Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PMK Menyebar, Fakultas Peternakan Unud Ambil Tindakan Pencegahan dan Pengendalian

BALIILU Tayang

:

pmk menyebar
Fakultas Peternakan Unud Ambil Tindakan Pencegahan dan Pengendalian melalui seminar bulanan terkait penyebaran PMK. (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau yang dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) menjadi polemik di dunia peternakan yang sangat peka terhadap hewan lainnya seperti sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, babi, dan ternak lainnya. Penyakit ini umumnya disebabkan virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yaitu Apthaee epizootecea

Wabah dari penyakit ini sebelumnya pernah merebak di Indonesia tahun 1887 yaitu di daerah Malang, Jawa Timur dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. PMK merupakan salah satu penyakit yang tidak bersifat zoonosis tetapi dinilai sebagai penyakit hewan menular yang paling ditakuti oleh semua negara di dunia karena dapat menyebar dengan cepat hingga ke berbagai negara dan menyebabkan kerugian ekonomi cukup besar karena kematian ternak yang tinggi, ternak yang sakit, hambatan perdagangan, dan gangguan baik dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Kasus PMK ini kembali muncul di Indonesia tanggal 28 April 2022 setelah dinyatakan bebas lebih dari tiga dekade. Besarnya dampak yang ditimbulkan, menyebabkan pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan untuk mengendalikan dan mengatasi penyebaran PMK, mulai dari pelaksanaan karantina wilayah, pengadaan vaksinasi, dan meningkatkan kewaspadaan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Fakultas Peternakan Universitas Udayana sebagai salah satu institusi yang menghasilkan lulusan sarjana peternakan turut andil dalam menyikapi permasalahan wabah PMK. Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Fakultas Peternakan Universitas Udayana melaksanakan sosialisasi dalam bentuk Seminar Bulanan dengan tema kegiatan “Tantangan dan Permasalahan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Bali” bersama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 31 Mei 2022 bertempat di Gedung AA. Lantai 3 Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran.

Baca Juga  Implementasi KSI, ICRC dan FH Unud Gelar ‘’Emerging IHL Academics Workshop 2023’’

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana, M.S., IPU., dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, Koordinator Unit, Koordinator Program Studi, dan seluruh dosen di lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Udayana. “Seminar Bulanan ini merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana sebagai wujud nyata fakultas dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada di sektor peternakan. Tema yang diangkat setiap bulannya bervariasi, menyesuaikan dengan isu-isu peternakan yang ada saat ini,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Ir. AAA Sri Trisnadewi, M.P.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana menambahkan, permasalahan PMK ini cukup berdampak serius, tidak hanya kepada ternak, tetapi juga institusi. Mahasiswa yang sedang melaksanakan magang industri di beberapa instansi budidaya ternak ruminansia di Jawa Timur ditarik dari tempat magang untuk menghindari meningkatnya penyebaran PMK ini.

Pelaksanaan seminar bulanan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. drh. I Ketut Nata Kesuma, MMA., narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang menyampaikan terkait dengan “Kebijakan Pencegahan Penyebaran dan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Bali”, drh. Tri Komala Sari, M.S., Ph.D., narasumber dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang menjelaskan tentang “Pola Karakteristik Penyebaran dan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)”, dan Dr. drh. I Gusti Agung Arta Putra, M.Si., selaku dosen Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang menjelaskan tentang “Penguatan Manajemen Pemeliharaan Ternak sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)”.

Narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyatakan bahwa upaya pengendalian PMK ini perlu segera ditindaklanjuti untuk mengendalikan penyebaran PMK. “Total populasi sapi Bali di Provinsi Bali berkisar 580 ribu dan jika diasumsikan satu ekor senilai 10 juta, maka ada kemungkinan daerah ini akan mengalami kerugian sebesar 5 triliun jika penyakit ini sampai menyebar tidak terkendali. Perhitungan ini hanya berdasarkan dari ternak sapi, belum lagi dengan ternak lain yang ada di Bali seperti babi dan kambing,’’ ujarnya.

Baca Juga  FK Unud Terima Kunjungan Benchmarking FK Universitas Halu Oleo Sulteng

Besarnya dampak yang ditimbulkan PMK menunjukkan bahwa pengendalian dan pencegahan penyebaran penyakit ini perlu segera untuk ditindaklanjuti untuk memastikan seluruh populasi ternak yang ada di Provinsi Bali berada pada kondisi yang aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan permasalahan dan kerugian baik dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Setelah sesi pemaparan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada para narasumber. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1109-PMK-Menyebar-Fakultas-Peternakan-Unud-Ambil-Tindakan-Pencegahan-dan-Pengendalian.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Mahasiswa Informatika, Kimia dan Biologi Raih Rancangan PKM Terbaik di 3 Big Events PKM FMIPA

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  Satgas PMK Fapet Unud Gelar Pembekalan sebelum Terjun ke Lapangan

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  UP3M FT Unud Gelar Workshop dan Pendampingan General Accreditation IABEE

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Telan Anggaran 1,7 Miliar Lebih, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Diperbaiki

Published

on

By

jalan Desa Candikusuma
TINJAU PROYEK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak tiga ruas jalan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya diperbaiki dengan menelan anggaran Rp. 1,7 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2026.

Ketiga ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Tiga ruas jalan tersebut yakni, akses jalan Pura Dalem & Setra menuju Pantai Desa Candikusuma panjang 0,255 km dengan anggaran Rp. 520 juta. Kemudian akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma II (Kampung Madura) dengan panjang 0,202 km anggaran Rp. 404 juta dan akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma III (Kampung Madura) dengan panjang 0,425 km, anggaran Rp. 850 juta.

“Jadi total keseluruhan 3 paket ruas jalan ini menelan anggaran, Rp. 1,774 M dengan panjang keseluhan 0,882 km,” kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRP Jembrana, Gede Soni Indrawan saat dihubungi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4) yang lalu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan pengerjaan proyek jalan ini sesuai spesifikasi dan nantinya selesai tepat waktu. Ini pengerjaan sudah 40% nanti kita juga akan cek 2 ruas jalan yang lain,’’ ungkapnya.

Bupati Kembang juga mangajak peran aktif masyarakat dalam pengawasan atas proyek pemerintah, yang sangat diperlukan dalam memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Candikusuma, I Wayan Suardana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Desa Candikusuma.

Baca Juga  Turut Jaga Kesehatan Pemuka Agama, FK Unud Berikan Layanan Kesehatan di Pura Gunung Bromo

“Tentunya kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana, atas pembangunan yang telah dilakukan di Desa Candikusuma. Karena ini sangat membantu masyarakat untuk memperlancar transportasi dan juga meningkatkan perekonomian,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca