Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Polri Paparkan Kesiapan Pengamanan dalam Rakor Panitia Nasional WWF

BALIILU Tayang

:

kapolri menghadiri rakor panitia nasional wwf
RAKOR: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Rakor Panitia Nasional WWF ke-10 di Bali pada Jumat (17/5). (Foto: Hms Polri)

Badung, Bali, baliilu.com – Polri telah melakukan berbagai persiapan untuk mengamankan World Water Forum (WWF) ke-10. Polri akan mengerahkan 5.791 personel untuk mengamankan agenda internasional ini.

“Pelibatan personel kami ada 5.791 orang. Pengerahan kemampuan dan dislokasi personil saat ini semuanya sudah inset, baik di ring 1 gabung dengan paspampres, kemudian ring 2, dan 3,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rakor Panitia Nasional WWF ke-10 di Bali.

Polri akan mempersiapkan rute untuk delegasi peserta WWF. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan.

“Kemudian kawasan rute, kami sudah siap, termasuk juga rekayasa arus lalulintas,” kata Kapolri.

Kemenkomarves menggelar Rakor Panitia Nasional WWF ke-10 untuk mendiskusikan progres persiapan World Water Forum (WWF) ke-10, yang akan segera dilaksanakan pada 18-25 Mei 2024.

Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan membuka Rakor ini dengan menyambut para Panita Nasional WWF ke-10 ini dengan hangat. Kemudian Menko Luhut langsung menyampaikan bahwa minat terhadap acara WWF ini semakin meningkat.

“Pada hari ini sudah terdaftar 13.448 orang dari 148 negara. Delegasi VVIP terdiri dari delapan kepala negara dan wakil kepala pemerintahan, tiga utusan khusus, dan 38 menteri. Selain itu terdapat anggota parlemen dari berbagai negara, perwakilan daerah, asosiasi, perusahaan swasta dan pemuda,” terangnya.

Agenda ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan VVIP. Menurut Menko Luhut, kehadiran Presiden RI dan VVIP ini mengharuskan kita persiapkan World Water Forum (WWF) ke-10 ini semaksimal mungkin.

Menurut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, perlu diperhatikan juga publikasi media khususnya untuk internasional perlu dikawal dengan baik. Deklarasi Menteri dengan outcome tiga usulan Indonesia yaitu Integrated water resources management on small island, Centre of excellent on water and climate resilience dan pencanangan World Lake Day, yang akan disampaikan ke PBB untuk menjadi UN Water Agenda.

Baca Juga  Kegiatan Sterilisasi Polri Jelang Kedatangan Delegasi hingga Tamu VVIP World Water Forum di Bali

“Selain itu, kita juga harus menghasilkan concrete deliverables dari WWF ini, akan melaksanakan 120 proyek strategis terkait air bernilai 9,4 milyar USD, termasuk tindak lanjut dari inisiatif Indonesia di G20 tahun 2022 yaitu G20 Bali Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang akan mendukung pendanaan untuk aksi iklim termasuk mengatasi krisis air. Kami akan mengadakan launching Sekretariat GBFA dan penandatanganan LoI dengan beberapa negara sebagai Founding Member tanggal 20 Mei nanti, Setneg dan Kemlu harap fasilitasi para undangan high-level yang belum mendapatkan akses masuk,” jelasnya.

Menko Luhut memperhatikan bahwa keamanan juga menjadi faktor yang sangat penting. mulai dari kenyamanan undangan yang hadir, hingga semua peserta yang cukup banyak dalam perhelatan WWF ini. Kemudian Menko Luhut mempersilahkan Menteri PUPR sebagai ketua harian Panitia Nasional WWF ke-10 untuk memaparkan progres persiapan WWF ke-10.

Dalam Rakor Panitia Nasional WWF ini, Bapak Basuki Hadimuljo Sebagai Ketua Harian menyampaikan bahwa, akan ada Ministerial Meeting yang dihadiri 103 Menteri dari 132 negara,” jelasnya.

“Semua ini masih terus bergerak, karena masih ada 99 Negara yang belum konfirmasi, ujar Menteri PUPR, ketua harian pelaksanaan WWF ke-10.

Kami mengundang 4 Sekolah setiap harinya untuk bisa menikmati forum ini, tutur Ketua Harian WWF ke-10.

Ketua Harian WWF juga menyampaikan bahwa, hingga tanggal 17 Mei 2024, dari 13.000 yang mendaftar secara formal, peserta Nasional sudah ada sekitar 2.900 orang, untuk kementerian dan panitia ada 1.600 orang. Pembicara dari dalam dan luar negeri ada 1.357 dan exhibitor media serta sponsor ada 4.890 orang.

Akan ada 2 pameran yang akan dilakukan di BNDCC, yaitu yg pertama Country Pavilion dan Organization Pavilion. Ada 21 negara yang dipastikan akan mengikuti pameran ini.

Baca Juga  PGN Bantah Diperintah Pj. Gubernur Larang Kegiatan PWF

Dalam WWF ke-10 ini juga akan dilakukan Fair dan Expo. Tercatat ada 188 media dan 690 orang jurnalis. 41 media internasional, 64 media nasional.

Panglima TNI Agus Subiyanto, memaparkan progres daripada persiapan terkait keamanan. Pihaknya akan melakukan tactical floor game pada 17 Mei mendatang.

“Kita sudah melakukan embarkasi dengan menggunakan 4 KRI, 2 Unit Herkules, dan 1 unit N95, juga debarkasi di pelabihan Benoa Bali,” ujarnya.

“Kita juga sudah melakukan peninjauan venue dan Helipad, kemudian total personil pengamanan mencapai 8.800 orang,” tambah Panglima TNI.

Dalam rakor ini juga Wisnutama selaku EO dari de Pacto memaparkan perkembangan dari persiapan penyelenggaraan WWF.

Menparekraf Sandiaga Uno juga dalam kesempatan ini mengatakan pihaknya memastikan bahwa event sebelum presiden selesai masa jabatannya, WWF ini menjadi memorable event.

“Oleh karena itu kita menyiapkan dari fair dan expo ini semuanya telah siap dan terkesan malah banyak sekali yg ingin tapi tidak dapat alokasi. Kita sudah siapkan juga souvenir dan goodie bag serta promosi dari destinasi wisata kita,” pungkasnya.

Terakhir Menko Luhut mengatakan, “Saya bisa simpulkan persiapan kita sudah cukup bagus, ini masih ada 2 hari untuk persiapan. Saya betul betul minta Polisi dengan BIN dan TNI, supaya keamanan itu dijaga betul agar aman, karena kalau tidak bisa bubar semua ini,” pungkasnya.

“Kemudian soal sampah, Pak Gubernur untuk sampah sampah itu agar tidak terlihat selama penyelenggaraan World Water Forum ini,” tutup Menko Luhut.

Rakor ini juga dihadiri oleh Pj. Gubernur Bali, Sesmen Setneg, Sekjen Menteri Luar Negeri, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, dan Panitia Nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden Sri Lanka di Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kapolri Terima Audiensi Direktur FBI, Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Kejahatan Transnasional

Published

on

By

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Direktur FBI Kash Patel di Mabes Polri, Jakarta.
TERIMA AUDIENSI: Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima audiensi Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Mr. Kash Patel, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima audiensi Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Mr. Kash Patel, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Polri dan FBI dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks, khususnya di bidang kontra terorisme, kejahatan siber, narkotika, serta penipuan daring lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Polri dan FBI sejak tahun 2014, terutama dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap berbagai upaya penegakan hukum.

Audiensi juga membahas sejumlah isu strategis, antara lain perkembangan ancaman peredaran fentanyl dan bahan prekursor, penanganan jaringan scam compounds dan cyber-enabled fraud, penguatan kerja sama investigasi dan pertukaran informasi intelijen, serta pengembangan kapasitas personel melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan FBI seperti pada FBI Academy.

“Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum,” kata Sigit.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mempercepat penanganan buronan yang menjadi subjek Interpol Red Notice serta mekanisme kerja sama dalam proses penegakan hukum lintas negara.

Kapolri menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi perkembangan kejahatan transnasional yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan melintasi batas yurisdiksi negara. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, serta pelaksanaan operasi bersama sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  PGN Bantah Diperintah Pj. Gubernur Larang Kegiatan PWF

Sementara itu, Direktur FBI menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan Polri dan menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui pendekatan yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, diawali dengan penyambutan Direktur FBI di Gedung Utama Mabes Polri, penandatanganan buku tamu, diskusi bilateral, pertukaran cinderamata, dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Nekat Lepas Spion Motor? Ini Bahaya dan Aturan yang Wajib Diketahui

Published

on

By

Ilustrasi sepeda motor tanpa spion yang melanggar aturan lalu lintas dan berisiko meningkatkan kecelakaan di jalan.
LANGGAR ATURAN: Saorang pengendara sepeda motor tanpa spion yang melanggar aturan lalu lintas dan berisiko meningkatkan kecelakaan di jalan. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Demi membuat tampilan motor terlihat lebih sporty atau menarik, masih banyak pengendara yang memilih melepas salah satu bahkan kedua spion. Padahal, kebiasaan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Saat berada di jalan raya, pengendara tidak hanya fokus pada kondisi di depan tetapi juga harus mengetahui situasi di belakang dan di samping kendaraan. Sebab spion dapat membantu pengendara memantau pergerakan kendaraan lain tanpa harus menoleh, terutama ketika hendak berpindah jalur, berbelok, atau menyalip.

Tanpa spion, penglihatan pengendara menjadi lebih terbatas sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, baik yang melibatkan sesama pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Dikutip dari website resmi Korlantas Polri https://korlantas.polri.go.id/, fungsi spion penting bagi keselamatan, penggunaan spion juga telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pasal 48 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Ketentuan tersebut diperjelas melalui Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang mewajibkan setiap sepeda motor dilengkapi sedikitnya dua spion, masing-masing di sisi kiri dan kanan.

Bagi pengendara yang tetap mengoperasikan sepeda motor tanpa memenuhi persyaratan tersebut, sanksinya diatur dalam Pasal 285 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Keselamatan berkendara tidak ditentukan oleh tampilan kendaraan, melainkan oleh kesiapan kendaraan itu sendiri dalam memenuhi standar keselamatan. Memasang dua spion mungkin terlihat sebagai hal sederhana, tetapi keberadaannya dapat membantu pengendara mengambil keputusan dengan lebih aman dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan. (gs/dpr.go.id)

Baca Juga  Persiapan Polri Amankan Opening Ceremony World Water Forum ke-10 di Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perpres Ojol Segera Final, Dasco Pastikan DPR Terus Kawal Perlindungan Pengemudi  

Published

on

By

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan usai memimpin rapat koordinasi pembahasan Perpres Ojol di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
BERI KETERANGAN: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, memberi keterangan usai memimpin Rapat Koordinasi DPR RI bersama jajaran pemerintah yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – DPR RI terus mengawal penuntasan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Ojek Online (Ojol) demi menghadirkan payung hukum serta perlindungan yang berkeadilan bagi para pengemudi ojol di tanah air. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi DPR RI bersama jajaran pemerintah yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa proses penyempurnaan regulasi ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dan kini berada di fase penyelesaian. “Hari ini kami kembali mengadakan rapat koordinasi untuk menyempurnakan Perpres tentang Ojol yang alhamdulillah sedikit lagi sudah final,” ujar Sufmi Dasco Ahmad usai memimpin rapat koordinasi.

Dasco menjelaskan, DPR RI bersama pihak eksekutif fokus menyerap aspirasi riil dari para pelaku lapangan agar substansi Perpres benar-benar menjawab kebutuhan para mitra pengemudi. Dalam rapat koordinasi tersebut, DPR RI secara khusus mendengarkan langsung laporan evaluasi terkait skema pembagian tarif yang selama ini berjalan.

“Tadi kita sudah mendengar langsung masukan dari Koalisi Ojol Nasional mengenai evaluasi tarif yang selama ini berjalan, khususnya terkait efektivitas penerapan skema 92 persen dan 8 persen,” tutur Dasco dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Dasco menyampaikan bahwa DPR RI dan pemerintah telah menyepakati langkah teknis terakhir untuk merampungkan seluruh draf Perpres. Tahap penyelesaian akhir ini hanya tinggal menunggu satu agenda pertemuan finalisasi dengan para pemangku kepentingan.

“Tadi kami sudah sepakat bahwa tim akan bertemu sekali lagi untuk finalisasi,” tegas Pimpinan DPR RI tersebut.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang turut hadir dalam rapat koordinasi mengonfirmasi bahwa arahan Presiden terkait skema pembagian tarif telah mulai diimplementasikan di lapangan. “Yang penting perintah dari Presiden mengenai pembagian tarif 92 persen dan 8 persen secara riil di lapangan sudah diterapkan,” kata Prasetyo Hadi melengkapi.

Baca Juga  Persiapan Polri Amankan Opening Ceremony World Water Forum ke-10 di Bali

Melalui rapat koordinasi ini, DPR RI memastikan fungsi pengawasannya terus berjalan optimal guna menjamin Perpres Ojol yang dihasilkan nantinya mampu menciptakan iklim kemitraan yang sehat, adil, dan transparan bagi seluruh pengemudi maupun penyedia layanan aplikasi transportasi di Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca