestarikan adat istiadat dan budaya Bali, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa hadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7).

Di sela-sela upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kepada pihak Pasraman yang telah menyelenggarakan upacara Atma Wedana dan Mepandes ini. Di mana, upacara ini merupakan penyucian roh leluhur yang telah tiada agar dapat menyatu dengan Tuhan.

Lebih lanjut dikatakannya, selain penyucian roh leluhur, secara tidak langsung pelaksanaan ini juga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan serta mampu mengurangi biaya dan tenaga dalam pelaksanaan upacara tersebut yang digelar secara massal. Hal ini sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan upacara ini, dan berharap dapat secara berkelanjutan dilaksanakan sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam pelaksanaan yadnya atau korban suci di kalangan masyarakat,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara itu Ketua Panitia, Jro Mangku Wayan Arnata menyampaikan, pelaksanaan upacara ini memang rutin dilaksanakan di Pasraman Widya Graha Kepasekan. Adapun peserta yang mengikuti acara kali ini sebanyak 44 peserta Atma Wedana, dan 109 orang mengikuti upacara Mepandes bersama.

“Puncak pelaksanaan upacara ini jatuh pada tangga 24 Juli 2024 yang diisi dengan upacara Mapurwa Daksina, Mapralina, dan Nganyut ke segara. Penyelenggaraan upacara ini, merupakan wujud implementasi jiwa gotong-royong dan kebersamaan sebagai budaya yang sejak lama tertanam dalam masyarakat di Bali yang dikenal sebagai spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Wayan Arnata. (eka/bi)

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Apresiasi PBMB Buka Posko Siaga 24 Jam Selama Berlangsungnya IBTK 2024

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Puncak ‘’Karya Panca Wali Krama’’ Pura Mandara Giri Semeru Agung

Published

on

By

Lumajang, Jatim, baliilu.com – Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya didampingi Sekda Dewa Made Indra dan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali menghadiri puncak Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung. Puncak Karya Panca Wali Krama pada pura yang berlokasi di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu bertepatan dengan Purnama Kasa, Sabtu (Saniscara Pon Shinta), 20 Juli 2024.

Saat Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan tiba di pura, sedang berlangsung prosesi upacara dan sesolahan Topeng Sidakarya yang dibawakan Wakil Gubernur Bali Periode 2018-2023, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Kehadiran rombongan Pj. Gubernur Mahendra Jaya beserta Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma disambut keluarga besar Puri Agung Ubud, Panglingsir Puri Ageng Mengwi dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sebelum melaksanakan persembahyangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyerahkan Buku Bhagawad Gita kepada Ketua PHDI Lumajang, Teguh Widodo, S.Sos.

Persembahyangan dilaksanakan dua kali yaitu sebelum dan sesudah prosesi nedunang Ida Bhatara. Dalam prosesi nedunang Ida Bhatara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya ngaturang ayah dan berkesempatan mundut Ida Bhatara Lingsir tedun dari Padma Naba menuju Peselang. Persembahyangan yang diakhiri dengan nunas tirta dan bija ditutup dengan penyerahan punia oleh Pj. Gubernur Mahendra Jaya kepada Ketua PHDI Lumajang Teguh Widodo.

Selain diikuti Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan dari Bali, persembahyangan juga melibatkan ribuan Umat Hindu dari kawasan Lumajang dan sekitarnya.

Ditemui di sela-sela upacara, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Manggala Karya menerangkan, prosesi upacara berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama upacara berlangsung, dipentaskan beberapa Tari Wali dari Bali dan Tengger. Ditambahkan olehnya, Ida Bhatara akan nyejer selama 15 hari dan akan diakhiri dengan upacara nyineb pada 4 Agustus 2024. Selama Ida Bhatara nyejer, setiap hari akan dilaksanakan bakti penganyar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur secara bergantian.

Baca Juga  Eksplorasi Kawasan Pura Besakih, Mahasiswa Inbound Unud Ikuti Modul Kebhinekaan

Lebih jauh pria yang akrab disapa Cok Ace ini menerangkan, ini adalah Karya Panca Wali Krama yang ketiga sejak berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung pada 1992. Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung diawali dengan rangkaian upacara seperti Mupuk Pedagingan pada 6 Juli 2024, Melasti di 15 Juli 2024, dan Tawur Panca Wali Krama pada 18 Juli 2024. Upacara yang melibatkan umat Hindu Bali dan Jawa Timur ini menggunakan sarana 13 ekor kerbau. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘’Piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji Puspem Badung

Published

on

By

nyatur lebah
KARYA PIODALAN: Sekda I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian ‘’karya piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung, Sabtu (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian karya piodalan Nyatur Lebah di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung yang bertepatan dengan Purnama Kasa, Saniscara Pon Wuku Sinta, (20/7).

Pada acara ini juga, Sekda Badung Adi Arnawa me-launching Tari Baris Giri Bandana yang dipentaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha beserta pejabat dan staf Dinas Kebudayaan Badung.

Selain Tari Giri Bandana juga ditampilkan Tari Rejang Dewa, Tari Legong Kuntul, Tari Rejang Giri Putri, dan Topeng Sidakarya. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata beserta Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Suwartini Parwata, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Nyonya Kristiani Suiasa, Kepala OPD lingkup Kabupaten Badung serta ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Sekda Badung Adi Arnawa mengajak seluruh pegawai di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengucapkan syukur atas rahmat Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung, dan mengapresiasi Tari Giri Baris Bandana sebagai upaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali, serta menambah pesona dari pariwisata yang ada di Bali

“Upacara di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji ini, selain sebagai bentuk syukur kita, tetapi juga sebagai sarana bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan semoga jagat Bali khususnya jagat Kabupaten Badung mendapat kerahayuan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha menyampaikan bahwa Tari Baris Giri Bandana merupakan Tari Baris Ritual yang menyimbolkan spirit dari “Asta Mandala Giri” atau Delapan Kekuatan Gunung yang menjaga spirit Bali dan Bali Madya sebagai poros penyatuannya.

Baca Juga  Karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Pemkab Badung ‘‘Ngaturang Bhakti Penganyaran‘‘

Pangider, pengringkes Dasa Aksara menjadi dasar pijakan dari terwujudnya gerak, iringan, vokal dari tari ini sebagai wujud persembahan kepada para Dewa untuk mewujudkan suatu keseimbangan energi dan kesejahteraan jagat. Kuttara Kanda Dewa Purana Bangsul dan Sari Manik Hairawang adalah dasar sastra yang dijadikan referensi dalam terciptanya tari ini,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca