Connect with us

KRIMINAL

Polda Bali Ringkus WNA Bulgaria Pelaku Skimming dan Pembobol Mesin ATM

BALIILU Tayang

:

de
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, S.H, saat gelar konferensi pers, Senin (29/3-2021) di Gedung Ditreskrimum Polda Bali.

Denpasar, baliilu.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali berhasil meringkus warga negara Bulgaria, pelaku skimming dan pembobol mesin ATM di wilayah Bali dan NTB. Pelaku ditangkap Tim Resmob di guest house De Rose Jl. Raya Batu Bolong, Canggu Kuta Utara, Badung Jumat (26/3/2021).

Peristiwa penangkapan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro, S.H, saat gelar konferensi pers, Senin (29/3-2021) di Gedung Ditreskrimum Polda Bali.

Djuhandani Rahardjo lanjut memaparkan, pengungkapan kasus tindak pidana  pencurian dan pemberatan (curat) bermula dari tindak pidana curat yang dilaporkan terjadi pada Senin (15/3/2021) sekira pukul 02.30 Wita di mesin ATM yang berlokasi di Jalan Uluwatu ll Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Atas kejadian itu, I Ketut Adi Kurniawan  melaporkan kepada pihak kepolisian. 

“Kejadiannya bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, pelaku memanfaatkan situasi sepi dan gelap untuk melancarkan aksinya,” terang Djuhandani.

Lebih lanjut Djuhandani memaparkan, saat itu pelapor melihat kotak reject ATM  telah dirusak dan uang yang ada di kotak reject mesin ATM yang diketahui dari  data terakhir mesin ATM tersebut  sebesar Rp. 2.550 000 sudah raib.

Ditreskrimum juga menerima laporan terkait tindak pidana perusakan atau pencurian data elektronik (skimming – Transnational Crime) yang terjadi di ATM Pepito Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 06.00 Wita dan di ATM Pepito Umalas Canggu, Kuta Utara sekitar pukul 08.00 Wita dengan pelapor atas nama I Nyoman Suanita.

Dari pelapor didapat informasi bahwa telah terjadi perusakan  pada mesin ATM Pepito Tanjung Benoa, ditemukan pin cover sudah terlepas dan dibuang di bak sampah. Sementara di ATM Pepito Umalas Canggu Kuta Utara  telah terjadi perusakan card reader yang mengakibatkan mesin ATM off line setelah diperiksa ditemukan alat berupa dep skimming di card readernya.

“Berdasarkan laporan tersebut Tim Resmob Polda Bali melakukan penyelidikan dan menganalisa data CCTV, dan ditemukan informasi dan ciri- ciri dari pelaku,”papar Djuhandani.

Selanjutnya, Tim Resmob melakukan penangkapan pelaku di guest house De Rose Jl. Raya Batu Bolong, Canggu Kuta Utara, Jumat (26/3/2021).

“Pelaku adalah IDS alias Rehman (laki-laki, 20 tahun) warga negara Bulgaria yang juga merupakan residivis kasus pencurian di negara asalnya,” terang Djuhandani.

Pelaku mengakui telah melakukan perbuatannya pada 4 ATM  yakni ATM Jl. Pratama Tanjung Benoa Kecamatan Kuta selatan, ATM dekat Pepito Umalas Canggu Kecamatan Kuta Utara, ATM Jl. Seririt Singaraja, Kaliasem Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, dan ATM wilayah Mataram, Lombok- NTB.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah, 1 buah linggis,1 buah baju kaos warna hijau muda, 1 buah blue jeans, 1 hp samsung galaxy a 20, 1  buah laptop hp,1 buah kaca mata coklat, 1  buah ikat pinggang kulit warna hitam merah, 3  buah alat pemasang deep skimming, 1 buah deep skimmer, 1 buah hidden camera/spy camera, 1 buah pin cover, 1 buah pin cover yg terseting spy cam, 2 buah komponen elektronik deep skimer beserta kabel usb, 1 buah kartu cloning, 1 buah memori card 32 gb + adaptor, 1 buah mesin gesek kartu, 1 buah solder, 1 buah pisau carter, 1 buah gergaji besi, 2 buah obeng, 1 buah double tape, 1 buah kotak skrip, dan 1 bungkus karet.

“Kerugian material yang dialami pelapor akibat pencurian dan pemberatan ini sebesar Rp. 87.500.000 sedangkan kerugian imaterial perusakan dan atau skimmimg yang dialami adalah sebesar Rp. 100.000.000,” pungkasnya.

Terkait tindak pidana ini, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP  (tindak pidana curat), Pasal 406 KUHP (perusakan) dan Pasal 30 ayat (1) jo Pasal 46 ayat (1) Undang- Undang Republik Indonesia Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) (skimming) jo Pasal 53 KUHP. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sering Dibuli, Seorang Pelajar Menusuk Leher Temannya di Seririt

Published

on

By

de
Unit Reskrim Polsek Seririt melakukan penyidikan terhadap kasus penusukan di Seririt.

Buleleng, baliilu.com – Diduga dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli, tersangka DPAB (18) menusuk korban IBKP (15) yang masih bersatutus pelajar asal Seririt, Buleleng. Korban mengalami luka tusuk di bagian leher, Senin, 12 April 2021 di Ringdikit Seririt Buleleng.

Kejadian penusukan antara pelaku dan korban yang sama-sama berstutus pelajar ini mendapat penanganan unit Reskrim Polsek Seririt. Informasi ini disampaikan Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/4).

Dalam rilisnya, Kapolsek Seririt Kompol I Gede Juli, S.IP menyampaikan, terhadap pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk dilakukan pemeriksaan.

Kompol Juli mengatakan, terduga pelaku melakukan penusukan dengan menggunakan 1 bilah pisau terhadap korban seorang anak-anak yang masih berumur 15 tahun bernama IBKP, seorang pelajar.

penusukan tersebut terjadi di sebuah gang pada saat korban dan 3 orang temannya  termasuk terduga pelaku pulang dari rumah KJ dengan maksud untuk jalan-jalan dan bermain. Saat itu semuanya berjalan kaki.

Namun di tengah perjalanan di sebuah gang dekat posko tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan menggunakan pisau melakukan penusukan ke arah bagian leher korban.  Akibat penusukan yang dilakukan terduga pelaku mengakibatkan korban mengalami luka tusuk pada bagian leher. Korban selanjutnya ditolong dan dilarikan ke RSUD Buleleng untuk dilakukan perawatan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan diduga pelaku melakukan perbuatannya karena dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli. Meskipun demikian, dugaan ini masih didalami oleh Unit Reskrim Polsek Seririt.

“Selain menahan tersangka, tindakan kepolisian yang lain memberikan pengertian atau pesan kamtibmas kepada orang tua korban maupun pelaku untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian,’’ ucap Kapolsek.

“Biarkan penyidik pada unit Reskrim untuk melakukan proses penyidikan,’’ pungkasnya. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan, Oknum Pengacara Ditahan

Published

on

By

de
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. bersama KBO Reskrim AKP Suseno saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

Buleleng, baliilu.com – Diduga melakukan tindak pidana pemalsuan turunan putusan perceraian perdata yang merugikan Pengadilan Negeri Singaraja pada 29 Januari 2021, seorang oknum pengacara berinisial ESK (33) ditahan oleh Polres Buleleng.

‘’Setelah menerima laporan, Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan penyitaan beberapa barang dan surat atau dokumen serta menetapkan EKS sebagai tersangka. Polisi lanjut melakukan penahanan serta berkas perkara telah dikirim ke JPU,’’ terang KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

AKP Suseno memaparkan, kejadian ini berawal dari saksi Rika BAA selaku termohon dalam perkara perceraian yang sedang berjalan pada Pengadilan Negeri Singaraja datang ke Pengadilan Negeri Singaraja sambil membawa foto Turunan Putusan Perkara Perdata Nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 berikut foto Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Karena pihak PN Singaraja tidak pernah mengeluarkan Turunan Putusan Perkara Perdata tersebut, dimana pada saat itu perkaranya sedang berjalan, kemudian pihak PN Singaraja meminta klarifikasi kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Kantor Dukcapil Buleleng, kata Suseso, memberikan penjelasan bahwa dasar terbitnya Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dukcapil Buleleng antara Gede HW dengan Rika BAA karena dimohon oleh kuasa hukum dari saksi Gede HW yang bernama tersangka EKS sesuai dengan Permohonan Pencatatan / Penerbitan Akta Perceraian dari pemohon EKS tertanggal 7 Januari 2021.

Setelah Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyidikan, lanjut AKP Suseno, tersangka yang lahir di Banyuwangi ber-KTP Baktiseraga ini mengakui menerima kuasa dari penggugat Gede HW untuk gugatan perceraian kepada istrinya yang bernama Rika BAA selaku tergugat kemudian tersangka daftarkan gugatan tersebut ke PN Singaraja.

Perkara tersebut kemudian disidangkan di PN Singaraja. Belum sempat perkara putus, untuk mempercepat putusan, tersangka berinisiatif sendiri memalsukan surat-surat atau dokumen dengan membuat atau mengetik putusan dengan menggunakan laptop milik tersangka. Kemudian menscan bagian sampul dengan menggunakan printer scanner milik tersangka. Pada bagian tanda tangan paniteranya tersangka scan selanjutnya tersangka print dengan menggunakan printer scanner miliknya. Tersangka membuat seakan-akan itu merupakan putusan asli. Selanjutnya tersangka stempel dengan menggunakan stempel basah dengan logo dan tulisan Pengadilan Negeri Singaraja.

‘’Putusan-putusan pengadilan yang telah tersangka palsukan itu kemudian tersangka gunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng dan sudah diterbitkan, sehingga menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi pengadilan yang dilecehkan oleh tersangka,’’ papar AKP Suseno.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan penyitaan barang dan surat atau dokumen terkait serta telah menetapkan EKS sebagai tersangka, kemudian telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Buleleng serta berkas perkara telah dikirim ke JPU.

Terhadap kasus ini, pasal yang dilanggar primer Pasal 264 KUHP, subsider Pasal 263 KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polresta Denpasar Ungkap Kasus Mucikari, Tersangkanya Poltak PM

Published

on

By

de
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Bermula dari laporan masyarakat, Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus mucikari dengan tersangka Poltak PM yang menawarkan perempuan teridentifikasi asal Uzbekistan kepada laki-laki melalui media online (WhatsApp) berkali-kali. Poltak PM diringkus setelah polisi melakukan penggerebegan di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu, 7 April 2021.

Terungkapnya bisnis prostitusi online dengan tersangka Poltak PM ini disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta menyampaikan, diringkusnya tersangka mucikari Poltak PM alias Robby (42) asal Pematang Siantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.

‘’Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat diduga ada peristiwa praktek prostitusi kemudian dilakukan tindakan penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa tersangka Poltak PM sering menjual perempuan kepada laki-laki yang ingin bersenang-senang atau melakukan hubungan badan,’’ ungkap Kapolresta.

Sehingga, pada Rabu 7 April 2021, dilakukan pengecekan di sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Denpasar.  Tim Satreskrim Polresta Denpasar menemukan ada dua kamar yang berisikan pasangan bukan suami istri yakni kamar 207 dan 219.

Setelah dilakukan interogasi bahwa laki-laki tersebut membayar si perempuan untuk diajak bersenang-senang dan akhirnya melakukan hubungan badan (asusila). Dimana laki-laki tersebut telah membayar kepada tersangka sebesar masing -masing Rp 2.500.000.  ’’Berdasarkan keterangan tersebut akhirnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kosnya di Jalan Gelogor Carik Denpasar,’’ paparnya.

Dari interogasi, tersangka mengaku menawarkan perempuan kepada laki-laki melalui media WhatsApp seharga Rp 2.500.000 per orang. Selanjutnya uang tersebut diberikan kepada perempuannya sebesar Rp 1.500.000 sedangkan sisanya Rp 1.000.000 buat dirinya. Tersangka melakukan perbuatan ini sudah berkali-kali.

Barang bukti yang diamankan di antaranya kunci kamar nomor 217 dan 219, seprai, handuk, kondom, dan uang tunai Rp 4.885.000. Tersangka Poltak PM kini sudah dilakukan penahanan.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 296 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” dan Pasal 506 KUHP, “Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian diancam pidana kurungan paling lama satu tahun”. (gs)

Lanjutkan Membaca