Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PPK Ormawa UKM Pramuka Unud Resmikan Demplot Tanaman Toga Desa Songan B

BALIILU Tayang

:

Toga Desa Songan
DEMPLOT TANAMAN TOGA: Peresmian Demplot Tanaman Toga Desa Songan B bertempat di Posko Kelompok Tani Banjar Kendal, Desa Songan B, Sabtu (30/9/2023). (Foto: ist)

Bangli, baliilu.com – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Udayana-Mahendradatta Universitas Udayana tahun 2023 membawa program Budidaya dan Pengelolaan Kelor menjadi Teh dan Boreh sebagai Obat Tradisional Kampung Toga Desa Songan B.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah Peresmian Demplot Tanaman Toga Desa Songan B bertempat di Posko Kelompok Tani Banjar Kendal, Desa Songan B, Sabtu (30/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Udayana mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala USCC, Kepala UPKP, Reviewer, Pembina, Kepala Desa, Kepala Dusun dan Kelompok Tani serta undangan lainnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6014-PPK-Ormawa-UKM-Pramuka-Universitas-Udayana-Selenggarakan-Peresmian-Demplot-Tanaman-Toga-Desa-Songan-B.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tim Riset MBKM Ilmu Politik Gelar Monev Bersama Ilmu Politik Unair dan LPPM Unud
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri GPIPS 2026, Dewa Made Indra: Insentif Jadi Upaya Lindungi Lahan Pertanian Produktif

Published

on

By

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera 2026 di DTW Subak Jatiluwih, Tabanan
HADIRI GPIPS: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menghadiri Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali-Nusra 2026 di DTW Subak Jatiluwih, Tabanan, Senin (27/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen menjaga stabilitas pangan, salah satunya melalui perlindungan terhadap persawahan dan lahan pertanian produktif. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menghadiri Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali-Nusra 2026 di DTW Subak Jatiluwih, Tabanan, Senin (27/7).

Dewa Made Indra mengatakan, menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif bukanlah hal yang mudah. Karena itu, diperlukan berbagai upaya, termasuk pemberian insentif kepada masyarakat agar lahan pertanian tetap terjaga.

“Untuk menjaga ini tidak mudah. Namun, ada insentif yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk lahan persawahan di Subak Jatiluwih, yaitu pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ungkapnya.

Menurut Dewa Made Indra, insentif serupa juga diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui pembebasan PBB bagi lahan persawahan. Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan dukungan berupa beasiswa atau sekolah gratis bagi anak petani.

“Itu baru satu insentif kecil. Ke depan, Bapak Gubernur sedang memikirkan insentif-insentif lainnya,” imbuhnya.

Dewa Made Indra menjelaskan bahwa pelestarian lahan pertanian merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga produktivitas sekaligus stabilitas pangan. Terlebih, dengan keberadaan sistem pengairan tradisional subak, lahan pertanian diharapkan dapat terus terjaga guna memperkuat kemandirian pangan di Bali.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif melalui pendataan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan secara Nominee.

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas di Bidang Biologi Molekular, FK Unud Gelar Workshop Hands on ELISA and qPCR

Pembukaan GPIPS 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Asisten Gubernur Bank Indonesia Rudy B. Hutabarat, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, serta jajaran pemerintah daerah di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menekankan pentingnya penguatan sinergi distribusi dan pasokan pangan antara Bali, NTB, dan NTT sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Bank Indonesia bersama kepala daerah dari Bali, NTB, dan NTT terus memperkuat kolaborasi. Kami memastikan produksi dan distribusi aman serta terkendali,” kata Bima Arya.

Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian inflasi, mengingat ketiga provinsi tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor pariwisata, pangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Koster membuka Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX di Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.
BUKA BIMTEK: Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7).

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa paradigma Posyandu telah berubah secara mendasar. Jika dahulu Posyandu lebih dikenal sebagai tempat penimbangan bayi dan balita, kini perannya jauh lebih luas sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Transformasi tersebut menempatkan Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga desa. Menurut Ny. Putri Koster, perubahan peran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas kader.

Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan. Peran tersebut mencakup edukasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, hingga mengajak masyarakat berperan aktif mendukung program pemerintah demi terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Ny. Putri Koster menekankan bahwa pembangunan yang berkualitas selalu berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik. Karena itu, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  FEB Unud Buka Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Kasem Bundit University Romklao Campus

Di akhir arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan dan berbagi pengalaman. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas kader agar mampu mengimplementasikan transformasi Posyandu berbasis enam bidang SPM.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan dan tata kelola Posyandu, serta peningkatan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Komang Sriani juga melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 133 kader Posyandu dari Kabupaten Tabanan. Turut hadir Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan pendamping kader Posyandu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup FSBJ VIII 2026, Koster: Festival Seni Bali Jani Kian Diminati, Jumlah Karya dan Pelaku Seni Terus Meningkat

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai menutup Festival Seni Bali Jani di Taman Budaya Art Centre Denpasar.
TUTUP FSBJ: Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai menutup FSBJ di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Sabtu (25/7) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) semakin diminati oleh masyarakat Bali. Statistik menunjukkan bahwa jumlah karya seni kontempoter yang dipentaskan mengalami peningkatan setiap tahunnya, begitupun dengan jumlah pelaku seni yang terlibat meningkat secara signifikan.

“Tidak terasa selama 2 pekan kita telah menyaksikan beragam karya, budaya dan capaian kreativitas seni modern kontemporer yang berkualitas dipagelarkan di Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026,” ungkap Gubernur Bali, Wayan Koster saat menutup FSBJ di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Sabtu (25/7) malam.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 yang dilaksanakan mulai tanggal 11 Juli 2026 – 25 Juli 2026 telah terlihat dampak dan hasilnya. FSBJ telah menjadi ruang temu bagi para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator dan insan-insan kreatif lainnya untuk menunjukkan karya terbaiknya, membahas isu-isu terkini melalui garapan kreatif dan inovatif serta mengadaptasi perkembangan teknologi terkini.

Menurutnya melalui pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ), kesenian modern dan kontemporer mendapatkan ruang apresiasi yang terhormat, menjadi panggung kemajuan kebudayaan yang membuktikan bahwa peran kreatif krama Bali tidak pernah surut. Melainkan terus menggelora, dinamis dan maju namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai luhur kearifan lokal budaya Bali.

Selain itu, Koster juga mengapresiasi peran Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster atas andilnya dalam lahirnya Festival Seni Bali Jani.

“Yang memberi ide wadah untuk kesenian modern ini, yang menggagas dan mendorong adalah istri saya, Ibu Putri,” jelasnya.

Ia berkelakar kalau tidak dengan dorongan Ibu Putri Koster mungkin wadah bagi para pelaku seni modern itu belum terpikir olehnya.

Baca Juga  FEB Unud Buka Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Kasem Bundit University Romklao Campus

Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) akan terus berlanjut setiap tahunnya, siapa pun pemimpinnya karena telah dipayungi oleh Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

“Kita berharap dan kita doakan siapapun pemimpin Bali kedepan itu memiliki sentuhan seni, memiliki komitmen yang kuat dan diaktualisasikan dalam kebijakan,” imbuh Koster.

Di sisi lain, peran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya, seni dan tradisi Bali juga tidak kalah penting. Diperlukan regenerasi pelaku seni untuk memastikan kesenian Bali selalu hidup dan menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

“Kita bersyukur karena selalu ada anak-anak kita yang menjadi pelaku seni, seperti adik-adik ini. Karena itulah jangan pernah bosan kita berseni budaya di Bali, berperan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Bergotong royong agar budaya bali selalu hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam acara tersebut selain memberikan penghargaan kepada pemenang lomba, Gubernur Koster juga memberikan penghargaan Bali Jani Nugraha kepada tokoh kesenian kontemporer Bali sebagai pengakuan atas apresiasi, dedikasi dan pencapaian dalam pemajuan Seni Modern atau Kontemporer Bali. Kemudian dilanjutkan dengan menutup dan meluncurkan tema Festival Seni Bali Jani IX Tahun 2027 yaitu Jiwana dharani wana kerthi bermakna hutan sebagai nafas semesta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca