Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

OPINI

Menelisik Pandangan Hidup terhadap ‘‘Ulah Pati‘‘ dalam Perspektif Hindu

BALIILU Tayang

:

ulah pati
Kadek Satria selaku Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Ajaran Hindu tidak membenarkan tindakan ulah pati atau bunuh diri. Menurutnya, dalam keyakinan Hindu, atma (roh manusia) bersifat kekal dan abadi, sehingga kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup.

“Kematian adalah bagian alami dari siklus kehidupan yang harus diterima. Dunia ini merupakan tempat bagi manusia untuk menyucikan atma melalui perbuatan baik (subha karma) dan menghindari perbuatan buruk (asubha karma),” ujar Kadek Satria selaku Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng saat dikonfirmasi awak media, Jumat (4/4).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan konsep dalam Bhagavad-Gita yang menyebutkan dua jalur perjalanan atma setelah kematian, yaitu Uttarayana (jalur terang/dewa) bagi mereka yang menjalani kehidupan dengan kebaikan, serta Daksinayana (jalur kegelapan) bagi mereka yang masih terikat pada duniawi dan karma buruk.

Selain itu, Kadek Satria juga mengutip Kitab Parasara Dharmasastra, yang menyatakan bahwa roh orang yang meninggal akibat ulah pati akan terkurung dalam alam kegelapan selama 60 ribu tahun. Sementara itu, dalam Lontar Yama Purwa Tattwa Atma, dijelaskan bahwa jenazah korban bunuh diri harus dikubur terlebih dahulu sebelum prosesi ngaben dapat dilaksanakan setelah lima tahun.

Ulah pati bukanlah jalan keluar dari permasalahan hidup. Sebaliknya, ini justru menambah penderitaan bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tegas Kadek Satria dikutip dari bulelengkab.go.id.

Pada kesempatan tersebut Kadek Satria berharap ini dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai dampak bunuh diri dari perspektif ajaran Hindu, sekaligus mendorong individu untuk mencari solusi yang lebih positif dalam menghadapi tantangan hidup. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Cegah Kejadian Bunuh Diri, Pemkab Badung Gelar Rakor Penataan Jembatan Tukad Bangkung
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

Catatan Hendry Ch Bangun, Selamat Jalan Rekan Wina Armada

Published

on

By

Wina Armada
Sekjen PWI Pusat Bambang Sadono (kiri), Wina Armada Sukardi (tengah), Hendry Ch Bangun, dalam acara Dewan Pers di Solo tahun 2021. (Foto: Hms PWI)

TERAKHIR saya bertemu Wina Armada pada 13 Juni lalu di Gedung Dewan Pers sehabis salat Jumat. Ceritanya saya sebagai Ketua Umum PWI Pusat bersama Zulmansyah Ketua PWI KLB dan Wina Armada sebagai Sekjen PWI KLB, berjumpa Ketua Dewan Pers Prof. Komarudin Hidayat, Wakil Ketua Totok Suryanto, anggota Dahlan Dahi dan Yogi Hadi Ismanto. Agenda utama, menandatangani naskah kesepakatan berisi Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) pelaksanaan Kongres Persatuan PWI.

Saat bertemu di lantai 7 ruang pertemuan, dia mendatangi saya. “Kapan nih Ndri, kita ngopi-ngopi katanya.” “Atur saja, saya sih ikut saja”, begitu balasan saya. Kami lalu bersalaman, berpelukan, dan cium pipi kiri dan kanan.

Saya dan Wina berteman sejak lama, katakanlah sama-sama terjun di pers kampus. Saya Angkatan 77 di FSUI, dia Angkatan 78 di FHUI, kampus UI Rawamangun. Dia waktu itu aktif di SKK Salemba, yang dipimpin Antoni Zeidra Abidin, saya sendiri di media internal SMFSUI Corat Coret  dan majalah Tifa Sastra yang diterbitkan teman Fakultas Sastra. Wina sudah menulis di media umum termasuk Horison, saya menulis sejak 1978 di Sinar Harapan, Suara Karya, Angkatan Bersenjata. Kami saling kenal dan saling menghargai.

Belakangan dia masuk ke Prioritas saya ke Kompas. Banyak sekali kiprah Wina, termasuk ketika dia menjadi satu yang aktif dalam proses terbentuknya Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 yang monumental itu. Dia terkenal sebagai ahli hukum pers dan saat menjadi Ketua Komisi Hukum di Dewan Pers Wina pelopor terbitnya Peraturan Dewan Pers tentang Standar Kompetensi Wartawan menyusul terbitnya Piagam Palembang pada Hari Pers Nasional tahun 2010. Baru belakangan urusan Uji Kompetensi Wartawan ditangani Komisi Pendidikan.

Baca Juga  Dari Seminar Pencegahan Bunuh Diri di Bali

Wina juga aktif di Persatuan Wartawan Indonesia. Karena ketertarikannya, dia aktif di Seksi Budaya dan Film, dan saya di Seksi Wartawan Olahraga, di lingkungan PWI Jakarta Raya. Dia menjadi Sekretaris Jenderal PWI Pusat di periode kedua Ketua Umum Tarman Azzam, yakni 2003-2008, menggantikan Bambang Sadono. Saya menjadi Sekjen PWI Pusat tahun 2008-2013, 2013-2018 dengan Ketua Umum Margiono. Belakangan saya terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2023-2028, Wina Armada menjadi Sekretaris Dewan Penasehat. ***

Ketika terjadi badai di PWI Pusat, saya dan Wina berseberangan karena dia bergabung dengan Ilham Bintang, Sasongko Tedjo, Zulmansyah, dll yang agak mengherankan saya. Sebab dia sebelumnya berusaha menjadi mediator perselisihan saya selaku Ketua Umum PWI dan Sasongko Tedjo selaku Ketua Dewan Kehormatan. Dia mengundang kami makan malam di sebuah restoran Jepang di Pondok Indah Mall 3, padahal sebenarnya saya kecapaian karena ada acara di Mojokerto, jadi dari Bandara Soekarno-Hatta, mengarungi kemacetaan hampir 2 jam, agar tidak mengecewakan Wina. Pertemuan sendiri tidak membuah hasil sesuai harapan.

Saya kembali heran ketika Wina malah menerima jabatan Sekjen, sesuatu yang sebenarnya sudah kurang cocok untuk orang seusia dia. Mungkin dia ada pertimbangan, jadi saya anggap itu hak pribadinya.

Pertemanan selama 40 tahun lebih membuat saya tidak bisa marah atau membenci Wina Armada seberapa besar pun perbedaan kami. Beda boleh. Persahabatan terus berjalan. Apalagi kami sama-sama bergerak di pers kampus di masa-masa perlawanan kampus atas pemerintahan otoriter Orde Baru. Menjadi wartawan di media mainstream yang jelas filosofinya. Wartawan kan intelektual, biasa berbeda pandangan, dan biasa hidup dalam keberagaman pandangan. Hidup di dunia kan tidak sempurna, jadi normal saja ada perbedaan pendapat.

Baca Juga  Cegah Kejadian Bunuh Diri, Pemkab Badung Gelar Rakor Penataan Jembatan Tukad Bangkung

Ketika bertemu di acara berbuka puasa yang digagas PT Astra International di Hotel Fairmon, Senayan, 10 Maret 2025, dia malah mendatangi meja saya dan bersalaman dengan hangat. Dia bilang waktu itu, “Ndry, kapan-kapan kita ngopi ya. Ngobrol saja. Jangan ngomongin PWI”. Saya menjawab, “Ok siap. Aturlah waktunya”. Waktu bertemu di lobi, dia mengingatkan lagi dan saya mengacungkan jempol.

Seperti ketika kami bertemu di Gedung Dewan Pers tanggal 13 Juni itu, ngopi itu tidak pernah terjadi. Tapi saya masih merasakan hangat pelukan Wina Armada, dan cium pipi kiri cium pipi kanan serasa masih membekas. Bukan hanya tersenyum dia pun tertawa lepas. Terus terang saya agak tertegun dengan sikap Wina yang begitu hangat, kok sampai segitunya. Baru belakangan saya dapat kabar Wina masuk rumah sakit di Kawasan Kebayoran karena adanya serangan jantung. Dan tadi sekitar pukul 16.20 dari grup Persahabatan UI dapat kabar dukacita.

Selamat jalan Wina. Kita sahabat selamanya. Ciputat 17.30 WIB

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OPINI

Ulang Tahun SMSI: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

Oleh Firdaus, Ketua Umum SMSI

Loading

Published

on

By

Ketua Umum SMSI. (Foto: SMSI)
Ketua Umum SMSI. (Foto: ist)

DISRUPSI teknologi kian menjadi-jadi ketika organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) genap berusia sewindu pada Jumat, 7 Maret 2025.

Disrupsi tidak kunjung mereda, bahkan memasuki babak baru: disrupsi multidimensi. Ciri multidimensi ditandai dengan serangan dari berbagai sisi.

Dari berbagai sisi media dilumpuhkan satu sama lain. Dari sisi bisnis, keredaksian, jurnalisme, distribusi dan sistem pemasaran.

Persaingan antarplatform media tidak terelakkan. Persaingan semakin luas antarperusahaan pers, media sosial, dan bahkan media global, seperti Google, dan FaceBook.

Terjadi begal-membegal konten media, tanpa menghiraukan etika. Siapa yang memproduksi konten, dan siapa yang mereguk keuntungan tidak ada aturan main yang jelas.

Media platform cetak tergerus oleh platform televisi dan online. Media televisi terganggu media sosial dengan berbagai layanan aplikasi, seperti Youtube.

Media global platform digitial seperti Google juga ikut mendistribusikan berita dan mengambil banyak iklan. Artificial Intelligence (AI) yang mendaur ulang informasi, turut menawarkan kerja jurnalisme, termasuk mengolah informasi menjadi karya tulis.

Sementara informasi yang disampaikan AI banyak yang belum terverifikasi kebenarannya. Ini juga ikut menggerus kerja media pers.

Sudah tidak terbilang entah berapa kali AI didiskusikan dan diseminarkan di dalam dan luar negeri, untuk keperluan berbagai bidang pekerjaan, termasuk bidang jurnalisme dan bisnis media.

Akan tetapi masih banyak pertanyaan dan keraguan terhadap kemampuan AI sebagai mesin pendaur ulang informasi yang melimpah ruah setiap hari. Keraguan terhadap AI dalam menyeleksi data dan informasi dianggap masih lemah. Antara hoax dan fakta belum dipilah secara meyakinkan.

Di sinilah AI seringkali diletakkan sebagai pihak yang berlawanan dengan kerja jurnalisme yang mengedepankan fakta, data dan verifikasi ketat terhadap kebenaran informasi sebelum disuguhkan sebagai berita. Selain berlawanan dalam prinsip kebenaran fakta dan data, juga menjadi perlawanan dalam bisnis bermedia.

Baca Juga  Cara Irjen Dedi Rawat Mental Pegawai Negeri Polri Guna Cegah Aksi Bunuh Diri

SMSI tidak kaget dalam situasi seperti sekarang ini. Kelahiran SMSI delapan tahun silam memang menjawab keadaan disrupsi teknologi dan transformasi sosial yang sedang melanda media massa saat itu.

Perusahaan media massa banyak yang bangkrut, sebagian tutup, awak media seperti wartawan dan tenaga pendukung terpaksa dirumahkan, diberhentikan tanpa batas waktu.

Tenaga kerja di bidang pers banyak yang menganggur. Yang masih bertahan bekerja harus beradaptasi dengan cara kerja baru: serba internet.

Mereka yang bisa beradaptasi tetap lanjut bekerja dengan imbalan kesejahteraan yang minimal, karena iklan tidak lagi seperti sebelum terjadi disrupsi.

Keadaan seperti ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok yang medianya disubsidi dana oleh negara.

Tenaga bidang pers yang berantakan tidak terurus seiring datangnya disrupsi, secara alamiah mengalir ke media digital/siber yang paling mudah disiapkan, dengan pola bisnis yang belum jelas.

Jadi bisa dikatakan SMSI adalah anak perubahan era 4.0, hasil dialektika media lama dan baru. Kelahirannya memang di saat disrupsi sedang berlangsung. SMSI menjadi media alternatif, dan turut menjadi pelaku.

Hari ini, Jumat, 7 Maret 2025, SMSI berulang tahun ke-8. Perjalanannya sebagai organisasi pers yang beranggotakan sekitar 2.700 pengusaha pers media siber semakin menapak kuat dan kian tangguh di kancah persaingan media.

Namanya semakin dikenal luas, jaringan bisnisnya tidak terbatas pada instansi pemerintah. Jaringan semakin meluas pada banyak sektor swasta, termasuk di bidang industri.

SMSI semakin mengenal lebih dekat ekosistem media. Disrupsi multidimensi tidak bisa dihindarkan. Semua berjalan secara alamiah. Alam sedang berjalan sesuai kodratnya. Tidak ada yang bisa nenolak. Disrupsi teknologi barlangsung tali-temali, menghidupkan dan meruntuhkan.

Baca Juga  Polsek Densel Tindaklanjuti Laporan 110 Dugaan Percobaan Bunuh Diri

Kita tidak menyerah pada disrupsi teknologi. Dari awal SMSI tidak mau sekedar mengantisipasi perkembangan teknologi. Itu langkah pengekor. Tetapi semua anggota tahu bahwa SMSI tampil merancang perubahan jauh di depan teknologi itu sendiri.

Sejak awal SMSI mendidik semua awak bisnis media dan redaksi bekerja di lapangan langsung, bukan mengutip informasi AI yang masih perlu verifikasi. Jurnalisme yang berkualitas menjadi motto SMSI.

Sekilas SMSI

Selasa, 7 Maret 2017 menjadi tonggak bersejarah bagi dunia pers tanah air. Hari itu sebuah lembaga yang kemudian diberi nama SMSI diproklamirkan oleh sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai provinsi di Indonesia. Pembentukan SMSI digagas oleh Ketua PWI Banten, saat itu PWI Banten dipimpin oleh Firdaus.

Dengan diproklamirkannya pendirian SMSI, kemudian diikuti dukungan para ketua PWI se-Tanah Air, dengan membentuk SMSI di provinsi-provinsi masing-masing.

Maka jadilah SMSI sebagai organisasi pers nasional yang menjadi wadah para pengusaha pers online atau media siber. Sekarang tercatat sekitar 1.700 pengusaha media siber bergabung. Mereka sebagian besar para start-up yang mengembangkan usaha pers.

Tiga tahun berjalan pada 29 Mei 2020 secara resmi SMSI ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers dengan surat keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, 29 Mei 2020.

Dengan ketetapan tersebut maka saat itu jumlah konstituennya menjadi 10, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan SMSI.

Baca Juga  Cegah Bunuh Diri, Pentingnya Kelola Stres dan Deteksi Dini Gangguan Mental

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SMSI 26 – 27 September 2020, di Hotel Marbella Anyer, SMSI mengukuhkan arah organisasi dan pemantapan program kerja.

Kemudian dirumuskan secara sistematis, bahwa SMSI menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.

Untuk 5 tahun pertama, SMSI membagi program menjadi dua program pokok, Pertama, program berorientasi ke dalam (internal). Kedua, program berorintasi ke luar (eksternal).

Khusus internal ada tiga program prioritas internal yaitu pertama, pendataan dan verifikasi anggota setanah air; kedua, tahun 2020 – 2021 diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur SMSI hingga kota dan kabupaten di seluruh Indonesia; ketiga, memperkuat news room yang menjadi perekat jaringan media siber di Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan amanah rakernas tersebut, dengan keterbatasan di tengah badai pandemi Covid-19, SMSI bergerak membangun siberindo.co sebagai news room terbesar di Tanah Air yang diluncurkan pada 10 Oktober 2020 di Bintaro Tangerang Selatan.

Sebelumnya sudah dibangun sin.co.id dan indonesiatoday.co. Sementara itu, secara eksternal sesuai hasil Rakernas 26 – 27 September 2020, SMSI akan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan anggota dan pengurus.

Terkait hal tersebut, SMSI membagi program yang berorientasi eksternal menjadi tiga yaitu pertama, membangun hubungan dengan seluruh jajaran pemerintahan dalam rangka memperkuat tatanan pemerintahan untuk mencapai keadilan bagi seluruh masyarakat. Kedua, membangun hubungan dengan dunia usaha dan masyarakat pers sebagai komunitas SMSI; dan ketiga, membangun dan memperkuat hubungan SMSI di tataran international. (*)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OPINI

Peta Jalan Menuju Kesuksesan di Tahun 2025

Pemberdayaan Diri dengan ‘’Self Hypnosis’’

Loading

Published

on

By

mahogani centre
Made Suwenten, Mahogani Centre, house of healing hypnosis. (Foto: gs)

PEMBERDAYAAN DIRI adalah proses di mana individu mengambil kontrol dan tanggung jawab atas hidup mereka, mengembangkan kepercayaan diri, serta memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang bijak dan mencapai tujuan pribadi atau profesional.

Pemberdayaan diri melibatkan berbagai aspek, seperti: Kesadaran Diri: Memahami kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, dan tujuan pribadi. Ini termasuk refleksi diri dan evaluasi diri secara berkala. Pengembangan Keterampilan: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalui pendidikan, pelatihan, atau pengalaman praktis. Ini dapat mencakup keterampilan teknis, komunikasi, manajemen waktu, atau keterampilan interpersonal. Kepercayaan Diri: Membangun rasa percaya diri dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai tujuan dan menghadapi tantangan. Pengambilan Keputusan: Mengambil tanggung jawab atas keputusan pribadi dan profesional, serta memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijak dan tepat waktu. Jaringan Dukungan: Membangun hubungan positif dengan orang lain yang dapat memberikan dukungan, bimbingan, dan motivasi. Aksi dan Tindakan: Mengambil langkah konkret untuk mencapai tujuan dan membuat perubahan positif dalam hidup. Ini melibatkan perencanaan, penetapan tujuan, dan tindakan yang konsisten. Kontrol Diri: disamping mengenali dari sendiri individu juga dapat melakukan control terhadap emosi, perasaan, pikiran dan tindakannya. Semua itu dilakukan atas konsep kebermanfaatan.

Dengan memberdayakan diri sendiri, individu dapat mencapai potensi penuh mereka, merasa lebih terkendali, dan hidup dengan lebih percaya diri dan tujuan.

Self-hypnosis adalah teknik yang efektif untuk pemberdayaan diri, di mana Anda bisa mencapai keadaan relaksasi mendalam dan memberikan sugesti positif kepada diri sendiri. Self-hypnosis adalah teknik di mana seseorang menggunakan hipnosis secara mandiri untuk mencapai keadaan relaksasi mendalam dan memberikan sugesti positif kepada diri sendiri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional, mengatasi kebiasaan buruk, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus serta motivasi.

Manfaat Self-Hypnosis: Mengurangi Stres dan Kecemasan: Self-hypnosis membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres serta kecemasan. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi: Dengan sugesti positif, self-hypnosis dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi pada tujuan Anda. Meningkatkan Kepercayaan Diri: Sugesti positif selama self-hypnosis dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan pada kemampuan Anda. Mengubah Kebiasaan Negatif: Self-hypnosis dapat membantu mengatasi kebiasaan negatif dan membentuk kebiasaan yang lebih baik.

Berikut adalah beberapa poin/langkah penting dalam melakukan self-hypnosis:

PROSES RELAKSASI: Self-hypnosis dimulai dengan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam atau visualisasi, untuk mencapai keadaan hipnosis di mana pikiran menjadi lebih terbuka terhadap sugesti. Proses relaksasi dalam self-hypnosis adalah langkah pertama yang penting untuk mencapai keadaan hipnosis yang mendalam.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk mencapai relaksasi dalam self-hypnosis: Menemukan Tempat yang Tenang: Carilah tempat yang tenang dan nyaman di mana Anda tidak akan terganggu selama sesi self-hypnosis; Posisi Nyaman: Duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman. Pastikan tubuh Anda rileks dan bebas dari ketegangan. Anda bisa menggunakan bantal atau penyangga jika diperlukan; Pernapasan Dalam: Mulailah dengan pernapasan dalam. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sejenak, dan hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan ini beberapa kali untuk menenangkan pikiran dan tubuh Anda; Fokus pada Napas: Arahkan perhatian Anda sepenuhnya pada napas Anda. Rasakan setiap tarikan dan hembusan napas. Bayangkan udara yang masuk membawa ketenangan dan udara yang keluar menghilangkan stres; Relaksasi Otot Progresif: Mulai dari ujung kaki Anda, rasakan setiap bagian tubuh Anda secara bergantian dan rilekskan otot-ototnya. Bayangkan ketegangan menghilang saat Anda melewati setiap bagian tubuh, dari kaki, betis, paha, pinggul, punggung, bahu, lengan, hingga kepala; Visualisasi Tempat yang Damai: Bayangkan diri Anda berada di tempat yang damai dan menenangkan, seperti pantai, hutan, atau taman yang indah. Visualisasikan detailnya, seperti suara ombak, bau bunga, atau hembusan angin; Penghitungan Mundur: Hitung mundur secara perlahan dari 10 hingga 1, dengan setiap angka bayangkan diri Anda semakin dalam masuk ke dalam keadaan relaksasi. Dengan setiap hitungan, rasakan diri Anda semakin tenggelam dalam ketenangan.

Baca Juga  Cegah Bunuh Diri, Pentingnya Kelola Stres dan Deteksi Dini Gangguan Mental

SUGESTI POSITIF: Dalam keadaan hipnosis, Anda memberikan sugesti positif kepada diri sendiri. Ini bisa berupa afirmasi atau pernyataan yang membangun rasa percaya diri, motivasi, atau perubahan perilaku yang diinginkan. Sugesti positif dalam self-hypnosis sangat penting untuk membantu Anda mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi lebih positif dan konstruktif. Berikut adalah beberapa contoh sugesti positif yang bisa Anda gunakan dalam self-hypnosis, tergantung pada tujuan dan kebutuhan Anda:

Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri:
“Saya percaya pada kemampuan diri saya.”
“Saya merasa tenang dan percaya diri dalam setiap situasi.”
“Saya memiliki potensi yang besar untuk sukses.”

Untuk Mengurangi Stres dan Kecemasan:
“Saya merasa tenang dan damai.”
“Saya melepaskan semua stres dan kecemasan.”
“Saya mampu mengatasi setiap tantangan dengan tenang.”

Untuk Mencapai Tujuan Spesifik:
“Saya fokus dan termotivasi untuk mencapai tujuan saya.”
“Setiap hari, saya semakin dekat dengan tujuan saya.”
“Saya memiliki disiplin dan tekad untuk sukses.”

Untuk Mengubah Kebiasaan Buruk:
“Saya meninggalkan kebiasaan merokok dan menjalani hidup sehat.”
“Saya makan dengan penuh kesadaran dan memilih makanan yang sehat.”
“Saya berolahraga secara teratur dan menikmati setiap aktivitasnya.”

Untuk Peningkatan Kesejahteraan Umum:
“Saya merasa bahagia dan bersyukur setiap hari.”
“Saya menikmati setiap momen dalam hidup saya.”
“Saya terbuka terhadap semua hal positif yang datang dalam hidup saya.”

Tips untuk Menggunakan Sugesti Positif:

Kata-kata yang Jelas dan Positif: Pilih kata-kata yang positif dan hindari kata-kata negatif. Misalnya, gantilah “Saya tidak ingin stres” dengan “Saya merasa tenang dan damai.” Konsistensi: Gunakan sugesti yang sama secara konsisten dalam sesi self-hypnosis Anda untuk memperkuat pesan positif. Visualisasi: Selama memberikan sugesti positif, bayangkan diri Anda dalam situasi yang diinginkan. Visualisasi membantu memperkuat sugesti. Percaya pada Sugesti: Percayalah pada sugesti yang Anda berikan kepada diri sendiri. Keyakinan ini akan membantu memperkuat efek sugesti positif.

VISUALISASI: Self-hypnosis sering melibatkan visualisasi, di mana Anda membayangkan diri Anda mencapai tujuan atau menghadapi situasi dengan tenang dan percaya diri. Visualisasi dalam self-hypnosis adalah teknik yang kuat untuk membantu memperkuat sugesti positif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Berikut adalah langkah-langkah dan tips untuk melakukan visualisasi efektif selama sesi self-hypnosis:

Fokus bayangan pikiran: Setelah anda mengucapakan dalam hati tujuan anda, amagi dalam bayangan atau Gambaran pikiran akan muncul sebuah bentuk, apakah seperti pemandangan, sosok tertentu, atau hanya warna saja.

Baca Juga  Polsek Densel Tindaklanjuti Laporan 110 Dugaan Percobaan Bunuh Diri

Pilih Gambar atau Skenerio: Tentukan gambar atau skenario yang mewakili tujuan atau keadaan yang ingin Anda capai. Misalnya, jika tujuan Anda adalah merasa lebih percaya diri, bayangkan diri Anda berdiri dengan penuh keyakinan dalam situasi tertentu.

Detail dan Sensorik: Buat visualisasi Anda sejelas mungkin dengan menyertakan semua detail sensorik. Bayangkan apa yang Anda lihat, dengar, rasakan, cium, dan rasakan dalam situasi tersebut. Semakin rinci visualisasi Anda, semakin kuat efeknya.

Perasaan dan Emosi: Sertakan perasaan dan emosi positif dalam visualisasi Anda. Rasakan kebahagiaan, keyakinan, atau ketenangan yang Anda harapkan dari mencapai tujuan tersebut.

Sugesti Positif: Selama visualisasi, berikan sugesti positif kepada diri sendiri yang mendukung gambar atau skenario yang Anda bayangkan. Misalnya, “Saya merasa sangat percaya diri dan mampu.”

Ulangi dan Pertahankan Fokus: Ulangi visualisasi Anda beberapa kali selama sesi self-hypnosis, dan pertahankan fokus Anda pada gambar atau skenario tersebut. Jika pikiran Anda mengembara, bawa kembali fokus Anda dengan lembut.

Menyatu dengan Gambar: Bayangkan diri Anda benar-benar menyatu dengan gambar atau skenario tersebut. Rasakan seolah-olah Anda benar-benar mengalami apa yang Anda visualisasikan.

Kembali ke Kesadaran: Setelah selesai dengan visualisasi, hitung perlahan dari 1 hingga 5 untuk membawa diri Anda kembali ke kesadaran penuh. Dengan setiap angka, bayangkan diri Anda semakin terjaga dan segar.

Contoh Visualisasi:

Untuk Kepercayaan Diri: Bayangkan diri Anda memberikan presentasi dengan penuh keyakinan di depan audiens yang besar, merasakan rasa bangga dan percaya diri. Untuk Ketenangan: Bayangkan diri Anda duduk di tepi pantai, mendengar suara ombak yang menenangkan, merasakan angin sepoi-sepoi, dan merasa damai. Untuk Kesehatan: Bayangkan diri Anda berolahraga dengan penuh energi dan semangat, merasakan tubuh Anda sehat dan kuat.

KEADAAN PIKIRAN TERFOKUS: Dalam self-hypnosis, pikiran Anda menjadi sangat terfokus dan terpusat pada tujuan yang ingin dicapai, sehingga membantu memperkuat niat dan tekad Anda. Keadaan pikiran terfokus adalah elemen penting dalam self-hypnosis, di mana Anda menciptakan keadaan mental yang sangat terpusat dan penuh perhatian terhadap tujuan atau sugesti tertentu. Berikut adalah cara mencapai dan memanfaatkan keadaan pikiran terfokus dalam self-hypnosis:

Induksi Relaksasi: Mulailah dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau visualisasi. Ini membantu Anda masuk ke dalam keadaan hipnosis yang tenang dan rileks. Fokus pada Napas: Arahkan perhatian Anda sepenuhnya pada napas Anda. Fokuskan pikiran Anda pada setiap tarikan dan hembusan napas, rasakan udara yang masuk dan keluar dari tubuh Anda. Pengulangan Sugesti: Pilih sugesti positif yang ingin Anda tanamkan dalam pikiran Anda, seperti “Saya percaya diri dan tenang”. Ulangi sugesti ini secara perlahan dan terfokus, baik dalam pikiran Anda atau dengan suara lembut. Menggunakan Visualisasi: Visualisasikan tujuan atau hasil yang Anda inginkan dengan detail yang jelas. Bayangkan diri Anda mencapai tujuan tersebut, merasakan emosi positif, dan mengalami situasi seolah-olah itu benar-benar terjadi. Mengabaikan Gangguan: Jika pikiran Anda mengembara atau ada gangguan eksternal, bawa perhatian Anda kembali dengan lembut ke napas atau sugesti yang Anda berikan. Jangan biarkan gangguan mengalihkan fokus Anda. Pengulangan dan Konsistensi: Latih keadaan pikiran terfokus ini secara teratur. Semakin sering Anda berlatih, semakin mudah Anda mencapai dan mempertahankannya. Pernyataan Afirmasi: Gunakan pernyataan afirmasi yang kuat dan positif untuk memperkuat fokus Anda. Misalnya, “Saya memiliki kendali penuh atas pikiran dan perasaan saya,” atau “Saya mampu mencapai segala sesuatu yang saya tetapkan.”

Baca Juga  Polisi Ungkap Kematian Mahasiswa Asal Medan, Ternyata Karena Ini

Manfaat Keadaan Pikiran Terfokus dalam Self-Hypnosis:

Meningkatkan Kepercayaan Diri: Dengan fokus yang tajam, sugesti positif akan lebih efektif dalam membangun kepercayaan diri. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Fokus pada pernapasan dan visualisasi dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres serta kecemasan. Meningkatkan Produktivitas: Keadaan pikiran terfokus membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas dalam mencapai tujuan Anda. Mengubah Kebiasaan: Dengan fokus yang kuat, Anda dapat lebih mudah mengubah kebiasaan negatif menjadi positif.

PENGULANGAN DAN KONSISTENSI: Seperti halnya teknik pengembangan diri lainnya, keberhasilan self-hypnosis membutuhkan pengulangan dan konsistensi. Praktikkan secara teratur untuk mencapai hasil yang optimal.

Pengulangan dan konsistensi adalah kunci sukses dalam self-hypnosis. Dengan praktik yang teratur dan berulang, sugesti positif dan teknik self-hypnosis Anda akan semakin efektif. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai pengulangan dan konsistensi dalam self-hypnosis:

Memperkuat Sugesti Positif: Dengan mengulangi sugesti positif secara konsisten, Anda membantu memperkuat pesan tersebut dalam pikiran bawah sadar Anda. Ini membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif dan konstruktif. Membangun Kebiasaan: Pengulangan membantu membangun kebiasaan baru yang positif. Semakin sering Anda berlatih, semakin mudah bagi Anda untuk masuk ke dalam keadaan hipnosis dan mencapai tujuan Anda. Meningkatkan Fokus: Latihan yang berulang membantu meningkatkan kemampuan Anda untuk tetap fokus dan terpusat selama sesi self-hypnosis.

TIPS UNTUK KONSISTENSI:

Jadwal Rutin: Tetapkan jadwal rutin untuk berlatih self-hypnosis. Pilih waktu yang sama setiap hari, misalnya pagi atau malam hari, untuk melakukan sesi Anda.
Tempat Khusus: Cari tempat yang tenang dan nyaman di mana Anda dapat berlatih tanpa gangguan. Membuat ruang khusus untuk self-hypnosis dapat membantu menciptakan rutinitas yang konsisten.

Mulailah dengan Sesi Singkat: Mulailah dengan sesi yang singkat, sekitar 5-10 menit, dan secara bertahap tingkatkan durasinya saat Anda merasa lebih nyaman dengan teknik ini.

Catatan Jurnal: Simpan catatan atau jurnal tentang pengalaman Anda dengan self-hypnosis. Ini membantu Anda melacak kemajuan Anda dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Afirmasi Harian: Gunakan afirmasi harian di luar sesi self-hypnosis untuk memperkuat pesan positif. Misalnya, Anda bisa mengulang afirmasi di depan cermin atau sebelum tidur.

Tetap Berkomitmen: Ingatlah bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam. Tetaplah berkomitmen pada praktik Anda dan bersabarlah dengan prosesnya.

Dengan mengulangi dan mempraktikkan teknik self-hypnosis secara konsisten, Anda dapat mencapai perubahan positif dalam hidup Anda dan mencapai tujuan pemberdayaan diri. (Ke-5, Oleh Made Suwenten, Mahogani Centre, house of healing hypnosis)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca