Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Ketua TP PKK Bali Ajak Semua Pihak “Ngrombo” Sukseskan Pelaksanaan Desa Binaan Telajakan Bersemi di Desa Temesi

BALIILU Tayang

:

desa binaan temesi
SERAHKAN BANTUAN: Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya saat menyerahkan bantuan simbolis dari PT. BPR Lestari dan ISI Denpasar yang dirangkaikan dengan pembukaan seni mural di Balai Banjar Temesi, Desa Temesi, Gianyar, Jumat (15/3). (Foto: Hms Pemprov)

Gianyar, baliilu.com – Penjabat (Pj.) Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya mengajak semua pihak baik itu pemerintah daerah, pengusaha, akademisi serta masyarakat bersama-sama bersinergi menyukseskan pelaksanaan Desa Binaan Telajakan Bersemi AKU HATINYA PKK, di Desa Temesi, Gianyar.

Hal ini disampaikan Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali dalam acara penyerahan bantuan simbolis dari PT. BPR Lestari dan ISI Denpasar yang dirangkaikan dengan pembukaan seni mural di Balai Banjar Temesi, Desa Temesi, Gianyar, Jumat (15/3).

Lebih jauh dalam sambutannya, Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali menyampaikan bahwasanya TP PKK Provinsi Bali tahun 2024 mempunyai 2 kegiatan unggulan yang dipusatkan pelaksanaannya di Desa Temesi, yaitu Desa Binaan Telajakan Bersemi AKU HATINYA PKK dan Desa Binaan Peduli Gigi (DELIGI).

Ny. drg. Ida Mahendra Jaya menyampaikan dalam kegiatan yang mengangkat motto “Mural Temesi Mewali Ka Guru” yang artinya kembali ke jati diri untuk membangun ekonomi Desa Temesi, dalam pelaksanaannya selain didukung dari APBD Provinsi Bali juga dukungan sinergi dari CSR, perguruan tinggi serta pengurus TP PKK Provinsi Bali.

“Saya ucapkan terima kasih pada masyarakat Temesi dan semua pihak yang berpartisipasi. Mari kita Ngrombo menyukseskan pelaksanaan Desa Binaan ini dan semoga bisa menjadi inspirasi dan memotivasi yang lainnya untuk mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.

Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pembukaan seni mural, diserahkan juga secara simbolis bantuan dari BPR Lestari berupa pot dan tanaman Bougenville. Pada kesempatan kali ini, Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Widiastuti Wirasa, Pimpinan BPR Lestari serta Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar memulai seni mural dengan melukis secara simbolis. (gs/bi)

Baca Juga  Berawal dari Penerjemah Kaum Difabel, Ketut Kanta Sukses Jalankan Kelompok Usaha Kain Tenun Bengkala

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Jaya Negara Kunjungi TPS R “Malu Dong”

Kolaborasi Efektif, Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Published

on

By

TPS R malu dong
TINJAU TPS R: Walikota Jaya Negara didampingi Kepala Dinas DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa saat meninjau lokasi TPS R "Malu Dong", Senin (15/7) di Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komunitas peduli lingkungan memainkan peran penting dalam penanganan sampah di Kota Denpasar. Salah satunya datang dari komunitas “Malu Dong” yang kini telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Residu (TPS R) dan ditinjau Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Senin (15/7) di Denpasar.

Dalam peninjauan tersebut Walikota Jaya Negara bertatap muka dengan founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta alias Pak Mang Bemo bersama tim yang sedang melakukan proses penyelesaian sampah residu.

“Kami memberikan apresiasi dari langkah komunitas Malu Dong serta dengan kolaborasi yang kuat antara komunitas dan pemerintah dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Denpasar dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Walikota Jaya Negara di sela-sela kegiatan peninjauan.

Lebih lanjut disampaikan, melalui TPS R, komunitas “Malu Dong” telah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan praktik-praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Dengan adanya TPS R, jumlah sampah yang terkelola dengan baik semakin meningkat, serta dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan potensial pencemaran lingkungan.  Dengan pemanfaatan alat pengolahan sampah dari komunitas “Malu Dong” mampu melakukan monitoring dan manajemen yang lebih efisien.

“Di Denpasar saat ini memiliki jumlah sampah hingga 980 ton dan adanya langkah yang dilakukan oleh Malu Dong dengan memanfaatkan alat incinerator ramah lingkungan menjadi langkah efektif dalam menyelesaikan sampah residu, serta ini menjadi kolaborasi bersama, dan komunitas ini juga telah memanfaatkan teknologi informasi dalam pengumpulan sampah disumbernya,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya disampaikan, dengan hadirnya TPS R “Malu Dong” ini juga telah mampu mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah residu. Dan jangan pernah berhenti membantu Pemkot Denpasar dalam penanganan dan pengolahan sampah.

Baca Juga  Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali Lantik Penjabat Ketua TP PKK Klungkung

Sementara founder Komunitas Malu Dong, Pak Mang Bemo menyampaikan, pengolahan sampah residu dengan memanfaatkan alat incinerator di TPS R “Malu Dong”. Alat ini berkapasitas 3 ton dan beroperasi tanpa bantuan listrik, tanpa bahan bakar seperti solar, bensin serta lain sebagainya. Alat incinerator ini beroperasi dengan alat pemantik dari kayu bakar untuk memanaskan dinding dalam mengolah sampah yang berakhir menjadi abu.

“Alat incinerator di tempat kami mampu mengolah sampah residu diantarnya pembalut, puntung rokok, botol plastik, hingga kemasan makanan ringan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, alur pengangkutan sampah yang bersumber dari masyarakat dilakukan dengan order penjemputan yang memanfaatkan aplikasi “Buangin”. Dari penjemputan sampah tersebut, para pengguna aplikasi juga telah dipersiapkan kantong sampah residu dengan harga Rp 5.000. Sampai di TPS R, sampah dilakukan pemilahan kembali untuk dapat dilakukan pengolahan dengan mesin incinerator. Hasil dari pengolahan sampah residu dari alat ini berupa abu yang dapat diolah kembali menjadi cendera mata seperti asbak, patung dan lain sebagainya.

“Tentu pengoperasian alat incinerator ini telah dilakukan uji emisi berkaitan dengan dampak lingkungan, dan alat incinerator ini juga telah tersebar di 24 titik di Bali, seperti di Pura Besakih dan Pura Lempuyang telah memanfaatkan alat ini dalam pengelolaan sampah,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Buka MPLS Tingkat SMP

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Stop Bullying, Kuatkan Benteng Budaya

Published

on

By

mpls smp denpasar
BUKA MPLS: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan membuka pelaksanaan MPLS SMP yang berlangsung pada, Senin (15/7) di SMPN 9 Denpasar, Kecamatan Denpasar Selatan. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dipusatkan di SMPN 9 Denpasar, Senin (15/7).

Pelaksanaan pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta MPLS dan pelepasan burung yang dihadiri Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Plt. Camat Densel, Ketut Sri Karyawati, dan para Kepala Sekolah SMP di Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan, bahwa secara keseluruhan, MPLS di jenjang SMP tidak hanya sebagai pengenalan fisik terhadap sekolah baru, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter, pengembangan keterampilan sosial, dan persiapan akademis siswa untuk menghadapi tahun ajaran yang baru.

“Mari kita bersama-sama melaksanakan pendidikan inklusif yang tidak terlepas dari tema MPLS tahun ini dalam mewujudkan pendidikan inklusif, stop bullying, dan kuatkan benteng budaya di lingkungan sekolah,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan, misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Menuju Denpasar Maju, dengan moto pelayanan Sewaka Dharma, yakni melayani adalah kewajiban bagi ASN Pemkot Denpasar yang dikuatkan dengan Vasudhaiva Kutumbakam, yakni kita semua bersaudara. Secara umum, kalimat tersebut bermakna dalam memberikan pelayanan publik, bahkan dalam jenjang pendidikan sekalipun, agar dijadikan sebagai pelayanan dasar,dan tulus, karena rasa persaudaraan yang melekat.

“Kami berharap agar semua pemangku kepentingan pendidikan di Kota Denpasar secara bersama-sama untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, berinovasi untuk percepatan kemajuan pendidikan guna mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter religius, nasionalis, gotong-royong, integritas dan mandiri,” kata Jaya Negara.

Sementara Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menyampaikan, MPLS tahun pelajaran 2024/2025 ini mengusung tema “Dengan Spirit Sewaka Dharma dan Vasudhaiva Kutumbakam, Melalui MPLS Kita Wujudkan Lingkungan Belajar yang Inklusif, Berkebhinekaan dan Aman”.

Baca Juga  BEM FH Unud Gelar Sosialisasi Hukum dan Desa Binaan di Bona

“MPLS jenjang SMP di Kota Denpasar telah mengimplementasikan Permendikbud No. 46 Tahun 2023 menekankan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan dan aman bagi semua,” ungkapnya.

Selebihnya dikatakannya pula, pengenalan lingkungan sekolah merupakan kegiatan sangat penting bagi peserta didik baru untuk memperkenalkan lingkungan barunya. Sehingga mereka merasa nyaman dan aman sebagai peserta didik baru, serta dapat memberikan kesan positif kepada para peserta untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya.

“Pelaksanaan MPLS dengan sasaran siswa kelas 7 baik negeri dan swasta, dengan melibatkan peran OSIS, guru dan instansi terkait yang dilaksanakan mulai tanggal 15-18 Juli 2024, dan dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial pada tanggal 19 Juli 2024 di lingkungan sekolah,” tutupnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru Sambangi Pemkot Denpasar

Published

on

By

Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima kunjungan Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru di Kantor Walikota Denpasar pada Senin (15/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru melaksanakan kunjungan ke Pemerintah Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan guna membahas potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari antar-kedua daerah ini dipimpin oleh Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia, PRJ Haryono Maha Seri Bijawangsa, dan diterima oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Kantor Walikota Denpasar pada Senin (15/7).

Dalam kesempatan tersebut, Haryono menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Bangsa Orang Laut Dunia yang akan melakukan studi potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari di Bali, khususnya di Denpasar.

“Sebagai langkah awal, kami ingin mengetahui sejauh mana penerapan potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari yang ada di Kota Denpasar,” ungkap Haryono.

Haryono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamati aktivitas penangkapan tuna di Pelabuhan Benoa dan akan mempelajari potensi kelautan lainnya di Kota Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyambut baik kunjungan ini dan menyampaikan terima kasih atas perhatian Lembaga Adat Bangsa Orang Laut Internasional Pekan Baru terhadap potensi kelautan dan perikanan di Denpasar.

Menurut Arya Wibawa, wisata bahari di Denpasar tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya di Bali. Laut di Bali memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat, termasuk sebagai tempat upacara melasti dan pekelem.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan laut setiap hari, dengan melibatkan kelompok nelayan, Krama Bendega, untuk membersihkan laut dan hutan laut. Selain itu, Krama Bendega juga melayani wisatawan mancanegara dan domestik.

“Dari hal yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar memberikan insentif dan bantuan kepada kelompok ini untuk mendukung aktivitas mereka,” ungkap Arya Wibawa.

Baca Juga  Bunda PAUD Bali Buka Workshop IGTKI Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Arya Wibawa menjelaskan bahwa Pelabuhan Benoa di Kota Denpasar sedang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Tourism Hub untuk marina, yacht, dan kapal pesiar besar. Harapannya, hal ini dapat mendukung studi potensi kelautan, perikanan, dan wisata bahari di Bali.

“Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi kelautan dan wisata bahari di Kota Denpasar serta Bali secara keseluruhan,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca