Thursday, 20 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polresta Denpasar Amankan WNA Pelaku Penculikan Anak

BALIILU Tayang

:

wna penculikan anak
Tersangka pelaku penculikan anak berinisial DCB, laki-laki 33 tahun, merupakan WNA berasal dari Amerika. (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., membenarkan kejadian seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika yang melakukan penculikan anak dan saat ini pelaku telah diamankan Polresta Denpasar, pada Rabu (27/3/2024).

Pelaku berinisial DCB, laki-laki 33 tahun, merupakan WNA berasal dari Amerika, beralamat tinggal di Perum Kori Nuansa Ungasan Kuta Selatan Badung Bali. Sedangkan korban atas nama NPAPSD, perempuan umur 8 tahun, asal Kuta Selatan Badung dengan TKP Perum Kori Nuansa Ungasan Kutsel Badung.

Jansen menjelaskan kronologis kejadian berawal pada Senin, 25 Maret 2024, sekitar pukul 13.30 Wita, korban bersama sepupunya bernana Kadek Ngurah (laki-laki 8 tahun), pergi ke warung melewati tempat tinggal pelaku dan bertemu dengan pelaku. Pelaku mengajak korban ngobrol dengan bahasa Inggris, namun korban tidak mengerti dan tiba-tiba pelaku menarik tangan kiri korban dengan kedua tangannya lalu menggendongnya dan dibawa korban masuk kehalaman rumah pelaku langsung mengunci pagar rumah. Kemudian pelaku mengambil pisau di dapur dan korban berteriak help help help, selanjutnya pelaku menaruh pisaunya di atas meja.

Selanjutnya, kata Jansen, bibi korban datang dan paman korban yang bernana Ajik Ngurah datang lalu menabrak pintu pagar hingga terbuka, kemudian korban berlari keluar halaman rumah menghampiri bibiknya dan selanjutnya pelaku diamankan.

Atas kejadian ini, orang tua korban Ketut Artha Suganda Adi Putra melaporkan pelaku ke Polresta Denpasar dengan Laporan Polisi No. : LP-B/67 / III /2024/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI tanggal 25 Maret 2024 tentang TP Penculikan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F Jo Pasal 83 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga  Polda Bali Imbau Masyarakat Jeli Analisa Situasi saat Lonjakan Arus Lalulintas Jelang Tahun Baru

Tindakan kepolisian langsung mengamankan pelaku berinisial DCB serta barang bukti dan memeriksa saksi-saksi termasuk korban dan orang tua korban.

‘‘Pelaku saat ini sudah diamankan di Polresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mencari apa motif pelaku dan memeriksakan kejiwaan pelaku ke rumah sakit Prof. Ngoerah Sanglah, serta koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Amerika,‘‘ ujar Jansen.

‘‘Dengan adanya kejadian ini kami imbau masyarakat khususnya para orang tua dan guru di sekolah, agar mengawasi keberadaan putra-putrinya dan anak didiknya di sekolah, mari saling menjaga dan mengingatkan, namun jangan panik tetap beraktivitas normal seperti biasa dan percayakan proses hukum pelaku kepada pihak kepolisian,‘‘ ucap KBP Jansen. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

KRIMINAL

Polri Catat 61 Kasus Narkoba Selasa Kemarin

Published

on

By

kasus narkoba
BERI KETERANGAN: Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberi ketarangan kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (19/6/2024). (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Polri mencatat ada 61 kasus narkoba pada Selasa (18/6) kemarin. Narkoba jadi salah satu dari 5 jenis gangguan kamtibmas yang dicatat Polri.

“Pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 123 kasus, narkotika sebanyak 61 kasus, curanmor sebanyak 44 kasus, judi sebanyak 5 kasus, pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak 12 kasus,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Rabu (19/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Adapun secara umum gangguan kamtbmas Selasa (18/6) kemarin mengalami kenaikan dibanding Senin (17/6).

Karopenmas merincikan, pada Senin gangguan kamtibmas sebanyak 890. Sementara keesokan harinya, Selasa, mencapai 1.275 gangguan.

“Ten gangguan kamtibmas mengalami kenaikan sebanyak 385 kasus atau 43,26% yaitu pada hari Selasa, 18 Juni 2024 sebanyak 1.275 kejadian dan pada hari Senin, 17 Juni 2024 sebanyak 890 kejadian,” katanya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan WD, Pelaku Perkosaan WNA Asal Brazil
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri: Tujuh Terpidana Pembunuhan Vina di Cirebon Ajukan Grasi Presiden Jokowi Namun Ditolak

Published

on

By

grasi pembunuhan vina cirebon
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (19/6) di Mabes Polri. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan bahwa tujuh terpidana dalam kasus pembunuhan Vina Dewi (16) dan Muhammad Rizky (16) di Cirebon, Jawa Barat, sempat mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyatakan bahwa permohonan grasi tersebut diajukan pada 24 Juni 2019.

“Yang belum diungkap sebelumnya, para pelaku juga sempat mengajukan grasi kepada presiden pada tanggal 24 Juni 2019,” kata Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Sandi menjelaskan bahwa pengajuan grasi tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa ketujuh terpidana telah mengakui kesalahannya. Ketujuh terpidana tersebut adalah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, dan Rivaldi Aditya Wardana.

“Ada tujuh pelaku yang saat itu mengajukan grasi, dan pernyataannya sudah dibuat oleh mereka dan dilayani secara lengkap sebagai persyaratan, salah satunya adalah mereka membuat pernyataan,” ungkap Sandi. Namun, grasi tersebut ditolak oleh Presiden Jokowi. “Permohonan dari para pelaku ditolak oleh presiden dengan putusan grasi tersebut,” tegasnya.

Sandi juga membacakan salah satu poin dari pernyataan grasi yang diajukan oleh ketujuh terpidana. “Saya menyadari sepenuhnya perbuatan saya salah dan menyesali akibat perbuatan saya yang menyebabkan penderitaan bagi keluarga korban maupun keluarga saya sendiri,” bunyi pernyataan tersebut.

Diketahui bahwa pada tahun 2016, polisi menetapkan 11 tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Dewi dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudian atau Eki, di Cirebon, Jawa Barat. Dari delapan pelaku yang telah diadili, tujuh divonis penjara seumur hidup dan satu pelaku dipenjara selama delapan tahun karena masih di bawah umur saat melakukan kejahatan tersebut. Pelaku yang dipenjara delapan tahun saat ini diketahui telah bebas. (gs/bi)

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan WD, Pelaku Perkosaan WNA Asal Brazil

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri: Besok Berkas Perkara Pegi Setiawan Dilimpahkan ke Kejaksaan

Published

on

By

kasus vina
BERI KETERANGAN: Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (19/6/2024). (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Polri akan serahkan berkas perkara kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon ke Kejaksaan, esok Kamis. Pelimpahan ini dilakukan setelah berkas perkara tersangka Pegi Setiawan alias Perong dinyatakan lengkap.

“Atas izin Allah bahwa kerja keras dari temen-temen Polda Jabar yang siang malam melaksanakan kegiatan penyelidikan secara profesional dan proporsional, Insya Allah besok pagi kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (19/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Irjen Sandi menyatakan sejauh ini 70 saksi telah diperiksa. 18 saksi tercatat telah memberatkan tersangka Pegi.

“Saksi yang diperiksa untuk tersangka kasus Pegi alias Perong sebanyak 70 orang dan diantaranya ada 18 saksi yang memberatkan tersangka Pegi dan yang lainnya ada saksi yang meringankan,” jelasnya.

Selain itu, kata Kadivhumas, saksi ahli telah dilibatkan dalam penyelidikan ini. Hal ini guna mengungkap kasus ini sejelas-jelasnya.

Kadivhumas meyakini bahwa penyidik telah melakukan tugasnya secara proporsional dengan menggunakan scientific investigation

“Ada juga saksi ahli baik itu terkait dengan ahli pidana, ahli forensik, ahli psikologi, maupun ahli IT yang membantu penyidik untuk bisa mengungkap kasus ini secara proporsional dan menggunakan scientific investigation guna membuat terang tindak pidana ini dengan sejelas-jelasnya,” tuturnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sat Lantas Polresta Bersama Dishub Denpasar Gelar Razia Kendaraan yang Parkir Liar
Lanjutkan Membaca