Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tatanan Baru Pamedek/Pengunjung di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

BALIILU Tayang

:

besakih
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengukuhkan Pengurus Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Masa Bakti Tahun 2023-2028 pada Jumat, 24 Maret 2023 di Gedung Wiyata Graha Manik Mas, Kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem. (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat, 24 Maret 2023 menerbitkan Surat Edaran Nomor: 03 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Pamedek /Pengunjung Saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Sosialisasi SE No. 3 Tahun 2023 ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat Pengukuhan Pengurus Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Masa Bakti Tahun 2023-2028 pada Jumat, 24 Maret 2023 di Gedung Wiyata Graha Manik Mas, Kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem.

Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa SE Gubernur Bali yang telah dirumuskan oleh tim bersama ini didasarkan bahwa Pura Agung Besakih yang terletak di lereng Gunung Agung, merupakan tempat pemujaan utama, Pura Kahyangan Jagat terpenting dan tertinggi di Bali. Sejumlah teks susastra Bali, baik yang disurat dalam lontar maupun prasasti tembaga atau kayu, menyebut Gunung Agung dengan nama Tolangkir, yang berarti “Dia Yang Mahatinggi, Mahamulia, sekaligus Mahaagung’’.

Pura Agung Besakih disebut sebagai Huluning Bali Rajya, hulu Kerajaan Bali, sekaligus juga Madyanikang Bhuwana, pusat dunia. Karena itu, Besakih pada masa kerajaan Bali Kuno dikategorikan sebagai kawasan Hila-Hila Hulundang ing Basukih, yang berarti kawasan suci tempat memohon kerahayuan hidup (Basuki) di hulu Bali, yang dilarang, dipantangkan (Hila-Hila) untuk dilalui atau dimasuki secara sembarangan oleh siapa pun.

Oleh karena itu, keagungan dan kesucian Pura Agung Besakih harus dilindungi, dirawat, dan dikelola dengan penuh hormat. Sehubungan dengan itu, Pemerintah Provinsi Bali telah membangun Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan Pamedek/Pengunjung dalam melaksanakan persembahyangan.

‘’Tujuan surat edaran ini untuk menciptakan Tatanan Baru untuk mengatur Pamedek/Pengunjung sebagai implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yakni untuk menciptakan kelancaran, kenyamanan, keamanan, ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan keindahan dalam rangka mendukung pelaksanaan Karya lda Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih,’’ ujar Gubernur.

besakih
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama usai Pengukuhan Pengurus Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Masa Bakti Tahun 2023-2028 pada Jumat, 24 Maret 2023 di Gedung Wiyata Graha Manik Mas, Kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem. (Foto: ist)

Dipaparkan, Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa. Pada tahun 2023, Puncak Karya lda Bhatara Turun Kabeh dilaksanakan pada Rabu (Buda Umanis, Prangbakat), 5 April 2023, Nyejer selama 21 hari, sampai dengan Rabu (Budha Paing, Wayang), 26 April 2023.

Untuk itu, Pamedek yang akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Agung Besakih, berkewajiban mengikuti jadwal bersamaan dengan Panganyar masing-masing Kota/Kabupaten, serta Pamedek dari luar Bali, sesuai jadwal berikut:

Baca Juga  Nyoman Parta: Sekarang Mulai Kelihatan Nama Besar Pura Agung Besakih, Karena Diimbangi Fasilitas yang Sangat Luar Biasa

Kabupaten Karangasem pada Kamis (Wrehaspati Paing, Prangbakat), 6 April 2023. Kabupaten Klungkung pada Jumat (Sukra Pon, Prangbakat), 7 Apil 2023. Kabupaten Bangli pada Minggu (Redite Kliwon, Bala), 9 April 2023. Kabupaten Gianyar pada Senin (Soma Umanis, Bala), 10 April 2023. Kota Denpasar pada Selasa (Anggara Paing, Bala), 11 April 2023. Kabupaten Jembrana pada Rabu (Buda Pon Bala), 12 April 2023. Kabupaten Tabanan pada Kamis (Wrehaspati Wage, Bala), 13 April 2023. Kabupaten Badung pada Jumat (Sukra Kliwon, Bala), 14 April 2023. Kabupaten Buleleng pada Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 15 April 2023. Provinsi se-Jawa pada Senin (Soma Pon, Ugu), 17 April 2023. Provinsi NTB pada Selasa (Anggara Wage, Ugu), 18 April 2023. Provinsi se-Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera pada Rabu (Buda Kliwon, Ugu), 19 April 2023. Provinsi NTT, Papua, Maluku, dan Maluku Utara pada Kamis (Wrehaspati Umanis, Ugu), 20 April 2023. Luar Negeri pada Jumat (Sukra Paing, Ugu), 21 April 2023.

Tatanan Pamedek/Pengunjung Memasuki Kawasan Suci Pura Agung Besakih harus masuk melalui Candi Bentar di Area Manik Mas, sesuai Tatanan di Pura Agung Besakih. Pamedek/Pengunjung yang menggunakan Bus/Truk disediakan kendaraan Shuttle Bus Listrik dari Tempat Parkir Kedungdung ke Area Manik Mas dan sebaliknya. Pamedek berjalan kaki dari Area Manik Mas ke Area Bencingah. Khusus untuk Sulinggih, Lansia, Wanita Hamil, Wanita yang mengajak Bayi/Anak Balita, dan Difabel disediakan Kendaraan Angkutan Khusus (Bugey).

Pengunjung hanya dapat memasuki Kawasan Suci Pura Agung Besakih di luar area persembahyangan. Pamedek/Pengunjung wajib membawa kantong sampah untuk menampung sampah selama berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Pamedek/Pengunjung wajib menaati ketentuan yang diberlakukan oleh Badan Pengelola, khusus yang berkaitan dengan pemanfaatan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih.

Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2023. Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih bersama Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh menyediakan fasilitas untuk Pamedek/Pengunjung, yaitu 1) Wantilan/Bale Pasandekan di Area Bencingah dan Area Manik Mas, untuk menunggu giliran persembahyangan dan beristirahat. Ruang Ganti Pakaian untuk Pamedek/ Pengunjung, serta Ruang Laktasi (Menyusui) di Area Manik Mas.

UMKM di Area Bencingah tersedia sebanyak 248 unit Kios dan 162 unit Los, sedangkan di Area Manik Mas tersedia sebanyak 25 unit Kios dan 36 unit Los, yang dimanfaatkan oleh UMKM pengguna Kios dan Los secara gratis, hanya dibebankan biaya operasional perawatan dan rekening listrik/air. UMKM menjual produk lokal Bali berupa: sarana persembahyangan, wastra (busana adat, endek, songket, kain tradisional), produk kerajinan rakyat, cindera mata branding Besakih, kuliner dan produk olahan, serta sayur-sayuran dan buah-buahan. Semua produk yang dijual merupakan produk lokal Bali, diutamakan dari Kabupaten Karangasem. Pusat Informasi, Posko Kesehatan, dan Posko Keamanan di Area Kedungdung, Area Manik Mas, dan Area Bencingah. Wiyata Graha di Area Manik Mas berfungsi untuk menayangkan video dokumenter. Kantor BPD Bali dan ATM Center. Elevator (Li) di Gedung Parkir Area Manik Mas. Sistem Pemantauan Digital dengan indikator lampu pada setiap slot, warna hijau menunjukkan slot masih tersedia dan warna merah menunjukkan slot sudah terisi di semua Lantai Gedung Parkir. Kode blok parkir di pilar pada setiap Lantai Parkir. Toilet 12 bilik di Area Kedungdung, 144 bilik di Area Manik Mas, dan 54 bilik di Area Bencingah, termasuk Toilet khusus untuk Difabel, dimanfaatkan untuk Pamedek/Pengunjung secara gratis.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Haturkan Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

Arus Lalulintas Kendaraan

Seluruh Kendaraan Bus/Truk, Roda Empat, dan Sepeda Motor, yang datang dari arah Kabupaten Bangli, Klungkung, dan Karangasem, diarahkan menuju Simpang Pasar Menanga untuk langsung menuju Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Bus yang diperbolehkan memasuki Kawasan Suci Pura Agung Besakih hanya Bus Sedang (maksimum 35 tempat duduk) dan 12 tempat duduk). Tidak dijinkan menggunakan Bus Besar (lebih dari 35 tempat duduk).

Kendaraan Bus/Truk hanya boleh parkir di tempat Parkir Kedungdung (Asti Mandala). Kapasitas parkir 250 unit Bus/Truk. Kendaraan Roda Empat hanya boleh parkir di Gedung Parkir Barat Area Manik Mas (Kreta Graha Kulon). Kapasitas parkir 1.426 unit Kendaraan. Sepeda Motor hanya boleh parkir di Gedung Parkir Timur Area Manik Mas (Rangga Graha Wetan). Kapasitas parkir 1.268 unit Sepeda Motor. Semua Kendaraan dilarang keras parkir di tepi jalan/tempat selain di lokasi yang sudah ditentukan. Semua pengguna kendaraan agar dengan tertib dan disiplin mengikuti arahan Petugas Parkir dan Petugas Keamanan.

Arus balik Kendaraan dari Tempat Parkir Kawasan Suci Pura Agung Besakih diatur sebagai berikut: Kendaraan Bus/Truk hanya dijinkan menggunakan jalur yang sama seperti jalur kedatangan, yaitu dari Kedungdung menuju Menanga. Kendaraan Roda Empat dan Sepeda Motor menggunakan jalur balik sebagai berikut: 1) Bagi Pamedek/Pengunjung yang menuju ke arah Kabupaten Bangli dan Buleleng, keluar dari Gedung Parkir Area Manik Mas, masuk ke Area Parkir Kedundung, kemudian keluar melalui Dusun Buyan atau Desa Pempatan. 2) Bagi Pamedek/Pengunjung yang menuju Kabupaten Klungkung dan Karangasem, keluar dari Gedung Parkir Area Manik Mas, mengarah ke Timur menuju Dusun Batusesa, keluar di Simpang Yeh Sah.

Masyarakat yang berada di sebelah Selatan Parkir Kedungdung yang akan menuju Kabupaten Bangli, Klungkung, dan Karangasem, diarahkan menuju Simpang Dusun Tegenan, menuju Dusun Batusesa, keluar di Simpang Yeh Sah. Tidak dijinkan melintas melalui Lembah Arca/Telaga Waja.

Baca Juga  Jelang Pelaksanaan IBTK 2025, Sekda Dewa Indra Cek Kesiapan Layanan dan Fasilitas di Kawasan Pura Agung Besakih

Kendaraan pengantar Sulinggih dan pembawa Banten Panganyar dijinkan masuk melalui jalur Pura Dalem Puri, setelah menurunkan Sulinggih dan Banten Panganyar Kendaraan wajib parkir di tempat parkir sesuai ketentuan. Kendaraan pengantar Sulinggih dan pembawa Banten Panganyar harus menggunakan tanda khusus yang disediakan oleh Panitia Karya lda Bhatara Turun Kabeh.

Selama Karya berlangsung, Kendaraan Pengangkut Galian C dilarang keras melintas melalui Desa Muncan, Rendang, Bukit Jambul menuju Kabupaten Klungkung dan sebaliknya. Desa Pempatan, Rendang, Bukit Jambul menuju Kabupaten Klungkung dan sebaliknya.

Dalam rangka menjaga kebersihan, keindahan, kesucian, dan keagungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, diberlakukan larangan sebagai berikut: Pelaku UMKM/Pedagang dilarang keras berjualan di tepi jalan, hanya dijinkan berjualan dengan memanfaatkan Kios dan Los yang telah disediakan. Pelaku UMKM pengguna Kios dan Los dilarang keras menyediakan dan menggunakan tas kresek, pipet plastik, styrofoam, serta produk lain berbahan plastik sekali pakai.

Pelaku UMKM pengguna Kios dan Los dilarang keras membuang sampah di sembarang tempat, berkewajiban menjaga kebersihan secara mandiri dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, memilah sampah organik dan non-organik, serta menjaga keasrian lokasi.

Pamedek/Pengunjung dilarang keras membawa/menggunakan tas kresek, pipet plastik, styrofoam, serta produk lain berbahan plastik sekali pakai. Pamedek yang membawa sarana Upakara yang sudah dihaturkan lungsuran, dilarang keras membuang sisa lungsuran di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, berkewajiban membawa pulang kembali sisa lungsuran.

Pamedek/Pengunjung dilarang keras membuang sampah sembarangan di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, berkewajban membawa pulang semua sampah yang dihasilkan. Pamedek/Pengunjung agar berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Karya lda Bhatara Turun Kabeh secara lancar, nyaman, aman, tertib, tenang, bersih, serta indah dan metaksu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Adi Arnawa Buka Lomba Senam Porsenides Tibubeneng

Bangun Kebersamaan dan Semangat Sportivitas

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Lomba Senam Aerobik Porsenides Tibubeneng di Lapangan Bola Voli Br. Canggu Permai.
BUKA LOMBA: Bupati Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat membuka Lomba Senam Aerobik serangkaian Porsenides Tibubeneng tahun 2026 di Lapangan Bola Voli Br. Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Sabtu (29/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Lomba Senam Aerobik serangkaian Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) Tibubeneng tahun 2026 di Lapangan Bola Voli Br. Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Sabtu (29/8). Acara tersebut dihadiri Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta Tripika Kecamatan Kuta Utara serta Bendesa Adat se-Tibubeneng.

Atas nama Pemkab. Badung, Bupati menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Porsenides tidak semata untuk mencari juara, namun sebagai wadah mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan dan menggali potensi masyarakat serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kreativitas di tingkat desa.

“Melalui porsenides, kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya aktif dan produktif, tapi juga sehat, bugar, kreatif, disiplin serta memiliki rasa kebersamaan yang kuat,” terangnya.

Khusus lomba senam aerobik yang diikuti ibu-ibu PKK, Bupati menilai kegiatan ini sangat positif. Senam tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, juga menjadi sarana meningkatkan semangat kebersamaan kaum perempuan dalam mendukung pembangunan desa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan. Mari kita jadikan olahraga sebagai bagian kehidupan sehari-hari dan membangun budaya hidup sehat mulai dari keluarga serta lingkungan masing-masing,” terangnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tibubeneng dan seluruh masyarakat Tibubeneng. Semoga Porsenides menjadi momentum semakin memperkuat gotong-royong, persatuan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Tibubeneng dan Kabupaten Badung.

Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya menjelaskan, lomba senam aerobik merupakan rangkaian kegiatan Porsenides Tibubeneng tahun 2026. Lomba senam aerobik diikuti ibu-ibu PKK dari 13 banjar se-Tibubeneng. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kebersamaan, kesehatan dan kreativitas PKK Desa Tibubeneng. (gs/bi)

Baca Juga  Gunakan Identitas, Ratusan Tukang Ojek Siap Hantarkan “Pemedek” Selama IBTK di Pura Agung Besakih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelorakan Semangat Kebugaran, TP. PKK Badung dan Gerakan Badung Peduli Sukses Gelar ‘Ayo Sehat Bersama’

Published

on

By

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat aksi hidup sehat Ayo Sehat Bersama di depan Gedung Kominfo, Puspem Badung.
AYO SEHAT BERSAMA: Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat aksi hidup sehat bertajuk “Ayo Sehat Bersama” di depan Gedung Kominfo, Kawasan Puspem Badung, Sabtu (29/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Badung berkolaborasi dengan Gerakan Badung Peduli menggerakkan ratusan masyarakat dalam aksi hidup sehat bertajuk “Ayo Sehat Bersama”. Berpusat di depan Gedung Kominfo, Kawasan Puspem Badung, Sabtu (29/8), kegiatan ini mengkombinasikan jalan sehat, senam bersama, aneka lomba, hingga pembagian kupon undian berhadiah sebagai stimulus untuk membangun fondasi kesehatan keluarga yang bugar.

Aksi sosial yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat ini dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Kehadirannya di tengah-tengah warga menjadi komitmen nyata bahwa pemeliharaan kesehatan merupakan hak sekaligus kewajiban kolektif yang harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Tubuh yang sehat dan jiwa yang bugar adalah kekayaan paling berharga. Melangkah pagi, bergerak berirama, dan bernapas segar bersama warga, tidak hanya membuat kita lebih kuat secara fisik, tetapi juga membuat hati semakin dekat dan persaudaraan antar-masyarakat semakin erat,” ujar Nyonya Rasniathi Arnawa di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa agenda ini sengaja dirancang secara sederhana agar ramah dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Melalui gerakan “Ayo Sehat Bersama”, TP. PKK Badung ingin menciptakan ruang sosial yang inklusif untuk saling menyapa, saling mengajak, dan memupuk rasa peduli sesama.

Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan ini berharap esensi menjaga kebugaran tubuh dapat membudaya di tengah masyarakat. Dengan tubuh yang sehat, persatuan dan kebersamaan masyarakat Badung diyakini akan semakin kokoh untuk mendukung pembangunan daerah ke depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Bali Laksanakan Persembahyangan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih
Lanjutkan Membaca

NEWS

Badung Modernisasi Pertanian Melalui Metode PMAAS

Bupati Adi Arnawa Targetkan Produktivitas Padi Tembus 12 Ton Per Hektar

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat Gerakan Tanam Padi metode PMAAS di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Abiansemal.
GERAKAN TANAM PADI: Bupati Adi Arnawa saat acara Gerakan Tanam Padi metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (29/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai modernisasi sektor pertanian lewat Gerakan Tanam Padi metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (29/8).

Langkah konkret ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai strategi taktis mendongkrak produktivitas pangan, menjaga keberlanjutan lahan, dan memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan yang kian nyata. Aksi penanaman ini dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan Subak Tanah Yeng selaku offtaker (penjamin pasar).

Pada momen tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan benih padi kepada Pekaseh dan pupuk kepada Pangliman sebagai modal awal budidaya berbasis teknologi baru ini. “Astungkara, pada hari yang baik ini kita dapat melaksanakan penanaman padi berbasis teknologi baru melalui PMAAS. Saya minta setelah menanam, jangan kemudian ditinggalkan. Ini harus dikawal terus oleh seluruh pihak untuk mengantisipasi tantangan lapangan dan memastikan teknologi ini memberikan hasil riil,” tegas Bupati Adi Arnawa saat memberikan sambutan di Jaba Pura Puseh Desa Adat Sedang.

Adi Arnawa menceritakan bahwa proyek ini lahir dari gagasan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Menyadari urgensinya, ia langsung memberikan garansi penuh terkait intervensi anggaran daerah. Bagi Pemkab Badung, keberhasilan pertanian tidak hanya dihitung dari angka produksi, tetapi juga kenyamanan para petani.

Sebagai bentuk keberpihakan, Pemkab Badung telah menggulirkan berbagai program insentif, mulai dari beasiswa kuliah (S1) untuk anak petani, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga akses kesehatan dan pendidikan gratis. Bupati menginstruksikan aparatur desa, penyuluh, dan pengurus subak untuk memastikan informasi program ini terserap merata oleh para petani penggarap.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Haturkan Bhakti Penyineban Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

Terkait hilirisasi, Bupati menegaskan bahwa Perumda Pasar wajib hadir sebagai penyerap hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani. “Perumda Pasar harus menyiapkan anggaran untuk menyerap produk petani kita. Ini ekosistem pasar yang pasti,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menjelaskan bahwa PMAAS merupakan program sinergis antara Kementerian Pertanian RI, Pemprov Bali, Pemkab Badung, kelembagaan petani, serta BBRMP Bali.

Secara teknis, metode modern ini menerapkan standarisasi ketat. Pengolahan dan kesiapan lahan yang presisi, Tata kelola air digital dan terukur, pemupukan, pemeliharaan, dan pengendalian hama berbasis data satelit/sensor, pengawasan intensif dari penyuluh lapangan hingga tahapan panen. “Dengan pengawalan ketat ini, kami menargetkan produktivitas padi melonjak hingga 10-12 ton per hektar,” ungkap Raka Sukadana.

Gerakan tanam di Subak Tanah Yeng kali ini mencakup luasan 50 hektar dengan proyeksi hasil mencapai 500-550 ton Gabah Kering Panen (GKP). Sebagai ruang edukasi, Pemkab Badung juga telah membangun demplot percontohan masing-masing seluas 5 are di seluruh Kecamatan se-Badung yang dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Guna memperluas daya jangkau teknologi ini, keberlanjutan program telah dipetakan lewat dua sumber dana besar pada tahun 2026 yakni APBD Perubahan Badung 2026 dengan alokasi Rp 1 Miliar untuk pengembangan lahan seluas 40 hektar di 4 kecamatan (Kecamatan Abiansemal 16 ha, Mengwi 10 ha, Kuta Utara 10 ha, dan Petang 4 ha). APBN Kementerian Pertanian RI 2026 mulai di rencanakan perluasan masif seluas 194 hektar di wilayah Badung.

Melalui integrasi hulu-hilir ini, PMAAS diproyeksikan menjadi kiblat baru model pertanian modern berkelanjutan di Bali yang menyeimbangkan antara swasembada pangan dan kesejahteraan petani secara nyata.

Baca Juga  Karya IBTK Pura Agung Besakih Tahun 2023, Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” pada 11 April

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga (mewakili Ketua DPRD), Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada, perwakilan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, pimpinan OPD terkait, Kepala BBRMP Bali, Direktur Utama Perumda Pasar, Majelis Madya Subak, serta jajaran Tripika, Perbekel, dan Bendesa Adat Sedang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca