Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sebut Ajik Krisna Sebagai Pengusaha yang Menginspirasi dan Tidak Cepat Menyerah

BALIILU Tayang

:

(Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya saat menghadiri Grand Launching Buku Ajik Krisna "Pandemi Membawa Berkah" di Bali International Convention Center, Westin, Nusa Dua, Badung pada Minggu (17/3) sore. (Foto: Hms Pemprov)

Badung, baliilu.com – Mampu bangkit saat terjadinya pandemi Covid-19 dan menginspirasi sebagai pengusaha Bali, bahkan berbuat banyak hal untuk kemajuan pariwisata Bali dan membantu dalam mengatasi persoalan sosial yang ada di masyarakat khususnya kemiskinan, membuat Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna) sebagai tokoh yang patut diteladani.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya dalam sambutannya pada acara Grand Launching Buku Ajik Krisna “Pandemi Membawa Berkah” di Bali International Convention Center, Westin, Nusa Dua, Badung pada Minggu (17/3) sore.

“Saya salut dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Gusti Ngurah Anom atau yang lebih familiar “Ajik Krisna” yang telah berbuat banyak hal untuk kemajuan pariwisata Bali dan membantu dalam mengatasi persoalan sosial yang ada di masyarakat khususnya kemiskinan. Ajik Krisna juga memiliki jiwa sosial yang luar biasa, semangat Ngrombo-nya sangat luar biasa, tidak banyak orang seperti Ajik Krisna, dari apa yang Ajik Krisna lakukan, berharap akan ada Ajik-Ajik Krisna yang lain,” jelasnya.

Mahendra Jaya yang pada acara ini didampingi Ny. drg. Ida Mahendra Jaya mengatakan jika Ajik Krisna juga telah menginspirasi kita untuk tidak cepat menyerah ketika dihadapkan masalah terutama saat terjadinya pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, pada saat pandemi Covid-19 perekonomian Provinsi Bali mengalami kontraksi yang dalam pada tahun 2020 sebesar -9,33% (yoy), untuk tahun 2021 sebesar -2,46% (yoy), secara nasional untuk provinsi kontraksinya terdalam, apalagi Kabupaten Badung yang sangat mengandalkan sektor pariwisata mengalami kontraksi sangat dalam pada tahun 2020 sebesar -16,52% (yoy), untuk tahun 2021 sebesar -6,74% (yoy).

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Bangkitkan Rasa Jengah Membangun Bali

Astungkara, pada tahun 2023 perekonomian Bali sudah bangkit. Bahkan pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2023 sudah lebih baik dibandingkan tahun 2019 (sebelum pandemi Covid-19), sebesar 5,71% yoy, sementara pada tahun 2019 sebelum pandemi sebesar 5,60% yoy, padahal jika dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali baik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, angkanya dikisaran 85% dari tahun 2019. Pada tahun 2023 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali lebih dari 5,3 juta orang, sedangkan tahun 2019 lebih dari 6,2 Juta orang, sementara untuk wisatawan nusantara yang datang ke Bali pada tahun 2023 lebih dari 9,8 Juta orang, sedangkan tahun 2019 lebih dari 10,8 Juta orang,” ungkapnya.

Dikatakan Mahendra Jaya, hal ini dimungkinkan karena wisatawan datang ke Bali pada tahun 2023 lebih banyak menghabiskan uangnya dibandingkan pada tahun 2019, dan bangkitnya sektor ekonomi lainnya diluar pariwisata (pertanian/perkebunan, dan kelatuan/ perikanan, serta sektor keuangan).

“Pada saat pandemi Covid-19, saya mengikuti di Youtube Ajik Krisna, bagaimana perjuangan Ajik Krisna membantu karyawannya untuk bisa bertahan di tengah kondisi usaha Ajik Krisna juga mengalami keterpurukan. Saya melihat di Youtube, Ajik Krisna berjuang dengan berkreasi menciptakan berbagai produk baru untuk dapat bertahan, dan astungkara cepat sekali bangkit kembali, dan saya mendengar bidang usaha Ajik Krisna bertambah banyak. Saya juga melihat bagaimana Ajik Krisna sangat perhatian dengan saudara-saudara kita yang kekurangan (miskin dan difabel),” terangnya.

Sebagaimana kita ketahui, Ajik Krisna merupakan pemilik dan pengelola Krisna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali, bahkan mungkin pusat oleh-oleh terbesar yang ada di Indonesia.

“Saya mendengar, Krisna Oleh-Oleh menampung hasil produk unggulan UMKM, artinya Ajik Krisna sangat memahami UMKM sebagai penggerak ekonomi, sebagai Penjabat Gubernur Bali, saya harus belajar banyak kepada Ajik Krisna untuk dapat lebih menumbuhkan dan mengembangkan UMKM yang ada di Bali, dan tentu masih banyak lagi yang telah dengan tulus dilakukan Ajik Krisna untuk membangun perekonomian Bali dan membantu mengatasi persoalan sosial yang ada di masyarakat, terima kasih Ajik Krisna. Saya berharap Ajik Krisna tetap menjadi pribadi yang sekarang, semoga usaha Ajik Krisna semakin berkembang, maju, dan bermanfaat bagi banyak orang,” tutupnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Tegaskan Sinergi Tangani Kemiskinan di Bhakti Sosial Ngrombo Ke-46

Hadir pada kesempatan ini, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Pangdam XI/Udayana Bambang Trisnohadi, Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gusti Kade Budhi Harryarsana, Kajati Bali Ketut Sumedana, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Jembrana Nengah Tamba, Pj. Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika, Ketua PHRI Bali Tjok. Oka Sukawati serta beberapa tokoh masyarakat lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pelaksanaan Puncak Hari Mangrove Sedunia

Wujud Komitmen Jaga Pelestarian Lingkungan

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri penanaman pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Tahura Ngurah Rai, Denpasar.
PENANAMAN MANGROVE: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan penanaman Pohon Mangrove serangkaian Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di seputaran area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar pada Minggu (26/7) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri pelaksanaan penanaman Pohon Mangrove serangkaian Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di seputaran area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar pada Minggu (26/7) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan diselenggarakan oleh PLN Indonesia Power Ini mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh. Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, serta undangan lainnya dengan menanam sebanyak 15.000 bibit pohon mangrove jenis Rhizophora Mucronata.

Di sela-sela pelaksanaan tersebut, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut adalah aksi nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan memuliakan bumi serta alam semesta.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Wawali Arya Wibawa.

Sementara Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengelola kawasan.

Lebih lanjut dikatakannya, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan salah satu destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. “Dan melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, namun juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,“ ujarnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Bangkitkan Rasa Jengah Membangun Bali

“Berharap kedepannya PLN Indonesia Power dapat terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat agar model konservasi berbasis masyarakat seperti di Batu Lumbang ini dapat memberikan dampak yang lebih luas,” pungkas Ridho Hutomo.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat menilai Indonesia memiliki keunggulan besar karena didukung wilayah laut yang luas, ekosistem mangrove yang melimpah, serta kondisi geografis yang menjadikan ekonomi hijau sebagai potensi ekonomi baru yang menjanjikan. Karenanya, Jumhur mengajak seluruh pihak menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove agar kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jumhur menegaskan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Karena itu, penanaman satu hektare mangrove dinilai setara dengan sekitar empat hektare tanaman daratan dalam menyerap emisi karbon.

“Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi penting untuk mengimbangi peningkatan emisi karbon akibat aktivitas ekonomi sekaligus mendukung target pengendalian perubahan iklim,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lovina Festival 2026 Resmi Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memukul cengceng di main stage Pantai Lovina saat pembukaan Lovina Festival 2026.
LOVINA FESTIVAL: Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tahun ini hadir dengan semangat baru berupa kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan komunitas yang lebih luas untuk memperkuat posisi Bali Utara di peta pariwisata dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan. Festival ini telah menjadi panggung kebanggaan Kabupaten Buleleng untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi pariwisata Bali Utara kepada dunia.

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bupati Sutjidra.

Apresiasi khusus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi fondasi utama agar festival dapat memberi dampak nyata.

Tahun ini, Lovina Festival menghadirkan pembeda utama. Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi lintas OPD se-Bali. Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, bersinergi mempromosikan Lovina Festival 2026.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegas Sutjidra.

Semangat inklusivitas juga menjadi sorotan. Festival tahun ini merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, hingga musisi dari seluruh Kabupaten Buleleng. Partisipasi beragam komunitas menunjukkan bahwa festival ini adalah milik bersama, ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kreatif.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Ajak Masyarakat Intensifkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memperkenalkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival. Pendataan dilakukan melalui pengelompokan target wisatawan berdasarkan kategori UMKM industri dan UMKM lokal. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar pemetaan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal mereka di Buleleng selama festival berlangsung. Dengan begitu, kebijakan pengembangan pariwisata ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Melalui Lovina Festival 2026 “Theatre of Dolphins”, Pemkab Buleleng berharap mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Bali, khususnya Bali Utara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tutup Bupati Sutjidra.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyampaikan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menegaskan bahwa kawasan Lovina bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah “panggung alam” yang menampilkan harmoni antara laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal.

Dalam laporan yang disampaikan saat pembukaan festival di Pantai Lovina, Reika menjelaskan tema tahun ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Lovina Festival 2026 dirancang sebagai etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan Kabupaten Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsep festival dibuat lebih terarah agar memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga  Bertemu Kapolda Baru, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Bahas Upaya Penanganan Wisman Berulah di Bali

Untuk pertama kalinya, kegiatan festival dibagi ke dalam dua segmentasi panggung. Panggung di kawasan Tasikmadu berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 dan menyasar wisatawan mancanegara. Sementara panggung di kawasan Binaria berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2026 dengan fokus pada wisatawan domestik.Durasi festival juga diperpanjang menjadi lima hari.

“Perpanjangan ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” ungkapnya.

Reika menyebutkan target kunjungan tahun ini mencapai 25.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, dengan rata-rata 5.000 kunjungan per hari. Target tersebut disusun sebagai upaya nyata meningkatkan daya tarik Lovina sebagai destinasi unggulan Bali Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara yang terdiri dari artis nasional dan kolaborasi talenta lokal. Selain itu, festival ini juga melibatkan 82 pelaku UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 44 komunitas dari bidang seni, olahraga, lingkungan, dan industri kreatif turut berpartisipasi aktif menyemarakkan rangkaian kegiatan.

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan didukung melalui tiga sumber utama yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

“Sinergi pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan,” kata Reika.

Mengacu pada capaian tahun sebelumnya, Lovina Festival 2025 berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dengan komposisi 47% wisatawan mancanegara dan 53% wisatawan domestik. Total transaksi ekonomi mencapai lebih dari Rp 600.000.000. Tingkat hunian hotel di kawasan Lovina rata-rata mencapai 82%, bahkan beberapa hotel mencapai 100% selama pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Letakkan Batu Pertama Penataan Jogging Track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Capaian itu juga didukung penataan kawasan Lovina yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kini kawasan Lovina tampil lebih indah, asri, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Optimisme tersebut didukung berbagai destinasi unggulan di sekitar Lovina, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, hingga wisata religi, budaya, dan pusat oleh-oleh.

Turut hadir dalam pembukaan festival, Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Sekda Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Wakil Bupati Gede Supriatna, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb David Dwi Martin Warginanto, Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya, Anggota DPRD Buleleng, Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten Buleleng, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, Camat, Perbekel, Kelian Desa Adat dan undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polisi Selidiki Dugaan Perbuatan Melanggar Kesusilaan terhadap Anak di Lingkungan SD Negeri 3 Kerta

Published

on

By

Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, pascadugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak.
Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar pasca dugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Payangan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak yang terjadi di lingkungan SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, yang sempat viral di medsos.

Seijin Kapolres Gianyar , Kapolsek Payangan AKP I Putu Budi Artama, S.H., M.H.,menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah menerima informasi terkait dugaan peristiwa yang sempat beredar di media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya memanggil-manggil korban. Dan juga laki-laki tersebut sempat menawarkan permen kepada beberapa siswa, serta ada juga menjelaskan sempat memperagakan gerakan yang bermuatan asusila. Seluruh keterangan tersebut masih didalami oleh penyidik,” ujar AKP I Putu Budi Artama.

Polsek Payangan telah melakukan pendalaman di lokasi, meminta keterangan dari siswa, pihak sekolah, guru, sekaligus melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Petugas juga telah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi kendaraan yang diduga digunakan oleh laki-laki tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila ada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini, agar segera menyampaikan informasi kepada Polsek Payangan atau Polres Gianyar,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara profesional, objektif, serta mengutamakan perlindungan terhadap anak sebagai korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Letakkan Batu Pertama Penataan Jogging Track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali
Lanjutkan Membaca